7 Keterampilan Hidup yang Harus Diajarkan Guru Kepada Para Murid

edukasi 16 Mar 2021

Tugas utama guru adalah mengajarkan materi akademik kepada siswanya. Namun, di samping itu ada tanggung jawab lain untuk melatih keterampilan hidup pada mereka. Soft skill yang dibutuhkan dalam menjalani berbagai dinamika kehidupan perlu dilatih sejak dini.

Sebagai manusia yang pasti akan terus tumbuh dan berkembang, akan ada masanya anak-anak harus menghadapi persoalan hidupnya sendiri. Tidak selamanya mereka akan terus bersama orang tua dan guru-gurunya.

Bukan hanya orang tua yang berkewajiban mengajarkan keterampilan hidup. Akan tetapi guru pun berperan untuk menumbuhkan seni berkehidupan tersebut. Hal demikian dikarenakan anak lebih sering menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah.

Apabila siswa hanya diajarkan materi akademik, kemungkinan besar mereka akan kesulitan ketika harus mulai hidup bermasyarakat secara mandiri. Ilmu akademik tidak cukup untuk bekal menuju fase dewasa yang penuh dengan problematika.

Supaya mental siswa siap dan matang saat mereka harus mandiri, tanamkan 7 keterampilan hidup berikut ini selama mereka menempuh pendidikan dasar.

1.  Membuat Keputusan Sendiri

Biasanya saat di rumah anak-anak sering melakukan rutinitas tanpa memutuskan sendiri. Semisal saat hendak makan, memakai baju, pergi berlibur, dan lain sebagainya. Orang tua seharusnya mulai membiasakan untuk melibatkan anak untuk membuat keputusan.

Caranya adalah dengan menanyakan usulan menu sarapan setiap hari, baju warna apa yang mau mereka pakai, bahkan pada taraf memilih sekolah. Ajarkan anak untuk memilih sekolahnya sendiri setelah diajak survey kebeberapa opsi.

Bagitu pun saat di sekolah, guru juga sebaiknya membiasakan siswa untuk terlibat dalam pengambilan keputusan. Saat penunjukan ketua kelas, bukan guru yang langsung menunjuk, namun lakukan kegiatan demokrasi. Contoh lain,  ketika ada pementasan drama di sekolah, tawarkan kepada siswa untuk memilih perannya masing-masing.

2.  Berpikir Kritis

Keterampilan kedua yang dibutuhkan adalah pola pikir yang kritis. Skill ini dapat diasah setiap hari melalui proses pembelajaran. Cobalah untuk memberikan contoh sikap-sikap kritis kepada mereka. Sikap tersebut bisa ditunjukkan dengan memberikan pertanyaan mendalam kepada mereka.

Semisal saat Anda memberikan pertanyaan sudahkah mereka belajar mandiri di rumah? Jika menjawab iya, tanyakan apa yang dipelajari. Setelah itu tanyakan lagi dari jawaban mereka. Munculkan terus pertanyaan lain. Begitu pun jika siswa menjawab belum belajar.

Kebiasaan bertanya secara tuntas itu akan menanamkan pemahaman kepada mereka bagaimana bersikap kritis. Selain itu, sering-seringlah mengadakan diskusi di kelas. Jangan biarkan siswa hanya terus dicekoki materi, tapi jarang dipancing untuk mengutarakan perspektifnya.

3. Berkomunikasi dengan Baik

Kemampuan berkomunikasi menjadi hal wajib yang harus diasah sejak kecil. Tidak hanya untuk menyelesaikan problem hidupnya, namun juga menjadi bekal mereka untuk survive di berbagai lingkungan yang punya karakteristik masyarakat beragam.

Cerdas berkomunikasi juga memungkinkan anak tumbuh dengan baik di lingkungannya. Skill ini bisa memudahkannya untuk terhubung dan menjalin sosial dengan banyak orang. Bisa menjadi penunjang juga untuk karirnya. Oleh karena itu, latihlah skill komunikasi siswa dengan memperbanyak kegiatan yang interaktif dan komunikatif di sekolah.

4. Mengatur Keuangan

Nah, keahlian ini juga tidak kalah pentingnya dengan skill sebelumnya. Perihal keuangan, jangan menunggu anak tumbuh remaja untuk mengajarinya. Sejak di sekolah dasar, menjadi momentum yang bagus untuk mengenalkan cara mengatur financial dan membangun kebiasaan yang baik dengan uang.

Mulailah dengan membangun habit menabung dari jatah uang saku setiap hari. Ketika siswa di sekolah terlihat boros, berikan pengertian kepada mereka bahwa itu tidak baik. Apa yang mereka inginkan akan sulit dimiliki jika tidak menyisihkan uang jajannya.

