7 Dampak Positif dan Negatif Penerapan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran

teknologi Jan 12, 2021

Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan membawa manfaat yang signifikan terhadap berbagai bidang, termasuk pendidikan.

AI terbukti mampu membantu tugas guru dan juga semakin memudahkan KBM. Pada cakupan yang lebih luas AI (Machine Learning) membantu sistem dan pengembangan pendidikan dengan lebih cepat dan praktis.

AI bisa mengerjakan tugas yang dilakukan oleh manusia dengan menyajikan instruksi pembelajaran seperti yang diminta, bisa mencari referensi sumber belajar tertentu, bahkan mampu mengerjakan tugas-tugas administrasi seperti penilaian, budgeting, pengelolaan SDM sekolah, personalisasi kepada murid dan tugas rutinitas lainnya.

Apa Itu Artificial Intelligence(Kecerdasan Buatan)?

Kecerdasan buatan diperkenalkan oleh John McCarthy pada tahun 1956 dalam acara Dartmouth Conference. Beliau adalah seorang profesor dari Massachusetts Institute of Technology. Pada konferensi tersebut dijelaskan

“kecerdasan buatan adalah bagaimana mengetahui dan memodelkan proses-proses berfikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan perilaku manusia”.

Cerdas, berarti memiliki pengetahuan ditambah pengalaman, penalaran (bagaimana membuat keputusan dan mengambil tindakan) yang baik.

Pendapat lain yang dikemukakan Avron Barr dan Edward E. Feigenbaum:

Artificial Intellegence adalah sebagian dari komputer sains yang mempelajari (dalam arti merancang) sistem komputer yang berintelegensi, yaitu sistem yang memiliki karakteristik berpikir seperti manusia.”

Jadi, secara sederhana  AI bisa didefinisikan sebagai proses simulasi kecerdasan manusia di sebuah mesin yang sudah diprogramkan melalui sistem komputer.

Secara umum adanya AI seperti yang dikemukakan Winston dan Prendergast (1984) bertujuan untuk:

  • Membuat mesin menjadi lebih pintar
  • Memahami apa itu kecerdasan
  • Membuat mesin lebih berguna.

Elemen Utama dalam Artificial Intellegence

Cara kerja AI sendiri yaitu menggabungkan sejumlah data spesifik, pengolahan yang berulang, serta algoritma cerdas. Sehingga memungkinkan perangkat lunak dapat belajar dengan cara otomatis dari pola atau fitur yang ada dalam data.

Sehingga dalam AI (machine learning) setidaknya perlu memiliki beberapa elemen utama dan pendukung, yaitu:

  1. Basis Pengetahuan (Knowledge Base): bersifat fakta-fakta, teori , pemikiran dan hubungan antar satu dengan yang lainnya.
  2. Pembelajaran Mesin (Machine Learning): Membangun proses analitik dan menemukan wawasan tersembunyi dalam data secara otomatis.
  3. Jaringan Neural: Unit-unit yang saling berhubungan (seperti neuron) yang memproses informasi dengan menanggapi masukan eksternal, menyampaikan informasi antara setiap unit.
  4. Komputasi Kognitif: Berfungsi untuk melakukan interaksi seperti manusia secara alami dengan mesin. Tugas utama adalah agar mesin dapat mensimulasikan proses manusia melalui kemampuan untuk menafsirkan gambar dan perkataan.
  5. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Mempelajari pola kompleks dalam sejumlah besar data. Penerapan umumnya mencakup pengenalan gambar dan perkataan. Proses kerjanya yaitu menggunakan jaringan neural yang sangat besar dengan banyak lapisan unit pemrosesan.
  6. Motor Inferensi (Inference Engine): kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman.

Selain komponen itu, tentu saja banyak elemen lain yang juga sama pentingnya sehingga menjadi satu keutuhan AI yang dapat berfungsi secara baik sesuai fungsinya.

Kedepannya banyak manfaat yang akan diperoleh dari adanya AI, termasuk manfaat dalam dunia pendidikan.

