5 Pelajaran Ini Harusnya Ada, Tapi Belum Diajarkan di Sekolah

edukasi Feb 23, 2021

Sekolah adalah suatu lembaga yang digunakan untuk kegiatan belajar bagi para peserta didik serta menjadi tempat memberi dan juga menerima pelajaran yang sesuai dengan bidangnya. Sekolah menjadi salah satu tempat untuk mendidik anak-anak dengan maksud untuk memberikan ilmu yang diberikan supaya mereka mampu menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan juga negara. Sekolah memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan bangsa.

Agar bisa menjalankan fungsinya dengan baik, sekolah memberikan mata pelajaran yang bisa dipelajari oleh peserta didiknya. Banyak sekali mata pelajaran yang diberikan oleh sekolah. Namun ternyata ada juga mata pelajaran penting yang harusnya diajarkan di sekolah namun belum diajarkan. Apa sajakah itu?

Fungsi Sekolah

Beberapa fungsi sekolah yang sangat penting bagi perkembangan kehidupan peserta didik di masa yang akan datang adalah :

1. Mempersiapkan Peserta Didik Suatu Pekerjaan

Bagi para peserta didik yang telah lulus untuk menempuh pendidikannya, maka diharapkan sanggup untuk mendapatkan bahkan  membuka lapangan pekerjaan tertentu. Jika memang belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan anda, maka setidaknya anda memiliki kemampuan dasar dalam menjamin keberlangsungan hidupnya. Semakin tinggi tingkat pendidikannya, maka seseorang tersebut diharapkan mampu memiliki pekerjaan yang lebih baik pekerjaan yang diperolehnya.

2. Memberikan Keterampilan Dasar

Sekolah mampu memberikan keterampilan dasar bagi para pendidik berupa membaca, menulis dan juga berhitung. Untuk itu sangat dibutuhkan tiga hal tersebut dalam kehidupan manusia. Sebab manusia tidak akan terlepas dari hal tersebut, apalagi bagi mereka yang ingin mendapatkan pekerjaan yang baik.

3. Memberikan Pengetahuan Umum

Ketika  anda menempuh pendidikan, maka tentunya anda akan diberikan ilmu yang mungkin selama ini anda tidak pernah tahu sebelumnya, maka dari itu dengan  mengecap pendidikan maka ilmu yang didapat pun akan bertambah.

Mata Pelajaran yang Harusnya Ada, Tapi Belum Diajarkan di Sekolah

Sekolah yang baik adalah sekolah yang mengajarkan ilmu yang berguna bagi kelanjutan kehidupan murid-muridnya selepas lulus nanti. Sehingga sangat perlu bagi sekolah untuk memberikan mata pelajaran-mata pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan para peserta didiknya.

Mata pelajaran yang baik adalah mata pelajaran yang berguna setelah lulus sekolah nanti. Diharapkan apabila para peserta didik menerima mata pelajaran ini maka ia bisa mengaplikasikannya di kehidupan. Berikut ini adalah mata pelajaran yang seharusnya diajarkan tapi belum ada di sekolah.

1. Perencanaan Studi dan Profesi

Banyaknya penelitian bahwa mayoritas peserta didik salah jurusan menunjukkan kurangnya wawasan dan kesadaran berprofesi, sekarang mulai menjadi masalah serius. Oleh karena itu, seluruh institusi pendidikan seharusnya mengajarkan soal pilihan profesi, dan mengajarkan bagaimana peserta didik bisa mempersiapkan diri untuk jalur- jalur profesi yang ada.

Jadi mereka bisa menentukan masa depannya sendiri. Mau jadi apa di masa yang akan datang. Tak akan ada lagi cerita salah jurusan.

2. Pengetahuan Finansial

Seringkali banyak orang tua yang tidak mau anaknya tahu tentang sulitnya mencari dan mengelola uang. Pola pikir ini harus diubah! Perkenalkan peserta disik sedini mungkin dengan konsep finansial, agar mereka tidak kaget nantinya. Ajarkan lewat mata pelajaran ini tentang dunia finansial, konsep kredit bank, konsep bunga, dan bagaimana cara mengelola keuangan dengan bijak.

Dengan begitu mereka memiliki kecerdasan finansial yang baik. Mereka akan tumbuh menjadi orang yang cermat dalam mengatur keuangan. Bukannya tumbuh menjadi generasi muda yang bisanya boros dan foya-foya saja.

3. Pola Pikir dan Praktek Entrepreneurship

Ajarkan sedini mungkin konsep, pola pikir, dan bahkan melalui permainan di kelas atau tugas proyek bulanan, praktek entrepreneurship. Perkenalkan pada mereka pilihan profesi yang ada selain kerja di kantor, dan bagaimana pola pikir dalam menjalankannya. Bagaimana memulai, mengelola, mengembangkan, dan menciptakan produk untuk bisnis.

