Contoh Gerakan Literasi yang Bisa Dilakukan di Sekolah

edukasi Mar 05, 2021

Kemampuan literasi sangat penting untuk dimiliki setiap individu, termasuk bagi para siswa. Kemampuan literasi tidak hanya seputar kemampuan baca tulis semata. Bicara tentang literasi itu sejatinya sangat luas, contoh gerakan literasi sekolah terkait dengan kemampuan memahami media, teknologi, dan cara menggunakannya dengan bijak.

Masih rendahnya tingkat literasi di Indonesia, membuat pemerintah ambil bagian. Gerakan Literasi Sekolah menjadi salah satu cara pemerintah dalam meningkatkan kemampuan literasi bangsa Indonesia.

Sekolah menjadi tempat yang tepat untuk meningkatkan kemampuan literasi bangsa. Semua siswa sekolah adalah generasi penerus bangsa di masa depan. Jadi sudah selayaknya untuk dipersiapkan memiliki tingkat literasi yang tinggi. Namun, apakah Anda tahu apa itu gerakan literasi sekolah?

Tentang Gerakan Literasi Sekolah

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara. Gerakan Literasi Sekolah merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literasi sepanjang hayat melalui pelibatan publik (Kemendikbud, 2016).

Gerakan Literasi Sekolah adalah suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah (mulai dari siswa, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, komite sekolah, orang tua/wali murid), akademisi, penerbit, media massa, masyarakat (tokoh masyarakat yang bisa merepresentasikan keteladanan, dunia usaha, dan lain sebagainya), dan pemangku kepentingan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Gerakan Literasi Sekolah adalah gerakan sosial dengan dukungan kolaboratif berbagai elemen. Upaya yang ditempuh untuk mewujudkannya berupa pembiasaan membaca siswa, pembiasaan ini dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca.

Gerakan Literasi Sekolah ini sangat penting. Selain untuk meningkatkan kemampuan literasi, ada beberapa alasan mengapa Gerakan Literasi Sekolah ini sangat penting, yaitu :

a. Adanya fakta hasil survei internasional yang mengukur bahwa keterampilan membaca siswa Indonesia menduduki peringkat bawah.

b. Tuntutan keterampilan membaca pada abad 21 adalah kemampuan memahami informasi secara analitis, kritis, dan reĀ­flektif.

c. Pembelajaran di sekolah belum mampu mengajarkan kompetensi abad 21.

d. Kegiatan membaca di sekolah perlu dikuatkan dengan pembiasaan membaca di keluarga dan masyarakat.

Penerapan Gerakan Literasi Sekolah

Lalu bagaimana penerapan Gerakan Literasi Sekolah ini? Pada praktiknya, gerakan literasi sekolah dimulai dengan cara yang sangat sederhana, yakni membaca atau menulis selama 15 menit yang dilakukan oleh guru dan siswa secara bersama-sama. Namun pada konsepnya, gerakan ini lebih dari sekedar mengajarkan siswa untuk membaca dan menulis.

Berdasarkan buku panduan Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah, terdapat 6 komponen kegiatan yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Literasi dini

Dalam gerakan literasi sekolah ini, siswa akan diajarkan kemampuan untuk menyimak, memahami bahasa lisan, dan berkomunikasi melalui gambar dan lisan. Kegiatan ini dapat dikatakan sebagai fondasi pengembangan literasi bagi siswa.

2. Literasi permulaan

Literasi ini mengajarkan siswa untuk mampu mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung. Literasi ini membutuhkan kemampuan siswa yang lebih kompleks, yakni menganalisis, menghitung, mempersepsikan informasi, mengomunikasikannya, serta menggambarkan informasi berdasarkan pemahaman siswa.

3. Literasi perpustakaan

Gerakan literasi sekolah ini bukan berarti harus dilakukan di ruang perpustakaan, namun esensinya ialah mengenalkan siswa-siswa pada jenis-jenis buku yang ada di perpustakaan. Guru dapat memberikan buku fiksi atau nonfiksi, ensiklopedia, dan jenis buku lainnya sehingga siswa dapat memiliki pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang menyelesaikan sebuah tulisan atau penelitian.

4. Literasi media

Siswa diperkenalkan kepada berbagai bentuk media massa yang ada di Indonesia, mulai dari media cetak, media elektronik, media digital, termasuk media sosial. Tujuannya adalah siswa dapat memahami dan memilah informasi secara bertanggung jawab, serta menggunakan media-media tersebut dengan baik.

5. Literasi teknologi

Gerakan literasi sekolah ini akan mengajarkan siswa untuk menguasai teknologi, mulai dari perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Materi yang diajarkan mulai dari hal sederhana, seperti menghidupkan/mematikan komputer, hingga etika dalam memanfaatkan teknologi itu sendiri.

