Guru Wajib Tahu, 4 Macam Teori Belajar dan Cara Menerapkannya!

edukasi 16 Nov 2023

Guru adalah ujung tombak dalam peningkatan kualitas pendidikan. Dalam pendidikan, guru menjadi fasilitator belajar siswa-siswanya agar menjadi manusia yang berilmu sekaligus berkarakter. Dalam menjalankan tugasnya, guru menggunakan teori belajar. Teori belajar ini membantu guru dalam melakukan proses pembelajaran di kelas.

Teori belajar ada beberapa macam. Sudah menjadi kewajiban guru untuk mengetahui sekaligus memahami teori-teori belajar ini agar guru bisa menerapkannya saat di dalam kelas. Tulisan ini selanjutnya akan membahas tentang empat macam teori belajar yang wajib diketahui oleh guru beserta cara menerapkannya.

Pengertian Teori Belajar

sumber: https://www.pexels.com/

Sebelum kita membahas macam-macam teori belajar yang wajib diketahui oleh guru dan cara penerapannya, kita perlu tahu dulu apa definisi dari teori belajar.

Teori belajar didefiniskan sebagai upaya untuk menggambarkan bagaimana siswa belajar sehingga guru memahami proses pembelajaran secara kompleks. Meski teori belajar ada beberapa macam, pada dasarnya setiap teori belajar memiliki tujuan yang sama, yaitu mewujudkan pendidikan yang mampu mencetak SDM (Sumber Daya Manusia) unggul.

Menurut para ahli, teori belajar diartikan sebagai konsep-konsep dan prinsip-prinsip belajar teoretis yang telah teruji kebenarannya melalui eksperimen. Ada beberapa macam jenis teori belajar, yaitu teori belajar Kognitif, Behavioristik, Konstruktivisme, dan Humanistik.

Sejarah Teori Belajar

Sejarah teori belajar dimulai pada masa strukturalisme di Eropa tahun 1960—1970-an. Francois Dosse melalui bukunya yang berjudul Histoire du Structuralisme, menggambarkan tahun 1966 sebagai tahun memancarnya strukturalisme di Eropa, khususnya di Prancis.

Kemudian, tahun 1967—1978 disebut sebagai masa perkembangan dan penyebaran gagasan strukturalisme serta penerangan tentang konsep strukturalisme dan perannya dalam ilmu pengetahuan. Pada masa tersebut, peneliti mulai melakukan penelitian lebih lanjut mengenai keterkaitan antara psikologi dengan ilmu pengetahuan. Hasil dari penelitian tersebut kemudian dirancang dan dibuat sebagai model pembelajaran. Di sinilah mulai bermunculan beragam jenis teori belajar.

Macam-Macam Teori Belajar dan Cara Penerapannya

sumber: https://www.pexels.com/

Ada empat macam teori belajar yang akan dibahas. Masing-masing teori tersebut memiliki kelebihan. Berikut ialah penjelasannya.

1.Teori Belajar Kognitif

Teori belajar kognitif beranggapan bahwa proses belajar itu berkaitan dengan perubahan persepsi dan pemahaman. Menurut teori kognitif, pembelajaran tidak harus mengubah perilaku. Teori kognitif ini dikembangkan oleh seorang psikolog yang berasal dari Swiss, Jean Pieget. Oleh karena itu, teori ini juga sering disebut sebagai Teori Belajar Pieget.

Masing-masing orang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang berbeda. Kedua hal tersebut tertata rapi dalam struktur kognitif. Pengetahuan dan pengalaman inilah yang membuat proses pembelajaran berjalan dengan baik.

Contoh Model Pembelajaran Berbasis Masalah
Pembelajaran berbasis masalah menggunakan masalah nyata yang terjadi di kehidupan sehari-hari dan bersifat terbuka

Menurut teori ini, pembelajaran akan berhasil jika materi pelajaran bisa beradaptasi dengan struktur kognitif siswa. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakan teori kognitif ini, di antaranya:

  • materi belajar harus disusun dengan pola atau logika yang sederhana hingga kompleks;
  • ada pengarahan terlebih dahulu dari guru sebelum siswa menerima materi belajar;
  • lakukan pembelajaran yang bermakna; dan
  • guru harus memperhatikan keberagaman setiap siswanya saat proses pembelajaran berlangung agar dapat melakukan pembelajaran berdiferensiasi.

Teori kognitif ini memiliki beberapa kelebihan, yaitu membuat siswa lebih mudah memahami pelajaran dan menjadi siswa yang kreatif serta mandiri.

Namun, teori kognitif ini juga punya kekurangan. Teori ini tidak bisa digunakan untuk semua tingkat pendidikan. Pada pendidikan tingkat lanjut, teori ini belum bisa digunakan.

