8 Alasan Mengapa Memilih Pendidikan Alternatif

edukasi 6 Jun 2022

Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan apa pun keadaannya. Pendidikan yang didapatkan tidak harus dari sekolah formal atau dengan cara konvensional. Ada pula pendidikan alternatif yang menjadi pilihan untuk tetap mendapatkan pembelajaran atau mengembangkan diri. Namun dalam kenyataannya, masih banyak masyarakat yang meragukan pendidikan alternatif. Cukup disayangkan karena sebetulnya ada banyak keunggulan yang dapat diperoleh dari pendidikan alternatif.

Pendidikan alternatif tidak dijadikan sebagai pengganti sekolah formal, melainkan pendidikan yang memiliki program tersendiri dengan metode didaktik baru hingga kurikulum baru. Berdasarkan gagasan Nunuk Murniati, pendidikan harus bersifat kontekstual dan sesuai dengan lingkungan.

Mengenal Macam-macam Pendidikan Alternatif di Indonesia
Pendidikan alternatif merupakan perubahan sikap maupun tata laku yang membuat setiap individu maupun kelompok memiliki pilihannya sendiri selain dari pilihan ada.

8 Alasan Mengapa Memilih Pendidikan Alternatif

Pendidikan alternatif merupakan pendidikan yang memang dirancang khusus, sebagai upaya dalam memenuhi keperluan tertentu yang tidak ada dalam pendidikan konvensional pada umumnya. Maka dari itu, kebanyakan pendidikan alternatif memiliki program pendidikan sendiri yang tidak ada pada sekolah konvensional. Terdapat sejumlah alasan yang dimiliki orang tua, mengapa mereka memilih memasukkan anaknya dalam pendidikan alternatif. Beberapa alasannya ialah sebagai berikut.

1. Menjauhkan Anak dari Lingkungan yang Negatif

Tak sedikit orang tua yang takut jika anaknya masuk ke dalam pergaulan bebas yang jauh dari moral dan agama tanpa sepengetahuan mereka. Oleh sebab itu, tak sedikit dari mereka yang memilih untuk memasukkan anaknya di pendidikan alternatif seperti homeschooling.

Memang tidak semua sekolah memiliki lingkungan yang buruk. Namun, maraknya kasus bullying yang dapat mengakibatkan trauma serta mengganggu rasa percaya diri anak membuat orang tua merasa khawatir. Terlebih lagi, jika anak mereka sulit bergaul, pasif, dan membutuhkan perhatian khusus orang tuanya, tentu pendidikan alternatif menjadi pilihan yang tepat.

Melalui pendidikan homeschooling, orang tua akan lebih dekat dengan anak dan mudah memperkenalkan lingkungan yang baik positif serta dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka.

2. Fasilitas Sekolah yang Kurang Memadai

Alasan mengapa memilih pendidikan alternatif selanjutnya, yaitu karena kurangnya fasilitas sekolah untuk memenuhi kebutuhan anak. Pendidikan alternatif dan konvensional memiliki program yang berbeda. Sekolah fokus memberikan materi pelajaran dan beberapa kegiatan bermanfaat lainnya (ekstrakurikuler). Namun, dalam pendidikan alternatif terdapat sekolah yang memiliki program khusus untuk mengembangkan minat bakat anak selain di bidang akademis, seperti bisnis, teknologi, broadcasting, entertainment, seni, olahraga, dan lain-lain.

Pendidikan alternatif dinilai cocok untuk anak yang ingin mengembangkan bakat tertentu. Jenis pendidikan ini memiliki fleksibilitas waktu yang bisa digunakan untuk latihan mengembangkan bakatnya lebih profesional. Kegiatan belajar juga dinilai lebih efektif karena anak fokus pada bidang yang berguna untuk masa depannya.

Namun, bukan berarti pendidikan di sekolah tidak berguna, hanya saja agar anak bisa lebih fokus.

Berikut 7 Karakter Siswa di Kelas yang Wajib Dipahami oleh Guru
Sebagai guru Anda perlu mengetahui karakter siswa. Setiap siswa memiliki karakter yang berbeda, Anda harus bisa menghadapinya dengan baik.

3. Menghemat Biaya Sekolah

Tak sedikit sekolah yang berkualitas dan bisa memenuhi kebutuhan anak memiliki biaya bulanan yang tinggi dan tak terjangkau. Hal inilah yang membuat orang tua memilih untuk memasukkan anaknya ke pendidikan alternatif, misalnya homeschooling. Dengan homeschooling, orang tua bisa membuat anggaran pendidikan yang lebih hemat. Mereka dapat mengalokasikan uang sesuai kebutuhan pelajaran anak yang ingin diperdalam saja.

