5 Kisah Inspiratif Guru Berdedikasi Selama PJJ

edukasi Agt 10, 2020

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) merupakah solusi yang diberikan pemerintah untuk menangani permasalahan di bidang pendidikan selama pandemi Covid-19 masih ada di Indonesia. Kurang lebih sudah berjalan selama empat bulan, keadaan di Indonesia masih belum sepenuhnya membaik dan bisa belajar seperti biasanya di sekolah. Dikarenakan pandemi yang tidak kungjung selesai, banyak guru yang berdedikasi selama PJJ berlangsung. Dalam hal ini guru benar-benar pahlawan tanpa tanda jasa.

Dalam kegiatan belajar mengajar tentunya tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Pernyataan ini dapat dibuktikan dari keluhan orang tua yang selalu menganggap dirinya tidak mampu dan tidak sanggup bila setiap harinya harus membimbing dan mengajar anak-anaknya di rumah. Berdasarkan keluhan yang dilontarkan oleh para orang tua membuat para guru harus mencari cara untuk mengatasi permasalahan ini sehingga anak didik mereka tetap bisa mendapatkan pengetahuan dan kemampuan akademik mereka tidak menurun.

Dengan semakin maraknya pandemi COVID-19 di setiap harinya membuat keadaan ekonomi, kesehatan serta pendidikan di Indonesia menjadi tidak seimbang. Sudah banyak dokter yang merenggangkan nyawanya karena berjuang untuk menyelamatkan para korban dari virus COVID-19 ini. Namun, bukan hanya dokter saja yang berjuang begitu keras, tetapi para guru turut turun tangan untuk menangani permasalahan pendidikan yang cukup serius.

Bukan hanya sistem pembelajarannya saja yang harus diubah, tetapi keadaan siswa yang harus turut diperhatikan dengan baik. Sebagian siswa yang berasal dari keluarga yang berkecukupan tentunya tidak mengalami permasalahan dalam bidang materi, sedangkan siswa yang kurang mampu mengalami kendala yang cukup memprihatinkan. Bukan hanya terbatas materi saja, tetapi keadaan lingkungan yang harus diperhatikan.

Sekolah yang berasal dari pedalaman mengalami kecenderungan sulit untuk mendapatkan sinyal dan kurangnya fasilitas dari setiap sekolah. Bukan hanya fasilitas saja yang kurang, tetapi mereka juga yang masih belum mampu untuk menggunakan teknologi yang sangat dibutuhkan dalam menerapkan pembelajaran jarak jauh.

Tanpa kita sadari, pada masa yang pelik ini banyak sekali guru berdedikasi selama PJJ yang turun tangan untuk membantu anak didiknya. Keinginan mereka begitu mendalam untuk meningkatkan kemampuan akademik setiap anak didiknya. Bisa terbilang, dalam hal ini guru bukan hanya sekadar memberikan tugas yang banyak seperti berita miring yang kerap kali terdengar.

Banyak yang beranggapan bahwa tugas guru selama pandemi ini tidak ada. Mereka seakan lepas tangan dan memberikan tanggung jawabnya kepada orang tua di rumah. Namun, yang terjadi adalah sebaliknya. Mereka begitu keras untuk membuat pembelajaran tetap berjalan dengan lancar. Beberapa guru bahkan rela meluangkan waktu istirahatnya demi memberikan pembelajaran lebih kepada anak didik yang memang tidak bisa melakukan pembelajaran jarak jauh.

5 Kisah Inspiratif Guru Selama PJJ

Kisah inspiratif merupakan cerita tentang pengalaman yang terjadi dalam kehidupan seseorang di mana yang menjadi subjeknya saat ini yaitu guru yang berdedikasi saat pembelajaran jarak jauh sedang dilangsungkan. Beberapa kisah inspiratif ini mungkin dapat membuka kaca mata Anda terhadap perjuangan guru yang patut untuk diacungkan jempol.

1. Kisah Inspiratif dari Seorang Ibu Santi

Berdasarkan laman Kompas.com (26/05/2020) diberitakan bahwa seorang guru yang berasal dari Kabupaten Nganjuk memiliki ide yang sangat brilian. Ibu Santi mengajak anak muridnya untuk menggunakan teknologi seperti Google Earth dalam pembelajaran jarak jauh ini. Bukan hanya sekadar membantu saja, tetapi dalam hal ini Ibu Santi dapat mengajarkan anak didiknya untuk selalu menggunakan kecanggihan teknologi dalam ranah yang positif.

Namun, sayangnya penggunaan teknologi yang diterapkan Ibu Santi tidak berjalan dengan lancar. Sehingga dia memutuskan untuk mengunjungi anak didiknya untuk melakukan pembelajaran di rumah. Tidak jarang ketika Ibu Santi mengunjungi rumah anak didiknya, dia menemukan anak didiknya sedang membantu orang tuanya untuk berkebun. Hal inilah yang membuat guru merasa was-was dengan anak didiknya di rumah bahwa mereka tidak benar-benar belajar.

