Kesalahan dalam Mengajar Siswa yang Membuatnya Mudah Bosan

edukasi 4 Sep 2022

Menjadi guru adalah pekerjaan yang mulia. Guru sangat berperan penting terhadap kemajuan sebuah bangsa. Tak percaya? Coba lihat kembali sejarah Jepang. Tahun 1945, Jepang kalah dalam Perang Dunia 2. Tak hanya menderita kekalahan saja, bisa dibilang Jepang hancur lebur. Bagaimana tidak, bom atom dijatuhkan di dua kota besar Jepang, Hirosima dan Nagasaki. Lalu, apa yang dilakukan pemerintah Jepang? Ternyata hal  pertama yang mereka lakukan adalah mencari guru-guru. Semua guru-guru yang masih ada dikumpulkan, beberapa diantaranya dikirimkan ke luar negeri untuk belajar. guru-guru ini mendidik anak-anak Jepang dengan baik. Hasilnya, SDM (Sumber Daya Manusia) Jepang unggul. SDM inilah yang kemudian membangun Jepang. Sekarang, Jepang menjelma sebagai negara maju. Kemajuan Jepang ini menjadi contoh nyata, bahwa guru punya peran penting dalam menciptakan kemajuan suatu bangsa.

Oleh karena itu, agar bisa mendidik siswa-siswanya dengan baik, tentu guru harus punya kemampuan yang baik juga. Agar mampu menghasilkan siswa yang berkualitas, tentunya gurunya juga harus berkualitas. Kompetensi keguruan tidak cukup untuk menjadi guru yang baik. Banyak juga kompetensi lain yang harus dimiliki oleh guru untuk bisa menjadi guru yang berkualitas. Antara lain kemampuan yang mendukung pembelajaran di era ini. Era merdeka belajar dan masifnya perkembangan teknologi pendidikan.

Guru juga perlu memiliki kesabaran yang tinggi. Perjalanan mengajar di dalam kelas tentu tidak berjalan mulus. Akan ada berbagai tantangan yang harus dihadapi. Kesabaran yang akan membuat guru bisa menghadapi setiap tantangan yang muncul dalam proses pembelajaran.

Salah satu tantangan yang biasanya dihadapi guru saat proses pembelajaran di kelas adalah kebosanan siswa. Biasanya siswa bosan di dalam kelas saat guru tidak bisa ideal mengajarnya. Guru mungkin melakukan kesalahan dalam mengajar di kelas. Kesalahan inilah yang akhirnya membuat siswa merasa bosan. Artikel ini selanjutnya akan membahas kesalahan dalam mengajar siswa yang membuatnya mudah bosan.

Guru juga seorang manusia biasa, wajar jika terkadang melakukan kesalahan. Namun ternyata, kesalahan dalam mengajar bisa membuat siswa mudah bosan saat di kelas. Berikut beberapa kesalahan dalam mengajar siswa yang membuatnya mudah bosan.

1. Kurang persiapan

Meskipun guru sudah punya pengetahuan dan pengalaman dalam mengajar, hendaknya guru selalu melakukan persiapan yang matang sebelum mengajar. Sebab, bila kurang persiapan maka nantinya akan membuat performa guru menjadi tidak optimal saat di depan kelas.

Bila kurang persiapan, guru tidak akan bisa mengajar dengan baik, ini bisa buat siswa merasa bosan saat di dalam kelas.

Guru perlu melakukan persiapan dengan membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), materi ajar maupun bahan ajar. Dengan semua persiapan yang matang ini, tentu guru akan mengajar dengan baik. Siswa tidak akan merasa bosan.

Tantangan dan Transformasi Pendidikan dalam Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka adalah konsep pendidikan yang berfokus pada materi esensial, sehingga siswa bisa mengembangkan kompetensi yang dimilikinya berdasarkan karakter profil pelajar Pancasila.

2. Pembelajaran yang monoton

Sesuatu yang monoton tentu membosankan, bukan? Begitu juga dengan pembelajaran yang monoton. Jika sepanjang pembelajaran guru hanya memberikan hal-hal itu saja, tidak ada inovasi maupun penyegaran dalam proses pembelajrannya, tentu murid akan mudah merasa bosan saat berada di kelas.

Lakukan variasi dan penyegaran dalam proses pembelajaran. Mulai dari keragaman metode pembelajaran ataupun materi ajar.

Anda bisa menggunakan beragam metode belajar berganti-ganti, mulai dari ceramah, diskusi maupun metode pembelajran lainnya. Bila perlu lakukan juga metode pembelajaran baru seperti blended learning. Variasi ini tentu akan membuat murid bersemangat saat belajar. mereka tidak akan bosan, karena gurunya sangat variatif dalam memberikan pembelajaran.

