Tips Menyikapi Anak yang Gagal Ujian dengan Baik

parenting Mar 17, 2021

Gagal adalah bagian dari kehidupan. Begitu juga dengan yang dialami oleh anak-anak yang gagal ujian. Kegagalan yang mereka alami bukanlah hal yang sangat buruk, sayangnya banyak sekali orang tua yang beranggapan bahwa kegagalan yang anaknya beri adalah musibah terbesar. Maka tidak jarang kerap kali anak-anak sering merasa stress ketika ingin ujian dan setelah mengambil rapor, bahkan bisa dikatakan mereka cenderung takut apabila hasil yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan harapan kedua orang tuanya. Miris, ‘kan? Oleh karena itu, ada baiknya Anda jangan memarahi mereka ketika gagal saat ujian. Lantas bagaimana tips menyikapi anak yang gagal ujian dengan baik? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Setiap orang memiliki proses hidupnya masing-masing. Ada sebagian orang yang proses hidupnya selalu berjalan lancar, tetapi ada sebagian orang yang proses hidupnya penuh dengan perjuangan dan harus jatuh bangun dalam mencapai sesuatu. Begitu juga di dalam pendidikan anak-anak. Tidak selamanya mereka akan selalu mendapatkan hasil yang terbaik, karena akan ada saat di mana mereka gagal dengan apa yang sudah mereka kerjakan.

Begitu juga ketika anak-anak sedang ujian. Biarkan mereka bebas dalam berpikir dan berikan mereka ketenangan. Jangan paksa dan tekan mereka untuk selalu memberikan hasil yang terbaik. Percayakah Anda bahwa harapan-harapan yang selalu Anda katakan kepada anak Anda adalah sebuah tekanan? Maka jawabannya adalah, ya. Harapan-harapan yang selalu Anda katakan seperti, ‘Nak, kamu semangat ya, ujiannya. Mama harap kamu bisa dapat nilai bagus dan juara di kelas.’ Tanpa Anda sadari kalimat tersebut sudah menjadi tekanan dalam diri anak Anda sebelum menghadapi ujian. Bukannya relaks, malah semakin stress dan bisa saja mengurangi konsentrasinya saat mengerjakan soal.

Lantas bagaimana? Anda harus membiarkannya bebas dan tenang. Jangan terlalu berharap dengan hasil yang mereka berikan, tetapi katakan kepada anak Anda, bahwa yang Anda butuhkan adalah proses mereka dalam mencapai sesuatu. Gagal atau tidak adalah urusan terakhir, yang penting mereka bisa mengerjakannya dengan baik dengan menggunakan kemampuannya secara maksimal.

Namun, sebenarnya apa sih yang menyebabkan anak bisa gagal dalam ujian? Berikut penjelasannya.

Penyebab Anak Gagal Ujian

Seperti yang dikatakan di atas, gagal adalah bagian dari proses kehidupan. Namun, dalam kegagalan juga terdapat beberapa faktor yang dapat mendukung hal tersebut dapat terjadi. Apa saja? Simak penjelasan berikut.

1. Tidak Belajar dengan Serius

Faktor utama dari kegagalan anak ketika ujian yaitu tidak serius dalam belajar. Belajar adalah proses terpenting untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Apabila seseorang sudah tidak rajin dan serius dalam belajar, maka bisa dikatakan bahwa mereka akan sangat sulit untuk mendapatkan hasil akhir yang baik.

2. Jarang Menjawab Latihan Soal

Pernah mendengar peribahasa rajin pangkal pandai? Rajin pangkal pandai adalah peribahasa yang menjelaskan bahwa apabila seseorang rajin dalam mencari ilmu, maka mereka akan pandai di kemudian hari. Begitu juga dengan anak-anak yang rajin dalam menjawab latihan soal. Karena mereka sudah terbiasa dalam menjawab soal, maka soal-soal yang dikerjakannya saat ujian tidak akan terlalu sulit bagi mereka. Maka dari itu, ada baiknya Anda mengajak anak-anak Anda untuk rajin membahas dan mengerjakan soal sedari dini.

3. Terlalu Gugup

Gugup ketika sedang ujian dapat memecah konsentrasi di dalam diri. Hal ini tidak hanya berlaku pada anak-anak saja, tetapi sebagian orang dewasa pun turut sering mengalaminya. Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan anak-anak gugup saat ujian, yaitu seperti kurangnya persiapan saat belajar, lupa membawa peralatan ujian, mempunyai tekanan yang berlebihan dan kurang tidur.

4. Kurang Sehat

Anak-anak cenderung tidak peka terhadap kesehatan yang dimilikinya. Mereka yang terlalu asyik bermain atau mereka yang terlalu larut belajar hingga larut malam. Apalagi ketika hari ujian sudah hampir tiba, tidak jarang anak-anak akan rela begadang demi belajar. Hal ini sudah sering terjadi di setiap tahunnya. Mereka cenderung lebih memilih kebut belajar selama semalam, dan berharap mereka bisa mendapatkan hasil yang maksimal di esok hari. Sayangnya, bukan hasil yang maksimal yang akan mereka dapatkan, tetapi kesehatan yang menurun karena kurang istirahat. Sehingga mereka tidak akan fokus saat ujian dan mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan harapan.