Penerapan Artificial Intelligence dalam Pendidikan

Secara praktis, Artificial Intelligence bisa diterapkan dalam bidang pendidikan dengan beragam fungsi, seperti:

1.  Personalisasi

AI bisa menjalankan fungsi layaknya asisten pribadi. AI dapat mempersonalisasi KBM terhadap setiap murid. Sistem AI dapat membantu membuatkan profil pembelajaran terhadap setiap murid sesuai dengan kebutuhannya.

AI bisa menyesuaikan materi pembelajaran dengan kemampuan, cara belajar, dan pengalaman belajar setiap murid. Hal ini membuat setiap murid akan lebih mudah memahami materi dan lebih efektif dalam menyelesaikan masalah belajarnya.

2.  Voice Assistant

Sistem ini, memungkinkan murid/guru dapat berinteraksi dengan AI melalui suara (verbal). Voice Assistant akan memberikan informasi tertentu sesuai dengan pertanyaan yang diajukan melalui suara. Adanya VA ini membuat murid tidak harus bertanya kepada guru apabila guru sedang tidak ada di tempat.

VA akan menyajikan informasi dalam berbagai bentuk seperti suara, teks, gambar, bahkan video. Bahkan VA akan membangunkan Anda layaknya Alarm, mengingatkan waktu belajar, sampai merekomendasikan buku yang cocok untuk dibaca.

Contoh produk Voice Assistant yang umum digunakan saat ini adalah OK google (Google), Cortana (Microsoft), Siri (Apple), dan lainnya.

3.  Penilaian

Layaknya manusia, AI juga bisa mengerjakan tugas yang selama ini dikerjakan manual oleh Anda. Misalnya dalam urusan mengoreksi kuis atau soal ujian. Sistem AI yang sudah diprogram akan memeriksa hasil ulangan siswa secara cepat dan tepat secara otomatis.

Bahkan AI akan memberikan skor, mengoreksi jawaban yang salah, menyajikan penjelasan mengenai materi tersebut, sampai merekomendasikan beberapa tips agar para murid bisa memperbaiki pembelajarannya.

Adanya teknologi ini membuat guru tidak lagi harus mengoreksi hasil ulangan siswa secara manual dan berulang-ulang. Guru bisa berfokus pada urusan lain yang lebih penting.

Contoh penerapan teknologi AI ini seperti yang ada pada platform kejarcita.id. Fitur ‘Kuis’ memungkinkan guru bisa membuat soal/kuis dengan lebih mudah sesuai mata pelajaran, jenjang, dan tingkat kesulitan yang diinginkan.

Cara Buat Kuis Publik Tanpa Pendaftaran di kejarcita.id
Menggunakan fitur buat kuis dan ulangan online di kejarcita.id bisa dilakukan secara gratis. Selain itu kelebihan lainnya adalah bank soal yang tersedia sangat banyak dan akan terus bertambah.

Setelah siswa selesai mengerjakan kuis, sistem akan langsung mengeluarkan hasil kuis tersebut beserta skor, jawaban salah, pembahasan, dan ranking seluruh siswa di kelas. Para guru dan murid juga bisa menyimpan maupun mencetak hasil kuis tersebut untuk keperluan dokumentasi dan evaluasi.

4.  Tugas Administratif

Sebagai seorang pendidik, tentu saja tugas utamanya adalah mengajar dan mendidik anak muridnya. Tetapi lebih dari itu, guru juga harus mengerjakan tugas-tugas administrasi di sekolah.

Misalnya membuat laporan, menyiapkan kebutuhan dan anggaran belanja kelas, menyiapkan rancangan pembelajaran, merespon pertanyaan orangtua dan lainnya.

Untuk keperluan yang lebih luas, sistem AI bisa membantu proses budgeting sekolah, pengelolaan informasi penerimaan murid baru, sistem presensi guru, serta manajemen fasilitas pendidikan dengan lebih praktis dan otomatis.

Lebih dari itu, AI memiliki banyak fungsi lainnya, seperti membuat kurikulum, penyajian konten, menemukan tutor materi online otomatis, dan sebagainya.