3. Tidak memahami karakter siswa

Biasanya, banyak siswa bosan di kelas karena guru tidak memahami karakter siswa. Misalnya guru tidak paham bahwa siswa punya kecenderungan gaya belajarnya masing-masing, ini membuat guru tidak bisa mengajar sesuai kebutuhan siswanya. Siswa pun bosan.

Contoh, bila sebagian besar siswa-siswa memilki gaya belajar audio visual, maka metode pembelajaran ceramah tentu tidak tepat. Siswa audio visual tentu akan merasa bosan bila harus mendengarkan saja. Siswa audio visual akan lebih semangat bila belajar menggunakan video pembelajaran yang menarik dan interaktif.

4. Berhenti belajar

Menjadi guru artinya harus siap belajar sepanjang waktu. Apalagi di era pendidikan 4.0 ini, ada banyak hal baru yang harus dipelajari oleh guru. Hal-hal baru seperti kurikulum merdeka belajar, beragam teknologi pendidikan maupun yang lainnya, ini perlu dipelajari oleh guru agar bisa mengajar lebih baik lagi.

Bila guru berhenti mengajar, ini adalah sebuah kesalahan. Dan kesalahan inilah yang membuat siswa mudah bosan saat ada di kelas. Guru yang berhenti belajar, tidak akan punya kemampuan dan pengetahuan baru, sehingga mengajarnya akan seperti itu-itu saja, siswa pun akan mudah bosan.

5. Tidak melakukan refleksi

Melakukan refleksi pembelajaran itu penting. Tak hanya bagi siswa, refleksi belajar juga penting dilakukan oleh guru. Refleksi pembelajaran ini bisa membantu guru untuk mengetahui sejauh mana pembelajaran yang telah dilakukan. Apakah pembelajaran yang dilakukan sudah dipahami oleh siswa atau belum.

Refleksi juga memberikan kesempatan pada siswa untuk memberikan pendapatnya atas proses pembelajaran yang telah dilakukan. Dengan begitu, guru akan mengajar sesuai dengan kebutuhan siswa. Siswa pun tidak akan bosan.

Jadi saat guru tidak melakukan refleksi pembelajaran, maka itu adalah sebuah kesalahan. Kesalahan itulah yang membuat siswa mudah bosan di kelas.

6. Tidak memberikan ice breaking

Dalam sebuah pembelajaran, adanya ice breaking itu sangat penting. Ice breaking itu semacam jeda sejenak. Ice breaking memberikan siswa kesempatan untuk berehnti belajar sejenak.

Ice breaking yang seru bahkan tak hanya sebagai jeda saja, tetapi juga menjadi hiburan tersendiri bagi siswa.

Lakukan ice breaking yang sederhana saja, misalnya game eduktif dan interaktif. Atau bisa dengan mengajak siswa berdiri sejenak sambil bertepuk tangan mengikuti irama, juga bisa menjadi ice breaking yang menyenangkan.

Buat Anda yang punya selera humor tinggi, bisa juga melakukan ice breaking dengan cara menceritakan cerita-cerita lucu pada siswa-siswa Anda. Dijamin, siswa akan tertawa terbahak-bahak. Siswa akan terhibur, perasaannya jadi gembira.

Tips Membangun Kesiapan Guru dalam Menghadapi Perubahan
Guru yang adaptif mampu menciptakan pembelajaran yang optimal, membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.

Belajar dengan suasana hati gembira tentu lebih menyenangkan, buka? Jadi, saat guru tidak melakukan ice breaking saat itulah guru melakukan sebuah kesalahan yang bisa membuat siswa mudah bosan.

7. Pembelajaran yang terlalu padat

Membuat pembelajaran yang terlalu padat bisa membuat siswa mudah bosan. Terlalu banyak yang dipelajari, akan membuat siswa kewalahan. Akibatnya, siswa tidak akan antusias saat proses pembelajaran berlangsung. Siswa pun akhirnya mudah bosan.

Berikan pembelajaran yang sesuai. Jangan terlalu padat. Agar siswa lebih bisa menerima pembelajaran dengan baik.

Bagaimana Mengelola Pembelajaran Berdiferensiasi?
Pembelajaran terdiferensiasi ini bisa mengakomodasi setiap kebutuhan para siswa sesuai potensinya.

Demikian tujuh kesalahan dalam mengajar siswa yang membuatnya mudah bosan. Semoga dengan membaca artikel ini, Anda bisa terhindar dari kesalahan-kesalahan ini. Agar saat mengaajr, siswa Anda tidak mudah bosan.

Dian Kusumawardani

"Pengajar di BKB Nurul Fikri dan Konselor Menyusui"

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.