Studi Banding : Pembelajaran Jarak Jauh di Luar Negeri

edukasi Agt 06, 2020

Studi Banding : Pembelajaran Jarak Jauh di Luar Negeri - Pandemi Corona COVID-19 membuat perubahan dalam berbagai bidang, salah satunya dalam bidang pendidikan. Demi menekan penyebaran virus COVID-19, pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan menerapkan kebijakan pendidikan jarak jauh (PJJ). PJJ dianggap sebagai solusi agar pendidikan bisa tetap berlangsung meski ditengah pandemi. Dalam pelaksanaannya, PJJ di Indonesia masih menuai pro dan kontra. Lantas bagaimana pelaksanaan PJJ di luar negeri?

Pembelajaran Jarak Jauh
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah metode pembelajaran berbasis lembaga dimana peserta didik dan instrukturnya berada di lokasi berbeda sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk bisa saling terhubung. Dalam pelaksanaan PJJ, pembelajaran berlangsung secara elektronik (e-learning) atau pembelajaran daring (online). PJJ menghubungkan pendidikan dengan teknologi berbasis internet.

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang terjadi saat ini, memberikan peluang sekaligus tantangan dalam pelaksanaan PJJ.

Akses yang lebih luas terhadap konten multimedia yang lebih kaya menjadi peluang bagi PJJ untuk menjadi metode belajar yang tak terbatas ruang dan waktu. Namun di satu sisi memberikan tantangan tersendiri, misalnya dalam infrastruktur pendidikan dengan teknologi baru tersebut.

Jauh sebelum pandemi COVID-19 terjadi, PJJ sudah lama ada. PJJ bukanlah metode baru dalam dunia pendidikan. Metode PJJ pertama kali di lakukan di Amerika Serikat pada tahun 1892. Saat itu Universitas Chicago meluncurkan program pembelajaran jarak jauh pertamanya. Metode PJJ terus berkembang dengan menggunakan beragam teknologi komunikasi dan informasi mulai dari radio, televisi, satelit dan internet.

PJJ di Indonesia juga sudah lama ada. Beberapa kampus di Indonesia juga sudah menggunakan metode pendidikan jarak jauh. Universitas Terbuka, menjadi salah satu pelopor dimulainya pendidikan jarak jauh di Indonesia.

Pandemi COVID-19 membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan pelaksanaan pendidikan melalui metode PJJ. Bahkan Mendikbud akan menerapkan PJJ secara permanen. PJJ akan terus berlangsung meski pandemi berkahir. Namun pelaksanaan PJJ ini tidaklah dilakukan secara pure saja, tapi hybrid model. Pendidikan harus tetap memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi seperti saat PJJ.

Selama pandemi ini berlangsung, pelaksanaan PJJ di Indonesia tidaklah berjalan mulus. Berbagai hambatan bermunculan, mulai dari terbatasnya infrastruktur yang mendukung hingga kemampuan masyarakat yang terbatas dalam mengakses perangkat teknologi komunikasi dan informasi seperti jaringan internet dan smart phone.

PJJ di Luar Negeri

Pandemi COVID-19 membuat PJJ tak hanya berlangsung di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara di dunia. Lantas bagaimanakah pelaksanaan PJJ di luar negeri selama pandemi ini?

PJJ di Arab Saudi

Pelaksanaan PJJ di Arab Saudi dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan, yakni SD, SMP dan SMA. Di tingkat SD, dibagi menjadi dua kategori. Yaitu kelas 1-3 dan kelas 4-6. Untuk kelas 1-3 PJJ dilaksanakan dengan sistem aplikasi daring yang dibuat oleh wali kelas masing-masing dan sudah disimulasikan sebelumnya. Dalam metode ini materi disampaikan secara langsung oleh guru atau bisa ditunda bagi yang terkendala. Aplikasi daring ini juga membuka ruang diskusi bagi peserta didik yang ingin bertanya di waktu yang sama.

Selanjutnya untuk kelas 4-6, pembelajaran dilakukan dengan sistem diskusi terarah melalui aplikasi daring yang dibuat oleh guru kelas. Sistem pembelajaran juga menggunakan metode blended learning, dimana peserta didik diajak mengeksplorasi sumber belajar yang ada di internet dengan sistem penilaian yang dapat dipantau secara langsung, interaktif, terukur dan menyenangkan.

Sedangkan untuk tingkat SMP dan SMA, peserta didik juga diminta mengeksporasi sumber belajar dari internet. Pada jenjang ini pembelajaran dilakukan secara mandiri dan teratur, atau yang disebut sebagai Self Regulated Learning.

