Apakah Homeschooling Itu 100% Gratis?

edukasi Okt 06, 2020

Homeschooling merupakan salah satu alternatif lain untuk memberikan hak pendidikan pada anak selain lewat sekolah (pendidikan formal). Mungkin masih banyak orang yang menganggap bahwa homeschooling sama dengan sekolah pada umumnya, yang membedakan hanyalah tempat belajarnya, dari sekolah ke rumah. Padahal, arti homeschooling sendiri lebih mendalam daripada memindahkan belajar dari sekolah ke rumah.

Homeschooling juga tidak sama dengan sekolah pada umumnya, dimana pendidikan berbasis di rumah dan keluarga ini dilakukan secara mandiri. Orangtua dinilai lebih paham akan kepribadian serta karakter anak-anaknya, sehingga mereka lebih tau metode pembelajaran yang terbaik bagi anaknya. Dalam homeschooling, orangtua bertanggung jawab atas pendidikan anaknya.

Sebagai orangtua Anda memiliki peran penuh untuk memperhatikan perkembangan pembelajaran anak, sebagai guru atau pengajar. Meskipun begitu, Anda juga bisa memanggil guru privat untuk mata pelajaran tertentu yang mungkin belum bisa Anda kuasai sepenuhnya.

Memanggil guru bukan berarti peran Anda berkurang, karena orangtua memiliki peranan yang cukup besar dalam homeschooling mulai dari menentukan kurikulum yang akan digunakan, memilih buku yang akan menjadi literatur, hingga menentukan jadwal dan mengatur jam belajar di rumah.

Dikutip dari laman Ristekdikti, metode homeschooling di Indonesia telah diatur dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan termasuk dalam akses pendidikan di Indonesia. Di mana anak homeschooling bisa mengikuti ujian kesetaraan untuk mendapatkan ijazah, mulai dari paket A (setara dengan SD), paket B (setara dengan SMP), dan paket C (setara dengan SMA). Oleh sebab itu, bagi orangtua yang memakai pendidikan homeschooling wajib melapor kepada dinas Pendidikan setempat.

Pendidikan informal (homeschooling) dinilai menjadi alternatif pendidikan lain yang fleksibel dalam kegiatan belajar mengajar, mulai dari metodenya, waktu serta lokasi kegiatan belajar yang disesuaikan dengan kondisi anak. Terlepas dari beberapa hal mengenai homeschooling, terdapat pertanyaan yang seringkali ditanyakan oleh para orangtua sebelum menyelenggarakan pendidikan ini, yaitu mengenai biaya yang dikeluarkan, Apakah homeschooling benar-benar gratis 100%? Atau tetap ada biaya yang harus dibayar dikeluarkan?

Homeschooling bukan Lembaga

Seperti yang diketahui sebelumnya, homeschooling tidaklah sama dengan sekolah, mulai dari metodenya, tempat, waktu, dan kegiatan pembelajarannya. Anda juga harus tahu, bahwa homeschooling bukanlah sebuah lembaga, melainkan pendidikan yang dilakukan secara mandiri oleh keluarga untuk anak-anaknya. Dilihat dari namanya saja "homeschooling" dimana terdapat kata "home" yang berarti rumah, maka proses pembelajaran ada di rumah bukan di sebuah lembaga.

Mungkin masih banyak orang yang keliru akan homeschooling, sehingga mereka seringkali mempertanyakan beberapa kebingungannya, seperti:

  • Berapa harga homeschooling?
  • Berapa biaya yang harus dikeluarkan dalam homeschooling SD-SMA?
  • Di manakah homeschooling Indonesia terbaik?
  • Di manakah homeschooling di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Surabaya, Yogyakarta dan lainnya?
  • Bagaimana cara mendaftarkan anak homeschooling?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dinilai kurang tepat, di mana pertanyaan tersebut muncul seakan-akan homeschooling sama dengan institusi atau lembaga. Padahal keduanya berbeda.

Homeschooling sendiri bukan hanya sekadar memindahkan tempat belajar dari sekolah ke rumah, melainkan menentukan tujuan pendidikan anak di masa depan. Di mana orangtua memiliki metode tersendiri untuk memberikan pembelajaran pada anak, misalnya dengan mengubah keseharian yang dianggap sepele menjadi sesuatu yang bermakna untuk dipelajari serta dengan menautkan materi pelajaran sederhana pada kegiatan yang dilakukan anak.

Contohnya, pada saat Anda ingin mengajarkan anak mengenal macam-macam pupuk di Indonesia, maka Anda bisa mengajak anak untuk berkebun di lahan pribadi.

Saat ini mungkin Anda masih bingung dan bertanya, jika homeschooling bukanlah sebuah lembaga dan dapat dilakukan secara mandiri hanya di rumah saja, apakah mungkin homeschooling tidak mengeluarkan biaya sama sekali, alias 100% gratis? Kalau begitu mari kita ulas,

Biaya Homeschooling Fleksibel

Homeschooling biasanya dilakukan karena beberapa hal, mulai dari kondisi anak yang memiliki hambatan untuk bersekolah pada umumnya, kesibukan anak, minat bakat anak hingga orang tua. Kemungkinan orangtua akan memilih homeschooling jika anak memiliki hambatan adaptasi dengan teman, lambat dalam memproses belajar atau justru terlalu pintar. Begitu pula dengan kesibukan anak, misalnya para selebritis yang memilih untuk homeschooling.

