Masalah dalam Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif dan Solusinya

pendidikan 25 Nov 2023

Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan pemerataan pendidikan, pemerintah membuat sebuah program baru, yakni pendidikan inklusif. Ini adalah sebuah layanan pendidikan tanpa membedakan fisik, suku, latar belakang ekonomi, sosial, hingga anak berkebutuhan khusus (ABK). Sejak diumumkan peningkatan jumlah anak berkebutuhan khusus (ABK), pemerintah mulai melaksanakan program pendidikan inklusif.

Anak berkebutuhan khusus yang memiliki kemampuan dan bakat tertentu akan masuk ke sekolah reguler dan berbaur dengan siswa-siswi sekolah reguler tanpa dibedakan cara belajarnya. Berbeda dengan sekolah luar biasa (SLB) yang biasanya anak akan dibedakan sesuai dengan kemampuannya, dalam program pendidikan inklusif ini anak akan dianggap sama dengan teman sebayanya. Pelaksanaan program ini tidak selalu berjalan mulus. Pelaksanaan pendidikan inklusif ini mengalami beberapa kendala. Dalam hakikatnya, sebuah program selalu ada pro dan kontra.

Masalah yang terjadi di program pendidikan inklusif ini bersumber pada berbagai hal, mulai dari kurangnya pemahaman, kurangnya tenaga pendidik, kurangnya fasilitas sarana dan prasarana, dan lain-lain.

Masalah dalam Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif

sumber: https://www.pexels.com

Beberapa masalah dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif meliputi:

1. Kesediaan Tenaga Pendidik

Permasalahan utama berkaitan dengan tenaga pendidik, yaitu guru kelas dan guru pendamping belum memiliki pemahaman yang baik terkait pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus.

2. Kurikulum yang Tidak Disesuaikan

Kurikulum yang diterapkan dalam pendidikan inklusif harus disesuaikan agar sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan kondisi siswa. Namun, terdapat kesulitan dalam menyesuaikan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan anak berkebutuhan khusus.

3. Keterbatasan Jumlah Tenaga Pendidik

Terbatasnya jumlah tenaga pendidik yang memahami pendidikan inklusi menjadi penghambat penerapan kurikulum dan proses pembelajarannya.

Tips Pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Inklusi
Kultur inklusi bisa diartikan sebagai upaya untuk mewujudkan tujuan sekolah inklusi yaitu memberikan hak yang sama bagi setiap siswa untuk mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan karakter

4. Kurangnya Dukungan dari Berbagai Pihak

Permasalahan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi juga melibatkan kurangnya dukungan dari orang tua, masyarakat, dan pemerintah.

5. Tekan Pengujian dan Evaluasi

Tekan pengujian dan evaluasi dalam pendidikan inklusi mungkin belum mencukup aspek-aspek penting seperti pemahaman, kemampuan, dan perilaku peserta didik.

6. Keterbatasan Sumber Daya Manusia

Terbatasnya sumber daya manusia yang tersedia untuk mendukung pendidikan inklusi menjadi penghambat dalam penerapan pendidikan inklusif.

Untuk mengatasi masalah-masalah ini, diperlukan pendekatan kolaboratif dan inklusif yang melibatkan pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Selain itu, perlu meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa, serta mengembangkan kompetensi tenaga pendidik untuk memahami dan mengajarkan pendidikan inklusif secara efektif.

Masalah dalam Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif dan Solusinya

sumber: https://www.pexels.com

Berikut ini merupakan beberapa masalah dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif yang sering terjadi beserta solusinya.

1. Guru

Dalam aspek guru ini permasalahan yang muncul dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif terbagi menjadi beberapa bagian. Pertama, kurangnya guru pendamping anak berkebutuhan khusus (ABK). Kedua, kurangnya kompetensi guru dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Ketiga, guru mengalami kesulitan dalam proses belajar mengajar. Keempat, guru masih kurang dalam pemahaman tentang anak berkebutuhan khusus dan pendidikan inklusif. Kelima, latar belakang pendidikan guru yang kurang sesuai. Keenam, beban administrasi yang dibebankan pada guru cukup berat. Ketujuh, kurangnya kesabaran guru dalam menghadapi anak berkebutuhan khusus dan kurangnya komunikasi antara guru dan orang tua.

Solusi dari permasalahan ini adalah membuat sebuah seminar atau workshop tentang penanganan dan penyelenggaraan pendidikan inklusif untuk guru. Kemudian, perlu adanya pengetahuan dan keterampilan tertentu untuk guru yang mengajar anak berkebutuhan khusus. Sekolah juga perlu memberikan satu atau lebih guru pendamping untuk anak berkebutuhan khusus (ABK).