6. Literasi visual

Ini adalah pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan teknologi. Siswa akan diberikan pemahaman tentang konten digital yang beretika dan tidak melanggar norma sosial, misalnya dengan cara menonton film pendek maupun membahas soal konten media sosial yang tidak patut.

Kegiatan dalam gerakan literasi sekolah bisa dilakukan seiring dengan kurikulum yang diterapkan di institusi pendidikan tersebut. Misalnya, guru dapat meminta siswa untuk melakukan presentasi pada mata pelajaran ekonomi atau siswa diminta berpidato saat upacara bendera.

Sementara itu, subjek gerakan literasi sekolah bukan hanya murid, melainkan juga guru-guru sebagai fasilitator. Apalagi, siswa-siswa kini memiliki akses yang luas pada sumber informasi, baik di dunia nyata maupun dunia maya, yang mungkin menjadikan siswa lebih tahu daripada guru.

Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah memiliki tiga tahapan yaitu, pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran.

Pembiasaan

Penumbuhan minat baca melalui pembiasaan kegiatan 15 menit membaca. Tujuan kegiatan literasi di tahap pembiasaan, diantaranya yaitu:

a. Meningkatkan rasa cinta baca di luar jam pelajaran

b. Meningkatkan kemampuan memahami bacaan

c. Meningkatkan rasa percaya diri sebagai pembaca yang baik

d. Menumbuh kembangkan penggunaan berbagai sumber bacaan

Pengembangan

Meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan menanggapi buku pengayaan. Tujuan kegiatan Literasi di Tahap Pengembangan, diantaranya yaitu:

a. Mengasah kemampuan siswa dalam menanggapi buku pengayaan secara lisan dan tulisan

b. Membangun interaksi antar siswa dan antara siswa dengan guru tentang buku yang dibaca

c. Mengasah kemampuan siswa untuk berpikir kritis, analitis, kreatif, dan inovatif

d. Mendorong siswa untuk selalu mencari keterkaitan antara buku yang dibaca dengan diri sendiri dan lingkungan sekitarnya

Pembelajaran

Meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran dengan menggunakan buku pengayaan dan strategi membaca di semua mata pelajaran. Tujuan kegiatan literasi di tahap pembelajaran, diantaranya yaitu:

a. Mengembangkan kemampuan memahami teks dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi sehingga terbentuk pribadi pembelajar sepanjang hayat

b. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis

c. Mengolah dan mengelola kemampuan komunikasi secara kreatif (verbal, tulisan, visual, digital) melalui kegiatan menanggapi teks buku bacaan dan buku pelajaran.

Resensi Novel Na Willa dan Rumah Dalam Gang Reda Gaudiamo
Ada banyak pesan yang bisa diambil dari cerita Na Willa dan Rumah Dalam Gang, yang paling mencolok yaitu bagaimana cara mendidik anak dengan baik, seperti Mak yang selalu menanggapi Willa dengan baik.

Contoh Gerakan Literasi Sekolah

Berikut adalah beberapa contoh Gerakan Literasi Sekolah :

a. Jadwal berkunjung ke perpustakaan, bukan hanya berkunjung saja, tetapi wajibkan pula siswa untuk meminjam buku, menyusun resume dari beberapa lembar buku yang telah dibacanya kemudian wajibkan pula siswa untuk mengembalikan buku.

b. Pemberdayaan mading setiap kelas

c. Membaca buku non-pelajaran sebelum proses belajar dimulai

d. Posterisasi Sekolah, membuat poster-poster yang berisi ajakan, motivasi maupun kata mutiara yang ditempel atau digantung di beberapa spot di kelas atau di sekolah.

e. Membuat Pohon Literasi di Setiap Kelas

f. Membuat sudut baca di beberapa tempat di sekolah

g. Membuat papan karya literasi siswa di Setiap Kelas

h. Papan karya literasi adalah sebuah papan untuk menempelkan hasil karya literasi siswa. Papan karya literasi ini bisa diprogramkan di setiap kelas.

i. Membuat dinding motivasi di setiap kelas

10 Rekomendasi Buku Bacaan untuk Anak SD
Dalam membaca buku kita juga harus menyesuaikan bahan bacaan tersebut dengan usia pembaca. Nah, pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai rekomendasi buku bacaan yang cocok untuk anak SD.

j. Dinding motivasi adalah sebuah hiasan dinding kelas yang berisi kata-kata motivasi untuk menginspirasi siswa.

k. Mengadakan Lomba Duta Literasi Sekolah

l. Mengadakan Lomba Karya Literasi Antar Kelas

Itulah beberapa penjelasan mengenai contoh literasi sekolah. Semoga bermanfaat

Dian Kusumawardani

"Pengajar di BKB Nurul Fikri dan Konselor Menyusui"

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.