Meskipun homeschooling bukan sebuah lembaga, namun pada beberapa lembaga yang menyediakan guru pengajar datang ke rumah untuk memberikan pelajaran pada anak layaknya guru di sekolah serta mendukung proses pembelajaran homeschooling. Bedanya, jika guru di sekolah harus menghadapi lebih dari 30 siswa dalam satu kelas, maka homeschooling hanya membawa satu guru untuk satu murid alias one on one yang berarti satu lawan satu.

Jika memanggil guru ke rumah, tentunya ada biaya yang harus dikeluarkan. Namun bukan berarti hal tersebut sama dengan les privat. Karena les privat merupakan kegiatan belajar tambahan yang bertujuan untuk membantu siswa mendalami materi di sekolah, sedangkan homeschooling merupakan kegiatan pembelajaran siswa yang dilakukan di rumah.

Lantas, jika seperti itu, apakah biaya homeschooling mahal?

Dibandingkan dengan biaya sekolah negeri maupun swasta, bisa saja biaya yang dikeluarkan untuk homeschooling lebih tinggi atau justru lebih terjangkau. Hal ini dikarenakan biaya homeschooling bersifat fleksibel, artinya kebutuhannya berbeda-beda, bisa berbayar atau bisa juga gratis 100%.

Mengingat homeschooling merupakan program yang dirancang oleh keluarga untuk pendidikan anak-anaknya, maka biaya yang dikeluarkan juga tergantung pada keluarga tersebut. Artinya, setiap keluarga yang menyelenggarakan homeschooling mengeluarkan biaya yang berbeda satu sama lain. Jika Anda membutuhkan bantuan guru privat serta kursus online, bisa jadi biaya homeschooling yang harus dikeluarkan lebih besar, daripada sekolah pada umumnya.

Biaya homeschooling juga dapat diminimalisir dengan memanfaatkan materi bank soal SD-SMA hingga pembahasannya yang ada di internet. Jika begitu, maka konsekuensinya yaitu membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk mempersiapkan kreativitas serta menstrukturkan materi pembelajaran.

Manajemen Waktu dan Biaya untuk Homeschooling
Sebelum merencanakan pengaturan waktu pelaksanaan homeschooling, orang tua terlebih dahulu harus menentukan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran homeschooling dalam sebuah keluarga bisa berbeda dengan tujuan keluarga lain.

Anda juga bisa mengikuti materi belajar yang berbayar atau berlangganan agar lebih struktur. Kadangkala materi berbayar ini lebih mahal dibanding dengan biaya pendidikan sekolah umum sehingga Anda harus menyisihkan uang untuk memenuhi biaya tersebut.

Meskipun begitu, Anda juga bisa menggunakan materi gratis yang ada di internet tanpa mengeluarkan biaya. Jika menggunakan internet, maka Anda harus menyiapkan perangkat, paket dan koneksinya. Saat ini sudah banyak platform belajar yang memberikan kemudahan untuk membantu proses pembelajaran anak Anda, salah satunya adalah kejarcita.id.

Di kejarcita.id. anak Anda bisa mendapatkan materi latihan soal SD-SMA terlengkap beserta pembahasannya. Sehingga mendukung proses pembelajaran anak agar lebih menyenangkan dan mengasyikkan.

Namun jika Anda memilih untuk mengundang guru privat, maka Anda harus membayar guru tersebut. Jika Anda menyuruh anak untuk mengikuti kursus, maka Anda harus membayar kursus tersebut. Jika anak Anda mengikuti bimbel, maka Anda harus membayar bimbel tersebut. Jika anak Anda mengikuti kegiatan berbayar, maka Anda harus mengeluarkan biaya untuk membayar kegiatan tersebut.

Prinsip biaya homeschooling adalah "pay as you go" yang artinya bayar sesuai dengan pemakaian, tidak ada biaya gedung dan bangunan. Sehingga biaya homeschooling dapat diatur sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga Anda, mau yang mahal ataupun murah, itu adalah hak Anda dan pasangan untuk mengambil keputusan.

Perbedaan Homeschooling Dengan Un-Schooling
Untuk menempuh ilmu pengetahuan bukan hanya melalui sekolah, salah satu yang cukup populer terdapat metode homeschooling, home education, unschooling.

Itulah beberapa informasi mengenai homeschooling serta biaya yang harus dikeluarkan. Berapapun biaya yang Anda miliki, Anda tetap bisa memaksimalkan manfaat atas dana yang diinvestasikan serta dapat mengontrol pemakaian untuk pendidikan anak. Karena homeschooling bersifat fleksibel dan sesuai dengan program pendidikan yang dirancang orangtua.

Epin Supini

Writerpreuner.

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.