Sintaks Problem Based Learning dan Contoh RPP Problem Based Learning

teaching 4 Okt 2021

Tujuan kegiatan pembelajaran bukan sekadar membuat siswa jadi tahu atau paham materi, tetapi membuat mereka lebih kritis, mandiri, dan bisa memecahkan masalah. Untuk mewujudkannya, guru bisa menggunakan model pembelajaran problem based learning.

Problem based learning (PBL) adalah salah satu model pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan dunia nyata. Masalah pada model pembelajaran ini harus memiliki dua karakteristik penting, yaitu masalah harus autentik atau berhubungan dengan konteks sosial siswa dan masalah harus berakar terhadap materi subjek dari kurikulum.

Setidaknya terdapat tiga ciri utama model pembelajaran problem based learning, yaitu:

1. Problem based learning merupakan serangkaian aktivitas pembelajaran yang harus dilalui siswa. Dalam implementasinya, aktivitas yang harus dilakukan siswa bukan sekadar mendengar, mencatat, lalu menghafal materi pelajaran yang diberikan. Melainkan dalam problem based learning, siswa harus lebih aktif untuk berpikir kritis, komunikasi yang baik, mencari, dan mengolah data yang tepat, akhirnya membuat kesimpulan untuk memecahkan suatu masalah.

2. Problem based learning ditujukan untuk memecahkan atau menyelesaikan masalah. Dalam hal ini, masalah menjadi kunci utama dalam kegiatan pembelajaran, artinya jika tidak ada masalah yang harus diselesaikan maka tidak ada kegiatan pembelajaran yang berlangsung.

3. Problem based learning menggunakan pendekatan berpikir secara ilmiah untuk menyelesaikan permasalahan dengan baik.

Sintak Pembelajaran Project Based Learning dan Contoh RPP Project Based Learning
Poject Based Learning adalah pembelajaran menggunakan hasil kerja nyata untuk mencapai kompetensi pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam pembelajaran.

Sintaks Problem Based Learning

Tak ada salahnya jika Anda menggunakan problem based learning dalam kegiatan pembelajaran di kelas, karena model pembelajaran ini memiliki banyak manfaat seperti siswa jadi lebih aktif, kegiatan pembelajaran seru dan menyenangkan, mengasah kemampuan siswa untuk bekerjasama, berdiskusi dan berkomunikasi, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

Bagi Anda yang ingin menerapkan problem based learning di kelas harus mengetahui sintaks model pembelajaran problem based learning terlebih dahulu, seperti berikut ini:

1. Menyiapkan Pertanyaan atau Penugasan Tugas Proyek untuk Siswa

Sebagai guru, berikan pertanyaan kepada siswa untuk dapat mendorong peserta didik untuk melakukan suatu aktivitas atau proyek. Anda bisa memberi pertanyaan yang memiliki kaitan dengan Kompetensi Dasar (KD). Hubungkan juga dengan yang ada dalam kehidupan nyata dan kehidupan sehari-hari.

Yang dapat Anda lakukan adalah dengan membuat pertemuan dengan siswa untuk membicarakan rencana project based learning tersebut. Dalam diskusi tersebut, khususkan untuk menemukan permasalahan saja. Misalnya, Anda mengajar pelajaran Geografi dan dalam KD lingkungan hidup, pilihlah masalah tentang polusi, pengolahan limbah yang ramah lingkungan, atau global warming.

2. Guru Memberikan Masalah yang Kontekstual

Guru akan menyampaikan masalah dan masalah tersebut akan dipecahkan secara kelompok. Masalah yang guru berikan hendaknya adalah masalah kontekstual. Berikan masalah yang bisa dihubungkan dan familiar dengan kegiatan sehari-hari siswa.

Selain itu, masalah juga bisa dicari sendiri oleh siswa. Mereka bisa mencari melalui bahan bacaan atau lembar kegiatan. Guru perlu ekstra mengawasi kegiatan siswa.

3. Guru Berperan sebagai Guide dan Fasilitator

Pada problem based learning (PBL), guru berperan sebagai guide on the side (mengawasi dari samping) daripada sage on the stage (hanya mengajar di depan kelas). Hal ini menegaskan penting bagi guru memberi bantuan belajar pada tahap awal pembelajaran siswa.

Peserta didik nantinya akan mengidentifikasi informasi yang mereka ketahui maupun yang belum. Guru juga adalah fasilitator yang akan membantu dengan memberi sumber informasi seperti dari buku teks atau sumber informasi lainnya.

Guru akan dengan baik memantau keterlibatan peserta didik dalam setiap tahapan. Khususnya, guru akan memantau dalam dalam pengumpulan data/bahan siswa selama proses penyelidikan.

4. Membimbing Diskusi, Pembuatan Laporan, sampai Presentasi

Anda sebagai guru akan memantau diskusi dan membimbing pembuatan laporan kelompok-kelompok siswa. Setelah itu, karya setiap kelompok akan menjadi siap untuk dipresentasikan.

Guru akan melaksanakan presentasi semua kelompok setelah laporan jadi. Setelah itu, berikan masukan kepada setiap kelompok. Beri juga kesempatan kelompok lain untuk memberi masukan pada teman-temannya. Guru di sini akhirnya akan menyimpulkan materi bersamaan dengan siswa.

