Ini Cara yang Tepat Mendidik Anak Usia Pra-Remaja. Orang Tua Wajib Tahu

parenting Mar 03, 2021

Setiap orang tua pasti telah mengalami dan melewati fase pra-remaja. Namun, sayangnya walaupun Anda telah mengalami dan melewati fase tersebut, Anda tidak bisa menjamin bahwa di kemudian hari Anda dapat menghadapi anak-anak Anda saat di usia pra-remaja. Anak-anak yang berada di fase pra-remaja biasanya mudah tersulut emosi dan sangat labil. Mereka akan cenderung lebih tidak percaya diri dengan perubahan di dirinya dan juga bisa menjadi lebih keras kepala karena sudah menganggap dirinya sudah besar. Maka tidak jarang, kita akan mendengar banyak sekali keluhan orang tua terhadap anaknya yang sedang memasuki fase pra-remaja. Lantas bagaimana cara yang tepat mendidik anak usia pra-remaja? Berikut penjelasannya.

Pra-remaja merupakan tahap perkembangan manusia setelah masa anak usia dini dan sebelum masa remaja. Usia anak-anak yang memasuki pra-remaja yaitu di antara 10 sampai dengan 14 tahun di mana usia tersebut adalah tahap peralihan dari masa anak-anak menuju tahap remaja. Tahap pra-remaja biasanya berakhir dengan terjadinya pubertas pada anak-anak, tetapi juga bisa didefinisikan sebagai anak baru remaja. Pada tahap ini, biasanya anak-anak lebih sering mengalami kegelisahan dengan perubahan yang dialaminya.

Perubahan fisik yang terjadi pada anak-anak yang sedang berada di tahap pra-remaja cenderung membangun rasa tidak percaya diri dengan perubahan yang dimilikinya, seperti saat di mana jerawat mulai muncul di wajah. Mungkin permasalahan ini terlihat biasa saja, tetapi tidak untuk anak-anak yang baru pertama kali mengalaminya, mereka kerap kali akan merasa stress dan jadi malu untuk bertemu dengan orang lain. Selain itu, perubahan bentuk tubuh yang cenderung pesat juga cenderung membuat anak-anak merasa tidak ingin untuk cepat-cepat dewasa, mereka menjadi tidak percaya diri karena beberapa faktor.

Selain itu, masalah akan lebih sering muncul karena adanya berbedaan persepsi antara orang tua dengan anak. Apabila biasanya anak-anak akan selalu mengikuti apa yang dikatakan orang tuanya, di masa pra-remaja ini anak-anak cenderung memiliki pemahaman dan sudut pandang tersendiri. Mereka sudah menganggap bahwa dirinya sudah tidak anak-anak lagi, sudah besar, sudah bisa mengambil keputusan di dalam dirinya. Pada fase ini, anak-anak cenderung lebih tertantang untuk berbuat bandal dan tidak mengikuti aturan.yang sudah ditetapkan. Bukan hanya itu saja, pada fase ini anak-anak cenderung ingin mencari jati dirinya dan membutuhkan pengakuan terhadap dirinya.

Maka dari itu, sebagai orang tua Anda tidak bisa bersikap terlalu keras dan terlalu lembut. Apabila Anda bersikap terlalu keras, mereka cenderung melakukan pemberontakan dan menganggap bahwa orang tuanya sudah tidak menyayangi mereka lagi. Sedangkan apabila Anda terlalu lembut, Anda akan dianggap sepele dan ke depannya ucapan Anda tidak memiliki dampak penting bagi dirinya lagi. Bersikaplah tegas, disiplin dan penyayang dalam satu waktu.

Perubahan yang Terjadi Ketika Anak sedang Berada pada Tahap Pra-Remaja

1. Perubahan Sosio Emosional

Pada tahap ini, anak-anak mengalami konflik dan tekanan dalam hubungan dengan teman sebayanya. Mereka cenderung akan lebih emosional dan memiliki sesekali mengelami permasalahan yang lebih kompleks. Selain itu pada anak-anak cenderung menjadi lebih memperhatikan perubahan bentuk tubuhnya dan mulai memperhatikan pola makannya.

2. Perubahan Pemikiran

Selain itu, anak-anak menjadi lebih mandiri dari biasanya. Mereka memiliki pemikiran bahwa dirinya sudah tidak kecil lagi, mereka sudah lebih besar dari biasanya, dan cenderung malu apabila masih diikuti dan terlalu diperhatikan oleh kedua orang tuanya. Hal lain yang dapat dilihat perubahannya yaitu, anak-anak mulai melihat berdasarkan sudut pandang orang lain dengan jelas. Pemikiran mereka cenderung menjadi lebih kritis dan sensitif pada fase pra-remaja.

3. Perubahan Pembelajaran

Pada tahap ini, anak-anak Anda mulai menghadapi tantangan belajar di sekolahnya. Mereka akan cenderung lebih ingin menampilkan versi terbaik di dalam dirinya, serta memiliki daya saing yang tinggi. Perhatian mereka terhadap pendidikan pun semakin meningkat, bukan hanya sekadar ingin mendapat nilai bagus dan peringkat di kelas saja. Mereka akan mulai memikirkan target-target yang harus dicapainya, dan langkah-langkah yang harus disusun dan dirancangnya dengan matang agar cita-citanya bisa tercapai.

