Modul Ajar Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

pendidikan 11 Agt 2023

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah kegiatan kokulikuler berbasis proyek yang dirancang untuk mencapai kompetensi pembelajaran dan karakteristik siswa yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. P5 ini disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Selain itu, P5 juga dilaksanakan secara fleksibel, baik dari segi muatan, kegiatan pembelajaran, dan waktu pelaksanaannya.

P5 dirancang terpisah dari kegiatan intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan proses kegiatan pembelajaran projek tidak harus berkaitan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler.

Dalam melaksanakan P5 ini, satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat ataupun dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila. Untuk melaksanakan P5 ini, guru perlu menyusun modul proyek. Modul proyek ini dapat dijadikan bahan ajar yang digunakan guru dalam mencapai Profil Pelajar Pancasila dan Capaian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka.

Dimensi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

sumber: https://www.pexels.com

Peran P5 ini, yaitu sebagai referensi utama yang akan mengarahkan kebijakan-kebijakan yang ada di dalam dunia pendidikan, termasuk menjadi acuan bagi setiap pendidik dalam membangun karakteristik siswa serta kompetensi siswa. Dalam pelaksanaannya, P5 terdiri dari 6 dimensi sebagai berikut.

1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia

Para pendidik ingin setiap pelajar di Indonesia memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. Selain melatih siswa untuk memiliki kemampuan akademik dan keterampilan yang bagus, siswa juga diharapkan bisa berakhlak dalam hubungannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Berikut ini adalah lima elemen dari dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia.

a. Akhlak dalam Beragama

Pelajar Pancasila mengenal sifat-sifat Tuhan dan menghayati ajaran-ajaran Tuhan. Dalam pelaksanaannya, pelajar Pancasila akan senantiasa menghayati dan mencerminkan sifat-sifat Ilahi dalam perilakunya di kehidupan sehari-hari. Penghayatan terhadap sifat-sifat Tuhan inilah yang akan menjadi landasan dalam melaksanakan ibadah. Selain itu, pelajar Pancasila juga turut aktif dalam mengikuti acara-acara keagamaan.

Hambatan dalam Pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
P5 bertujuan untuk mengembangkan karakter dan kompetensi siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Kegiatan P5 dilaksanakan oleh peserta didik dari jenjang SD hingga SMA

b. Akhlak Pribadi

Akhlak yang mulia diwujudkan dalam rasa sayang dan perhatian siswa terhadap dirinya sendiri. Siswa akan belajar untuk menjaga kesejahteraan di dalam dirinya. Dengan mampu menjaga dirinya sendiri, berarti orang tersebut juga mampu menjaga hubungannya dengan orang lain serta mampu merawat lingkungan yang ada di sekitarnya. Pada kesempatan ini, siswa akan belajar untuk berani bersikap jujur, adil, rendah hati, dan bisa bersikap dengan penuh hormat kepada orang lain. Tidak hanya itu aja, P5 juga akan mengajak siswa untuk terus berupaya mengembangkan potensi dan selalu mengintropeksi dirinya sendiri agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi di setiap harinya.

c. Akhlak kepada Manusia

Sebagai bagian dari anggota masyarakat, pelajar Pancasila juga harus menyadari bahwa semua manusia setara kedudukannya di hadapan Tuhan. Akhlak mulianya tidak hanya tercermin dalam rasa sayangnya kepada diri sendiri saja, tetapi juga dalam budi luhurnya terhadap sesame manusia. Pada kesempatan ini, siswa akan mempelajari tentang bagaimana cara menjadi pemersatu ketika terjadi suatu perdebatan. Siswa akan belajar untuk mendengar setiap pendapat, walaupun pendapat tersebut berbeda dengan pendapatnya sendiri. Pelajar Pancasila akan dilatih untuk bisa menghargai setiap pendapat dan menganalisisnya secara kritis tanpa harus memaksakan pendapatnya sendiri.

d. Akhlak kepada Alam

Pada kesempatan ini, siswa akan diajak untuk menyadari pentingnya merawat lingkungan sekitar. Dengan begitu, alam tetap layak dihuni oleh seluruh makhluk hidup saat ini maupun di generasi yang akan datang.

e. Akhlak kepada Negara

Dalam pelaksanaannya, pelajar Pancasila juga akan diajarkan untuk memahami serta menunaikan hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang baik. Selain itu, siswa juga diajarkan untuk menyadari perannya sebagai warga negara. Akhlak pribadi siswa akan mendorong mereka untuk peduli dan membantu sesama dan mau bergotong royong. Siswa juga akan dilatih untuk bisa memakai cara musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

2. Mandiri

Dalam pelaksanaannya, pelajar akan dilatih untuk memiliki sikap yang mandiri. Pelajar belajar untuk bertanggung jawab terhadap proses dan hasil belajarnya. Elemen-elemen dari dimensi mandiri ini meliputi

  • kesadaran akan diri sendiri;
  • situasi yang sedang dihadapi pelajar; dan
  • regulasi diri.

