Anak Ikut Banyak Kursus, Bagus atau Malah Bahaya?

edukasi 24 Feb 2024

Setiap orang tua ingin anak-anaknya mendapatkan yang terbaik, terutama dalam hal pendidikan. Untuk memberikan yang terbaik pada pendidikan anak, biasanya orang tua akan menyekolahkan anak di sekolah favorit dan bagus di daerahnya. Setelah menghabiskan waktu untuk belajar di sekolah, orang tua juga turut mendaftarkan anak-anak mereka kursus yang dilakukan setelah pulang sekolah.

Masalahnya, apakah anak akan baik-baik saja jika diikuti banyak kursus? Apakah mereka akan merasa terbantu atau malah merasa terbebani?

Sebelum membahas permasalahan itu, orang tua harus tahu lebih dulu apa sih yang dimaksud dengan kursus? Apa saja manfaat kursus bagi anak? Dan kapan waktu yang tepat mendaftarkan les untuk anak?

Kursus adalah pendidikan non-formal yang bagus diikuti siswa untuk membantu kegiatan pembelajaran mereka di sekolah. Dengan waktu dan keterbatasan guru dalam mengajar banyaknya siswa dalam sehari biasanya akan membuat siswa tidak sepenuhnya paham dengan materi yang dijelaskan.

Dikarenakan ada tujuan pembelajaran yang harus dipenuhi, tugas yang harus dikerjakan, dan karakteristik siswa yang berbeda-beda cukup membuat guru sering kewalahan dalam mengajar di setiap harinya. Oleh karena itu, biasanya orang tua akan mendaftarkan anak-anak mereka kursus untuk membantu pendidikan mereka.

Dengan mengikuti kursus, siswa akan mendapatkan waktu tambahan untuk mempelajari materi yang kurang dipahami dan mempelajari materi yang akan dipelajari di sekolah di waktu selanjutnya.

Manfaat Kursus untuk Anak

sumber: https://www.pexels.com/
  1. Anak mendapatkan pelajaran tambahan yang kurang dipahami dengan baik di kelas
  2. Belajar menjadi lebih santai dan menyenangkan
  3. Metode belajar yang kreatif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa
  4. Anak menjadi aktif dalam belajar dan mendapatkan ilmu tambahan
  5. Meningkatkan kemampuan kognitif anak
  6. Membantu anak untuk fokus dan konsentrasi dalam belajar
  7. Membuka peluang untuk mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki anak

Kursus cocok untuk siswa yang ingin meningkatkan prestasinya di sekolah. Selain dapat meningkatkan prestasi belajar, dengan kursus siswa juga dapat terbantu dalam memahami materi yang ingin digeluti. Misalnya, jika siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas pada materi Algoritma di pelajaran Matematika, maka siswa memiliki peluang untuk mendalami materi Algoritma tersebut, bahkan dapat meminta bantuan para tutor dalam mengerjakan soal-soal yang sulit.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mendaftarkan Kursus?

Dengan mengikuti kursus di luar sekolah, anak dapat mengasah kemampuan dan bakatnya dengan lebih dalam lagi. Sebenarnya, tidak ada patokan waktu yang jelas kapan tepatnya waktu paling ideal untuk mendaftarkan anak ke dalam kursus, orang tua boleh-boleh saja mendaftarkan anak-anak mereka kurus bakat ataupun akademik sejak kecil.

Akan tetapi, ada baiknya orang tua harus menyesuaikan kondisi dan usia anak sebelum mendaftarkan kursus tersebut. Jika anak masih berusia dini, maka orang tua dapat memberikan kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu berat. Untuk anak yang usianya masih di bawah 6 tahun, orang tua dapat memberikan kegiatan yang mengutamakan proses bermain.

Beberapa Pertimbangan yang Harus Diperhatikan Sebelum Mendaftarkan Anak Kursus

sumber: https://www.pexels.com/

1. Memastikan Anak Sudah Siap Mengikuti Kursus

Dengan mental yang siap, anak akan lebih semangat dalam menjalani kursus tersebut dan hasil yang didapatkan akan jauh lebih maksimal. Sedangkan jika orang tua memaksa kehendak anak untuk segera ikut kursus, maka kemungkinan besar mereka tidak akan mengikuti kursus dengan baik karena merasa tertekan, dan mereka akan malas-malasan dalam mengikuti kursus tersebut.

2. Menentukan Tujuan Kursus

Penting bagi orang tua untuk menentukan apa tujuan anak mengikuti kursus. Jika mereka kesulitan dalam berhitung, maka orang tua dapat mendaftarkan anak-anak mereka kursus berhitung. Jika mereka ingin masuk ke sekolah favorit, maka orang tua dapat memasukkan anak mereka ke bimbingan belajar yang memiliki pengalaman untuk membantu kebutuhan belajar anak.

Sedangkan jika anak ingin mengembangkan bakat yang dimilikinya, maka orang tua dapat memberikan kebebasan untuk anak mereka dalam mengikuti kursus yang dapat mengembangkan bakat yang dimilikinya tersebut.