2. Kisah Inspiratif dari Seorang Ibu Maria

Berdasarkan laman Kompas.com (26/05/2020) diberitakan bahwa seorang guru yang berasal dari Kabupaten Timor Tengah Utara Nusa Tenggara Timur yang mendatangi anak didiknya untuk diberikan pembelajaran. Lingkungan rumah yang terdapat di pedalaman dengan jaringan internet yang terbatas membuat mereka kesulitan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh. Kesulitan mereka dalam mendapatkan jaringan membuat para siswa yang mencari tempat tinggi dan sampai naik ke atas gunung demi mendapatkan jaringan. Dengan keterbatasan yang para siswa alami, membuat Ibu Maria tersentuh dan berinisiatif untuk melakukan pembelajaran secara pribadi kepada masing-masing murid di rumahnya.

Kendala seperti ini sering terjadi di daerah pedalaman yang memang minim dalam mendapatkan jaringan. Hal itu dikarenakan masyarakat sekitar yang masih cenderung belum terlalu memahami teknologi yang modern. Kebanyakan dari mereka masih sibuk dengan kebun dan ladang yang harus dirawat supaya menghasilkan panen yang berkualitas.

3. Kisah Inspiratif dari Seorang Bapak Nanang

Berdasarkan laman medcom.id, diberitakan bahwa seorang guru bernama Nanang Nuryanto yang mengajar kelas V di SDN 021 Marang Kayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang memanfaatkan Youtube sebagai bahan pembelajaran anak didiknya di rumah selama pembelajaran jarak jauh berlangsung. Namun, sayangnya setengah dari anak didiknya memiliki kandala dalam masalah keuangan. Sebagian dari mereka tidak sanggup untuk membeli kuota sehingga mereka tidak bisa menonton pembelajaran yang dibuat Bapak Nanang yang dimuat di dalam Youtube. Berdasarkan permasalahan ini, Bapak Nanang berinisatif untuk mengunjungi anak didiknya di rumah untuk diberikan pembelajaran secara pribadi.

4. Kisah Inspiratif dari Seorang Ibu Erna

Berdasarkan laman suara.com, diberitakan bahwa seorang guru yang berasal dari Jogja memanfaatkan teknologi saat menerapkan pembelajaran jarak jauh. Dalam kisah yang dimiliki oleh Bu Erna, beliau menerapkan ilmu yang ia miliki untuk kegiatan pembelajaran yang ia buat. Beliau adalah guru pelajaran informatika. Oleh karena itu beliau memanfaatkan penggunaan aplikasi Google Dokumen untuk memberikan materi pelajaran, memberikan penulian serta mengandalkan Google Drive untuk mengumpulkan tugas siswa.

Untungnya dalam kegiatan pembelajaran yang beliau rancang tidak memiliki kendala yang cukup besar seperti jaringan yang terbatas, tidak memiliki kuota dan yang lainnya. Dalam hal ini, Ibu Erna sangat kreatif dalam memanfaatkan teknologi. Selain digunakan untuk kegiatan pembelajaran, cara yang dilakukan beliau dapat melatih siswa dalam fitur-fitur yang Google berikan.

7 Soft Skill yang Dibutuhkan Oleh Seorang Guru di Jaman Milenial
Setiap profesi membutuhkan soft skill tertentu dalam melaksanakan tugasnya. Termasuk seorang guru. Agar guru dapat terus mengajar sesuai perkembangan zaman, guru perlu menguasai beberapa soft skill tertentu. Apa sajakah itu?

5. Kisah Inspiratif dari Seorang Ibu Siti

Berdasarkan laman abc.net.au, diberikan bahwa seorang guru yang mengajar di Madrasah Tsanawiah dari Kabupaten Aceh Besar, beliau memanfaatkan aplikasi WhatsApp untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Beliau serta perangkat sekolah menggunakan fitur WhatsAapp supaya anak didik tidak terlalu bersusah payah dalam belajar. Selain aplikasi yang digunakan cukup mudah diterapkan, penggunaan kuota yang akan dihabiskan tentu tidak sebesar menggunakan aplikasi atau teknologi yang lainnya.

Namun, kendala lainnya yang kerap kali terjadi yaitu lamanya respon yang diberikan setiap anak didik. Rata-rata anak didik yang beliau ajar berasal dari keluarga yang kurang mampu, sehingga apabila memiliki ponsel mereka tidak punya kuota untuk belajar di rumah.

Apa yang Dimaksud Pak Nadiem dengan Guru Penggerak?
Guru penggerak sendiri dapat diartikan sebagai guru yang aktif melopori perubahan pendidikan serta meningkatkan mutu di sekolah tempatnya bertugas. Guru penggerak diharapkan mampu mengambil tindakan yang terbaik untuk peserta didik.

Kelima kisah inspiratif guru berdedikasi selama PJJ memberikan nilai-nilai yang tersendiri. Berdasarkan kisah-kisah tersebut, dapat diberi kesimpulan bahwa setiap guru rata-rata memiliki permasalahan yang sama selama pandemi Covid-19 ini. Namun, walaupun kendala yang mereka hadapi cukup menjenuhkan, mereka tetap semangat demi memajukan kecerdasan para penerus bangsa.

Agnes Meilina

Gemar membaca buku dan menulis di malam hari.

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.