Ini Kata Orangtua Tentang Pengalaman Belajar Jarak Jauh

parenting Jun 15, 2020


Adanya pandemi virus covid-19 memang membawa dampak yang cukup besar, mulai dari perekonomian negara, para pekerja yang harus dirumahkan serta para pelajar yang harus melakukan aktivitas kegiatan belajar jarak jauh. Hal tersebut dilakukan guna menghindari penyebaran virus Corona. Sehingga diperlukan kerjasama setiap orang untuk tetap melakukan aktivitas tanpa menyebarkan virus Corona.

Belajar dari rumah secara online sendiri memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Perubahan yang terjadi bukan hanya dirasakan oleh murid, melainkan pada para pengajar dan orang tua.

Mungkin kita masih belum terbiasa untuk melakukan perubahan ini, hal ini diungkapkan oleh beberapa orangtua yang membagikan pengalamannya mengenai pembelajaran jarak jauh. Rata-rata orang tua pada mengeluhkan kesibukannya dalam mengawasi belajar di rumah, terlebih materi dan tugas yang diberikan oleh guru sangat banyak. Bahkan ada yang mengatakan jika belajar di rumah kurang efektif.

Selain itu, belajar di rumah mengharuskan siswa menggunakan handphone untuk mendapatkan informasi, tugas, materi pembelajaran, serta berkomunikasi dengan guru. Sayangnya, tidak semua orang tua mampu membelikan anak handphone. Orangtua juga mengeluhkan biaya paket data yang tidak sedikit selama masa pembelajaran melalui online. Belum lagi sinyal di tempat mereka yang tidak mendukung.

Berikut ini merupakan beberapa hal yang menjadi kendala selama pembelajaran di rumah yang dirasakan oleh orangtua, beserta penjelasannya,

1. Harus Berbagi Peran dalam Mendidik dan Mengawasi Anak

Selama masa pandemi ini, setiap orang tua tentu memiliki peran ganda, baik dari seorang perempuan yang harus menjadi istri sekaligus ibu dan dari seorang laki-laki yang harus menjadi suami sekaligus ayah. Selain memiliki kewajiban untuk menjalankan peran masing-masing, kedua orang tua juga harus bisa menjadi guru untuk mendidik serta mengawasi anak. Meskipun anak melakukan pembelajaran daring, namun peran orang tua tidak pernah lepas untuk menemani anak belajar. Terlebih jika anak masih sekolah dasar atau tingkat SMP.

Berbagi peran tentu bukan hal yang mudah. Orangtua juga harus pintar mengatur waktu agar segala aktivitas tetap berjalan dengan baik. Terlebih jika orangtua memiliki dua anak atau lebih, yang masih membutuhkan perhatian. Tak jarang anak-anak berebut perhatian orang tuanya.

2. Mulai Mengatur Penggunaan Paket Data

Belajar daring memang dapat menghemat uang jajan. Meskipun begitu, pengeluaran tetap bertambah karena penggunaan paket data yang terus-menerus dibutuhkan selama pembelajaran online. Karena biasanya anak mendapatkan tugas atau materi pembelajaran dari gurunya secara online, yakni menggunakan WhatsApp. Selain itu, anak juga bisa belajar melalui website pembelajaran seperti di kejarcita.id. Tak sedikit orang tua yang mengeluhkan pengeluaran untuk membeli paket data.

Meskipun harganya tidak seberapa, namun di masa pandemi ini rasanya hanya mampu memenuhi kebutuhan perut. Oleh sebab itu, pastikan anak tidak menggunakan paket data secara boros. Anda bisa menyiasatinya dengan membatasi pemakaian kuota atau membelikan paket khusus untuk belajar. Sehingga anak tidak menemukan celah dalam menggunakan paket tersebut untuk bermain sosial media, bermain game dan menonton YouTube di konten yang tidak seharusnya dan waktu yang berlebihan.

3. Mulai Merasakan Keterbatasan Pengetahuan Orangtua

Orang tua tentu memiliki peran penting untuk mendidik anak dengan tegas dan jelas. Bahkan mereka merupakan pendidik pertama dan utama bagi seorang anak. Orang tua memiliki tanggung jawab, kuasa serta berperan besar dalam membentuk karakter anak

Meskipun peran orang tua dalam mendidik serta mengajari anak selama pembelajaran di rumah sangatlah dibutuhkan, Namun keterbatasan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan kemampuan orang tua yang tidak bisa memenuhi pendidikan anak menjadi hambatan atau kendala tersendiri.

Orang tua yang belum mempunyai ilmu pengetahuan umum serta agama yang baik, akan memberikan dampak negatif bagi pencapaian prestasi anak di sekolah. Orang tua dapat dijadikan contoh dan tauladan kepada anaknya agar semangat belajar, selalu beribadah kepada Allah SWT, mencontohkan tauhid dan akhlak yang baik. Oleh sebab itu, orangtua harus saling melengkapi dan bekerjasama dengan para pengajar dalam memberikan kontribusi sesuai kapasitas batasan dan ranah masing-masing.

