Bagaimana Sekolah Harus Mengatur Prioritas Antara Pelaksanaan PJJ dan Merdeka Belajar?

edukasi Sep 22, 2020

Pandemi COVID-19 telah membawa dampak besar bagi kehidupan dunia, tak terkecuali Indonesia mulai dari, ekonomi, politik hingga pendidikan. Meningkatnya kasus covid-19, membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengedarkan surat nomor 36962/MPK.A/HK?2020 mengenai pembelajaran jarak jauh secara daring serta bekerja dari rumah untuk mencegah penularan covid. Surat tersebut ditujukan bagi guru dan siswa untuk semua jenjang di seluruh Indonesia.

Peralihan moda pembelajaran dari yang tatap muka menuju pembelajaran jarak jauh mungkin tidaklah mudah. Terlebih Kemdikbud Republik Indonesia telah menggaungkan program Merdeka belajar. Hal ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana sekolah dapat mengatur pembelajaran jarak jauh dengan keefektifan belajar? Dan apakah mungkin proses pembelajaran akan merdeka?

Tentunya sekolah juga memiliki strategi yang beragam, tetapi bukan berarti tanpa kendala. Terlebih bagi sekolah yang belum biasa melaksanakan pembelajaran berbasis digital atau secara daring. Maka secara tidak langsung sekolah harus memikirkan strategi pembelajaran jarak jauh yang tepat dan sesuai dengan sarana dan fasilitas, serta kompetensi yang dimiliki oleh sekolah, baik kompetensi dari siswa maupun guru.

5 Kisah Inspiratif Guru Berdedikasi Selama PJJ
Tanpa kita sadari, pada masa yang pelik ini banyak sekali guru berdedikasi selama PJJ yang turun tangan untuk membantu anak didiknya. Keinginan mereka begitu mendalam untuk meningkatkan kemampuan akademik setiap anak didiknya.

Dengan strategi yang tepat, maka pembelajaran jarak jauh tidak menjadi beban bagi para siswa yang kerapkali mengeluh karena tugas menumpuk atau orangtua yang mendampingi anaknya belajar. Lantas, bagaimana sekolah harus mengatur prioritas pelaku Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan Merdeka Belajar?

Sebelum memasuki pembahasan yang lebih lanjut, setidaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menjalankan pembelajaran jarak jauh, agar belajar tetap efektif dan menyenangkan.

7 Hal yang Harus Diperhatikan saat Melaksanakan PJJ

Dilansir dari laman Kompas, Reisa Broto Asmoro yang merupakan dokter Indonesia sekaligus Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, menanggapi metode pembelajaran jarak jauh selama Covid-19, ia mengatakan setidaknya terdapat 7 hal yang harus diperhatikan agar tetap terjalin pembelajaran yang efektif selama PJJ, di antaranya yaitu:

1. Guru dan murid harus mengetahui cara mengaplikasikan atau mengoperasikan alat teknologi sesuai dengan fungsinya untuk memudahkan pembelajaran karakter

2. Guru bisa menerapkan metode belajar dengan cara membagi siswa ke dalam kelompok kecil dan melakukan kerja kelompok, sehingga mereka akan melakukan diskusi dan proses belajar akan lebih efektif

3. Guru dan murid bersedia mengerjakan tugas kelompok atau lomba yang membutuhkan kolaborasi

4. Alokasikan waktu untuk memberi pemahaman lebih kepada murid yang tertinggal, sehingga semua murid dipastikan dapat memahami pelajaran

5. Guru fokus terhadap materi pelajaran yang akan diajarkan kepada murid agar murid dapat memahami pelajaran tersebut

6. Guru dapat memodifikasi cara mengajar yang lebih mudah dipahami oleh murid

7. Guru harus membuat suasana belajar mengajar lebih menyenangkan meskipun secara daring

Setelah mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, maka saatnya untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan merealisasikan program Merdeka belajar. Terlebih saat ini belajar semakin mudah dengan adanya platform belajar online, salah satunya kejarcita.id. Para siswa bisa mendapatkan materi pembelajaran lengkap sekaligus bank soal SD yang lengkap. Semakin sering mengerjakan latihan soal SD, maka semakin bagus kemampuan siswa

Namun faktanya masih ada beberapa wilayah yang terkendala dengan jaringan internet. Melihat hal tersebut, Kemendikbud sendiri hadir dengan menggandeng TVRI untuk bekerjasama dalam memfasilitasi belajar siswa, bagi mereka yang tidak bisa mengakses internet. Dengan harapan siswa dapat menonton layangan edukasi sembari belajar menyenangkan.

