Saatnya Go Digital untuk Proses Belajar Mengajar

teknologi Jun 17, 2020

Tanpa kita sadari, kehidupan yang kita jalani kini tak bisa lepas dari peran teknologi. Hampir di setiap kegiatan yang kita geluti, kita sudah memasukkan teknologi sebagai kawan yang membantu pekerjaan sehari-hari. Penggunaan big data, cloud database, blockchain, Internet of Things (IoT), dihadirkan melalui revolusi digital atau Industri 4.0 yang lambat laun dapat merubah tatanan hidup manusia di Bumi.

Sekarang, internet  menjadi salah satu sumber penting  dalam memecahkan masalah sehari-hari. Ketika ada sesuatu yang tidak kita ketahui, kita akan otomatis mengetiknya di mesin pencarian. Entah hanya untuk mencari definisi suatu benda hingga mencari referensi jurnal. Murid-murid di hari ini pun sudah menggantungkan tugas sekolah kepada Google yang seakan tahu segalanya. Oleh sebab itu, bidang pendidikan menjadi salah satu yang mengalami pergeseran tradisi lama menuju kebiasaan baru era digital secara dominan.

Banyak yang berpendapat bahwa go digital dalam dunia pendidikan dilakukan akibat hadirnya pandemi COVID-19. Padahal, jauh sebelum pandemi COVID-19 datang, sesungguhnya kita sudah perlahan memanfaatkan konsep digitalisasi yang ada. Kita sudah mengirim dokumen melalui e-mail, menyapa keluarga yang jauh dengan video call, mendownload e-book untuk sumber pustaka penelitian, dan lain sebagainya. Adanya pandemi Virus Corona hanya menggalakkan proses digitalisasi yang sudah ada. Sehingga diharapkan masyarakat semakin lancar dan terbiasa menghadapi pergerakan teknologi di masa depan.

Semua hal yang kita lakukan sekarang sesungguhnya hanya penerapan sesuatu yang sudah ada, namun dengan penambahan intensitas. Sebelumnya, mungkin kita hanya menggunakan video call sebagai pelepas rindu kepada orang-orang tercinta yang jauh disaat-saat tertentu saja. Kini, kita dituntut menggunakannya hampir setiap hari untuk kelancaran proses belajar mengajar. Whatsapp yang sebelumnya hanya untuk berkirim pesan biasa, kini menjelma menjadi ruang kelas dadakan lengkap dengan proses absensi-nya.

Merubah suatu kebiasaan yang sudah dilakukan dalam jangka waktu yang lama tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Begitu pula merubah pola perilaku masyarakat dalam bidang pendidikan. Walau sudah memanfaatkan digitalisasi yang ada seperti penjabaran sebelumnya, kita belum menjadikan hal tersebut sebagai sebuah kebiasaan. Pihak kontra pun lambat laun akan mengemukakan pendapatnya dan menyatakan keberatan karena berbagai alasan yang memang benar adanya. Namun jika dilihat lebih dalam, konsep go digital memiliki lebih banyak sisi positif daripada negatifnya.

Menembus Batas dengan Go Digital

Ada sebuah istilah yang mengatakan bahwa internet tidak bersekat, dalam artian tidak memiliki batas. Sisi positif dari hal tersebut adalah kita dapat memanfaatkannya untuk menimba ilmu tanpa sebuah penghalang. Kita tidak akan mengenal batas waktu dan ruang jika seluruhnya sudah berganti menjadi digital. Proses belajar mengajar menjadi fleksibel karena kamu pun bisa melakukannya dari rumah dan tidak memerlukan ongkos untuk pergi ke sekolah.

Hampir seluruh tempat di dunia sudah memiliki jaringan internet sehingga cakupan area belajarmu semakin luas. Kamu tak hanya bisa mendapatkan ilmu dari 34 provinsi di Indonesia, tetapi juga bisa mengunjungi perpustakaan maya manca negara. Kamu dapat terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dari berbagai belahan dunia. Hal ini juga berdampak positif kepada para pengajar karena dapat memperbarui studi kasus atau bahan ajar sehingga murid-murid menerima insight lebih beragam. Berbeda jauh dengan jaman dahulu yang mungkin cukup kesulitan untuk mengakses informasi bahkan di dalam Indonesia itu sendiri.

Selain mengenai ketiadaan batas waktu dan ruang, go digital juga memudahkan para murid dalam proses belajar mengajar. Kecanggihan teknologi yang ada dapat membantu mereka untuk menyimpan materi pembelajaran dengan mudah. Mereka tidak harus menulis tangan semua bahan ajar yang guru berikan. Mereka dapat mengaturnya dengan typing tools pada gawai yang mereka punya dan membuat print-out hasil ketikannya. Atau selanjutnya memilih opsi termudah yaitu menyimpannya dalam bentuk pdf agar bisa dipelajari dimana pun dan kapan pun tanpa perlu takut kertas materinya akan tertinggal di rumah. Benar-benar menembus batas, bukan?