Anda bisa membuat program barang impian di sekolah. Program ini mengajak siswa untuk punya target sejak dini. Mereka diminta menuliskan barang apa yang ingin dibeli dengan uang mereka sendiri beserta harganya. Kemudian kumpulkan keinginan tersebut dan sediakan kotak untuk mereka masing-masing. Di kotak itu lah mereka mengumpulkan uangnya untuk membeli barang impian mereka sendiri.

10 Tips untuk Memulai Kebiasaan Menabung Anak
nak yang terbiasa menabung sejak dini memiliki kemampuan mengatur keuangan ketika dewasa nanti. hal tersebut juga dapat mencegah anak untuk bersifat boros dan memilih untuk hidup hemat. Dengan begitu, anak akan lebih bijak untuk mengatur serta mengambil keputusan ketika mengelola uang.

5. Manajemen Waktu

Selain mengatur keuangan, manajemen waktu sepatutnya juga masuk list. Kemampuan manajemen waktu yang baik akan menyelamatkan banyak hal dalam hidup. Tidak hanya siswa yang berlatih, namun guru juga terdorong untuk melakukannya lebih giat.

Caranya adalah dengan disiplin masuk kelas, mengerjakan tugas, mengikuti ekstrakulikuler, dan lain sebagainya. Beri sanksi kepada siswa yang tidak disiplin dengan hukuman yang konstruktif. Dalam kemalasannya harus digantikan dengan sesuatu yang produktif. Hindari menghukum siswa dengan kekerasan fisik, apalagi psikis. Sebaliknya, ketika mereka berhasil mengatur waktunya dengan baik, berikan apresiasi.

6. Menjaga Diri

Anak laki-laki maupun perempuan harus mampu menjaga diriya sendiri. Tidak hanya di saat mereka desawa. Namun sejak di masa anak-anak justru harus bisa jaga diri, baik fisiknya atau pun barang-barang yang dimilikinya.

Anda dapat mengajari mereka area-area tubuh yang sensitif yang tidak boleh sembarangan disentuh oleh orang lain. Bangun kebiasaan untuk tidak mudah mengikuti ajakan orang asing yang belum dikenalnya. Jika diperlukan, bekali mereka dengan skill bela diri meskipun dasar-dasarnya saja untuk tameng hingga dewasa nanti. Apalagi saat ini marak sekali peristiwa kejahatan yang menargetkan anak di bawah umur.

Selain itu, untuk mejaga diri mereka sendiri, Anda perlu membangun kebiasaan agar hidup bersih dan sehat. Selama di sekolah, siswa diarahkan untuk sering cuci tangan jika tangannya kotor. Segera merapikan barang-barang di kelas ketika berantakan serta rutinitas penunjang lainnya.

7. Toleransi

Mengapa skill ini penting untuk diajarkan kepada siswa? Karena kita hidup di negara yang penuh dengan keberagaman. Baik ras, suku, bahasa, agama, dan yang paling mutlak adalah karakter setiap manusia. Banyak sekali kasus rasisme di antara masyarakat karena kurangnya rasa toleransi dalam diri mereka. Terjadi perpecahan dan pertikaian hingga saling memenjarakan.

Jangan sampai anak didik kita berperilaku demikian di masa dewasanya. Sering-sering lah menunjukkan bagaimana indahnya hidup dalam keberagaman pada siswa. Setiap ada sisi orang lain yang berbeda dari diri kita, bukan berarti tidak punya hak yang sama. Kita setara dan bersaudara. Itulah prinsip yang harus dipegang teguh oleh siswa sejak dini.

Sebenarnya masih banyak keterampilan hidup lainnya yang harus dikuasai oleh anak. Namun 7 hal di atas sudah cukup sebagai bekal yang sangat utama menuju fase hidup yang lebih tinggi. Masa depan siswa bergantung pada kualitas guru dan orang tua yang mendidiknya.

10 Keterampilan ‘Jadul’ yang Patut Dikuasai Anak Zaman Now
Ada beberapa keterampilan atau kebiasaan yang sering dilakukan anak zaman dulu, yang memiliki manfaat baik. Tidak ada salahnya jika Anak zaman now melakukan atau memiliki keterampilan jadul.
Jika Anda adalah seorang guru, bersemangatlah meskipun banyak tantangan yang harus dilalui. Beragam skill dalam bermasyarakat yang Anda ajarkan, kelak akan berdampak baik juga pada diri Anda sendiri.

Jika kehidupan siswa di masa mendatang cemerlang, tentu hal tersebut tidak lain karena ada peran Anda yang mengagumkan. Semangat mengajar dan mencerdaskan anak bangsa!

Miela Baisuni

Freelance content writer & social media specialist, traveller.

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.