10 Pertanyaan Kritis Murid yang Bikin Guru Kagum

edukasi Feb 04, 2021

Berpikir kritis menjadi salah satu hal yang sangat dibutuhkan dalam era industri 4.0 ini. Sekolah menjadi tempat yang utama dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis ini. Guru sebagai fasilitator pendidikan pasti ingin muridnya memiliki kemampuan berpikir kritis. Salah satu caranya adalah dengan sering menstimulasi siswa untuk selalu mengungkapkan berbagai pertanyaan dalam proses pembelajaran. Meski belum semuanya, beberapa murid terlatih untuk sering bertanya saat proses pembelajaran berlangsung. Bahkan tak jarang murid-murid ini melontarkan pertanyaan kritis yang membuat guru terkagum-kagum.

Berpikir Kritis

Berpikir kritis menjadi sebuah kemmapuan yang sangat penting untuk dikuasai pada era ini. Berpikir Kritis  adalah sebuah kemampuan untuk berpikir jernih dan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau apa yang ingin diyakini sebagai kebenaran. Selain kritis berpikir, bersikap skeptis atau meragukan adalah senjata terpenting untuk mengolah informasi yang di dapat.

Chaffee (Suriadi, 2006) mendefinisikan berpikir kritis adalah berpikir untuk menyelidiki secara sistematis proses berpikir itu sendiri. Maksud- nya, tidak hanya memikirkan dengan sengaja, tetapi juga meneliti bagaimana kita dan orang lain menggunakan bukti dan logika. Lebih lanjut, Chaffee mengatakan bahwa hanya berpikir kritis, berpikir secara terorganisasi mengenai proses berpikir diri sendiri dan proses berpikir orang lain yang akan membekali anak untuk sebaik mungkin menghadapi informasi yang mereka dengar dan baca, kejadian yang mereka alami, dan keputusan yang mereka buat setiap hari. Hal ini berarti dengan berpikir kritis memungkinkan anak menganalisis pemikiran sendiri untuk me- mastikan bahwa ia telah menemukan pilihan dan menarik kesimpulan cerdas.

Ennis dan Norris (Nitko, 1996) membagi komponen kemampuan berpikir kritis sebagai berikut :

1. Klarifikasi elementer , meliputi: memfokuskan pertanyaan, menganalisis argumen, bertanya dan menjawab pertanyaan yang membutuhkan pen- jelasan atau tantangan.

2. Dukungan dasar, meliputi: mempertimbangkan kredibilitas sumber dan melakukan pertimbangan observasi.

3. Penarikan kesimpulan, meliputi: melakukan dan mempertimbangkan deduksi, melakukan dan mempertimbangkan induksi, melakukan dan mempertimbangkan nilai ke- putusan.

4. Klarifikasi lanjut, meliputi: mengidentifikasi istilah dan mem- pertimbangkan definisi, dan mengidentifikasi asumsi.

5. Strategi dan taktik, meliputi: menentukan suatu tindakan, berinteraksi dengan orang lain.

Berpikir kritis bukanlah tentang mencari-cari kelemahan orang lain, melainkan metode berpikir yang lebih hati-hati dan memperhatikan kemungkinan lain yang dapat menghasilkan kesimpulan/keputusan yang lebih baik bagi semua pihak. Keterampilan berpikir kritis mendorong interaksi yang beradab. Sanggahan harus diungkapkan dengan sopan, karena tujuan dari berpikir kritis bukanlah menang-kalah namun mencari keputusan yang terbaik.

Seorang pemikir kritis memiliki beberapa ciri yaitu:

Sistematis

Berpikir kritis berhubungan dengan kemampuan berpikir secara terstruktur dan mengacu kepada metode. Seseorang yang berpikir sistematis tidak bersikap, bertindak, atau membuat keputusan dengan tergesa-gesa.

Logis

Berpikir kritis juga berhubungan dengan kemampuan berpikir secara logis atau rasional. Kata “rasional” sendiri berarti menggunakan penalaran untuk menyelesaikan permasalahan. Orang yang rasional selalu memiliki alasan kuat yang berdasarkan pemikiran mendalam untuk percaya atau melakukan sesuatu. Ia pun mampu menjelaskan alasan tersebut pada orang lain.

Objektif

Dalam membuat pertimbangan dan mengambil kesimpulan, seorang pemikir kritis tidak dipengaruhi oleh perasaan atau selera pribadinya terhadap topik yang bersangkutan. Untuk menghindari bias internal yang dapat mencemari penilaiannya, orang yang objektif juga senantiasa berusaha mengevaluasi dirinya sendiri. Karena itu, ia tidak mudah tersinggung oleh kritik.

Pentingnya Murid Berpikir Kritis

Berpikir kritis sangat penting bagi murid, banyak manfaat yang didapat bila murid selalu terbiasa berpikir kritis.

