Apa Saja yang Bisa Dilakukan Guru dan Sekolah Saat Siswa Diminta untuk Belajar di Rumah?

parenting Apr 27, 2020

Kondisi yang membuat semua murid harus belajar di rumah, tentu seharusnya tidak membuat proses belajar mengajar menjadi berhenti. Kejarcita.id memastikan bahwa baik guru maupun muridnya tetap bisa mengakses materi belajar dan soal latihan kapanpun diperlukan.

Beruntung sekali saat ini sudah banyak platform digital dan online yang bisa digunakan untuk berkomunikasi. Salah satunya adalah whatsapp sebagai aplikasi kirim pesan yang paling populer.

Sekolah dan guru bisa terus berkomunikasi dengan murid dan orang tua selama mereka di rumah. Guru bisa memberikan soal latihan dan video dari kejarcita.id yang sesuai dengan materi ajarnya kepada para murid melalui grup whatsapp.

Sementara itu pihak sekolah yang diwakili oleh grup whatsapp orang tua murid dan wali kelas, bisa terus berkomunikasi untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar yang dilakukan di rumah masing-masing.

Jauh-jauh hari sebelumnya, seyogyanya guru dan sekolah mempersiapkan hal-hal berikut:

Tantangan Menjadi Pengajar dalam Mendidik Siswa di Era Digital
Mendidik siswa di era digital harus mengikuti perkembangan zaman. Kemajuan teknologi digital sangat memudahkan hidup manusia. Namun ada juga perubahan yang harus diikuti termasuk di bidang pendidikan dan menjadi tantangan menjadi pengajar. Untuk menjadi semakin go digital, semakin melek teknologi.

1. Menyiapkan desain belajar yang interaktif.

Berbeda dengan proses belajar tatap muka, proses belajar jarak jauh atau online memerlukan beberapa persiapan. Materi belajar harus didigitalisasi dan disimpan di tempat yang mudah diakses secara mandiri oleh murid dan guru.

Guru dan sekolah bisa menggunakan teknologi cloud computing atau Learning Management System (LMS) yang tersedia banyak di masyarakat. Contoh cloud computing adalah google drive, dropbox. Sedangkan contoh LMS adalah google classroom, edmodo, kelase, schoology dan lain sebagainya.

Penggunaan LMS ini bisa memudahkan guru untuk menciptakan ‘RUANG KELAS” sendiri secara online. Semua bisa dipusatkan di sana, baik itu silabus, ruang diskusi, dan fitur kirim pesan.

Guru bisa membuat satu halaman khusus berisi tautan soal-soal latihan dari kejarcita.id untuk diselesaikan oleh murid-murid baik di LMS maupun di google drive atau dropbox.

Yang penting adalah apapun platform yang digunakan untuk menciptakan “ruang kelas online” ini, harus bisa mewadahi interaksi dua arah antara guru dan muridnya. Dan itu bisa dilakukan baik secara publik maupun secara pribadi dengan berkirim pesan. Karena tidak semua murid suka saling menyapa atau menunjukkan dirinya di depan umum, dan itu seharusnya tidak menjadi kendala dalam proses belajarnya.

2. Memberikan informasi berkala kepada orang tua untuk mendampingi  proses belajar anak di rumah.

Di sini pihak guru dan sekolah sudah harus mempersiapkan pusat informasi seperti grup whatsapp khusus. Baik guru wali kelas maupun wakil sekolah, harus siaga dan cepat memberikan respon jika ada orang tua atau murid yang ingin berkomunikasi. Lambatnya respon dari pihak sekolah bisa memberikan kendala kedepannya dan menurunkan kepercayaan orang tua wali murid ke pihak sekolah. Kunci dari komunikasi secara online adalahfast respondan kepercayaan.

Ketika dua hal ini selesai dilakukan, maka proses belajar di rumah bisa dilakukan secara mengalir dan lancar. Murid juga perlu diberitahu untuk mempersiapkan diri. Dan tetap dalam mode belajar. Jadi tinggal di rumah dan belajar di rumah bukan berarti bermalas-malasan dan tidak menganggap proses kelas online itu penting.

Guru perlu juga terbuka wawasannya bahwa di internet itu ada google. Jadi materi belajar atau soal latihan yang diberikan jangan hanya sekadar meminta murid untuk menjawab. Tetapi usahakan memberikan materi belajar dan soal ujian yang membuat anak untuk berpikir. Boleh saja mereka mengumpulkan informasi dari google dan berbagai website di internet. Yang perlu dilatih adalah kemampuan murid untukproblem solvingatau memecahkan masalah yang ada. Dan mengetahui langkah apa yang harus dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut.