Pembelajaran Jarak Jauh dan Merdeka Belajar

Siapa sangka, ternyata konsep Merdeka belajar secara tidak langsung telah direalisasikan di pendidikan Indonesia saat ini secara perlahan. di mana pembelajaran jarak jauh atau secara daring saat ini merupakan penerapan konsep edukasi 4.0. Edukasi 4.0 inilah yang menghasilkan proses Merdeka Belajar, dimana proses belajar menjadi lebih kreatif, inovatif dan modern. Tentunya sekolah harus mengatur prioritas antara pelaksanaan PJJ dan merdeka belajar dengan baik. Berikut tipsnya,

1. Pembelajaran Inovatif dan Kreatif

Untuk mencapai Merdeka belajar diperlukan kegiatan pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Tenaga pendidik atau guru saat ini bisa manfaatkan teknologi untuk proses pembelajaran. Saat ini banyak guru yang sudah lihai menggunakan teknologi untuk kegiatan belajar mengajar, Hal ini dapat dilihat dari pelaksanaan diskusi dengan siswa menggunakan aplikasi zoom, google meet hingga portal "Rumah belajar Kemdikbud"

Itulah alasannya mengapa guru dan siswa harus memastikan bahwa mereka dapat menggunakan atau mengaplikasikan teknologi dengan tepat. Karena konsep Merdeka belajar secara daring mengharuskan seorang guru dan siswa memiliki keahlian dalam bidang teknologi untuk menyampaikan dan menerima materi dengan baik.

5 Tantangan Program Merdeka Belajar untuk Guru
Dengan adanya program belajar ini, diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang bahagia, baik untuk siswa, guru maupun orangtua. “Nantinya sistem pembelajaran akan berubah, yang tadinya hanya di dalam kelas maka nanti akan di luar kelas. Jadi lebih menyenangkan juga.

2. Belajar dengan Pembagian Kelompok Kecuali

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, bahwa guru bisa menerapkan metode belajar dengan cara membagi siswa ke dalam kelompok kecil. Hal tersebut bukan hanya membuat siswa menjadi lebih aktif berdiskusi dan pembelajaran menjadi efektif saja, melainkan memberi kemerdekaan pada murid. Karena tidak semua murid memiliki level kompetensi yang sama.

Menanggapi hal ini, Nadiem Makarim memberikan tips yang serupa, "Yang unggul di satu bidang belum tentu unggul di bidang yang lain. Cobalah membagi kelompok belajar berdasarkan kompetensi yang sama," kata Nadiem dilansir oleh medcom.id

3. Mencoba Project Based Learning

Agar pembelajaran jarak jauh terasa efektif, Nadiem menyarankan jika para guru mencoba Project Based learning. Pasalnya belajar dari rumah bukan berarti belajar sendiri. Ia juga mengungkap jika guru sebaiknya mengajak muridnya untuk belajar berkolaborasi bersama dengan temannya dalam satu grup.

Hal ini dapat melatih empati serta kemampuan mereka untuk saling memotivasi dan menyemangati. Dengan begitu maka asas gotong royong akan terbentuk secara otomatis dalam diri mereka. Sehingga pelaksanaan pembelajaran jarak jauh bukan hanya memberikan pengetahuan di bidang akademik, melainkan ilmu pengembangan diri serta pembinaan karakter bagi murid.

5. Pemberian Materi dan Tugas yang Sesuai Jadwal dan Variatif

Pembelajaran jarak jauh harus dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah diatur. Hal tersebut bertujuan agar pemberian materi dan tugas kepada murid lebih efektif dan tidak menumpuk. Selain itu, berilah materi dan tugas yang variatif dan menarik agar siswa tidak merasa bosan atau jenuh yang membuat mereka menghindari diri dari tugas.

6. Menjalin Komunikasi yang Baik dengan Sesama Guru

Bukan hanya murid saja yang menjalin komunikasi dengan temannya, tetapi sesama guru juga harus membangun hubungan yang baik, berkomunikasi dan aktif memberikan informasi. Pasalnya hal ini dapat meningkatkan semangat guru dalam mengajar serta menciptakan inovasi bersama.

7. Mengajar dengan Senang Hati

Mengajar memang bukan hal yang mudah terlebih dalam metode pembelajaran jarak jauh, tentunya akan ada rasa jenuh, bosan dan tidak semangat. Meskipun begitu, guru harus bisa mengajar dengan senang hati dan meningkatkan suasana hati lebih baik, untuk mencapai pembelajaran yang menyenangkan. Mengingat, salah satu tujuan dibentuknya program Merdeka belajar yaitu untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan.

Hal ini juga dibenarkan oleh Menteri Pendidikan dan kebudayaan Nadiem Makarim, "Walaupun kita dalam krisis, ini saatnya kita mencoba hal-hal yang dari dulu mungkin kita masih ragu, tapi di dalam hati kita merasa bahwa ini yang terbaik untuk para murid kita. Maka inilah saat kita mendengarkan insting kita sebagai guru dan orang tua dan bukan mengikuti proses seadanya," kata Nadiem dilansir dari laman kompas.com.

Itulah beberapa penjelasan singkat mengenai pembelajaran jarak jauh dan program Merdeka belajar, mulai dari hal yang perlu diperhatikan saat pembelajaran jarak jauh hingga tips bagi sekolah untuk mengatur prioritas antara pelaksanaan PJJ dan merdeka belajar dengan baik. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi semua pihak. Oleh sebab itu, untuk mencapai pembelajaran yang lebih baik diperlukan dukungan dari semua pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, orangtua hingga pemerintah.

‌‌‌‌‌‌‌‌

Epin Supini

Writerpreuner.

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.