Anak Hobi Copy Paste Tugas? Ajari Konsep Copyright

teknologi Jun 24, 2020

Perkembangan teknologi yang semakin maju membuat kita semua menjadi lebih mudah untuk melakukan sesuatu, terutama dalam mendapatkan informasi. Di zaman yang sudah modern ini, mayoritas penduduk di Indonesia sudah memanfaatkan internet di kehidupan sehari-harinya. Bahkan hal ini juga berdampak pada siswa di sekolah. Karena mudahnya mendapatkan informasi dari internet, membuat mereka tidak jarang melakukan copy paste tugas.

Sebenarnya kita tidak dapat menyalahkan internet ataupun teknologi yang semakin canggih. Segala hal yang terjadi memiliki dampak positif dan dampak negatifnya sendiri, begitu juga dengan perkembangan teknologi dan komunikasi di dunia ini.

Perkembangan sistem pendidikan di Indonesia juga sudah mulai berkembang. Pemerintah sudah menerapkan kurikulum baru dan memanfaatkan teknologi saat kegiatan pembelajaran di kelas. Sehingga sangat tidak mungkin menjauhkan para siswa dari internet di sekolah. Namun sayangnya para siswa tidak memahami dari kegunaan internet, kerap kali mereka menerapkan copy paste tugas yang ada di internet. Menurut mereka itu lebih simple dan tidak membuang-buang waktu. Namun, mereka tidak tahu dampak negatif dari copy paste yang sering kali mereka terapkan saat mengerjakan tugas.

Copy paste tugas bukan hanya menyalin jawaban yang ada di internet saja, tetapi juga menyangkut aksi menyontek tugas di dalam kelas. Copy paste dan menyontek memiliki arti yang sama yaitu menyalin. Hal tersebut sudah sangat lazim dan sering ditemukan di dalam kelas. Lalu apakah guru tidak bertindak sama sekali? Sayangnya, para siswa terkadang lebih cerdik dibandingkan guru yang ada di dalam kelas. Mereka bisa melakukan segala cara untuk menjalankan aksi menyonteknya itu.

Tindakan copy paste bisa disebut juga dengan plagiarisme.

Setiap karya ataupun artikel yang ada di internet sudah memiliki hak ciptanya masing-masing. Maka dari itu, tindakan copy paste seperti itu sangatlah berbahaya, karena sudah bisa dituduh sebagai plagiarisme dari karya seseorang. Namun, kegiatan tersebut sudah menjadi sebuah kebiasaan dan bisa dibilang sudah menjadi suatu penyakit yang sangat sulit untuk disembuhkan. Ada baiknya terlebih dahulu guru mengajarkan dampak yang ditimbulkan dari copy paste dan apa yang dimaksud dengan hak cipta (copyright) suatu karya.

Menurut Wikipedia.com copy right merupakan hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu.  Copyright atau hak cipta berlaku pada berbagai jenis karya seni, seperti buku fiksi dan nonfiksi, puisi, karya tulis ilmiah, film, drama, tari, musik, dan lain sebagainya. Copyright ini berfungsi untuk melindungi keaslian dari suatu karya yang diciptakan seseorang dan juga berfungsi untuk mencegah terjadinya plagiarisme. Bukan hanya itu saja, di setiap negara memiliki hukum undang-undang yang mengatur tentang hak cipta. Jadi, apabila seseorang telah melakukan tindakan plagiarisme atau melanggar hak cipta, maka sudah pasti akan berurusan dengan hukum negara.

Tentunya kita sebagai pendidik dan orang tua tidak ingin bahwa kelak anak kita akan melakukan tindakan plagiarisme. Maka dari itu sedari dini kita harus mengajarkan tentang bagaimana konsep dari copy right atau hak cipta dari suatu karya.

Salah satu produk atau karya yang memiliki copyright yaitu artikel ilmiah. Banyak artikel ilmiah yang dapat kita temukan di laman beranda Google. Dengan mengetik kata kunci yang ingin kita cari, Google akan langsung memberikan beberapa data yang mendukung kata kunci kita tersebut. Namun, kerap kali kebanyakan anak menggunakan kecanggihan itu dengan cara yang salah. Mereka sangat sering mencari sebuah pertanyaan yang kemungkinan besar jawabannya sudah tersedia di laman Google. Dengan tanpa rasa menyesal, mereka akan langsung menyalin seluruh jawaban tanpa membuat sumber informasi yang didapat.