Kemampuan entrepreneurship ini akan mencetak lulusan yang mandiri. Mereka nanti tidak hanya sibuk mencari pekerjaan, tapi bisa menciptakan sendiri lapangan pekerjaannya. Mereka juga akan membantu mengatasi masalah sosial yang masih selalu menjadi pekerjaan rumah bangsanya : pengangguran dan kemiskinan.

4. Cara Membangun Relationship

Di sekolah banyak terjadi kasus bullying, anak tidak punya teman, terjebak dalam toxic relationship, dan permasalahan hubungan sosial lainnya. Penyebabnya adalah mereka tidak tahu cara membangun hubungan yang sehat.

5 Strategi Menumbuhkan Kecerdasan Sosial Anak
Saat ini ada juga SQ atau Kecerdasan sosial yang tidak kalah penting untuk dikembangkan sebagaimana IQ dan EQ. Kecerdasan sosial ini sangat penting bagi perkembangan tumbuh kembang anak. Anak yang memiliki kecerdasan sosial tinggi, akan punya rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesamanya.

Ilmu sosial seperti ini terkesan sepele oleh banyak orang Indonesia. Buat apa belajar cara menjadi teman atau pasangan yang baik. Namun masalah hubungan adalah masalah yang benar-benar nyata bahkan serius. JIka dari sekolah sudah menjadi pacar yang abusive atau teman yang penjilat, bagaimana kalau nanti sudah dewasa. Angka perceraian meningkat dan broken home merupakan salah dua dari permasalahan besar dalam hidup apabila mereka tidak diajarkan cara membangun hubungan yang baik.

Manusia adalah makhluk sosial, ia membutuhkan orang lain. Oleh karena itu membangun hubungan adalah kebutuhan hidup. Jangan menyepelekan hubungan karena dalam hubungan anda menambahkan variabel orang lain sebagai pertimbangan dalam hidup anda. Dan layaknya manusia lain, masing-masing memiliki keinginan yang berbeda satu sama lain.

5. Saintek Aplikatif

Saintek aplikatif adalah ilmu sains yang digunakan di kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah cara memperbaiki alat elektronik rumah yang rusak, komposisi bahan-bahan kimia dalam sabun pembersih, atau cara membangun kincir air sederhana.

Ilmu Pengetahuan Alam memang sudah menjadi mata pelajaran wajib di sekolah. Namun banyak peserta didik  di Indonesia tidak suka pelajaran tersebut. Alasannya karena susah dan abstrak. Padahal sainslah yang membuat peradaban manusia semakin maju, membuat manusia berpikir mengembangkan teknologi. Namun salah satu hal mengapa peserta didik siswi di sekolah berpikiran seperti itu karena belum tahu apa aplikasi dari pelajaran yang dipelajari. Apabila peserta didik diajarkan cara membuat sabun dalam mata pelajaran kimia, membangun maket jembatan dalam pelajaran fisika, atau permodelan matematika untuk memprediksi kapan sebuah perusahaan dapat untung banyak kemungkinan besar peserta didik-peserta didik akan semakin tertarik dan mengapresiasi saintek.

Sejatinya sekolah harusnya mengajarkan pelajaran untuk bertahan hidup maka sebaiknya pelajaran yang diajarkan harus aplikatif. Dan agar aplikatif ini salah satunya memanfaatkan sumber-sumber yang dekat semisal membuat maket jembatan dari ranting atau pelepah pisang dibandingkan dengan besi karena lebih murah dan mudah didapatkan.

Dan karena peserta didik dapat melihat langsung hasil karyanya, peserta didik akan mengapresiasi pelajaran saintek tertulis yang rumit karena melihat aplikasinya ajaib.

Apapun kurikulum dan mata pelajaran yang diajukan kementrian pendidikan, sekolah sejatinya bertujuan untuk mencetak lulusan yang siap menghadapi tuntutan hidup. Mengapa banyak orang yang mengatakan sekolah tidak penting? Bukan berarti mereka menganggap pendidikan tidak penting namun sekolah dianggap tidak mengajari pelajaran kehidupan.

7 Tip Mengajarkan Pentingnya Pendidikan untuk Masa Depan Anak
Mungkin anak-anak pernah bertanya, “ Kenapa sih, semua anak harus sekolah?”, “Untuk apa PR itu, bukankah kita sudah belajar di sekolah?”

Bila saja banyak sekolah yang memberikan perubahan dan variasi dalam mata pelajaran yang diajarkan, tentu sangat baik bagi masa depan para peserta didik. Semakin aplikatif sebuah mata pelajaran maka akan semakin membantu peserta didik dalam menjalani kehidupannya. Setuju?

Dian Kusumawardani

"Ibu rumah tangga yang suka menulis dan juga seorang konselor menyusui"

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.