Agar Anak Paham Tentang Hoax dan Etika Penyebarannya
Dibalik semakin canggihnya teknologi, terdapat sebagian orang yang tidak bertanggung jawab dalam menggunakannya. Salah satu contohnya yaitu dalam penyebaran hoax atau berita palsu.

Bagaimana Cara yang Tepat Mendidik Anak Usia Pra-Remaja?

Dalam mendidik anak, setiap orang tua memiliki caranya tersendiri. Namun, untuk mendidik anak ketika mereka sedang ada di fase pra-remaja, Anda membutuhkan beberapa referensi yang dapat membantu Anda. Berikut merupakan cara yang tepat mendidik anak usia pra-remaja, yaitu.

1. Memberikan Pendidikan Agama dan Moral

Pendidikan agama dan moral sangat penting untuk diberikan kepada anak-anak yang sedang berada di fase pra-remaja. Hal ini dikarenakan pada tahap ini anak-anak Anda sedang mengalami peralihan dari masa kanak-kanak menuju remaja, yang mana sifat kepribadian mereka cenderung akan berubah, dan sifatnya juga semakin emosional. Dengan pendidikan agama dan moral yang Anda berikan, mereka akan paham bagaimana cara menjalani hidup sesuai dengan norma agama dan memiliki moral yang baik di dalam dirinya. Selain itu, pendidikan yang Anda berikan ini akan sangat berguna bagi dirinya di masa mendatang, saat mereka dewasa kelak. Mereka akan bertumbuh menjadi seseorang yang memiliki kepribadian baik dan tidak terpengaruh dengan perilaku buruk yang ditemuinya nanti.

2. Meluangkan Waktu Khusus pada Anak

Orang tua adalah seseorang yang sangat dibutuhkan anak-anak, apalagi ketika mereka sedang berada di fase peralihan. Emosi yang terdapat di dalam dirinya cenderung labil dan mudah terpengaruh apabila tidak memiliki pendirian yang kuat. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memiliki waktu luang untuk menghabiskan waktu bersama.

3. Memberikan Penjelasan Tentang Perubahan Fisik dan Psikologis Pada Anak

Setelah itu, Anda juga harus menjelaskan tentang perubahan fisik dan psikologis yang anak-anak Anda alami. Penjelasan ini begitu penting, apalagi mengenai perubahan fisik yang dialaminya. Dengan Anda memberikan penjelasan tersebut, anak-anak Anda bisa menjadi lebih awas diri dan tidak ceroboh dalam bertindak di kemudian hari.

4. Menjalin Komunikasi yang Baik

Komunikasi adalah fondasi terkuat di dalam suatu hubungan, terutama dalam hubungan orang tua dengan anak. Apabila komunikasi yang dimiliki orang tua dan anak tidak baik, mereka akan cenderung sering mengalami kesalahpahaman. Pada kesempatan itu Anda akan saling bertukar pikiran, pendapat, mendengar curahan hati anak Anda, dan setelah itu Anda memberikan mereka nasihat kepada anak Anda. Dengan begitu, hubungan Anda dan anak Anda akan menjadi lebih intens.

5. Ajarkan Anak untuk Menghormati Orang Tua

Hal lain yang perlu Anda ajari yaitu mengajari anak-anak Anda untuk tumbuh menjadi seseorang yang menghormati orang tua, baik orang tua sendiri atau orang tua yang mereka temui di luar sana. Dengan begitu, anak-anak Anda akan tumbuh menjadi pribadi yang sopan santun dan berperilaku baik. Anda jadi tidak perlu khawatir ketika melepas mereka untuk merantau di kemudian hari.

6. Jangan Terlalu Menghakimi

Anak-anak pra-remaja cenderung lebih sensitif. Mereka akan lebih mudah berburuk sangka apabila ada seseorang yang ingin mengubah dirinya. Maka dari itu, apabila Anda ingin memberitahukan sesuatu melalui sudut pandang orang tua, bicarakanlah dengan baik, jangan terlalu menghakimi mereka, berikanlah pemahaman yang bisa membuat mereka paham dan bisa tergerak untuk berubah.

7 Tips Memberitahu Orangtua Mengenai Permasalahan Anaknya
Agenda paling menegangkan menjalani profesi guru adalah ketika harus berhadapan dengan wali murid yang bermasalah. Kondisinya akan unpredictable karena setiap orang tua memiliki sikap dan pandangan berbeda.

7. Mendampingi Anak saat Menonton

Saat ini, banyak sekali siaran TV yang tidak terlalu bagus untuk ditonton oleh anak-anak. Siaran yang disajikan cenderung memberikan pemahaman berbeda kepada anak-anak dan akan sangat berbahaya apabila sebagai orang tua Anda tidak mendampinginya. Maka dari itu akan sangat bagus apabila Anda menyaring siaran dan mendampingi anak-anak Anda ketika menonton. Berikanlah siaran yang sesuai dengan umurnya dan bermanfaat bagi dirinya.

Dengan adanya tips atau cara yang tepat mendidik anak usia pra-remaja, Anda tidak perlu khawatir dan cemas lagi. Anda bisa melakukannya secara step by step, supaya anak Anda tidak kaget dengan perubahan tersebut. Dampingilah mereka selalu dan yakini anak Anda bahwa Anda akan selalu ada untuk mereka.

Agnes Meilina

Gemar membaca buku dan menulis di malam hari.

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.