Layanan Pendidikan ABK beserta Sistem Dukungannya

pendidikan 28 Nov 2023

Dalam rangka memeratakan pendidikan di Indonesia, pemerintah berupaya untuk memberi pendidikan yang berkualitas untuk setiap anak, tanpa harus membedakan fisik, baik anak yang lahir secara sempurna fisiknya maupun anak yang lahir kurang secara fisik, serta tanpa harus membedakan latar belakang ekonomi keluarga. Pemerintah berupaya untuk menerapkan sistem wajib belajar untuk setiap anak di Indonesia. Pemerataan pendidikan ini juga akan diberikan kepada anak-anak yang tinggal di lingkungan terpencil, anak yang hidup di jalanan, dan masih banyak lagi.

Salah satu upaya pemerintah untuk menerapkan pemerataan pendidikan ini, yaitu dengan membentuk sistem dukungan untuk layanan pendidikan ABK. Sistem layanan ABK ini dibuat agar setiap anak berhak untuk mendapatkan hak pendidikan yang layak, mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, serta berhak untuk hidup dan tumbuh dengan perkembangan yang lebih baik.

Sebelum membahas tentang sistem dukungan untuk layanan pendidikan ABK, lebih baik kita mengetahui dulu apa itu pendidikan ABK.

Apa Itu Layanan Pendidikan ABK?

Layanan pendidikan ABK adalah sebuah pendidikan yang memberikan wadah untuk semua anak tanpa memandang keadaan fisik, sosial, intelektual, dan kondisi lain-lain. Layanan pendidikan ABK ini akan diberikan kepada anak yang memiliki kelainan, anak penyandang cacat yang memiliki bakat, dan lain-lain.

Dalam menerapkan pemerataan pendidikan dasar selama 9 tahun, pemerintah berupaya untuk membentuk layanan pendidikan ABK. Layanan pendidikan ABK ini akan diberikan kepada setiap anak yang membutuhkan. Layanan pendidikan ABK ini sudah diberikan kepada pemerintah pusat, daerah, dan kota/kabupaten.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, pemerintah telah memberikan sistem dukungan untuk mempercepat pemenuhan akses pendidikan. Sistem dukungan yang dimaksud di sini, yaitu bisa berupa regulasi dan kebijakan pemerintah, baik oleh pemerintah pusat, daerah hingga kota/kabupaten. Selain dukungan regulasi dan kebijakan pemerintah, sistem dukungan lain yang diberikan bisa berupa sarana dan prasarana, dukungan pembiayaan, serta dukungan terhadap tenaga kerja dan lembaga.

Saat ini, pemerinta sudah menyiapkan beberapa sistem yang bertujuan untuk membantu sistem dukungan untuk layanan pendidikan ABK, yang meliputi hal-hal berikut.

1. ULD (Unit Layanan Disabilitas)

ULD merupakan sebuah wadah yang menyediakan layanan dan fasilitas untuk penyandang disabilitas. ULD ini dibentuk untuk mendukung layanan pendidikan ABK di daerah agar semua anak memiliki hak dalam mendapatkan pendidikan yang layak secara merata.

Bentuk-Bentuk Layanan Pendidikan untuk ABK (Segregasi dan Inklusi)
Sistem layanan pendidikan segregasi didasari adanya kekhawatiran terhadap perilaku serta kemampuan anak berkebutuhan khusus untuk bisa belajar dengan anak normal

ULD ini memiliki beberapa fungsi, antara lain untuk:

  1. meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah reguler dalam menangani siswa penyandang disabilitas;
  2. menyediakan pendampingan untuk siswa ABK untuk mendukung proses pembelajaran;
  3. mengembangkan program kompensatorik;
  4. menyediakan media pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran siswa penyandang disabilitas;
  5. menyediakan data dan informasi tentang disabilitas;
  6. menyediakan layanan konsultasi tentang disabilitas yang dapat digunakan untuk orang tua; serta
  7. menjadi wadah pengembangan kerja sama dengan pilah atau kembali dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan untuk siswa penyandang disabilitas.

2. Pusat Sumber (Resource Center)

Pusat Sumber atau Resource Center merupakan sebuah lembaga khusus yang dibentuk pemerintah pusat untuk sumber pengembangan pendidikan anak berkebutuhan khusus. Pusat sumber ini biasanya memiliki bangunan sendiri yang didirikan oleh pemerintah atau masyarakat yang digunakan sebagai pusat sumber. Akan tetapi, karena keterbatasan dan beberapa hal yang kurang mendukung, pusat sumber ini biasanya digunakan oleh SLB.

Dalam penerapannya, pusat sumber ini memiliki peran dan fungsi masing-masing. Berikut ini adalah peran dan fungsi tersebut.

