Beberapa Tips untuk Meningkatkan Literasi Guru

edukasi 19 Jun 2022

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, saat ini pemerintah dan para pendidik mulai meningkatkan literasi di lingkungan sekolah, terutama pada siswa. Dalam rangka meningkatkan minat baca dan menumbuhkan budaya literasi masyarakat, tidak hanya siswa yang harus ditingkatkan kemampuan literasinya, tetapi guru juga harus turut serta dalam meningkatkan kemampuan literasinya.

Kemampuan literasi mencakup pada kemampuan untuk mendengar, berbicara, membaca dan juga menulis dengan cara yang memungkinkan seseorang untuk mampu berkomunikasi secara efektif. Selain itu, kemampuan literasi juga meliputi hal-hal yang berkaitan dengan kosa kata, ejaan, pemahaman, bunyi bahas, sampai pada hubungan antara huruf dan juga suara.

Pentingnya Kemampuan Literasi

Dalam penerapannya, kurangnya kemampuan literasi pada seseorang dapat menghambat kemajuan seseorang pada tahap kehidupan. Misalnya dalam proses kegiatan belajar di kelas, jika seorang siswa memiliki kemampuan literasi yang kurang maka kemungkinan besar mereka akan mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran dan mendapatkan hasil belajar yang rendah.

Sedangkan jika dikaitkan pada orang dewasa, seseorang yang memiliki kemampuan literasi yang rendah mereka akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan. Begitu pun dengan orangtua dan guru yang memiliki kemampuan literasi yang rendah, mereka akan kesulitan dalam mendukung proses belajar anak. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dilihat bahwa kemampuan literasi sangat berperan penting bagi setiap orang untuk memahami konteks yang lebih luas di dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut data Indeks Aktivitas Literasi Membaca 34 Provinsi yang telah dikeluarkan Kemdikbud, dijelaskan bahwa sebanyak 24 provinsi atau 71% masuk ke dalam kategori aktivitas literasi yang rendah. Berdasarkan data ini, dapat dibuktikan bahwa masyarakat khususnya pada siswa yang sudah bisa membaca, mereka telah bisa membaca, tetapi tidak mampu memahami pesan dan konteks yang terdapat dalam teks. Selain itu, mereka juga mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang dijasikan dalam bentuk teks. Oleh karena itulah, kemampuan literasi harus ditingkatkan.

Tips Meningkatkan Literasi Guru

Untuk meningkatkan budaya literasi di lingkungan sekolah, terutama untuk para guru, ada beberapa strategi atau tips yang mana dapat menciptakan budaya literasi yang positif di sekolah. Berikut penjelasannya, yaitu antara lain:

1. Mengkondisikan Lingkungan Fisik Sekolah yang Ramah Literasi

Lingkungan fisik sekolah merupakan hal pertama yang harus dilihat dan dirasakan oleh warga sekolah. Maka dari itu, penting bagi para pendidik maupun setiap warga sekolah untuk membuat lingkungan sekolah terlihat ramah dan kondusif dalam proses kegiatan pembelajarannya. Pada kesempatan ini para guru juga harus turut serta dalam mengembangkan budaya literasi, sehingga guru harus turut ambil bagian dalam membuat karya dan menampilkannya di area sekolah.

Dengan begitu, siswa semakin termotivasi untuk menciptakan karya terbaiknya. Selain itu, sekolah juga harus menyediakan tempat yang nyaman sebagai akses untuk membaca buku dan bahan bacaan di sekolah. Dengan begitu, guru dan siswa tidak merasa kesulitan dalam mencari bahan bacaan atau materi yang dapat mendukung proses kegiatan belajar di kelas.

Adapun pemajangan karya para guru maupun siswa di lingkungan sekolah dapat menjadi cara untuk menunjukkan perkembangan budaya literasi di sekolah tersebut. Dengan begitu, para warga sekolah semakin giat dalam meningkatkan budaya literasi.

Pentingnya Peran Guru untuk Meningkatkan Minat dan Bakat Siswa, Bagaimana Caranya?
Minat dan bakat anak berbeda-beda. Guru dan orangtua memiliki peran penting untuk mengembangkan bakat siswa.

2. Mengupayakan Sekolah sebagai Lingkungan Akademik yang Literat

Tips meningkatkan literasi guru yang kedua yaitu dengan mengupayakan sekolah sebagai lingkungan akademik yang literat. Dalam hal ini, lingkungan fisik, soal, dan afektif saling berkaitan dengan lingkungan akademis. Oleh karena itu, penting bagi sekolah untuk memberikan alokasi waktu yang cukup banyak untuk pembelajaran literasi di sekolah.