Menjadikan Proses Belajar Mengajar Semakin Interaktif

Salah satu kelebihan dari go digital untuk proses belajar mengajar adalah para guru dapat bebas berkreasi dalam hal penyampaian materi ke murid-murid menggunakan teknologi yang ada. Tidak seperti cara konvensional yang menyampaikan materi dengan menuturkan di depan kelas atau menuliskannya di papan, guru dapat menyampaikannya secara online dengan cara yang tak biasa. Sebagai contoh, penyampaian materi tentang ikatan ion dan ikatan kovalen di pelajaran Kimia dapat dilakukan dengan melampirkan video animasi. Visualisasi tersebut tentunya dapat lebih mudah dicerna oleh para siswa daripada hanya dengan penjelasan suara atau keterangan di buku cetak.

Selain dalam hal penyampaian materi, konsep go digital juga membantu pengajar dalam membuat soal-soal latihan online. Para guru hanya cukup membuatnya satu kali menggunakan platform yang tersedia lalu menyebarkan link soal latihan kepada para murid agar dikerjakan. Para guru juga bisa membuat pengerjaan soal latihan menjadi lebih menarik dengan membuat kuis interaktif sebagai pengganti ujian tertulis. Atau jika ingin tetap menggunakan konsep ujian tertulis juga dapat dilakukan secara online dengan membuat soal latihan menggunakan formulir online seperti Google Forms. Formulir online tersebut bisa diatur sesuai kebutuhan; apakah ingin membuat pertanyaan uraian atau pilihan ganda, berapakah bobot skor setiap nomor, berapa lama waktu pengerjaannya, atau menetapkan aturan satu kali akses untuk mencegah pengisian berulang oleh para siswa.

kejarcita.id, Platform Go Digital untuk Proses Belajar Mengajar

Pihak sekolah dapat menggunakan jasa platform belajar digital sebagai alternatif dalam proses belajar mengajarnya agar lebih praktis. Platform belajar digital berfungsi sebagai sarana edukasi bagi para siswa yang dapat diakses secara online. Salah satunya yaitu kejarcita.id. Platform ini menyediakan berbagai jenis soal latihan, rangkuman belajar yang interaktif, serta fitur tanya tutor yang dapat membantu siswa untuk memahami bahan ajar. kejarcita.id menyediakan bank soal SD, soal HOTS SD, ujian sekolah, video, printable worksheet, dan lain-lain, untuk jenjang SD hingga SMA.

Bersama-sama Melawan Ketidakmungkinan

Ada banyak hal yang membuat konsep go digital untuk proses belajar mengajar adalah sebuah ketidakmungkinan. Salah satu yang menjadi momok menakutkan bagi pihak sekolah saat diberlakukan pembelajaran secara digital adalah menurunnya keaktifan para siswa saat mengikuti kelas. Pandangan ini muncul akibat sebagian pengajar memiliki sebuah anggapan: di kelas yang bertatap muka langsung saja mereka enggan untuk bertanya saat diberi kesempatan, apalagi kelas jauh secara online? Pandangan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun tidak sepenuhnya juga benar. Penulis memiliki pandangan lain terkait hal tersebut.

Tantangan Menjadi Pengajar dalam Mendidik Siswa di Era Digital
Mendidik siswa di era digital harus mengikuti perkembangan zaman. Kemajuan teknologi digital sangat memudahkan hidup manusia. Namun ada juga perubahan yang harus diikuti termasuk di bidang pendidikan dan menjadi tantangan menjadi pengajar. Untuk menjadi semakin go digital, semakin melek teknologi.

Menurut penulis, adanya kelas online justru dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam mengajukan atau menjawab pertanyaan yang diberikan guru saat sesi berlangsung. Kondisi kelas online yang membuat guru dan para siswa tidak bertatap muka secara langsung, akan menghilangkan rasa takut dan malu yang biasanya timbul jika diadakannya sesi Tanya-Jawab. Takut mengajukan pertanyaan yang salah, takut dicemooh ketika salah menjawab, dan berujung timbulnya rasa malu sehingga trauma untuk bertanya dan menjawab soal, adalah perasaan-perasaan yang lazim muncul saat kelas tatap muka berlangsung. Melalui proses belajar mengajar secara digital, penulis memperkirakan hal-hal tersebut dapat diminimalisir sehingga tidak ada lagi penilaian sepihak dari salah satu instrumen pendidikan.

Terlepas dari berbagai ketidakmungkinan yang menjadi penghalang, tentunya sangat dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak untuk melakukan proses belajar mengajar secara digital. Baik dari pihak sekolah, guru, siswa, juga orang tua siswa. Tetap menjaga komunikasi antar instrumen tersebut adalah kunci utama kesuksesan sistem pembelajaran.

Apa yang Bisa Dilakukan Guru & Sekolah Saat Siswa Belajar di Rumah
Kondisi yang membuat semua murid harus belajar di rumah, tentu seharusnya tidak membuat proses belajar mengajar menjadi berhenti. Kejarcita.id memastikan bahwa baik guru maupun muridnya tetap bisa mengakses materi belajar dan soal latihan kapanpun diperlukan.

Go digital untuk proses belajar mengajar merupakan terobosan untuk beradaptasi dengan teknologi masa depan yang suka-tidak suka harus kita hadapi. Seperti bunyi sebuah slogan: kalau bukan kita, siapa lagi?

Demikian artikel mengenai saatnya go digital untuk proses belajar mengajar. Ikuti blog.kejarcita.id untuk mendapatkan kumpulan artikel seputar pendidikan jarak jauh, usaha sosial dan inovasi teknologi.

Anisa Cahyani

"Perempuan yang gemar merangkai kata menjadi tulisan dan juga pemburu matahari terbenam."

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.