Tugas yang Pas Untuk Siswa yang Sering Remedial

edukasi 16 Feb 2021

Ketika siswa tidak bisa mencapai nilai minimum atau kompetensi, guru harus bisa memberi bimbingan lebih kepada mereka untuk meningkatkan nilai, salah satunya dengan pengajaran remedial. Pengajaran remedial adalah upaya yang dilakukan guru dengan atau tanpa bantuan pihak lain guna membantu siswa mengembangkan pengetahuan dan minatnya lebih optimal. Sehingga mereka bisa memenuhi kriteria pencapaian nilai atau kompetensi yang ditetapkan.

Pengajaran remedial dilakukan secara berencana, terorganisasi dan terkontrol. Kegiatan remedial bersifat kuratif (penyembuhan) atau korektif (perbaikan). Secara umum, pengajaran remedial bertujuan membantu siswa mencapai kompetensi atau tujuan pembelajarannya sudah diputuskan sesuai dengan kurikulum.

Adapun tujuan khusus dilakukan pembelajaran remedial yaitu:

  • Agar siswa bisa mengetahui kemampuannya dan kelemahannya sendiri dalam memahami materi pelajaran
  • Siswa dapat memilih fasilitas dan materi belajar dengan tepat dan sesuai kebutuhan
  • Siswa bisa mengubah atau memperbaiki cara belajar tepat
  • Agar siswa memiliki kebiasaan serta mengembangkan sikap yang dapat mendorong pencapaian kompetensi minimum atau tujuan belajar
  • Siswa dapat mengerjakan tugas belajar yang diberikan kepadanya dengan baik, serta dapat mengatasi hambatan yang mengganggu proses pembelajaran

Mengenal Definisi Remedial Teaching

Remedial teaching (pembelajaran remedial) adalah kegiatan tambahan yang ada dalam proses kegiatan belajar mengajar untuk menambah atau meningkatkan kemampuan siswa dalam mencapai kompetensi dan melewati nilai minimum. Kegiatan ini tidak wajib dilakukan, biasanya guru akan melakukan ini jika membutuhkan nilai tambahan dari siswa untuk memperbaiki nilai mereka yang terkena remedial. Pembelajaran ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan siswa, dengan tujuan untuk menolong mereka memahami pelajaran lebih baik dan meningkatkan prestasi.

Adapun berikut ini merupakan definisi atau pengertian pembelajaran remedial dari ahlinya dengan kata yang berbeda namun maksud sama, di antaranya yaitu:

  • Ahmadi dan Supriyono (1990)

Pengertian remedial menurut Ahmadi dan Supriyono (1990) yaitu bentuk ajaran yang mempunyai sifat membetulkan atau menyembuhkan secara singkat dan membuat pengajaran lebih baik. Kegiatan remedial diharapkan dapat menolong siswa untuk mencapai hasil yang lebih baik.

  • Kunandar (2007)

Pengertian remedial menurut Kunandar (2007), yaitu bentuk pembelajaran yang mempunyai sifat membetulkan, menyembuhkan atau mengobati pembelajaran serta membuatnya lebih baik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

  • Arikunto (2006)

Pengertian remedial menurut Arikunto (2006), adalah kegiatan belajar tambahan yang diberikan untuk siswa yang belum mampu menguasai materi atau bahan pelajaran yang diberikan guru, dengan tujuan meningkatkan kemampuan penguasaan bahan ajar sehingga siswa dapat mencapai tujuan belajar yang ditentukan serta memberi ketuntasan belajar yang akan berdampak bagi prestasi mereka.

  • Mulyadi (2008)

Pengertian remedial menurut Mulyadi (2008), yaitu segala bentuk usaha yang dilakukan guna menetapkan atau memahami jenis sifat kesulitan belajar pada siswa, faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan tersebut serta cara mengatasinya, baik secara preventif atau pencegahan maupun kuratif atau penyembuhan selain dengan data serta informasi yang seobjektif mungkin

  • Sukardi (2011)

Pengertian remedial menurut Sukardi (2011), merupakan upaya guru dengan atau tanpa pihak lainnya untuk membuat individu maupun kelompok siswa dengan karakter tertentu dapat mengembangkan dirinya, baik untuk meningkatkan prestasi hingga menyesuaikan cara belajar seoptimal mungkin. Dengan begitu, siswa bisa memahami kriteria pencapaian minimal yang diharapkan melalui proses interaksi, terorganisasi, berencana dan terarah terhadap keamanan kondisi objektif individu maupun kelompok siswa yang bersangkutan.