5. Menganggap Remeh

Menganggap remeh adalah sifat congkak yang terdapat di dalam diri manusia. Tidak bisa dipungkiri bahwa sifat congkak sudah mendarah daging di sebagian orang. Sifat ini membawa Anda untuk tidak terlalu mementingkan apa yang terjadi di esok hari, sehingga Anda akan lebih memilih untuk bersenang-senang. Begitu juga dengan anak-anak yang selalu menganggap remeh ujian, mereka akan cenderung santai dan percaya bahwa esok mereka akan berhasil saat ujian, tetapi tidak belajar sama sekali.

6 Inspirasi Pembelajaran dari Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara
5 asas Ki Hajar Dewantara dikenal Panca Darma yaitu, Asas Kemerdekaan, Asas Kodrat Alam, Asas Kebudayaan, Asas Kebangsaan dan Asas Kemanusiaan.

Setelah mengetahui beberapa faktor penyebab anak bisa gagal ujian, kali ini Anda akan mengetahui beberapa tips yang dapat membantu Anda ketika anak Anda gagal ujian. Berikut penjelasannya.

Tips Menyikapi Anak yang Gagal Ujian dengan Baik

1. Berikan Senyuman dan Pelukan Hangat

Anda tentunya pasti akan merasa kecewa ketika anak Anda gagal saat ujian, tetapi di sini bukan hanya Anda saja yang kecewa, anak Anda juga. Mereka jauh merasa kecewa dan takut untuk bertemu dengan kedua orang tuanya. Maka dari itu, yang harus Anda lakukan yaitu berikan senyuman terbaik dan peluk mereka bahwa semua itu hanya sebuah proses dalam kehidupan. Tunjukkan kepada mereka bahwa Anda akan selalu ada untuknya ketika mereka sedang terpuruk.

2. Ingatkan Bahwa Semua Orang Pasti Pernah Gagal

Gagal adalah proses kehidupan yang akan selalu ditemui oleh setiap orang, bukan hanya pada anak Anda. Maka dari itu, Anda harus mengingatkan mereka bahwa kegagalan adalah hal yang biasa. Gagal tidak menunjukkan bahwa orang tersebut buruk, jadikanlah kegagalan tersebut sebagai batu untuk mereka bisa berdiri lebih tegak di kemudian hari.

3. Membiarkan Mereka untuk Meluapkan Emosinya

Terkadang anak-anak sering kali memendam emosinya sendiri. Mereka akan cenderung mengurung diri ketika kalah. Maka dari itu, bawalah mereka ke suatu tempat yang penuh dengan alam dan biarkan mereka untuk meluapkan segala macam emosi yang ada di dalam dirinya. Hal ini sangat efektif dalam membantu seseorang untuk meredakan stress di dalam diri.

4. Ingatkan Mereka untuk Tidak Terlarut dalam Kesedihan

Sedih karena gagal adalah hal yang wajar, tetapi tidak bagus untuk terlalu larut dalam kesedihan. Maka dari itu, ajarkan mereka untuk tidak terlalu bersedih dan bersedia bangkit ketika mengalami kegagalan.

Peran Orang Tua dalam Mengurangi Dampak Lost Generation
lost generation (generasi yang hilang) adalah kelompok generasi sosial yang muncul selama Perang Dunia I. “Hilang” dalam konteks ini mengacu pada semangat “bingung, mengembara, tanpa arah” dari banyak orang yang selamat dari perang di awal periode pasca perang

5. Berikan Motivasi

Motivasi adalah hal terbaik dan terpenting yang diterima oleh setiap orang. Apabila kita melihat keadaan sekitar kita, tentu saja tidak akan sulit menemukan beberapa event yang membahas tentang motivasi hidup. Begitu juga dengan anak yang gagal saat ujian, mereka tidak perlu dengan betapa banyaknya penghiburan yang Anda berikan, karena yang mereka butuhkan hanyalah motivasi untuk bangkit.

Namun, selain kelima tips menyikapi anak yang gagal ujian dengan baik yang dijelaskan di atas, hal utama yang harus Anda ingat yaitu jangan memarahi anak ketika mereka gagal ujian, tetapi rangkullah mereka. Anda bisa saja kecewa, tetapi akan sangat tidak bagus bahwa kekecewaan yang Anda miliki disalurkan dengan cara yang tidak baik. Bukannya membantu anak-anak Anda untuk bangkit dari kegagalan, tetapi akan membuat mereka semakin tertekan.

Agnes Meilina

Gemar membaca buku dan menulis di malam hari.

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.