Mungkin kegiatan copy paste tersebut bukan masalah besar di kalangan guru. Akan tetapi, karena sering dibiarkan kemudian mereka akan merasa terbiasa. Kebiasaan tersebut akan terbawa sampai mereka masuk ke jenjang Perguruan Tinggi. Siswa dan mahasiswa memiliki tingkatan yang sangat berbeda, begitu juga dengan proses belajar guru dengan dosen. Dosen cenderung lebih tegas dan menuntut mahasiswanya untuk berkembang dan maju. Tentunya mereka tidak menerima tugas yang hanya dikerjakan dengan copy paste. Jangankan diterima, mungkin saja mereka akan langsung membuat Anda tidak lulus dalam mata kuliahnya.

Apakah Anda akan membiarkan anak Anda mengalami hal seperti itu?

Konsep dari copy right itu sebenarnya tidak terlalu sulit. Apabila kita memang membutuhkan informasi atau karya dari seseorang, jangan pernah lupakan untuk menyertakan sumber dari mana Anda mendapatkannya. Selain membantu Anda dalam mencegah terjadinya tuduhan dari plagiarisme, Anda juga dapat membuat data Anda menjadi valid dan tidak diragukan kebenarannya.

Yang penting sertakan sumbernya dan lihatt tipe copyright tiap konten

Selain itu, ajarkan anak Anda untuk menggali ide sendiri. Bantulah mereka untuk bertindak cerdas, kritis dan kreatif. Apabila anak Anda sudah menciptakan sebuah karya, Anda bisa mendaftarkan hasil karya anak Anda supaya memiliki hak cipta. Misalnya anak Anda menciptakan kumpulan puisi atau sebuah novel, Anda bisa mendaftarkan hasil karya anak Anda ke salah satu penerbit yang ada di Indonesia. Apabila hasil karya anak Anda memiliki potensi yang bagus untuk diterbitkan, mereka akan membantu Anda untuk mendapatkan hak cipta dari karya yang Anda buat, setelah itu mereka turut memproses karya Anda supaya bisa menjadi layak terbit.

Cara Mudah Menyampaikan Etika Internet Sehat Pada Anak
Sebagai generasi milenial, anak tidak bisa dipisahkan dari teknologi internet. Frekuensi anak terkoneksi dengan internet jauh lebih besar dari itu. Hal ini mesti menjadi perhatian khusus oleh orang tua agar dapat menyampaikan etika internet sehat pada anak dengan cara yang mudah.

Akan tetapi masih ada banyak orang yang kesulitan dalam mendaftarkan karyanya. Proses yang begitu panjang dan terkadang sering berbelit-belit, Ditjen Hak Kekayaan Intelektual menghadirkan fasilitas E-Hak Cipta yang berguna untuk memudahkan kita dalam mendaftarkan hak cipta secara daring atau online. Berikut merupakan 3 keuntungan yang akan didapatkan dari fasilitas ini, yaitu:

Lebih Fleksibel

Anda bisa melakukannya di mana saja, tanpa harus menghadiri suatu pertemuan yang formal. Selain itu, Anda bisa melakukannya di waktu Anda luang akan tetapi usahakan di waktu kerja supaya proses registrasinya bisa lebih cepat. Tentu saja ini merupakan salah satu keuntungan yang sangat besar apabila Anda tinggal di daerah yang begitu jauh dan jarak yang ditempuh membutuhkan waktu dan biaya yang banyak.

Lebih Aman

Selain itu, Anda bisa lebih meminimalisir risiko kesalahan lampiran atau tercecernya berkas yang Anda kirim. Anda juga tidak perlu khawatir dengan privasi data Anda, karena situs E-Hak Cipta sudah dikelola oleh tim yang sangat profesional.

Prosesnya Lebih Cepat

Dikarenakan menggunakan sistem digital, proses verifikasi dokumen bisa dilakukan tanpa harus memasukkan ulang data ke dalam sistem. Maka dari itu, waktu penyelesaiannya dapat lebih cepat daripada dilakukan secara konvensional yang memakan waktu cukup lama.

Bagaimana Mengajarkan Tips Internet Sehat Pada Anak?
Internet sudah menjadi kebutuhan pokok sehari-hari pada masa kini. Tuntutan anak agar fasih berselancar di dunia maya demi tugas sekolah tentunya menjadi tanggung jawab para orang tua untuk mengenalkan tips internet sehat pada anak.

Dengan memahami konsep copyright, manfaatnya serta keuntungan yang akan didapat, Anda dapat menuntun anak Anda untuk tidak melakukan copy paste pada tugas yang telah diberikan guru di kelas. Anda juga tidak perlu khawatir lagi ketika ingin mempublikasikan hasil karya Anda pada publik, karena selain copyright berguna untuk mengenalkan hasil karya Anda pada publik hasil karya Anda akan dilindungi tanpa takut untuk ditiru atau di plagiat oleh orang lain. Apabila hal tersebut terjadi, Anda bisa membawanya ke jalur hukum yang ada di Indonesia.

Agnes Meilina

Gemar membaca buku dan menulis di malam hari.

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.