Strategi Tepat yang Mesti Dilakukan Guru BK untuk Mengatasi Permasalahan pada Siswa

edukasi 10 Feb 2021

Ketika siswa mengalami masalah di sekolah, baik masalah akademik, masalah sosial, masalah pribadi dan lainnya, peran guru BK sangat dibutuhkan. Melalui bimbingan dan konseling yang disampaikan guru BK, siswa bisa mendapatkan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Apabila masalah yang dialami oleh siswa tidak segera diatasi, maka hal tersebut dapat mengganggu dan menghambat proses belajar siswa serta berdampak pada tumbuh kembang mereka. Sebaliknya, siswa akan mencapai prestasi yang baik ketika tidak memiliki masalah yang mengganggu pikiran dan proses belajarnya.

Sebagai guru BK, sudah seharusnya Anda dekat dengan siswa dan mengetahui kondisinya agar proses pembelajaran yang mereka jalani terasa kondusif. Guru BK profesional harus bisa menguasai materi bimbingan yang dikemas  menyenangkan (joyfull guidance), agar interaksi antara guru BK dengan siswa dapat berjalan dengan nyaman, saling membutuhkan serta dapat merefleksikan kebutuhan jiwa.

Jika Anda bisa memberikan rasa nyaman dan aman kepada siswa, mereka akan merasa senang dan semangat dalam mengikuti bimbingan konseling. Siswa juga akan lebih terbuka dengan Anda, sehingga memudahkan Anda untuk mengetahui permasalahan yang mereka hadapi.

8 Manfaat Menjadi Guru yang Harus Kamu Tahu
Harus diakui menjadi guru itu memiliki tantangan yang besar dan berliku. Terlepas dari itu, menjadi seorang guru tentu saja memiliki banyak manfaat dan keunggulan lho, yang membuat profesi ini menjadi istimewa.

Tips untuk Guru BK dalam Mengatasi Permasalahan pada Siswa

Sebagai guru BK, Anda harus memastikan bahwa perkembangan siswa di sekolah berjalan dengan baik. Jika siswa menghadapi masalah, Anda harus berusaha memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahannya tersebut. Adapun berikut ini merupakan tips untuk guru BK dalam mengatasi permasalahan siswa, di antaranya yaitu:

1. Berkomunikasi dengan Siswa

Ketika Anda mendengar ada siswa yang terkena masalah, hal pertama yang harus Anda lakukan yaitu berkomunikasi dengannya. Anda bisa memanggil siswa tersebut ke ruangan Anda dan melakukan komunikasi secara pribadi. Pastikan keamanan siswa terjaga dan permasalahannya dirahasiakan dari siswa lainnya, dengan begitu ia tidak akan ragu memberitahu permasalahan yang dihadapi.

Anda bisa bertanya masalah yang dihadapi siswa secara detail. Jika siswa tersebut menutupi atau tidak memberitahu permasalahan yang dihadapinya, sebaiknya Anda tidak memaksa mereka. Anda bisa mencari tahunya secara perlahan atau hingga anak tersebut berani menyampaikan permasalahannya.

2. Membuat Ruang BK Terasa Nyaman

Tak sedikit siswa yang menganggap bahwa ruang BK sama seperti "pengadilan" untuk mereka yang bermasalah. Sudah saatnya stigma tersebut harus dihilangkan karena memberikan pengaruh buruk, di mana siswa akan merasa takut untuk memasuki ruang BK. Dengan membuat ruang BK terasa nyaman dan aman, siswa akan lebih rileks dan tenang mengikuti bimbingan dan konseling.

Anda bisa membereskan ruang BK secara menyeluruh, singkirkan barang yang tidak penting dan mempersempit ruangan, serta siapkan kursi yang nyaman. Anda juga bisa memberi pengharum ruangan, vas bunga, tisu dan lainnya yang membuat siswa merasa nyaman.

3. Menjadi Pendengar yang Baik

Ketika siswa mengeluhkan sesuatu di sekolahnya atau menceritakan masalah yang ia hadapi, Anda harus bisa menjadi pendengar yang baik. Terlebih, mendengarkan merupakan tujuan utama bimbingan konseling di sekolah.

Biasanya, siswa yang sedang bingung bingung, resah atau bermasalah membutuhkan pendengar untuk mencurahkan isi hati mereka. Dengan memiliki pendengar yang baik, setidaknya mereka bisa meringankan beban berat yang selama ini ditanggung sendiri. Kalau perlu, Anda bisa memberikan solusi tepat untuk menyelesaikan permasalahannya.