Mengapa Artificial Intellegence Penting ?

Kehadiran AI diakui mampu memberikan banyak manfaat dalam berbagai bidang. AI tidak hanya mampu memudahkan kerja manusia, tetap juga mampu menyelesaikan pekerjaan yang banyak dan berulang dengan waktu yang ringkas.

Berikut alasan pentingnya Artificial Intellegence:

1. AI Mampu Menganalisis Data Lebih Banyak dan Lebih Dalam

Otak manusia memang suatu pusat sensor yang bisa memproses banyak data dan informasi. Tapi sayangnya otak manusia memilki keterbatasan dalam menngolah dan menganalisis data secara mendalam dan kompleks. Otak manusia membutuhkan waktu yang panjang untuk bisa mencapai suatu solusi dan penemuan baru. Hal ini berbeda dengan sistem AI.

AI mampu bekerja dengan cepat dan berulang sesuai instruksi yang sudah diprogramkan, dan dalam waktu singkat bisa menyajikan solusi dan pemecahan masalah yang bagi otak manusia membutuhkan waktu yang lama.

2. AI Selalu Mencapai Tingkat Keakuratan yang Tinggi

Berbeda dengan manusia, yang seringkali melakukan kesalahan dan kecerobohan, AI bisa melakukan suatu tugas dengan lebih detail dan akurat. Sehingga kemungkinan error dan salah sangat minim terjadi. Hal inilah yang dibutuhkan untuk suatu pekerjaan yang sifatnya repetitif dan berulang.

Dengan tingkat keauratan yang lebih konsisten AI dapat digunakan untuk proses penilaian hasil belajar, manajemen keuangan sekolah, Sistem penerimaan murid baru, dan pekerjaan lainnya yang membutuhkan tingkat akurasi tinggi.

3. AI bisa Mengoptimalkan Semua Data yang Dimiliki

Sistem otak manusia ketika banyak informasi yang ditampung dan diproses lambat laun akan mengalami kelelahan dan kebuntuan. Sehingga itu informasi dan pengetahuan yang sudah dipahami dan diingat terkadang malah hilang dan lupa.

Berbeda dengan sistem AI yang akan selalu bekerja dan memproses data yang sudah diprogramkan dengan lebih banyak dan lama. Jadi hasil proses data akan selalu tersimpan dan menjadi sumber informasi baru yang bisa digunakan kapanpun.

4. AI Bisa Belajar Sendiri

Sesuai dengan fungsinya AI memang dirancang untuk bisa mengajarkan dirinya sendiri. AI akan terus belajar sesuai instruksi algoritma yang diatur. AI akan selalu beradaptasi dan belajar sesuai dengan data baru yang ditambahkan.

Misalnya dalam sistem personalisasi pembelajaran, AI akan selalu belajar dari riwayat aktivitas yang sudah dilakukan murid dan selanjutnya akan memberikan solusi pembelajaran kepada murid dan menyajikan informasi yang dibutuhkan secara otomatis.

Disisi lain layaknya sebuah teknologi, selain mendatangkan dampak positif, AI juga pasti memberikan dampak negatif baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dampak Positif (Kelebihan)

1.   Bisa menyimpan data yang tidak terbatas (disesuaikan dengan kebutuhan). Hal ini memungkinkan  Anda bisa menjalankan suatu program yang kompleks dengan lebih baik dan aman. Misalnya manajemen database sekolah, dsb.

2.   Memiliki ketepatan dan keakuratan dalam mengerjakan tugasnya. karena sudah diprogramkan, maka AI dapat bekerja dengan lebih akurat dibandingkan dengan kecerdasan alami.

3.   Menggantikan tugas manusia yang berulang-ulang  dan bersifat rutinitas, misalnya dalam pembelajaran seperti proses koreksi dan penilaian hasil belajar siswa.

4.   Bisa digunakan kapan saja dan dalam jangka waktu yang panjang. Berbeda dengan manusia yang bisa lelah, AI bisa menjalankan pekerjaan sesuai instruksi dalam jangka waktu yang lama.