2. Teori Belajar Behavioristik

Teori belajar behavioristik ini dikemukakan oleh Gagne dan Berliner. Menurut teori ini, proses pembelajaran akan mengakibatkan perubahan perilaku. Teori ini beranggapan bahwa proses belajar adalah rangkaian stimulasi dan respons. Stimulasi adalah input, sedangkan output-nya adalah respons. Stimulasi ini berupa penyampaian materi, nasihat, pembentukan karakter, dan lain-lainnya yang disampaikan oleh guru. Sementara itu, tanggapan dari siswa adalah respons.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menerapkan teori ini adalah:

  • penting bagi guru untuk memperhatikan siswa dengan baik saat proses pembelajaran berlangsung;
  • memperhatikan lingkungan belajar;
  • melakukan latihan dan pengulangan untuk membentuk perilaku; dan
  • melakukan proses belajar dengan metode stimulus dan respons.

Teori belajar behavioristik ini memiliki banyak keunggulan, misalnya:

  • guru menjadi lebih teliti dan peka saat proses pembelajaran;
  • membiasakan murid untuk belajar mandiri;
  • bisa menggunakan berbagai macam stimulasi hingga mendapatkan respons dari siswa; dan
  • bisa membentuk perilaku yang diinginkan.

Ada juga kekurangan dari teori belajar behavioristik ini. Tidak semua pelajaran bisa mengunakan teori ini. Siswa juga cenderung pasif saat proses pembelajaran berlangsung dan bergantung pada stimulasi yang diberikan oleh guru.

3.Teori Belajar Konstruktivisme

Teori belajar konstruktivisme ini bukan berasal dari ilmu pendidikan, melainkan dari ilmu filsafat, khususnya cabang filsafat ilmu. Pada filsafat ilmu, pembentukan pengetahuan manusia dibahas secara detail dan menjadi dasar asumsi dalam teori konstruktivisme ini.

Menurut teori konstruktivisme, pembentukan pengetahuan manusia berasal dari pengalaman-pengalaman yang sudah dilaluinya. Pada perkembangannya, teori konstuktivisme ini menerima banyak pengaruh dari teori kognitif Pieget. Menurut teori ini, belajar adalah sebuah proses yang dilakukan oleh siswa untuk membentuk pengetahuan.

Sebelum menerapkan teori ini, perhatikan beberapa hal berikut.

  • Saat proses pembelajaran, berikan kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya.
  • Berikan waktu dan kesempatan kepada siswa untuk menceritakan pengalamannya.
  • Berikan juga kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan ide dan gagasan baru.
  • Buat lingkungan belajar yang kondusif.

Keunggulan teori ini adalah membuat siswa bisa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Siswa memiliki kesempatan mengungkapkan pendapatnya, berbagi pengalaman, hingga mengeluarkan ide dan gagasannya. Di samping itu, kelemahan dari teori ini adalah lebih susah untuk diterapkan dalam lingkungan belajar yang luas. Peran guru juga menjadi lebih terbatas.

Macam-Macam Metode Pembelajaran K13
Metode pembelajaran adalah prosedur yang dipakai guru untuk mencapai tujuan belajar.

4.Teori Belajar Humanistik

Teori belajar humanistik lebih cenderung melihat perkembangan pengetahuan melalui sisi kepribadian manusia. Hal ini adalah wajar, mengingat humanistik sendiri adalah ilmu yang melihat segala sesuatu berdasarkan kepribadian manusia.

Pembelajaran menurut teori ini lebih mengutamakan perkembangan kemampuan positif siswa. Kemampuan positif inilah yang nantinya membuat siswa memiliki emosi yang positif. Teori humanistik ini fokus kepada pembentukan kepribadian, perubahan sikap, menganalisis fenomena sosial, dan hati nurani yang diterapkan melalui materi-materi pelajaran.

Beberapa hal yang harus diperhatikan saat penerapan teori ini adalah sebagai berikut.

  • Guru perlu menyiapkan dan menyusun materi pelajaran yang banyak hingga tujuan belajar tercapai.
  • Guru harus berlapang dada dalam mendengar siswa berpendapat, menceritakan pengalaman, hingga mengungkapkan ide dan gagasan.
  • Guru bertindak sebagai fasilitator.

Kelebihan teori ini adalah bisa membuat siswa senang belajar dan memiliki perubahan perilaku ke arah positif tanpa dipaksa. Proses pembelajaran akan mampu menghasilkan perubahan kepribadian, perilaku, dan hati nurani menjadi lebih baik lagi. Kemudian, kekurangan dari teori ini adalah keberhasilan pembelajaran sangat bergantung pada siswa. Jika siswa tidak mau mengerti akan potensi yang dimiliki, dia akan tertinggal.

Demikian artikel tentang tentang empat macam teori belajar yang wajib diketahui oleh guru beserta cara menerapkannya. Semoga artikel ini membantu Anda dalam mengetahui dan memahami macam-macam teori belajar dan cara penerapannya.

Dian Kusumawardani

"Pengajar di BKB Nurul Fikri dan Konselor Menyusui"

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.