Menjelang Ujian, Ini Cara Membuat Anak Fokus Belajar

edukasi Jun 20, 2020

Menjelang Ujian, Ini Cara Membuat Anak Fokus Belajar - Menghadapi ujian, misalnya ujian nasional (UN) terkadang membuat anak berdebar-debar. Mereka seringkali tidak bisa tidur nyenyak dan tidak tenang. Mereka jadi sulit berkonsentrasi untuk belajar.

Sebagai orang tua tentu anda merasa khawatir. Anda akan cemas bagaimana jika anak tidak bisa konsentrasi belajar. Tentu ini akan berdampak buruk bagi nilai ujiannya.

Penyebab Anak Sulit Fokus Belajar

Sebelum mencari cara untuk membantu anak agar fokus belajar saat ujian, tentu anda harus mencari tahu penyebabnya. Mengetahui penyebab anak sulit fokus belajar menjelang ujian akan memudahkan bagi anda untuk mencari jalan keluarnya.

Berikut adalah beberapa penyebab mengapa anak sulit fokus menjelang ujian.

1. Kelelahan

Kelelahan bisa menjadi penyebab anak sulit fokus menjelang ujian. Jam sekolah yang panjang sudah cukup menyita energi anak setiap harinya. Apalagi jika masih harus ditambah dengan banyaknya pekerjaan rumah.

Tentu ini akan membuat anak kelelahan, baik secara fisik maupun psikis. Jika tubuh sudah merasa lelah, maka otak pun akan sulit diajak fokus berpikir.

2. Stres

Ujian bisa menjadi sumber stres bagi anak. Ujian menjadi momok bagi mereka. Ini membuat mereka sudah stres duluan meski belum menghadapi ujian. Stres akan membuat mereka tidak bisa fokus belajar.

Dalam pikirannya hanya ada ketakutan-ketakutan tentang ujian. Bagaimana jika soal ujian sulit? Bagaimana bila gagal mengerjakan ujian? Bagaimana bila orang tua marah? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang terus bersemayam dalam benak anak. Ini yang membuat anak mengalami stres.

3. Kurang Tidur

Biasanya anak kurang tidur setiap harinya. Era digital seperti sekarang ini memudahkan anak mencari hiburan. Hiburan ini yang pada akhirnya sering membuat anak tidur larut malam setiap harinya, padahal besoknya mereka harus bangun pagi. Tentua ini adalah kebiasaan yang buruk. Kurang tidur akan membuat anak sulit fokus.

4. Kurang Nutrisi

Agar otak bisa fokus, tentu membutuhkan asupan nutrisi yang baik. Anak-anak seringkali kekurangan nutrisi. Mereka cenderung makan makanan yang cepat saji.

Tubuh sebenarnya adalah kumpulan bahan-bahan kimia yang saling mempengaruhi. Bila anak mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat, tentu ini tak hanya mempengaruhi kesehatannya, tetapi juga mengganggu kemampuan konsentrasinya.

5. Gangguan Fisik

Perhatikan kondisi kesehatan fisik anak. Bisa jadi yang membuat anak sulit fokus menjelang ujian adalah gangguan fisik. Periksa kesehatan anak. Pastikan mereka sedang tidak sakit atau mengalami cedera. Kondisi fisik juga berpengaruh terhadap kemampuan otak untuk tetap fokus.

6. Mendengar Kabar Buruk

Menurut psikolog mendengar berita buruk bisa mengganggu kemampuan otak untuk fokus. Menjelang ujian biasanya banyak kabar buruk yang belum tentu kebenarannya. Ini membuat anak tidak fokus.

7. Perubahan Hormon

Perubahan hormon juga bisa berpengaruh terhadap kemampuan anak untuk fokus. Anak perempuan khususnya, akan sulit fokus ketika mengalami menstruasi.

8. Gaya Belajar yang Berbeda

Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda. Ada anak yang gaya belajarnya bersifat visual (lewat gambar atau tulisan), auditori (lewat suara) dan kinestetik (dengan bergerak).

Bila di sekolah guru hanya fokus pada satu gaya belajar saja, tentu anak yang tidak cocok akan kesulitan untuk fokus belajar.

9. Materi Belajar Terlalu Sulit

Materi belajar juga bisa mengganggu fokus anak. Bila materi belajar terlalu sulit anak akan sulit fokus. Mereka merasa tidak mampu melakukannya.

10. Gangguan Eksternal

Gangguan eksternal juga bisa mengganggu fokus anak dalam menghadapi ujian. Masalah dengan teman atau orang tua dapat membuat anak tidak fokus belajar.

