Sintaks Pembelajaran Project Based Learning dan Contoh RPP Project Based Learning

teaching 30 Sep 2021

Untuk mencapai tujuan pembelajaran, siswa harus mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik dan guru wajib menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Sebagai guru, Anda bisa menggunakan metode pembelajaran yang tepat dan menarik, salah satunya Project Based Learning. Project based learning atau pembelajaran berbasis project ini merupakan salah satu model pembelajaran student centered Kurikulum 2013.

Dengan menggunakan metode project based learning artinya dalam pembelajaran tersebut menghasilkan proyek atau kegiatan nyata. Dalam kegiatan ini siswa akan melakukan banyak hal mulai dari eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis serta mengolah informasi menjadi bentuk pekerjaan nyata di kehidupan sehari-hari.

Pengertian pembelajaran project based learning menurut Fathurrohman (2016, hlm. 119) pembelajaran yang menggunakan hasil kerja nyata, project atau kegiatan nyata sebagai sarana pembelajaran guna mencapai kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam pembelajaran.

Adapun pengertian project based learning menurut Saefudin (2014, hlm. 58) yaitu metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal, lalu mengumpulkan serta mengintegrasikan pengetahuan baru sesuai pengalamannya dalam bentuk aktivitas atau kegiatan yang nyata.

Sintak Model Pembelajaran Project Based Learning

Bagi Anda yang ingin mencoba menggunakan model project based learning di kelas, Anda harus mengetahui sintak atau langkah-langkahnya terlebih dahulu, agar kegiatan pembelajaran berjalan lancar dan efektif. Adapun berikut beberapa sintak model pembelajaran project based learning, yaitu:

1. Menyiapkan Pertanyaan atau Penugasan Tugas Proyek

Berikan pertanyaan kepada siswa untuk dapat mendorong peserta didik untuk melakukan suatu aktivitas atau proyek. Beri pertanyaan yang berkaitan dengan Kompetensi Dasar (KD) dan ada dalam kehidupan nyata dan kehidupan sehari-hari.

Yang dapat guru lakukan adalah dengan membuat satu pertemuan dengan rencana proyek di kelas. Dalam pertemuan tersebut, khususkan untuk menemukan permasalahan saja. Misalnya pada pelajaran Geografi dalam KD lingkungan hidup, cari masalah tentang polusi, global warming, atau pengolahan limbah yang ramah lingkungan.

2. Mendesain Perencanaan untuk Proyek

Perencanaan ini harus secara kolaboratif antara guru sebagai pengajar dan peserta didik. Perencanaan ini dilakukan supaya semua pihak merasa memiliki atas proyek tersebut.

Dalam perencanaan, yang dibicarakan adalah tentang kegiatan pendukung yang akan dilakukan, alat dan bahan yang dibutuhkan, dan aturan main untuk penyelesaian proyek tersebut.

3. Menyusun Jadwal Pelaksanaan Penyelesaian Proyek

Setelah mendesain perencanaan, susunlah jadwal. Dalam tahap ini, aktivitas yang dilakukan adalah:

  • Membuat timeline penyelesaian proyek
  • Membuat deadline penyelesaian proyek
  • Merencanakan cara pemecahan yang baru dengan siswa
  • Membimbing peserta didik saat membuat hal-hal yang kurang berhubungan dengan proyek
  • Siswa diminta membuat penjelasan alasan tentang pemilihan cara baru tersebut

4. Memonitor Siswa dan Progres dari Proyeknya

Guru sebagai pengajar bertanggung jawab untuk melakukan monitor dan mengikuti aktivitas peserta didik selama mereka menyelesaikan proyek. Proses monitoring progres proyek siswa ini dapat dilakukan dengan menggunakan rubrik khusus. Rubik tersebut berguna untuk merekam keseluruhan aktivitas penting.

Peserta didik tugasnya adalah untuk melakukan pengecekan atas kerja mereka sendiri. Apakah tugasnya sudah sesuai dengan tahap perkembangan proyeknya atau belum.

Dengan melakukan ini maka akan memungkinkan mereka untuk terus melakukan perbaikan. Pada akhirnya, diperoleh suatu proyek yang sudah sesuai dengan kriteria penugasan yang diberikan sejak awal.

10 IDE UNTUK PROJECT MATEMATIKA SD
Lantas apa yang membuat matematika itu sulit? Mari kita tengok proses pembelajarannya. Cara guru menyajikan materi, media pembelajaran, serta metode pembelajaran yang tepat menjadi patokan seberapa menyenangkan pembelajaran matematika.

5. Menguji Hasil

Pengujian hasil proyek yang dilakukan siswa dapat dilakukan melalui presentasi atau penyajian proyek. Guru sebagai pengajar akan mengukur ketercapaian kompetensi peserta didiknya pada tahap ini.

Di tahap ini, guru dan siswa dapat sama-sama melihat dimana kekurangan dan kelebihan proyek yang mereka hasilkan. Guru akan membahas tentang kelayakan proyek yang telah dibuat oleh siswa. Siswa dari kelompok lain juga bisa memberikan masukan untuk sama-sama belajar.

6. Evaluasi Pengalaman

Tugas guru untuk membimbing proses pemaparan proyek dan menanggapi hasil proyek siswa sudah selesai. Terakhir, saatnya guru dan siswa melakukan evaluasi yaitu dengan merefleksi dan membuat kesimpulan.