8 Rekomendasi Platform Pelatihan Online untuk Meningkatkan Skill Guru
Guru memerlukan latuhan untuk meningkatkan skill, agar menjadi sosok pengajar yang profesional sekaligus kreatif, serta dapat menciptakan kegiatan pembelajaran yang lebih optimal. Untuk mengembangkan skill berarti Anda harus mengenal ilmu teknologi

Bentuk Tugas yang Pas Untuk Siswa yang Sering Remedial

Biasanya kegiatan pembelajaran remedial tidak dilakukan untuk semua siswa, melainkan hanya untuk siswa yang membutuhkan perhatian lebih dan wajib memperbaiki nilainya. Apabila siswa memiliki nilai yang tinggi dengan kemampuan yang baik, biasanya mereka tidak akan mengikuti kegiatan ini. Namun hal ini kembali lagi pada guru yang bersangkutan, Anda berhak menentukan siswa mana saja yang bisa mengikuti kegiatan pembelajaran remedial.

Ada beragam bentuk atau tugas pembelajaran remedial yang bisa Anda lakukan sesuai dengan kebutuhan siswa. Menurut Muhaimin dan Rahman (1996) dan Ahmadi dan Supriyono (1990) ada beberapa bentuk  pelaksanaan pembelajaran remedial, di antaranya sebagai berikut:

1. Re-teaching atau Mengajarkan Kembali

Ketika siswa terkena remedial, mungkin mereka belum memahami materi yang Anda ajarkan dengan baik. Sehingga Anda harus melakukan pembelajaran remedial dalam bentuk reteaching atau mengajarkan kembali. Tujuan adanya reteaching yaitu untuk memperbaiki kemampuan siswa dalam menguasai materi pelajaran serta meningkatkan prestasi mereka lebih baik. Cara ini biasa dilakukan oleh guru pada umumnya, di mana siswa yang terkena remedial ditugasi mengikuti pengulangan materi pelajaran.

2. Tutorial

Tutorial merupakan salah satu bentuk kegiatan pembelajaran remedial dengan memberikan bimbingan pembelajaran berupa bimbingan, petunjuk, arahan, bantuan dan motivasi siswa untuk dapat belajar secara efektif dan efisien. Bentuk pembelajaran remedial ini bukan bagian dari tugas, melainkan sebagai upaya untuk siswa, agar mereka dapat memperbaiki cara belajarnya, meningkatkan kemampuan memahami pelajaran, serta mencapai tujuan pembelajaran sesuai harapan.

3. Memberi Pekerjaan Rumah (PR)

Setiap siswa tentu mendapatkan PR atau Pekerjaan Rumah, namun bagi siswa yang terkena remedial atau kekurangan nilai, Anda bisa memberikannya PR atau tugas tambahan. Dengan begitu, waktu belajar siswa di rumah akan bertambah dan mereka bisa memahami pelajaran dengan baik. dimana siswa akan membuka kembali catatannya untuk mengerjakan tugas atau PR yang Anda berikan.

4. Diskusi Kelompok

Jika siswa yang kekurangan nilai dan membutuhkan pengajaran remedial cukup banyak, Anda bisa membentuk satu atau lebih kelompok untuk berdiskusi. Buatlah kelompok yang terdiri dari 5 sampai 6 siswa untuk mendiskusikan suatu masalah secara bersama-sama hingga menemukan solusi yang tepat. Melalui diskusi tersebut siswa akan belajar banyak, mulai dari cara bekerja sama yang baik, memahami pelajaran secara bersama-sama, dan berpikir kritis untuk menemukan solusi yang tepat. Anda bisa meminta siswa untuk mengikuti diskusi tersebut, khususnya bagi mereka yang kekurangan nilai.

6 Inspirasi Pembelajaran dari Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara
5 asas Ki Hajar Dewantara dikenal Panca Darma yaitu, Asas Kemerdekaan, Asas Kodrat Alam, Asas Kebudayaan, Asas Kebangsaan dan Asas Kemanusiaan.

5. Penggunaan Lembar Kerja

Untuk mendapatkan nilai tambahan, Anda bisa memberikan lembar kerja atau tugas kepada siswa untuk dikerjakan di rumah. Melalui lembar kerja tersebut, mau tak mau siswa harus belajar di rumah dan berusaha memahami materi pelajaran. Harapannya siswa dapat memperbaiki nilai lebih bagus.

6. Menggunakan Alat Audio Visual

Salah satu penyebab mengapa siswa terkena remedial mungkin ia kurang memahami materi pelajaran yang Anda ajarkan atau Anda tidak bisa memberikan metode pembelajaran yang dibutuhkan siswa. Untuk mengatasinya, Anda tidak perlu memberikan tugas, tetapi ubah metode belajar lebih baik menggunakan media seperti alat audio visual seperti film bingkai, radio, laboratorium bahasa, tape recorder dan lainnya.

Itulah beberapa hal mengenai pembelajaran remedial atau remedial teaching yang bisa Anda ketahui, mulai dari tujuan, definisi dari ahli hingga tugas yang tepat untuk mengatasi siswa sering terkena remedial. Dengan melakukan kegiatan pembelajaran remedial, diharapkan siswa mampu meningkatkan prestasi dan mencapai tujuan belajar dengan baik. Hal tersebut juga dapat menumbuhkan rasa bangga Anda, karena artinya Anda berhasil mendidik siswa memahami materi dan memiliki pengetahuan tinggi.

Epin Supini

Penulis yang memiliki banyak mimpi

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.