1. Memiliki banyak alternatif jawaban dan ide kreatif

Membiasakan diri berpikir kritis akan melatih murid memiliki kemampuan untuk berpikir jernih dan rasional. Dimana murid juga akan dapat berpikir secara mandiri dan reflektif. Berpikir dan bertindak reflektif adalah tindakan dan pikiran yang tidak direncanakan, terjadi secara spontan dan begitu saja, secara refleks otak akan memikirkan suatu hal serta melakukan hal-hal lain tanpa perlu memikirkan atau menyuruh otak untuk memikirkan secara ulang.

Terbiasa berpikir kritis juga akan membuat murid memiliki banyak alternatif jawaban serta ide-ide kreatif. Jika mempunyai suatu masalah,  tidak hanya terpaku pada satu jalan keluar atau penyelesaian,  ada banyak opsi atau pilihan penyelesaian masalah tersebut. Berpikir kritis akan membuat murid memiliki banyak ide-ide kreatif dan inovatif serta out of the box.

7 Tips Kreatif Mengembangkan Bakat Anak Secara Optimal
Selain mengenali bakat yang terpendam di dalam dirinya, Anda juga harus mengetahui bagaimana cara mengembangkan bakat anak supaya bisa berkembang secara optimal.

2. Mudah memahami sudut pandang orang lain

Berpikir kritis membuat pikiran dan otak lebih fleksibel. Murid tidak akan terlalu kaku dalam berpikir atas pendapat atau ide-ide dari orang lain. Murid lebih mudah untuk menerima pendapat orang lain dan persepsi yang berbeda dari persepsi Anda sendiri. Keuntungan lain dari memiliki pikiran yang lebih fleksibel dari berpikir kritis adalah lebih mudah memahami sudut pandang orang lain. Tidak terlalu terpaku pada pendapat Anda sendiri, dan lebih terbuka terhadap pemikiran, ide, atau pendapat orang lain.

3. Lebih Mandiri

Berpikir kritis membuat murid mampu berpikir lebih mandiri, artinya tidak harus selalu mengandalkan orang lain. Saat dihadapkan pada situasi yang rumit dan sulit serta harus segera mengambil keputusan,  tidak perlu menunggu seseorang yang dianggap mampu menyelesaikan masalah, karena dirinya sendiri juga mampu menyelesaikan masalah tersebut. Dengan memiliki pikiran yang kritis, murid dapat memunculkan ide-ide, gagasan, serta saran-saran penyelesaian masalah yang baik. Dengan berpikir kritis, akan melatih otak untuk berpikir lebih kritis, tajam, kreatif, serta inovatif.

4. Sering menemukan peluang baru

Dengan berpikir kritis, lebih memungkinkan murid untuk menemukan peluang-peluang baru dalam segala ha. Berpikir kritis membuat pikiran menjadi lebih tajam dalam menganalisa suatu masalah atau keadaan. Tentu saja hal ini akan berdampak pada kewaspadaan diri sendiri. Untuk menemukan peluang, dibutuhkan pikiran yang tajam serta mampu menganalisa peluang yang ada pada suatu keadaan. Berpikir kritis akan menguntungkan , karena akan lebih cepat dalam menemukan peluang tersebut jika dibandingkan dengan orang yang tidak terbiasa berpikir kritis.

Pertanyaan Kritis Murid yang Bikin Guru Kagum

Bertanya adalah salah satu metode terbaik dalam mengasah kemampuan berpikir kritis. Murid yang suka bertanya adalah murid yang memiliki kemmapuan berpikir kritis. Apalagi jika pertanyaan yang diajukan juga merupakan pertanyaan kritis yang membuat guru kagum. Seperti beberapa contoh pertanyaan dibawah ini :

10 Strategi Menumbuhkan Sikap Kritis pada Anak
Bersikap kritis sangat penting untuk diterapkan dalam menjalani kehidupan, baik di lingkungan pekerjaan, keluarga dan pertemanan. Begitu juga dengan anak-anak, mereka harus diajarkan untuk bisa bersikap kritis dalam bertindak.

1. Apa yang harus saya lakukan agar bisa konsentrasi dalam proses belajar ini?

2. Adakah cara yang mudah bagi saya untuk bisa memahami pelajaran ini?

3. Benarkah dengan giat belajar saya akan sukses dalam kehidupan saya?

4. Bisakah saya sukses dengan kemampuan yang saya miliki?

5. Adakah cara yang efisien agar saya bisa mengejar ketertinggalan saya?

6. Bagaimana jika caranya diubah seperti ini?

7. Akankah degan belajar saya bisa meraih cita-cita saya?

8. Apa harapan terbesar guru pada muridnya?

9. Apa yang menyenangkan dari menjadi seorang guru?

10. Bolehkah saya berbeda pendapat?

Dian Kusumawardani

"Ibu rumah tangga yang suka menulis dan juga seorang konselor menyusui"

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.