5. Memberi Dukungan Intelektual

Guru harus memberikan dukungan yang dapat meningkatkan pertumbuhan intelektual dan inkuiri peserta didiknya. Hal ini akan bisa terjadi kalau guru dapat menciptakan lingkungan kelas yang terbuka.

Selain itu, guru juga harus membimbing pertukaran gagasan antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. Mereka akan mampu berpikir lebih kritis nantinya.

6. Melakukan Evaluasi Proyek Siswa

Terakhir, tugas guru adalah untuk mengevaluasi dan menganalisis hasil dan proses yang telah dilalui siswa dalam pemecahan masalah. Di tahap ini, guru akan membantu peserta didik untuk melakukan refleksi. Ini akan membuat mereka belajar dan tidak mengulangi kesalahan untuk tugas selanjutnya.

Strategi Guru dalam Mengajar sesuai Kompetensi Siswa
Guru memiliki peran penting dalam pilar pendidikan untuk menciptakan generasi Indonesia. Guru harus bisa mengajar sesuai kompetensi siswa.

Contoh RPP Problem Based Learning

Untuk melaksanakan model pembelajaran problem based learning dengan tepat dan terstruktur, dibutuhkan perencanaan yang matang dalam RPP 1 halaman. Berikut ini merupakan contoh RPP model pembelajaran problem based learning yang bersumber dari kejarcita.id, yaitu:

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan     :  SMP/MTS

Kelas/Semester        :  VII/1

Mata  pelajaran        :  Ilmu Pengetahuan Alam

Materi  pokok        :  Pencemaran lingkungan

Pembelajaran ke    :  4 (Pencemaran udara)

Alokasi waktu        :  3 JP

Model pembelajaran    : Problem based learning

A. Tujuan Pembelajaran:

Dengan mengamati gambar, membaca artikel yang disajikan, melakukan investigasi serta diskusi, siswa mampu:

  1. Menjelaskan pengertian pencemaran udara dengan tepat.
  2. Menyebutkan faktor-faktor penyebab pencemaran udara dengan benar.
  3. Menjelaskan dampak pencemaran udara dengan tepat.

B. Kegiatan Pembelajaran

KEGIATAN

DESKRIPSI KEGIATAN

Pendahuluan

  1. Guru membuka pelajaran dengan salam kemudian berdoa.

  2. Guru mengulas materi pertemuan sebelumnya tentang definisi pencemaran dan pencemaran air.

  3. Guru memberi motivasi dengan menunjukkan gambar dari lingkungan yang udaranya tercemar.

  4. Guru menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan hari ini dan tujuan serta manfaatnya.

Kegiatan Inti 

Penyajian masalah

  1. Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok.

  2. Guru membagikan artikel kepada setiap kelompok mengenai polusi udara dan dampak yang ditimbulkan akibat polusi udara secara eksplisit.

  3. Guru  bertanya kepada siswa bagaimana cara menanggulangi dampak dari pencemaran udara.

Mengorganisasikan siswa untuk belajar

  1. Dengan bantuan lembar kerja, guru membimbing siswa merumuskan masalah dan menyusun hipotesis 

Membimbing penyelidikan kelompok

  1. Guru membimbing siswa melakukan investigasi sesuai petunjuk pada lembar kerja  untuk membuktikan hipotesis.

  2. Guru membimbing siswa mengumpulkan informasi dan berdiskusi untuk menjawab rumusan masalah.

Menyajikan hasil karya

  1. . Siswa menyusun laporan sementara hasil investigasi dan pemecahan masalah.

  2. Siswa melakukan presentasi untuk mengemukakan hasil investigasi.

  3. Guru membimbing kegiatan tanya jawab

Evaluasi pemecahan masalah

  1. Guru membimbing siswa menjawab rumusan masalah dan melakukan konfirmasi materi pencemaran udara.

  2. Guru bersama siswa menyimpulkan jawaban dari rumusan masalah.

  3. Guru membantu peserta didik untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka.

Penutup

  1. Guru membimbing siswa membuat poin-poin penting materi pencemaran udara.

  2. Guru memberi umpan balik peserta didik dalam proses dan hasil pembelajaran dengan cara memberi pertanyaan lisan.

  3. Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam penutup.

C. Penilaian (Assessment)

Penilaian Sikap

Penilaian Pengetahuan

Penilaian Keterampilan

Penilaian sikap rasa ingin tahu, berpikir kritis, peduli lingkungan, dan tanggung jawab saat investigasi melalui lembar observasi.

Tes lisan sebanyak tiga soal tentang pengertian, faktor penyebab, dan dampak pencemaran udara.

Penilaian keterampilan dalam melaksanakan kegiatan penyelidikan serta komunikasi saat presentasi melalui lembar observasi. 

Kepala Sekolah                                    Guru Kelas


,……………………………….                                ………………………………

NIP.……………………………………………,                        NIP…………………

Itulah beberapa hal mengenai sintak pembelajaran problem based learning yang bisa anda ketahui beserta contoh RPP problem based learning. Untuk mendapatkan RPP 1 lembar dengan beragam model pembelajaran yang lengkap, Anda bisa mendapatkannya di kejarcita.id. Kejarcita merupakan platform pendidikan berbasis teknologi yang menyediakan ribuan bank soal, materi, RPP 1 lembar dan lainnya dengan fitur menarik dan lengkap.

Epin Supini

Penulis yang memiliki banyak mimpi

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.