Ide Implementasi Pembelajaran Sosial dan Emosional untuk Peserta Didik
pembelajaran sosial dan emosional mengajarkan siswa dalam menempatkan dirinya, baik di sekolah maupun di kehidupan sehari-hari

3. Mempertimbangkan Kemampuan dan Usia Anak terhadap Kegiatan yang Ingin Diikuti

Adapun hal lain yang harus diperhatikan orang tua sebelum mendaftarkan anak ikut kursus yaitu perhatikan kondisi fisik dan usia anak. Jika anak terlalu mengambil banyak kegiatan padahal fisiknya tidak kuat, mereka hanya akan jatuh sakit dan semua kegiatan yang dirancang akan sia-sia begitu saja.

4 Alasan Anak Tidak Bagus Mengikuti Banyak Kursus

Biasanya tawaran untuk mengikuti kursus ataupun bimbel semakin banyak ketika menjelang ujian akhir semester. Umumnya tawaran tersebut akan menarik perhatian para orang tua karena mereka ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Maka tidak jarang orang tua akan dengan senang hati dan semangat yang menggebu mendaftarkan anak-anak mereka ke berbagai kursus dengan harapan anak dapat meraih prestasi yang diharapkan orang tua. Bisa dikatakan bahwa kursus yang diikuti anak memancing harapan orang tua terhadap anak agar mereka bisa mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk sukses di masa depan kelak.

Namun, sayangnya kegiatan yang berlebihan tanpa mempertimbangkan kemampuan dan kondisi anak hanya akan membuat anak tersiksa. Hal ini tentu saja akan berdampak pada kesehatan dan proses kegiatan belajar anak di sekolah. Berikut adalah beberapa dampak yang akan didapatkan anak jika terlalu mengikuti banyak kursus, yaitu diantaranya:

1. Anak Kesulitan Berkonsentrasi

Ketika seseorang memiliki banyak aktivitas yang harus dijalankan, kemungkinan besar mereka akan sulit berkonsentrasi karena ada banyak kegiatan lain yang menunggu dikerjakan. Hal ini tentu saja akan dialami oleh anak yang mengikuti banyak kursus. Selain merasa kesulitan dalam berkonsentrasi, anak juga akan mudah merasa jenuh dengan rutinitas belajar yang dijalankan.

2. Anak Mudah Kelelahan

Menjalani banyak aktivitas, terutama belajar dalam waktu yang berdekatan akan menyebabkan anak mudah merasa lelah. Orang tua perlu mewaspadai dampak kelalahan tersebut pada anak. Ketika seseorang terlalu lelah dalam menjalankan aktivitas, biasanya waktu tidurnya akan turut berantakan dan nafsu makan akan menurun.

3. Mendapatkan Tuntutan Terlalu Tinggi

Tuntutan dan harapan yang terlalu tinggi secara tidak langsung dapat membuat anak tertekan. Biasanya anak akan merasa bersalah ketika tidak berhasil memberikan apa yang diharapkan orang tuanya. Mereka akan menyalahkan dirinya sendiri dan merasa tidak bertanggung jawab dengan apa yang telah diberikan orang tua.

Masalah ini akan membuat anak menjadi frustasi karena tuntutan terhadapnya yang terlalu tinggi. Terkadang tuntutan yang diberikan di awal akan lebih memberatkan anak dalam menjalani aktivitas tersebut, karena adanya ekspetasi yang harus diraih.

4. Kondisi Fisik yang Menjadi Mudah Sakit

Banyaknya aktivitas yang dilakukan anak akan membuat mereka mudah lelah. Ketika badan mudah merasa lelah, tidak terasa tubuh akan mudah terserang penyakit. Maka, ketika orang tua memutuskan anak untuk mengikuti berbagai kursus, orang tua juga harus siaga dalam menyediakan amunisi yang bagus untuk anak agar mereka tetap sehat.

5. Waktu yang Dimiliki untuk Diri Sendiri Semakin Berkurang

Ketika waktu yang dimilikinya habis dilakukan untuk belajar, maka waktu bermain anak akan berkurang. Jika orang tua mendaftarkan banyak kursus pada anak, maka waktu mereka untuk diri sendiri akan semakin berkurang, bahkan tidak ada. Hal ini tentu saja tidak bagus untuk kondisi psikis anak. Mereka juga butuh istirahat dan waktu untuk bermain.

6. Sulit Fokus pada Satu Hal

Nyatanya sulit untuk fous mendapatkan hasil yang maksimal jika kegiatan yang dilakukan terlalu banyak. Hal ini dikarenakan anak terlalu banyak mengorbankan waktu dan tenaganya untuk belajar, sehingga fokus anak semakin berkurang.

Tips Melakukan Refleksi Pembelajaran dengan Murid
Refleksi pembelajaran artinya sebuah proses perenungan, introspeksi dan kontempelasi atas proses pembelajaran yang telah dilakukan

7. Quality Time dengan Keluarga Semakin Berkurang

Waktu bersama keluarga adalah hal terpenting yang harus dimiliki oleh setiap anak. Melalui quality time tersebut, anak jadi memiliki kesempatan untuk lebih dekat secara fisik dan emosional dengan anggota keluarganya. Hal ini tentu saja akan sangat baik untuk perkembangan diri seorang anak.

Itulah beberapa dampak yang akan didapatkan anak ketika mereka terlalu banyak mengikuti kursus. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dilihat bahwa kursus itu sangat baik untuk prestasi dan masa depan anak, tetapi akan menjadi boomerang jika anak terlalu memforsir tubuh dan waktunya hanya untut mengikuti kursus tanpa harus memperhatikan kondisi tubuh dan mentalnya sendiri.

Agnes Meilina

content writer - content creator - reviewer books

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.