11. Gangguan Belajar

Bisa jadi anak sulit fokus belajar karena mereka mengalami gangguan belajar. Gangguan belajar seperti ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), APD (Auditory Processing Disorder), Disleksia juga bisa membuat anak sulit fokus saat belajar. Bila memang anak menderita gangguan belajar seperti ini, pastikan anda segera berkonsultasi dengan ahlinya.

Kenali faktor-faktor penyebab anak tidak fokus menjelang ujian. Mana diantara faktor tersebut yang dialami anak. Setelah itu, barulah anda mencari cara membuat anak fokus belajar. Agar anak bisa menghadapi ujiannya dengan lancar dan bebas hambatan.

Cara Membuat Anak Fokus Belajar

Ketika anda sudah tahu faktor penyebab anak sulit fokus belajar, maka kini saatnya anda mencari cara membantu anak untuk fokus belajar menjelang ujian.

Beberapa cara yang bisa anda lakukan diantaranya.

1. Istirahat yang Cukup

Agar tenang dan fokus saat menghadapi ujian, pastikan anak memiliki kondisi fisik yang sehat. Berikan anak waktu istirahat yang cukup. Jangan terus-terusan meminta mereka belajar dan mengerjakan soal.

Batasi waktu tidur anak. Jangan bolehkan mereka begadang. Sebaiknya lakukan ini minimal seminggu sebelum ujian. Perbaiki pola tidur anak. Agar menjelang ujian mereka sudah memiliki pola tidur yang baik. Anak sudah memiliki waktu istirahat yang cukup.

2. Penuhi Asupan Gizinya

Bila selama ini anak cenderung mengkonsumsi makanan instan, ubah kebiasaan ini. Ajak anak untuk selalu makan makanan dengan gizi seimbang.

Sediakan camilan saat untuk menemani mereka belajar. Buah potong yang segar atau segelas jus akan membuat mereka merasa fresh saat belajar. Bila perlu beri anak asupan vitamin yang bisa meningkatkan daya fokusnya.

3. Ciptakan Suasana Nyaman

Ciptakan suasana nyaman yang mendukung anak untuk fokus menghadapi ujian. Berikan anak ketenangan. Buat sudut belajar yang nyaman bagi anak.

4. Buang Ketegangan

Ujian memang sangat mendebarkan. Tidak hanya anak saja yang tegang. Menjelang ujian, orang tua juga ikut tegang. Tentu situasi ini tidak boleh terus dibiarkan. Buang ketegangan yang ada. Ciptakan suasana santai di dalam rumah. Ini akan membuat anak lebih fokus belajar.

5. Komunikasi dengan Guru

Guru adalah partner anda dalam mendampingi anak. Guru terkadang lebih tahu banyak perkembangan dan kekurangan anak. Maklum, sebagian besar waktu anak dihabiskan di sekolah.

Berkomunikasi dengan guru bisa membantu anak mencari cara agar anak fokus belajar. Komunikasi dengan guru akan membuat anda mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan menjelang ujian, juga apa kelemahan anak yang wajib disiasati.

6. Bangkitkan Kepercayaan Diri Anak

Menjelang ujian, bangkitkan kepercayaan diri anak. Ajarkan anak untuk percaya akan kemampuannya sendiri. Berikan motivasi pada anak. Biasakan anak mengatakan "aku akan berusaha maksimal" atau "aku bisa".

7. Dampingi Anak Saat Belajar

Ujian terkadang menjadi saat yang sulit buat anak. Saat-saat sulit seperti itu tentu membuat anak sangat membutuhkan kehadiran anda. Tak hanya itu, menjelang ujian membuat anak membutuhkan perhatian yang lebih. Anak-anak perlu dimengerti, diperhatikan juga didengarkan.

Luangkan waktu untuk mendampingi mereka saat belajar. Hadir di samping mereka, dengan sepenuh hati dan sepenuh tubuh.

Anda juga bisa mendampingi anak belajar dengan memberikan umpan balik dari jawaban mereka. Ajak anak berdiskusi tentang jawaban yang dipilihnya. Ini akan melatih kemampuan anak dalam menganalisa soal.

8. Latih Keterampilan Belajar Anak

Keterampilan belajar sangat diperlukan untuk dikuasai. Anak yang memiliki keterampilan belajar yang baik, akan lebih mudah mengerjakan setiap soal ujian.

Keterampilan belajar ini terdiri atas kemampuan anak dalam memahami bacaan, berpikir kritis, dan memecahkan masalah. Beragam permainan edukatif bisa membuat anak melatih keterampilan belajar anak.