4. Harus Menyepakati Faktor Pembagian Waktu

Pendidikan merupakan hal terbesar yang selalu diutamakan oleh para orang tua kepada anaknya. Orang tua berkewajiban untuk menciptakan lingkungan yang kondusif serta memancing anak mengeluarkan potensi, kecerdasan dan rasa percaya diri. Namun terkadang ada orang tua yang sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, hal tersebut menyebabkan mereka kehilangan waktu bersama anak.

Di masa pandemi yang mengharuskan anak belajar jarak jauh menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua yang memiliki waktu padat. Karena orang tua harus memberikan perhatian lebih kepada anak dalam mencapai prestasi belajar mereka

Oemar Hamalik, menyatakan jika orang tua harus meluangkan waktunya untuk mendampingi anak. Dimana waktu tersebut digunakan untuk memberikan pengarahan serta nasihat yang mendukung, agar anak-anak lebih bergairah belajar dan termotivasi.

5. Murid Banyak Tugas, Orangtua jadi Pusing

Selama masa pembelajaran daring, tak sedikit murid yang mengeluh karena tugas menumpuk. Bahkan saking banyaknya tugas yang diberikan, banyak orang tua murid jadi pusing. Bukan hanya tugas yang menumpuk, tapi soal-soal yang diberikan juga dianggap terlalu berat untuk anak sekolah. Bayangkan, anak harus memahami setiap mata pelajaran yang berbeda, dengan tugasnya masing-masing.

Alhasil pembelajaran online dianggap tidak efektif dan membuat orang tua semakin repot mengurusi hal tersebut. Karena ada beberapa anak yang mengandalkan orang tua, untuk membantu mengerjakan tugasnya, seperti merangkum materi pembelajaran, mengerjakan soal-soal LKS dalam jumlah yang banyak. Lebih parahnya lagi, banyak anak mengerjakan soal tanpa ada interaksi yang baik antara guru dengan murid dan anak tidak terlibat ke dalam perencanaan belajar.

Mendidik Anak di Situasi Pandemi Covid-19
Dunia dilanda sebuah persoalan besar oleh karena adanya virus Corona atau Covid’19. Hampir semua bidang merasakan dampaknya. Termasuk juga sekolah atau proses pendidikan untuk anak. Apapun yang terjadi hal ini tidak boleh terhenti. Diperlukan beberapa pendekatan dan pemahaman tentang hal ini.

Solusi Untuk Orang tua Menghadapi Tantangan Belajar Jarak Jauh

Mungkin banyak orang tua yang belum siap menghadapi sistem pembelajaran baru. Sebagian dari mereka merasa kewalahan dengan mekanisme yang diterapkan di sekolah. Meskipun begitu, proses transisi dan adaptasi harus dilaksanakan. Ada beberapa solusi untuk orang tua dalam menghadapi tantangan belajar jarak jauh, diantaranya seperti,

  • Membuat kesepakatan yang berhubungan dengan rutinitas baru. Misalnya, orang tua yang bekerja dapat menginformasikan adanya tanggung jawab tambahan kepada atasan kantor
  • Bekerjasama dengan guru dalam mencari solusi agar pembelajaran anak tetap efektif.
  • Membuat jadwal aktivitas anak dengan tepat, seperti waktu untuk bermain, istirahat, belajar, mengerjakan bank soal SD, latihan soal SD, soal hots SD dan soal lainnya yang berhubungan dengan tugas anak.
  • Batasi pemakaian teknologi anak hanya untuk kebutuhan pembelajaran daring online.
7 Tips Mendidik Anak Belajar di Rumah
Anak yang terbiasa dengan kehadiran gurunya seringkali kurang terbiasa untuk belajar mandiri atau bersama orang tua di rumah. Kemudian, apa yang harus dilakukan orang tua? Nah, berikut adalah 7 Tips Untuk Mendidik Anak Belajar di Rumah. Yuk, disimak penjelasannya.

Itulah beberapa hal mengenai pengalaman orang tua dalam menghadapi belajar jarak jauh. Mulai dari kendala yang dihadapi serta cara beradaptasi dengan baik. Seiring berjalannya waktu, orang tua, guru dan murid pasti bisa menerima situasi belajar jarak jauh ini.

Yang terpenting semoga kedepannya lebih baik, pembelajaran lebih efektif, anak-anak tidak stres dengan soal yang menumpuk dan lainnya. Di masa seperti ini juga bisa menjadi kesempatan orang tua untuk lebih dekat lagi dengan anak dan mengenal kemampuan anak dalam belajar.

Epin Supini

Writerpreuner.

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.