4. Perlakukan Siswa dengan Baik

Ketika siswa mulai menceritakan masalahnya, perlakukanlah mereka dengan baik dan jangan memperlakukan mereka layaknya anak kecil. Jika Anda menghadapi siswa SMP atau SMA, Anda tidak boleh lagi menganggap mereka seperti anak kecil dengan cara memarahinya, menggurui dan lainnya. Anda cukup mendengarkan curhatan dan keluhan mereka dengan seksama juga sudah membuat mereka terkesan.

Masa remaja merupakan masa seseorang mulai beradaptasi serta mengelola emosi dengan baik. Jika Anda memarahi atau terlalu menggurui siswa yang mendapatkan masalah, mereka justru akan merasa insecure dan memberontak. Perlakukanlah siswa layaknya sahabat yang ingin didengar dengan baik.

5. Meminimalisir Kontak Fisik

Agar siswa tetap merasa nyaman saat berkomunikasi dengan Anda, ada baiknya Anda meminimalisir kontak fisik seperti merangkul, mengelus rambut, memegang tangan dan lainnya. Meski kontak fisik tersebut menunjukkan kepedulian dan kasih sayang, namun beberapa anak akan merasa tidak nyaman. Masih banyak hal lainnya yang bisa Anda lakukan, misalnya dengan tersenyum atau menatapnya dalam-dalam.

Mengenal konsep Teori Labeling dalam Pembelajaran. Berikut 7 Fakta Menariknya
Ketika seseorang diberi label atau cap negatif sesuai apa yang sudah dilakukannya (penyimpangan primer), maka orang tersebut akan cenderung melanjutkan atau mengulangi kembali perilaku atau tindakan tersebut (penyimpangan sekunder) sesuai identitas yang telah melekat pada dirinya.

6. Menasihati Tanpa Menggurui

Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan siswa yaitu dengan memberikan nasihat yang baik. Pastikan Anda memberi nasihat tanpa terlalu menggurui, agar siswa bisa menerima nasihat tersebut dengan lapang dada untuk menyelesaikan masalahnya.

Saat ingin memberi nasihat pada siswa, hal pertama yang harus Anda ingat yaitu dengan tidak menghakimi mereka. Tidak ada siswa yang harus dianggap tidak baik atau buruk mengenai pilihan yang mereka ambil, karena setiap orang memiliki peran masing-masing dalam menjalani hidupnya. Berikan nasehat dengan bijak agar siswa bisa mengambil nilai baik dari nasehat disebut.

7. Menjadi Fasilitator

Jika ada siswa yang tidak bisa menerima materi pelajaran dengan cepat, bukan berarti siswa tersebut bodoh. Bisa saja, penyebabnya ada pada metode pengajaran guru mata pelajaran tersebut yang tidak sesuai dengan kebutuhan siswa.

Dalam hal ini, mungkin Anda merasa serba salah karena harus menegur rekan kerja atas keluhan para siswa. Namun sebagai guru BK, Anda berperan sebagai fasilitator agar kegiatan belajar mengajar bisa berlangsung secara efektif dan permasalahan siswa teratasi. Seorang guru BK yang baik bukan hanya menyelesaikan masalah siswa, tetapi memperbaiki hubungan siswa dengan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan baik.

8. Memberi Motivasi yang Konkret

Memberikan motivasi layaknya ceramah yang terlalu lama mungkin akan membuat siswa merasa bosan, terlebih jika isinya tidak relevan dengan perkembangan zaman. Sebagai guru BK, alangkah baiknya jika Anda memberi motivasi yang bersifat konkret, motivasi tersebut bisa diambil dari video inspiratif, kisah menarik dan lainnya.

Pada dasarnya guru yang bisa memberikan motivasi kepada siswa merupakan guru yang berhasil. Hal tersebut sesuai dengan yang dikemukakan Thorndike tentang Stimulus Respon, jika guru bisa memberi stimulus pada siswa, maka siswa akan memberi respon dengan baik, begitupun sebaliknya.

Itulah 8 strategi tepat yang mesti dilakukan guru BK untuk mengatasi permasalahan pada siswa. Kedelapan strategis tersebut bisa Anda coba lakukan untuk membantu siswa keluar dari masalahnya.

Dari hal tersebut kita dapat mengetahui bahwa kebutuhan psikis siswa dinilai lebih penting dibandingkan kebutuhan fisik. Sebagai guru BK, Anda harus bisa memberikan bimbingan yang menyenangkan untuk membangkitkan semangat siswa. Jika siswa dapat mengurangi atau bahkan keluar dari masalahnya, perkembangan mereka tidak akan terganggu, mereka juga akan lebih fokus mengikuti kegiatan belajar dan meningkatkan prestasi lebih baik.

Epin Supini

Penulis yang memiliki banyak mimpi

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.