10 Tips untuk Memulai Kebiasaan Menabung Anak

parenting 7 Feb 2021

Membangun karakter, sifat dan sikap anak merupakan tugas orang tua dan keluarga di rumah. Mengajarkan kebiasaan baik merupakan suatu hal yang bermanfaat bagi kehidupan anak di masa depan, salah satunya kebiasaan menabung. Oleh sebab itu, Anda harus melatih anak menabung sejak dini.

Anak yang terbiasa menabung sejak dini memiliki kemampuan mengatur keuangan ketika dewasa nanti. hal tersebut juga dapat mencegah anak untuk bersifat boros dan memilih untuk hidup hemat. Dengan begitu, anak akan lebih bijak untuk mengatur serta mengambil keputusan ketika mengelola uang.

10 Tips Mengajarkan Anak Menabung

Anak-anak mungkin belum mengetahui cara mengelola uang yang baik, sehingga mereka bersifat boros atau ingin membeli semua yang mereka inginkan tanpa berpikir kembali. Oleh sebab itu, diperlukan peran orang tua untuk mengontrol keinginan anak, serta mengajarkan anak untuk hidup hemat dan menabung. Agar lebih mudah memperkenalkan kegiatan menabung pada anak, berikut 10 tips mengajarkan anak menabung di antaranya yaitu:

1. Memperkenalkan Uang

Anak-anak mungkin belum terlalu mengenal uang, yang mereka tahu bahwa jika ingin membeli sesuatu mereka harus menukarkannya dengan uang. Ketika anak sudah pandai berhitung, Anda bisa memperkenalkan uang mulai dari nominalnya, besar kecilnya, nilai uang dan fungsi dari uang itu sendiri secara sederhana. Hal tersebut menjadi langkah awal untuk mengajarkan anak menabung. Jika anak sudah mengenal fungsi uang dengan baik, mereka akan lebih mudah mengatur keuangan.

2. Berikan Pemahaman Mengenai Kebutuhan dan Keinginan

Untuk mengatur keuangan yang baik, anak harus diberikan pemahaman mengenai keinginan dan kebutuhan. Kebutuhan dan keinginan merupakan dua hal yang berbeda yang tak terlepas dari apa yang akan didapatkan nantinya. Anda harus memberitahu anak bahwa kebutuhan harus diprioritaskan daripada keinginan.

Misalnya, ketika anak membutuhkan alat tulis tapi Ia menginginkan mainan, Anda dapat memberikan pengertian bahwa alat tulis lebih penting dari mainan dan anak dapat membeli mainan tersebut kapan saja. Hal tersebut membuat anak paham dan lebih bijak untuk menggunakan uang yang tepat.

3. Mengenalkan Konsep Menabung

Untuk mengajarkan anak menabung, tentu Anda harus mengenalkan konsep menabung beserta manfaatnya. Ajari konsep menabung secara sederhana dan bertahap, sesuai dengan usia anak agar mereka cepat mengerti. Untuk anak berusia 3-5 tahun, Anda bisa mengajaknya bermain yang melibatkan keuangan, misalnya Anda menjadi kasir dan anak akan berbelanja. Melalui permainan tersebut, anak akan belajar mengatur uang saat berbelanja.

4. Sediakan Celengan Lucu

Bagi anak-anak, menabung di celengan lebih seru dibandingkan dengan di bank. Oleh sebab itu, Anda bisa memberikannya celengan lucu agar anak semakin semangat menabung. Berikan celengan yang tidak mudah dibobol agar anak tidak mengambil uang di celengannya, sehingga uang yang ia tabung dapat disimpan dengan baik.

Ketika anak sudah cukup besar, Anda juga bisa mengajak anak menabung di sekolah mengunakan buku tabungan. Biarkan ia menyisihkan uang jajan di sekolahnya untuk menabung, dan ketika anak memasuki usia remaja, Anda bisa membuatkannya buku tabungan di bank agar lebih aman.

5. Berikan Anak Jatah Uang Jajan

Biasakan anak diberi jatah uang jajan yang pas dan sesuai dengan kebutuhannya. Jangan memberi uang jajan terlalu sedikit, hal tersebut menyulitkan anak untuk menabung dan jangan pula memberi uang terlalu banyak karena anak bisa boros.

Bagi anak yang masih kecil, Anda bisa memberi uang jajan harian, jika anak sudah cukup besar, Anda bisa memberi jatah uang jajan mingguan, dan ketika anak masuk usia remaja, Anda bisa memberi uang jajan bulanan.

Hal tersebut mengajarkan anak untuk mengatur pola keuangannya sendiri dan melatihnya terbiasa menabung. Anak juga bisa menghemat uang yang dimilikinya untuk mengisi tabungan. Anda bisa memberikannya apresiasi berupa pujian ketika anak berhasil menyisihkan uang untuk ditabung. Hal tersebut dapat meningkatkan semangat anak untuk menabung.