Refleksi dilakukan oleh setiap siswa secara individu maupun kelompok di akhir penyelesaian proyek ini. Siswa akan sekaligus mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama melakukan dan menyelesaikan tugas proyeknya. Dalam tahap ini, guru dan siswa mengembangkan diskusi untuk menjawab permasalahan di awal.

Contoh RPP Project Based Learning

Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran, guru perlu memiliki perencanaan yang tepat, yang ditulis dalam RPP satu halaman. Sehingga ketika ingin melaksanakan kegiatan project based learning, Anda perlu mengetahui contoh RPP satu lembar project based learning.

Contoh RPP 1 Halaman Untuk Jenjang SD Kelas 1-6
RPP dikembangkan untuk mencapai Kompetensi Dasar pada siswa, sehingga isinya berupa prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai Kompetensi Dasar yang ditetapkan dalam Kompetensi Inti.

RPP 1 lembar atau RPP merdeka belajar ini membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih merdeka. Berikut merupakan contoh RPP project Based Learning yang bersumber dari kejarcita.id, yaitu:


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMP/MTs

Kelas/Semester       : VIII/I

BAB                  : I

Materi                       : Kerajinan dari Limbah Organik

Pembelajaran ke     : 1

Alokasi waktu          : 6 x 2JP

A. Tujuan Pembelajaran :

  1. Siswa dapat menyampaikan pendapat dengan jelas tentang keragaman kerajinan dari bahan limbah organik setelah membaca materi  dan melihat gambar di buku.
  2. Siswa dapat menganalisa sebuah produk dengan tepat berdasarkan tata kelola desain berkelanjutan setelah memahami teori desain.
  3. Siswa dapat mempresentasikan dengan jelas laporan hasil observasi produk kerajinan limbah organik.
  4. Setelah berkunjung ke sentra kerajinan.
  5. Siswa dapat membuat dan menyajikan dengan menarik produk kerajinan limbah organik kreasinya sendiri atau yang terinspirasi dari produk kerajinan khas daerah.

B. Kegiatan Pembelajaran

KEGIATAN

DESKRIPSI KEGIATAN

WAKTU

Pendahuluan

  1. Guru mengucapkan salam, mendata presensi siswa

  2. Menyampaikan secara singkat materi yang akan dipelajari.

5 menit 

Kegiatan Inti

Discovery Based Learning

Pertemuan I-II

1. Siswa mengamati gambar limbah organik di lingkungan sekitar. Siswa menyampaikan pendapat tentang limbah organik di lingkungan sekitar. 

2. Siswa membaca bahan dan proses limbah organik. Setelah membaca materi, siswa mengamati gambar contoh karya kerajinan limbah organik saat pameran. Siswa mengungkapkan pendapat tentang kegiatan pameran kerajinan bahan dasar limbah. 

Pertemuan III-IV

1. Setelah membaca materi prinsip pengolahan limbah, siswa membuat sebuah contoh tindakan dalam pengolahan limbah organik. Siswa mengungkapkan pendapatnya sebagai seorang pengolah limbah. 

2. Setelah membaca teks elemen desain, siswa memperhatikan gambar produk kerajinan dari limbah organik. Siswa memilih salah satu gambar dan menganalisa produk kerajinan limbah organik berdasarkan tata kelola desain berkelanjutan. 

Project Based Learning

Pertemuan V-VI :

1. Setelah mempelajari produk kerajinan limbah organik, siswa mendiskusikan jenis bahan limbah basah dan karakteristiknya pada produk kerajinan. 

2. Setelah memperhatikan langkah pembuatan beberapa produk kerajinan bahan limbah, siswa melakukan observasi ke sentra kerajinan. Siswa menulis laporan hasil observasinya dan dipresentasikan di depan kelas secara berkelompok.

3. Siswa membuat karya kerajinan dari bahan limbah organik. Setelah membuat karya sesuai langkah yang tepat, siswa membuat kemasan untuk karya agar dapat dijual atau dipamerkan. Siswa membuat portofolio dari hasil kerajinan yang dibuat. 

70 menit

Penutup

  1. Guru mengajak siswa merefleksikan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.

  2. Salam penutup.


5 menit

C. Penilaian (Asesmen)

Penilaian Sikap

Penilaian Pengetahuan

Penilaian Keterampilan

Observasi sikap aktif, kerja sama dan tanggung jawab dalam tugas kelompok (proses berdiskusi dalam mengungkapkan pendapat tentang kegiatan pameran kerajinan, proses kerja kelompok saat observasi ke sentra kerajinan)

Pendapat siswa secara lisan atau tertulis tentang limbah organik di lingkungan sekitar dan kegiatan pameran kerajinan.

Jawaban siswa dalam sesi tanya jawab saat presentasi



Membuat laporan tertulis observasi.

Membuat karya kerajinan dan kemasan yang menarik.

Kepala Sekolah                                                    Guru Kelas VIII


NIP. …………………………                                                            NIP…………………...............


Itulah beberapa hal mengenai sintaks Project Based Learning beserta contoh RPP Project Based Learning yang bisa anda ketahui. Untuk mendapatkan RPP 1 lembar dengan beragam model pembelajaran yang lengkap, Anda bisa mendapatkannya di kejarcita.id. kejarcita merupakan platform pendidikan berbasis teknologi yang menyediakan ribuan bank soal, materi, RPP 1 lembar, RPP 1 halaman atau RPP Merdeka Belajar dan lainnya dengan fitur menarik dan lengkap.

Epin Supini

Penulis yang memiliki banyak mimpi

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.