3. Bergotong Royong

Pelajar akan diajarkan untuk memiliki kemampuan dalam bergotong royong. Dengan bergotong royong, siswa akan belajar bagaimana cara melakukan suatu kegiatan dengan bersama-sama dengan perasaan yang suka rela. Gotong royong akan sangat bermakna bagi setiap siswa. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami bahwa suatu kegiatan yang berat akan terasa ringan dan bahagia jika dikerjakan bersama-sama. Elemen-elemen dari dimensi bergotong royong ini meliputi kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.

4. Berkebinekaan Global

Dalam pelaksanaannya, siswa akan diajarkan untuk mampu mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya. Walaupun begitu, siswa juga tidak harus menutup diri terhadap perkembangan zaman. Siswa juga diajarkan untuk mampu berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain. Dengan demikian, siswa akan tumbuh menjadi pribadi yang saling menghargai. Pada akhirnya, siswa kemungkinan besar akan membentuk budaya baru yang positif yang tidak bertentangan dengan budaya leluhur bangsa.

Beberapa elemen kunci dari dimensi berkebinekaan global ini meliputi hal-hal berikut.

  • Mengenal dan menghargai budaya;
  • Kemampuan dalam berkomunikasi interkultural ketika sedang berinteraksi dengan sesama; dan
  • Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman berkebhinekaan.

5. Bernalar Kritis

Dalam pelaksanaannya, pelajar akan dilatih untuk memiliki kemampuan bernalar kritis, yaitu kemampuan untuk berpikir secara objektif dan mampu memproses informasi kuantitatif dan kualitatif dengan baik. Pada kesempatan ini, kemampuan siswa dalam menganalisis suatu informasi akan dilatih. Tidak hanya itu saja, siswa juga akan belajar bagaimana cara mengevaluasi dan menyimpulkan suatu informasi dengan baik.

Elemen-elemen dari dimensi bernalar kritis ini terdiri dari

  • memperoleh dan memproses informasi dan gagasan yang dimiliki pelajar;
  • menganalisis dan mengevaluasi penalaran;
  • merefleksi pemikiran; dan
  • proses berpikir dalam mengambil keputusan.

6. Kreatif

Siswa mempelajari teknik untuk memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang bersifat orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak untuk orang dan lingkungan sekitarnya. Elemen-elemen dari dimensi kreatif itu sendiri terdiri dari

  • menghasilkan gagasan yang orisinal;
  • menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal; dan
  • memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif penyelesaian masalah.

Prinsip-Prinsip Kunci Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

sumber: https://www.pexels.com

1. Holistik

Prinsip ini bermakna siswa mampu memandang sesuatu secara utuh dan menyeluruh. Prinsip holistik akan melatih siswa untuk mampu menelaah sebuah tema pembelajaran secara utuh. Pada akhirnya, siswa diharapkan mampu melihat keterkaitan suatu tema dari berbagai sudut pandang. Ini akan membuat siswa dapat memahami suatu isu atau informasi secara lebih mendalam.

2. Kontekstual

Prinsip ini berkaitan dengan upaya yang dimiliki siswa dalam proses kegiatan belajar dan berdasarkan pada pengalaman nyata yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip kontekstual ini akan mendorong guru dan siswa untuk menjadikan lingkungan yang ada di sekitarnya dan realitas kehidupan sebagai bahan ajar utama dalam proses kegiatan belajar.

Guru Mau Mengadakan P5, Wajib Tahu Bagaimana Cara Menyusun Rapor Proyek P5
Dengan melaksanakan P5, peserta didik dapat mengembangkan kompetensi dan karakter yang dibutuhkan untuk menjadi sukses dalam hidup, baik di bidang akademik maupun non-akademik

3. Berpusat pada Siswa

Prinsip ini bermakna bahwa proses kegiatan pembelajaran akan berpusat pada siswa. Dalam pelaksanaannya, prinsip ini akan mendorong siswa untuk menjadi subjek dalam kegiatan pembelajaran yang aktif  dan siswa juga memiliki kemampuan untuk mengelola proses kegiatan belajarnya secara mandiri.

4. Eksploratif

Prinsip eksploratif mengajak guru dan siswa untuk membuka ruang kegiatan pembelajaran inkuiri dan pengembangan diri dengan semangat. Dalam penerapannya, kegiatan P5 ini tidak berada di dalam kegiatan struktur pembelajaran intrakurikuler yang formal.

Demikianlah penjelasan mengenai modul ajar Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Semoga bermanfaat.

Agnes Meilina

content writer - content creator - reviewer books

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.