5.   Mudah digandakan dan disebarluaskan. Karena bersifat digital, segala informasi yang diproses dan disajikan AI bisa digandakan serta disebarkan dengan lebih mudah, cepat, juga praktis.

6.   Lebih Murah, dibandingkan harus mendatangkan ahli yang memiliki keterbatasan dalam waktu dan kompleksitas pekerjaan.

7.   Bisa mengerjakan pekerjaan dengan lebih cepat dan lebih baik. Terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan pengulangan.

Akankah Teknologi Pendidikan Jadi Mainstream Pasca Pandemi
Menteri Nadiem sejak awal memang sudah memiliki rencana konsep dan model pendidikan yang mengarah pada penguatan pemanfaatan TIK dan Teknologi Pendidikan. Program ‘Merdeka Belajar’ yang diusung beliau juga tidak terlepas dari peran sentral penggunaan Teknologi Pendidikan di dalamnya.

Dampak Negatif (Kekurangan)

1.   Membuat Guru dan Murid Menjadi Lebih Malas. Hal ini terjadi karena sebagaian besar aktivitas sudah dikerjakan secara otomatis oleh AI.

2.   Menghilangkan Pekerjaan Manusia. Ketika Ai digunakan untuk urusan adminstrasi di sekolah, tidak menutup kemungkinan akan menghilangkan peran tata usaha di sekolah.

3.   Tidak Memiliki Common Sense. AI memang mampu belajar dan bekerja sendiri layaknya manusia. Hanya saja AI tidak dapat memahami tujuan dari informasi itu dibuat. Karena pemahaman menyeluruh hanya bisa dimiliki manusia.

4.   Bekerja Sesuai Instruksi. AI akan bekerja sesuai pengaturan program yang dibuat. Sehingga AI akan bekerja sesuai data dan instruksi yang sudah dimasukkan untuk tugas-tugas spesifik, AI tidak bisa berfungsi menjalankan tugas lain diluar dari yang diprogramkan.

5.   AI Masih Kalah untuk pemrosesan informasi yang bersifat vertikal dan membutuhkan sense yang kompleks. AI sampai saat ini hanya mampu bekerja secara pararel untuk tugas-tugas yang sifatnya rutinitas/ berulang-ulang. Sekalipun dapat belajar sendiri, tetapi AI akan bekerja secara spesifik sesuai input dan data yang diprogramkan. Misalnya AI yang berfungsi mengoreksi hasil belajar siswa tidak bisa berfungsi untuk menjalankan fungsi lain seperti mencari materi dan sumber belajar.

6.   Risiko Tinggi Dibobol. AI memiliki data dan informasi yang tersimpan secara digital dan online. Hal ini membuat informasi penting sangat mungkin diretas oleh orang-orang lain yang tidak bertanggung jawab dan merugikan pihak Anda.

7.   Pasti Akan Rusak. Segala sesuatu yang dibuat manusia, terutama teknologi dan mesin suatu saat pasti akan rusak. Begitupun dengan sistem AI, besar kemungkinan akan mengalami gangguan atau kerusakan yang dapat menghilangkan data dan informasi penting Anda. Sehingga selalu pastikan data dan informasi penting dibuat duplikatnya.

Nah itu dia, hal-hal yang berkaitan dengan Artificial Intellegence dilihat dari prespektif secara umum dan dalam konteks pendidikan. Tentu saja hadirnya AI memberikan manfaat yang besar dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan.

Inovasi baru dalam bidang pendidikan memang penting diadopsi, akan tetapi kita harus menyadari bahwa setiap hal yang baru apalagi yang berkaitan dengan teknologi akan selalu membawa dampak positif dan juga negatif. Sehingga sebagai insan pendidikan sudah sepatutnya menggunakan teknologi yang ada saat ini secara bijak dan baik.

Karena teknologi bagaiamanpun hanyalah alat yang membantu memudahkan dan mempercepat pekerjaan Anda, bukan untuk menggantikan peran sentral Anda sebagai Pendidik

Afandi Madjid

Educational Technology & Content Developer

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.