Latih keterampilan belajar anak secara konsisten. Latih jauh-jauh sebelum ujian datang menjelang. Agar saat ujian datang, anak sudah siap menghadapinya.

9. Bantu Anak Menyusun Strategi Belajar yang Baik

Kesuksesan anak dalam menghadapi ujian tidak hanya bergantung dari kemampuannya menguasai materi. Tetapi juga dipengaruhi oleh pemilihan strategi belajar.

Orang tua perlu membantu anak menemukan strategi belajar yang baik. Misalnya strategi menjawab jawaban. Ajari anak untuk menjawab dulu semua pertanyaan yang mudah. Bila sudah selesai baru beranjak ke pertanyaan-pertanyaan yang sulit. Dengan demikian anak bisa lebih fokus dalam menghadapi ujian.

10. Ajari Anak Kelola Stress

Bagaimanapun, ujian bisa membuat anak stres. Sebagai orang tua, anda perlu mengajari anak untuk bisa mengelola stresnya dengan baik.

Ajak anak bicara dari hati ke hati. Pahami apa yang mereka rasakan saat menjelang ujian. Dengarkan dengan penuh empati. Jangan buru-buru memberi masukan ataupun penilaian terhadap cerita mereka.

Berikan pemahaman bagi anak bahwa dengan bercerita maka kondisi stres dapat ditekan. Ajak anak berdoa dan selalu memberikan sugesti positif pada dirinya. Ini akan membuat anak berhasil mengelola stres yang mereka rasakan menjelang ujian.

11. Buat Jadwal Belajar

Menjelang ujian, ajak anak berdiskusi bersama. Bicarakan pada anak untuk membuat jadwal belajar. Buat jadwal belajar sesuai target secara rutin. Ini akan membantu anak dalam menghadapi ujiannya. Juga menghindari anak melakukan sistem kebut semalam saat belajar.

12. Berikan Jeda

Ketika mendampingi anak belajar, jangan lupa untuk memberikan anak waktu istirahat di tengah-tengah proses belajar. Daya konsentrasi anak rata-rata hanya bertahan selama 20-30 menit. Maka jangan terus memaksa mereka untuk belajar lebih lama lagi.

Berikan jeda di tengah-tengah belajar. Biarkan anak belajar selama 30 menit, kemudian jeda sejenak selama 5-10 menit. Ini akan mampu menjaga fokus anak.

13. Pahami Gaya Belajar Anak

Memahami gaya belajar anak akan membuat anak sukses membantu anak fokus belajar menjelang ujian. Anak yang sulit fokus belajar akibat bermasalah memahami materi, bisa jadi terletak pada cara penyampaian materi yang digunakan.

Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam memahami materi. Sebagian besar mungkin bisa memahami materi belajar dengan membaca atau melihat. Tetapi ada juga yang bisa memahami dengan mendengarkan saja. Bahkan ada juga yang harus dengan bergerak terlebih dahulu agar bisa memahami materi.

Apa Arti Merdeka Belajar Kemdikbud untuk Siswa dan Orang Tua?
Nadiem Anwar Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia pada Hari Guru Nasional tahun 2019 silam mencanangkan program kebijakan baru yaitu merdeka belajar.

Dengan mengetahui gaya belajar yang dimiliki anak, orang tua bisa memfasilitasi dengan baik. Misalnya, untuk anak dengan gaya belajar visual, anda bisa menunjukkan materi-materi dalam bentuk yang menarik. Video pembelajaran bisa jadi salah satu alternatifnya.

Bila anak memiliki gaya bicara auditori, anda bisa membantunya belajar dengan membacakan materi belajarnya. Atau biarkan dia mendengarkan rekaman materi belajar dari sekolah.

Paham Teori Saja Tidak Cukup, Anak Juga Butuh Latihan Soal
Selain paham dengan teori, anak juga butuh latihan soal agar bisa mendapatkan nilai terbaik di sekolah. Hubungan antara latihan soal dan prestasi anak di sekolah bukanlah sebuah teori semata.

Terakhir, bila anak memiliki gaya belajar kinestetik, anda tentu tak bisa membuatnya belajar dengan duduk diam di meja belajarnya. Biarkan dia bergerak bebas saat belajar. Belajar di ruang terbuka biasanya lebih cocok untuk anak kinestetik.

Itulah beberapa cara yang bisa membuat anak fokus belajar dalam menghadapi ujian. Semoga tips ini bisa membantu anda dalam mendampingi anak saat belajar.

Selamat Mencoba!

Dian Kusumawardani

"Ibu rumah tangga yang suka menulis dan juga seorang konselor menyusui"

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.