Salah satu kegiatan yang dapat diperbanyak alokasi waktunya yaitu kegiatan membaca dalam hati di kelas, maupun guru akan membaca nyaring suatu buku selama 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung. Karena pada kesempatan ini guru dan para staf sekolah akan terjun langsung dalam kegiatan membaca, maka ada baiknya pihak sekolah membuat program pelatihan peningkatan pemahaman tentang program literasi, pelaksanaa, dan keterlaksanaannya kegiatan tersebut.

Dengan adanya pelatihan tersebut, guru dan para staf akan semakin memahami bidang literasi dan menerapkannya kepada siswa di kelas.

3. Mengupayakan Lingkungan Sosial dan Afektif

Tips selanjutnya yaitu dengan mengupayakan lingkungan sosial dan afektif. Lingkungan sosial dan afektif akan dibangun melalui model komunikasi dan interaksi dari seluruh komponen yang ada di sekolah. Hal-hal tersebut dapat dikembangkan dengan pengakuan atas pencapaian siswa di sepanjang tahunnya.

Untuk pemberian penghargaan, para guru dapat melakukannya saat upacara bendera di setiap minggunya dengan tujuan untuk menghargai kemajuan setiap siswa dari semua aspek. Hal ini tentu saja juga berlaku untuk para guru, yang mana di setiap minggunya para staf akan memberikan penghargaan bagi setiap guru yang memiliki kemajuan. Prestasi yang dihargai tidak hanya dalam bidang akademis saja, tetapi juga dalam sikap dan tindakan guru untuk meningkatkan budaya literasi di sekolah.

Dengan demikian, setiap guru maupun siswa memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghargaan dari sekolah. Dalam penerapannya, sekolah dapat menyelenggarakan beberapa kegiatan seperti festival buku, lomba membuat poster, kegiatan mendongeng, karnaval tokoh buku yang ada di buku cerita, dan lain sebagainya. Dengan begitu, lingkungan di sekolah akan semakin menyenangkan!

Tips Menciptakan Kolaborasi Siswa dan Guru dalam Melaksanakan Tugas Proyek
Untuk menciptakan kegiatan pembelajaran berbasis project, kolaborasi siswa dan guru harus berjalan dengan baik.

Dengan adanya kesadaran dari kepala sekolah, para guru, staf sekolah dan para siswa tentang pentingnya kemampuan literasi untuk dalam meningkatkan taraf hidup seseorang, penerapan budaya literasi akan lebih mudah dilaksanakan. Namun, tanpa adanya kesadaran akan pentingnya meningkatkan kemampuan literasi, sulit bagi siswa untuk tumbuh dan berkembang di masa yang akan datang. Peningkatan kemampuan literasi ini tidak hanya berfokus pada siswa saja, tetapi juga para guru dan orang dewasa lainnya.

Dengan memiliki kemampuan literasi yang bagus, para guru akan memiliki kesempatan untuk meningkatkan jenjang kariernya dan pemahamannya terhadap perkembangan pendidikan yang ada di dunia.

Demikianlah penjelasan mengenai literasi dan beberapa tips meningkatkan literasi guru yang dapat membantu Anda! Seperti yang kita ketahui, penting sekali untuk peduli terhadap perkembangan dunia, terutama perkembangan tentang dunia pendidikan. Dengan mengetahui informasi-informasi terkini dalam dunia pendidikan, para orangtua maupun guru tidak akan merasa kaget dengan adanya perubahan kurikulum atau metode belajar yang akan diterapkan pemerintah di masa yang akan datang.

Selain itu, mempersiapkan diri sebelum adanya perubahan sangat penting untuk perkembangan psikis dan mental, yang mana seseorang sudah merasa siap dan tidak merasa tertekan. Salah satu cara untuk lebih merasa siap menghadapi perkembangan budaya dan teknologi yaitu dengan membangun kebiasaan membaca informasi-informasi.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih, tentu bukanlah hal yang sulit dalam mendapatkan informasi terkini. Siapkan ponsel, internet, dan saringlah informasi yang Anda dapatkan! Dengan begitu, Anda bisa tahu banyak hal.

Agnes Meilina

Gemar membaca buku dan menulis di malam hari.

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.