Guru bisa menjadi fasilitator yang membimbing murid untuk mencari informasi di sumber yang tepat. Karena di internet itu tersebar berbagai bentuk informasi. Baik itu yang tepat benar maupun yang hoax (tidak sesuai fakta).

Belajar di rumah secara online memberikan peluang untuk guru dan sekolah menyelipkan pengetahuan penting lainnya terkait penggunaan internet secara sehat. Pihak guru dan sekolah bisa melakukan sesuatu untuk menunjukkan cara melakukan hal tersebut.

Diantaranya adalah, guru bisa melakukan hal-hal berikut:

  1. Membuat webinar
  2. Mempersiapkan materi belajar
  3. Ikut dengan komunitas belajar online untuk menambah wawasan dan jaringan
  4. Memperkuat tim guru
  5. Guru merawat diri sendiri di rumah masing-masing untuk menambah stamina dan daya tahan tubuh
  6. Memotivasi kelas
  7. Melakukan komunikasi secara individual ke murid di tiap kelas dengan platform online.

Sementara itu yang bisa dilakukan sekolah diantaranya adalah:

  1. Membersihkan lingkungan sekolah
  2. Melakukan desinfeksi ruangan kelas dan semua lingkungan sekolah
  3. Melakukan komunikasi dengan pihak guru, murid dan orang tua serta umum melalui platform digital dan media sosial
  4. Mempersiapkan ruang kelas dan sekolah untuk proses belajar yang lebih baik
  5. Melakukan renovasi sekolah yang diperlukan
  6. Membuat channel khusus untuk pusat informasi secara online bisa di You Tube atau Facebook Page.
Pola Asuh yang Harus Diterapkan Agar Anak Berprestasi
Tidak semua orang tua mengerti pola asuh yang tepat untuk buah hatinya, terlebih untuk bisa menjadi bintang di sekolahnya. Lalu, apa pola asuh yang harus diterapkan agar anak bisa berprestasi?

Kejarcita.id mempunyai bank soal latihan dan video yang bisa dimanfaatkan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Baik itu untuk kelas tatap muka maupun kelas online. Dengan begitu, kedepannya juga guru bisa menghemat waktunya untuk membuat soal ujian online yang berulang-ulang. Dan bisa lebih fokus membimbing murid untuk menggali potensi terbaiknya dalam proses belajar.

Pentingnya kemampuan yang harus dimiliki di era digital ini adalah berpikir kreatif, menyelesaikan masalah dan berkolaborasi. Maka guru dan sekolah bisa memanfaatkan momen belajar di rumah untuk mengasah ketiga keterampilan penting untuk generasi muda kita saat ini.

Setelah jadwal belajar terkait pemahaman materi belajar dan menyelesaikan soal latihan telah selesai dan hasilnya bisa tersimpan dengan baik di website kejarcita.id, guru bisa memberikan program belajar lainnya yang sangat menarik dan sesuai dengan karakter Gen Z saat ini.

Mereka suka sekali untuk eksis dan tampil di media sosial. Maka ajaklah mereka membuat konten yang positif dan mendidik di akun mereka masing-masing. Usahakan projek itu adalah tugas kelompok yang memerlukan keterampilan untuk berkolaborasi. Misalnya mereka diminta menulis sebuah blog kelompok di mana satu per satu anggotanya harus mengisi blog itu dengan tulisan hasil karyanya. Blog itu bisa diisi dengan tulisan, gambar dan video.

Guru sebaiknya memberikan kelonggaran pada murid untuk memilih jenis karya ingin mereka selesaikan. Dan sekolah bisa menampilkan hasil karya para murid ini di channel resmi sekolah. Ini akan sangat menguntungkan kedua belah pihak. Murid dan orang tuanya akan bangga dengan hasil karya anak. Dan pihak sekolah mendapatkan peningkatan brand awareness dan kepercayaan di mata publik. Trik digital marketing sederhana ini bisa membantu kedua belah pihak merasakan keuntungan belajar menggunakan teknologi digital dan kelas online.

Belajar dengan teknologi seharusnya jauh lebih menyenangkan dan memudahkan semua pihak. Yang diperlukan hanyalah pengetahuan cara memanfaatkannya dengan baik.

Heni Prasetyorini

"A geek mom who loves to write and teach kids how to code >.<"

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.