2. Orang Tua

Dari aspek orang tua, permasalahan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif ini memiliki beberapa masalah seperti, pertama kurangnya kepedulian orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK). Kedua, pengetahuan orang tua tentang anak berkebutuhan khusus yang masih kurang, ada juga orang tua yang merasa malu anaknya memiliki kelainan dan memilih menyekolahkan anaknya di sekolah reguler. Ketiga, kurangnya toleransi antara orang tua dan siswa ABK masih kurang. Keempat, kesabaran orang tua dalam menangani anak berkebutuhan khusus masih kurang. Kelima, orang tua tunggal yang mengasuh anaknya.

Solusi dari permasalahan ini adalah pemerintah memberikan pengertian dan pendekatan, serta memberikan pengetahuan lebih pada orang tua tentang anak berkebutuhan khusus. Pemerintah juga harus membantu memberikan kesadaran dan membentuk karakter orang tua untuk lebih sabar dalam menangani anaknya yang memiliki kelainan.

3. Siswa

Permasalahan dalam aspek siswa juga dibagi menjadi beberapa permasalahan seperti: pertama setiap anak memiliki permasalahan yang harus ditangani dengan cara yang berbeda. Kedua, anak berkebutuhan khusus yang mengalami kesulitan mengikuti sistem pembelajaran di sekolah reguler. Ketiga, anak berkebutuhan khusus yang suka bersikap semaunya membuat pembelajaran tidak berjalan dengan lancar. Keempat, permasalahan siswa berkebutuhan khusus dengan anak reguler. Kelima, kuota anak ABK yang terlalu banyak di suatu kelas.

Solusi dari permasalahan ini adalah guru harus bisa mendampingi dan membantu anak berkebutuhan khusus dalam adaptasi dengan lingkungan barunya. Guru juga perlu memberikan pemahaman lebih kepada siswa reguler terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK).

4. Manajemen Sekolah

Dari sisi manajemen sekolah, masalahnya adalah bisa jadi sekolah belum siap melaksanakan pendidikan inklusif dan kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung terlaksananya pendidikan inklusif. Kemudian, proses pembelajaran yang belum maksimal. Kurangnya forum antara guru dan orang tua anak berkebutuhan khusus (ABK) juga menjadi salah satu faktor masalah.

Solusi dari permasalahan ini adalah sekolah harus lebih sering mengadakan pertemuan antara guru dan orang tua. Selain itu, sekolah harus memahami apa saja yang harus dipersiapkan dalam melaksanakan pendidikan inklusif. Sekolah juga perlu memberi jeda waktu dalam mempersiapkan pendidikan inklusif secara matang.

5. Pemerintah

Dalam aspek pemerintah ini juga memiliki beberapa permasalahan seperti: pertama kurangnya kepedulian terhadap pelaksanaan pendidikan inklusif. Kedua, kurangnya kebijakan tentang pendidikan inklusif. Ketiga, pemerintah belum membuat modifikasi kurikulum untuk sekolah inklusif, kurangnya pelatihan tentang penyelenggaraan pendidikan inklusif dan penanganan anak berkebutuhan khusus. Keempat, kurangnya perhatian pemerintah terhadap pendidik dalam upaya mendukung pendidikan inklusif dan program yang mangkrak. Kelima, belum memiliki lembaga khusus yang menangani pelatihan pendampingan untuk anak berkebutuhan khusus.

Solusi dari permasalahan ini adalah pemerintah harus lebih menyadari pentingnya pendidikan inklusif. Selain itu, pihak sekolah juga harus menggerakkan diri untuk selalu update tentang kegiatan yang mendukung pendidikan inklusif dalam upaya menyadarkan pemerintah akan pentingnya pendidikan.

6. Masyarakat

Beberapa masalah dari aspek masyarakat adalah seperti kurangnya kepedulian dan pengetahuan tentang pendidikan inklusif dan anak berkebutuhan khusus di masyarakat luas. Kemudian, sering kali masyarakat melihat sebelah mata anak berkebutuhan khusus dan pendidikan inklusif. Selain itu, dukungan masyarakat terhadap pendidikan inklusif masih kurang.

Mengenal Kultur Inklusi, Mewujudkan Kelas Merdeka Meski Ada Diferensiasi
Kurikulum merdeka adalah kurikulum yang sangat kental dengan kultur inklusi. Kurikulum ini memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk bisa mengembangkan kompetensinya sesuai karakteristiknya masing-masing.

Solusi dari masalah ini adalah memberikan pengetahuan lebih kepada masyarakat tentang pendidikan inklusif dan anak berkebutuhan khusus. Guru perlu memberikan pemahaman agar masyarakat lebih memahami arti perbedaan.

Nah, artikel di atas membahas beberapa aspek masalah dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif beserta solusinya. Pembahasan ini perlu karena dalam kiprahnya, melaksanakan pendidikan inklusif itu tidak terlalu mudah. Ini karena tidak semua masyarakat bisa menilai anak berkebutuhan khusus dengan baik. Semoga bermanfaat!

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.