Agar Anak Paham Tentang Hoax dan Etika Penyebarannya

edukasi Sep 27, 2020

Dibalik semakin canggihnya teknologi, terdapat sebagian orang yang tidak bertanggung jawab dalam menggunakannya. Salah satu contohnya yaitu dalam penyebaran hoax atau berita palsu. Hoax dapat berupa foto, video dan tulisan. Namun, sebelumnya apakah yang dimaksud dengan hoax?

Berdasarkan KBBI, hoax mengandung makna berita bohong yang tidak memiliki sumber. Begitu juga menurut Silverman (2015), hoax merupakan rangkaian informasi yang sengaja disesatkan, tetapi dijual sebagai sebuah kebenaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hoax adalah berita palsu yang sengaja disebar untuk membuat situasi atau keadaan menjadi lebih panas dan heboh. Hoax ini sangat berbahaya, bahkan tidak jarang hukum turut ambil andil untuk mengatasi berita hoax yang tersebar di Indonesia ini. Hoax bukan hanya sekadar menyesatkan saja, informasi yang diberikan juga tidak memiliki landasan faktual dan disajikan seolah-olah sebagai sebuah rangkaian fakta.

Pada permasalahan ini, orang tua memiliki andil yang besar untuk mencegah anak Anda untuk terlibat dalam penyebaran berita hoax. Oleh karena itu sangat penting bagi Anda untuk mengetahui dan mengenali seperti apa hoax itu. Apa yang dapat Anda lakukan untuk mencegah anak Anda supaya tidak menyebarkan berita hoax? Hal pertama yang dapat Anda lakukan yaitu dengan memberitahukan apa itu hoax dan dampak negatif yang ditimbulkan dari berita hoax ini. Setelah itu berikanlah nasihat supaya anak Anda tidak melakukan penyebaran berita hoax tersebut karena bersifat merugikan banyak pihak.

Berikut merupakan ciri-ciri dari hoax, yaitu sebagai berikut.

Ciri – Ciri Berita Hoax

1. Sumber yang Diberikan Tidak Jelas

Hal pertama yang harus Anda lihat yaitu sumber berita tersebut. Apabila berita tersebut tidak berasal dari sumber yang terpercaya, maka Anda tidak perlu mempercayai berita yang terdapat dalam berita tersebut. Dibandingkan mempercayai berita tersebut, lebih baik Anda melaporkan berita hoax tersebut ke pihak yang berwajib dan yang mengatasi permasalahan ini.

2. Mengandung Makna Kebencian

Selain itu, hal lain yang dapat Anda perhatikan yaitu isi dari berita tersebut. Apabila Anda menemukan makna kebencian yang terkandung dalam berita tersebut, abaikan saja. Biasanya berita tersebut menggunakan bahasa yang provokatif dan bermaksud untuk menyebabkan permusuhan.

3. Menyembunyikan Fakta dan Data

Berita palsu atau hoax biasanya tidak melampirkan fakta dan data yang berfungsi untuk membuktikan kebenaran dari berita tersebut. Apabila berita tersebut memiliki data yang terlampir, biasanya tidak masuk akal dan terlihat mengada-ada.

Setelah Anda mengetahui ciri-ciri dari berita hoax, Anda juga harus mengetahui bagaimana cara mengecek atau membuktikan bahwa berita tersebut benar-benar hoax. Berdasarkan laman bulelengkab.go.id, berikut merupakan cara untk mengetahui apakah berita tersebut termasuk hoax atau tidak.

1.      Apabila berita yang disebarkan berupa pesan dari WhatsApp, Anda bisa meminta penjelasan pengirim pesan tersebut dari mana berita tersebut mereka dapatkan. Apabila pengirimnya tidak jelas dan tidak terpercaya, berarti berita tersebut hoax atau palsu.

2.      Apabila berita yang disebarkan dalam bentuk foto atau gambar, Anda bisa membuka Google Image untuk memastikan kebenarannya.

3.      Apabila berita yang disebarkan dalam bentuk link artikel atau blog, Anda dapat mengecek URL dan kredibilitas situsnya dengan mengidentifikasi pemilik situs yang bisa dilihat dari bagian laman “About Us”.

Penyebaran berita hoax sebenarnya sudah ada sejak lama, akan tetapi karena zaman sekarang sudah lebih canggih dan sangat mudah untuk menyebarkan berita, penyebaran hoax tersebut menjadi lebih tidak terkendali lagi. Apabila dulu penyebaran berita tersebut melalui email dan sms, saat ini sudah ada media sosial yang digunakan oleh mayoritas penduduk yang ada di dunia. Maka tidak jarang bahwa saat ini banyak sekali berita hoax yang timbul di setiap harinya. Apalagi ketika sudah mendekati pemilu, banyak sekali berita hoax yang tersebar lewat Facebook, WhatsApp, Instagram, Twitter, dan Youtube. Oleh karena itu sangat penting untuk Anda dan pasangan untuk mengajarkan anak-anak supaya bisa memilah dan memilih mana berita yang benar dan berita yang palsu.