PJJ di Singapura

Pelaksanaan PJJ di Singapura saat pandemi tidak banyak kendala. Peserta didik di Singapura sudah terbiasa belajar secara online sebelum pandemi terjadi. Sebelum pandemi biasanya di hari-hari libur peserta didik di Singapura sudah sering diberi pekerjaan rumah (PR) secara  online. PR yang diberikan porsinya sedikit, kecuali bagi peserta didik yang akan menghadapi  Ujian Negara, merka mendapat PR yang porsinya lebih banyak

Sehingga saat pandemi terjadi, mereka sudah terbiasa mengerjakan  soal online. Bagi peserta didik yang tidak punya komputer, mereka akan diperbolehkan mengerjakan di sekolah. Tentunya dengan jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya.

PJJ di Singapura berlangsung pada 7 Apri hingga 1 Juni 2020. Saat itu peserta didik belajar online secara penuh. Guru menggunakan google meet dan zoom sebagai teknologi pembelajaran online.

Peserta didik belajar online secara live dengan diawasi oleh guru. Meskipun dalam sehari tidak setual hari mata pelajaran berlangsung secara live. Khusus pelajaran olah raga, seringkali berlangsung sefara live. Peserta didik melakukan olah raga bersama secara online.

PJJ di Australia

Ketika pandemi terjadi, di tahap-tahap awal, pelaksanaan PJJ di Australia belum memiliki format yang baku. Proses PJJ dilakukan dengan komunikasi orang tua dengan pihak sekolah melalui surat elektronik (email). Sekolah mengkomunikasi bagaimana pendidikan berlangsung saat pandemi.

Dalam email sekolah memberitahukan apa yang harus dilakukan peserta didik saat PJJ. Saat PJJ, peserta didik di tingkat SD harus melakukan berbagai kegiatan belajar. Setiap hari peserta didik harus membaca dan menulis, bermain board game, puzzle, maths games, menggambar dan mewarnai juga melakukan aktivitas outdoor.

Di minggu-minggu pertama pandemi berlangsung, belum ada platform pendidikan yang pasti. Peserta didik juga tidak harus mengerjakan tugas. Pembelajaran dilakukan melalui email dan website-website pendidikan dari pemerintah.

Menginjak minggu ke 10, PJJ dilakukan dengan menggunakan google classroom. Materi dan tugas diberikan setiap hari melalui google classroom. Peserta didik belajar seperti pembelajaran normal. Mereka harus belajar dari jam 09.00 hingga 15.00. Tugas dikumpulkan maksimal pukul 15.00.

Guru juga memberikan jadwal harian. Apa saja yang harus dilakukan pada setiap jam nya. Jika memang tugas tidak selesai di hari itu juga, maka tidak apa-apa. Bisa dikumpulkan menyusul. Komunikasi yang dilakukan antara peserta didik, orang tua dan sekolah berlangsung melalui email. Jadi bila peserta didik mengalami hambatan, maka bisa disampaikan secara personal, sehingga tidak diketahui oleh yang lainnya.

Akankah Teknologi Pendidikan Jadi Mainstream Pasca Pandemi
Menteri Nadiem sejak awal memang sudah memiliki rencana konsep dan model pendidikan yang mengarah pada penguatan pemanfaatan TIK dan Teknologi Pendidikan. Program ‘Merdeka Belajar’ yang diusung beliau juga tidak terlepas dari peran sentral penggunaan Teknologi Pendidikan di dalamnya.

PJJ di Thailand

Pelaksanaan PJJ di Thailand tidak berlangsung lama. Saat pandemi berlangsung, Thailand memberlakukan sistem lockdown. Saat lockdown sekolah diliburkan.

PJJ hanya dilakukan oleh sekolah-sekolah internasional yang ada di Thailand. PJJ berlangsung dari Maret hingga Juni. Sedangkan untuk sekolah Thailand tidak sempat melakukan PJJ. Setelah libur lockdown, sekolah Thailand sudah memberlakukan pembelajaran tatap muka dengan mengaplikasikan protokol kesehatan.

Di tingkat TK, peserta didik dikasih tugas menghafalkan lagu 1 minggu 1 lagu. Lalu mereka juga diberi beberapa worksheet. PJJ di Thailand minim keluhan. Biasanya kalaupun ada keluhan, bukan karena infrastruktur pembelajaran, tapi lebih pada keluhan mengurus pekerjaan rumah. Orang tua kerepotan mengurus pekerjaan rumah, anak-anak yang terus  meminta perhatian karena bosan tidak bisa keluar rumah.

Pentingnya Menguasai High Order Thinking Skills (HOTS) di Era Digital
HOTS hadir dari strategi pembelajaran yang spesifik terhadap kondisi belajar tertentu, paradigma kecerdasan sebagai suatu sistem, pergeseran pandang menuju multidimensi dan interaktif serta keterampilan untuk berpikir secara lebih spesifik

Begitulah pelaksanaan PJJ di luar negeri. Rata-rata berjalan lancar minim hambatan. Sebab secara infrastruktur teknologi informasi dan komunikasinya sudah mumpuni. Semoga kedepan pelaksanaan PJJ di Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Dian Kusumawardani

"Ibu rumah tangga yang suka menulis dan juga seorang konselor menyusui"

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.