6. Ajak Anak Mencatat Pengeluaran

Pengeluaran anak memang tidak terlalu besar, namun tak ada salahnya jika Anda mengajarkan mereka untuk mencatat pengeluaran yang telah mereka keluarkan. Hal tersebut bertujuan agar anak dapat mengelola keuangan dengan rapi dan teratur.

Anda bisa memberikan buku kecil kepada anak untuk mencatat uang yang dikeluarkan dan uang yang masuk. Hal ini juga bisa mendidik anak untuk berhemat dan bertujuan agar anak lebih disiplin dalam hal keuangan.

7. Biarkan Anak untuk Memilih

Sebagai orangtua Anda bisa memberi kesempatan bagi anak untuk memilih barang yang akan dibelinya. Jangan memaksa anak untuk membeli barang yang mereka tidak suka, dan jangan melarang anak untuk membeli barang yang ia inginkan. Meski begitu, bukan berarti Anda mendukung anak untuk membeli semua barang yang diinginkannya, karena hal tersebut merupakan sifat boros. dengan memberikan kesempatan anak untuk memilih, ia akan belajar lebih bijak dalam mengeluarkan uang dan memprioritaskan barang yang ia butuhkan.

8. Ajarkan Anak Memilih Sebuah Produk

Agar anak bisa lebih berhemat dalam mengeluarkan uang, Anda bisa mengajarkan mereka cara memilih produk yang baik. Saat ini banyak iklan menarik bermunculan di media, hal tersebut bisa menarik perhatian anak dalam membeli sesuatu. Namun, tidak semua produk tersebut berkualitas baik, awet atau tahan lama.

Jika anak salah memilih produk berkualitas, hal tersebut hanya akan membuang-buang uang. Oleh sebab itu, Anda bisa mengajarkan anak untuk pintar memilih produk, dan beritahu pula iklan yang berlebihan, sehingga mereka dapat memilah produk yang harusnya dibeli atau tidak.

8 Kalimat yang Sebaiknya Jangan Dipakai Guru Saat Mengajar
elaku orang yang berperan mendidik siswa, guru harus cerdas dalam mengolah emosi. Baik dalam nonverbal maupun verbal. Hampir setiap hari mendampingi siswa belajar, maka hindari 8 kalimat ini saat mengajar

9. Tanya Harapan atau Keinginan Anak

Sebagai orangtua, tak ada salahnya Anda bertanya mengenai harapan atau benda yang diinginkan anak. Setelah itu, Anda bisa memotivasinya untuk tetap menabung supaya keinginannya bisa tercapai. Hal tersebut membuat anak semakin giat menabung dan menghemat pengeluaran. Setelah tabungan mereka banyak, Anda bisa memberi sedikit tambahan untuk membeli barang yang diinginkan anak.

Ajarkan anak untuk tidak berhutang atau meminjam uang ke orang lain dalam membeli barang yang ia inginkan. Sehingga perilaku tersebut tidak akan dibawa ketika ia dewasa nanti. Beritahu padanya bahwa hidup dengan hutang yang menumpuk hanya akan membawa beban, lebih baik bersabar dalam mengumpulkan uang untuk membeli barang yang diinginkan.

10. Menjadi Contoh yang Baik untuk Anak

Jika Anda ingin memiliki anak yang baik dan rajin menabung, Anda harus menjadi contoh yang baik pula untuk anak. Karena anak akan meniru sifat dan perilaku orangtuanya. Oleh sebab itu, pastikan Anda juga hidup hemat dan sederhana serta tidak membuang-buang uang untuk barang yang tidak penting.

Pastikan juga Anda tidak berhutang untuk membeli barang yang tidak dibutuhkan. Dengan begitu anak akan belajar menabung dan menghemat pengeluaran dengan baik.

10 Strategi Menumbuhkan Sikap Kritis pada Anak
Bersikap kritis sangat penting untuk diterapkan dalam menjalani kehidupan, baik di lingkungan pekerjaan, keluarga dan pertemanan. Begitu juga dengan anak-anak, mereka harus diajarkan untuk bisa bersikap kritis dalam bertindak.

Itulah 10 tips mengajarkan anak menabung sejak dini yang bisa Anda lakukan. Jika anak terbiasa menabung, ia akan lebih mudah mengelola atau mengatur keuangan di masa depan. Hal tersebut juga sangat baik untuk mengajarkan anak hidup sederhana dan tidak boros. Anak juga akan lebih berhemat serta memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginannya.

Epin Supini

Penulis yang memiliki banyak mimpi

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.