Berikut merupakan jenis-jenis berita yang sering dijadikan berita hoax.

Jenis Berita Hoax

1. Hoax Mendapatkan Hadiah atau Sejumlah Uang

Berita hoax ini dapat dikatakan seperti penipuan online. Hoax ini biasanya disebarkan lewat sms dan WhatsApp yang berisikan mengenai pengumuman pemberian hadiah gratis dari suatu perusahaan. Perusahaan yang biasanya sering disebut oleh penipuan seperti ini biasanya dari beberapa jenis Bank dan provider seluler yang ternama di Indonesia.

2. Hoax yang Berisikan Pesan Berantai

Biasanya pesan berantai ini kerap kali didapat dari para pengguna aplikasi chatting seperti WhatsApp atau BBM. Pesan seperti ini biasanya meminta para pengguna untuk menyebarkan pesan ini ke beberapa teman yang ada di kontaknya untuk menghindari hal-hal buruk yang muncul dari pesan tersebut. Dalam permasalahan ini, biasanya yang menjadi korban dari berita hoax pada umumnya yaitu anak-anak remaja yang masih diliputi rasa takut dan belum mengetahui mana yang benar dan salah.

3. Hoax yang Menceritakan Tentang Kisah Menyedihkan

Kasus ini sempat hits di beberapa tahun yang lalu. Berita palsu atau hoax ini bisa dikatakan sebagai penipu yang berkedok korban. Biasanya para oknum penipu akan menghubungi para korban dengan menggunakan panggilan telepon. Para oknum biasanya akan mengaku sebagai saudara atau orang tua dari korban tersebut, tidak jarang mereka menggunakan nama kepolisian untuk membuat para korban menjadi lebih simpati. Setelah mereka mendapatkan perhatian korban, para oknum akan memberikan nomor rekening atau nomor ponsel untuk ditransfer uang atau meminta pulsa.

Dampak Negatif dari Berita Hoax

Setelah mengetahui ciri-ciri dan jenis yang biasanya digunakan sebagai berita hoax, Anda dapat memberitahukan kepada anak Anda mengenai dampak negatif yang dapat ditimbulkan apabila mereka menyebarkan berita hoax kepada teman-temannya. Berikut merupakan penjelasannya.

1. Penipuan Publik

Menyebarkan berita palsu ke masyarakat dapat dikatakan sebagai sebuah penipuan. Penipuan yang dilakukan dalam skala besar ataupun kecil, sama saja seperti sebuah kejahatan. Sangat berbahaya apabila tidak sejak dini anak-anak tidak diajarkan untuk menjadi salah satu oknum dari penyebaran berita hoax.

Tips Melatih Keterampilan Berkomunikasi Anak di Masa PJJ
Tidak adanya interaksi antara pengajar dan siswa, begitu juga dengan orang tua dan anak dapat menjadi pemicu terjadinya masalah anak dalam berkomunikasi.

2. Dapat Menimbulkan Kepanikan Publik

Selain menjadi sebuah penipuan, penyebaran hoax juga dapat menjadi sebuah bencana yang dapat meresahkan masyarakat. Biasanya berita mengenai bencana alam yang kerap kali dijadikan bahan untuk kabar hoax. Tidak jarang banyak sekali masyarakat yang merasakan panik berlebihan tanpa melihat keakuratan dari informasi yang didapat. Sehingga tidak jarang pemerintah dan beberapa stasiun televisi bekerja sama untuk menghentikan penyebaran berita hoax tersebut.

3. Dijadikan Sebagai Pengalihan Isu

Selain itu berita hoax sering kali dijadikan sebagai pengalihan isu yang berguna untuk memuluskan aksi para oknum penjahat. Biasanya seperti ingin membajak akun gmail Anda atau media sosial yang Anda miliki. Di beberapa situasi, kerap kali ditemukan beberapa orang yang akun email dan media sosialnya diretas dan digunakan sebagai situs-situs aneh dan dijadikan sebagai akun tidak senonoh.

10 Strategi Menanamkan Pendidikan Karakter di Kelas
Melalui pendidikan karakter di sekolah, maka akan tercipta generasi yang bermoral dan berpendidikan. Tentunya diperlukan strategi untuk menanamkan pendidikan karakter pada siswa di sekolah.

Setelah mengetahui ciri-ciri, jenis dan dampak negatif yang ditimbulkan dari berita hoax, Anda dapat membaginya dengan anak-anak Anda di rumah dan menasihati mereka supaya tidak ikut menyebarkan berita hoax.

Agnes Meilina

Gemar membaca buku dan menulis di malam hari.

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.