Peran Pusat Sumber

  1. Pusat sumber harus berinisiatif dan aktif dalam melaksanakan kegiatan pendidikan ABK.
  2. Pusat sumber harus memberikan dukungan untuk sekolah luar biasa dalam melaksanakan pendidikan ABK.
  3. Pusat sumber menjadi sumber informasi dan inovasi di bidang pendidikan ABK.
  4. Pusat sumber menjadi wadah pengembangan guru pembimbing khusus anak berkebutuhan khusus.
  5. Pusat sumber menjadi wadah koordinasi dalam pelayanan pendidikan ABK.

Fungsi Pusat Sumber

  1. Pusat sumber memberikan informasi informasi kepada sekolah luar biasa tentang pelayanan pendidikan ABK.
  2. Pusat sumber memberikan bantuan assessment kepada siswa berkebutuhan khusus.
  3. Pusat sumber memberikan pelayanan dan bimbingan kepada siswa anak berkebutuhan khusus.
  4. Pusat sumber menjadi wadah pemberi informasi kepada semua pihak berupa layanan, bimbingan dan penanganan khusus untuk siswa berkebutuhan khusus.
  5. Pusat sumber mengadakan kerja sama dengan pihak terkait sebagai upaya implementasi dukungan layanan pendidikan ABK.
  6. Pusat sumber melaksanakan inovasi terbaru dibidang pendidikan ABK.
  7. Pusat sumber melakukan penelitian tentang pengembangan pendidikan ABK, baik strategi pengembangan dan hal yang mendukung lainnya.

3. Sekolah Khusus atau Sekolah Luar Biasa (SLB)

Sekolah Khusus atau Sekolah Luar Biasa (SLB) merupakan sebuah sekolah yang khusus diperuntukkan untuk anak berkebutuhan khusus agar mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya. Dalam upaya sistem dukungan untuk layanan pendidikan ABK, SLB ini menjadi salah satu sistem yang digunakan yaitu dengan cara berkerja sama dengan lembaga pendidikan inklusif.

Layanan pendidikan ABK akan berjalan dengan lancar jika memiliki ketersediaan pendidik khusus. Hal ini perlu dilaksanakan agar pemerintah dapat memberikan pendidikan yang merata pada semua peserta didik, tanpa harus melihat fisik dan latar belakangnya. Sistem dukungan ini bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan sekolah penyedia pendidikan inklusif. Adapun beberapa kesulitan yang dialami dalam layanan ini seperti kurangnya komunikasi antara dua lembaga.

Hal ini terjadi bukan karena sebuah kebetulan, tetapi karena dalam penerapannya layanan ini tidak selalu mudah untuk dilakukan. Namun, dengan tujuan pemerataan pendidikan sistem layanan ini harus diusahakan hingga menemukan titik temu yang tepat.

Dukungan Layanan ABK

sumber: https://www.pexels.com/

Sistem dukungan untuk layanan pendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK) melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Berikut adalah beberapa poin terkait sistem dukungan pendidikan inklusif.

Peran Pemerintah

Pemerintah memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan inklusif, termasuk dalam menyusun regulasi atau kebijakan yang jelas terkait pendidikan inklusif, memberikan dukungan sarana dan prasarana, pembiayaan, serta tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Peran Orang Tua

Orang tua juga memiliki peran dalam mendukung kebijakan sekolah, termasuk penyediaan GPK (Guru Pembimbing Khusus) serta sarana prasarana yang aksesibel.

Peran Satuan Pendidikan

Dalam sistem inklusif, guru pendidikan luar biasa, guru pendidikan umum, dan tenaga kependidikan lainnya dalam bekerja sama dan berkolaborasi untuk memenuhi kebutuhan peserta didik, mendukung pembelajaran, serta partisipasi semua peserta didik.

Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka yang diterapkan dalam sistem pendidikan di Indonesia disebut dapat mewadahi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus. Kurikulum ini sejalan dengan pendidikan inklusif yang mengakomodasi latar belakang anak, termasuk ABK.

Tantangan Bagi Sekolah Inklusi dan Solusinya
Sekolah inklusi adalah tempat anak-anak berkebutuhan khusus belajar atau mendapatkan pendidikan bersama anak-anak reguler lainnya.

Sistem dukungan pendidikan inklusif melibatkan berbagai pihak dan komponen untuk memastikan bahwa semua siswa, termasuk siswa dengan kebutuhan khusus, mendapatkan akses pendidikan yang layak dan mendukung.

Nah, dari uraian di atas bisa disimpulkan bahwa pemerintah pusat juga memberikan sistem dukungan untuk layanan pendidikan ABK, yaitu berupa unit layanan disabilitas, pusat sumber dan sekolah luar biasa (SLB). Dari situ, pelayan pendidikan ABK tidak lagi kesulitan. Pendidikan akan diusahakan merata sampai pada anak berkebutuhan khusus yang biasanya direndahkan karena kurangnya pendidikan. Semoga bermanfaat!

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.