Berbeda dengan lembaga pendidikan formal seperti sekolah yang mengharuskan setiap peserta didik membayar biaya meskipun tidak semua fasilitas sekolah digunakan. Belum lagi untuk pengeluaran membuat tugas, ongkos pergi ke sekolah, dan jajan anak yang tak sedikit.

4. Anak Berkebutuhan Khusus

Kebanyakan anak yang memiliki kebutuhan khusus masuk ke pendidikan alternatif seperti homeschooling. Hal ini memudahkan orang tua tetap berada di samping anak untuk mendidik, menjaga, dan mengasuh mereka. Biasanya, kondisi anak ini memiliki keterbatasan fisik atau gangguan psikis.

Meskipun sekolah menerima anak berkebutuhan khusus, fasilitasnya belum tentu memadai. Bukan hanya itu, gaya belajar di sekolah juga belum tentu pas untuk anak difabel. Jadi, wajar orang tua khawatir jika terjadi sesuatu pada anaknya.

5. Pendidikan Alternatif Kreatif

Setiap guru di sekolah pasti memiliki metode pengajaran tersendiri yang kreatif dan inovatif. Namun, sekolah alternatif dinilai lebih mampu untuk memberikan dimensi lain dalam pendidikan Indonesia. Artinya, sekolah alternatif berani berbeda dan keluar dari cara mengajar yang begitu-begitu saja, seperti metode guru ceramah dan anak duduk mendengarkan (tidak semua sekolah formal seperti itu).

Kebanyakan sekolah konvensional kesulitan menerapkan hal tersebut karena sudah terbiasa menggunakan cara tradisional yang sedikit kurang kreatif. Sementara itu, di sekolah alternatif banyak program pembelajaran yang menarik dengan mudah dipahami siswa. Mereka juga bisa mengembangkan minat dan bakatnya secara maksimal karena memiliki kebebasan waktu untuk melakukan hobinya.

6. Keluarga Berpindah-pindah

Salah satu kondisi yang mengharuskan anak memilih pendidikan alternatif homeschooling, yaitu keluarganya sering berpindah-pindah tempat atau sering melakukan perjalanan jauh dalam waktu yang sangat lama karena tuntutan bekerja atau lainnya. Daripada ribet mengurus surat pindahan sekolah yang memakan waktu dan tenaga, lebih baik anak dimasukkan ke pendidikan homeschooling.

Homeschooling Sebagai Pengganti Sekolah Formal
Homeschooling merupakan model pendidikan dimana orangtua berperan penting dalam proses pembelajaran anak.Sedangkan sekolah merupakan jalur pendidikan formal yang umum dan sering ditempuh oleh masyarakat Indonesia.

Bukan hanya itu, jika anak pindah-pindah sekolah, kemungkinan mereka sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Lebih-lebih, mencari sekolah berkualitas di lingkungan baru bukanlah hal yang mudah. Perlu riset dan rekomendasi dari orang sekitar untuk menentukannya. Oleh sebab itu, kebanyakan orangtua lebih memilih homeschooling dalam keadaan ini.  ‌

7. Anak Terkena Masalah

Alasan memilih pendidikan alternatif selanjutnya, yaitu karena anak terkena masalah. Contoh-contoh masalahnya misalnya anak dalam kondisi pernah tinggal kelas, terlambat masuk sekolah, menggunakan obat-obatan terlarang atau narkoba, nakal, mempunyai trauma anak putus sekolah, dan lain-lain. Pasalnya, ada sekolah publik untuk anak bermasalah yang tersedia di wilayah Indonesia. Pendidikan alternatif tersebut menjadi pilihan yang tepat untuk anak terkena masalah.

8. Agar Anak Tetap Bisa Mendapatkan Pendidikan

Dari 7 alasan memilih pendidikan alternatif yang telah disebutkan sebelumnya, sebenarnya tujuannya hanya satu, yaitu agar anak tetap bisa mendapatkan pendidikan apa pun kondisinya. Pendidikan alternatif ini menjadi pilihan yang tepat agar anak tetap memperoleh haknya dan mencapai tujuan pendidikan serta meraih masa depan yang lebih baik.

Meski anak tidak bisa belajar secara konvensional di sekolah, mereka tetap berpeluang meraih masa depan yang cerah bersama dengan anak-anak sekolah lainnya.

Itulah sejumlah alasan di balik pemilihan pendidikan alternatif dibandingkan pendidikan formal. Perlu diketahui setiap jenis pendidikan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kita bisa memilih pendidikan yang pas atau sesuai dengan kebutuhan anak agar mereka dapat belajar dan berkembang dengan baik dan maksimal. Sebagai orang tua, Anda perlu mengenali kebutuhan dan kondisi anak sebelum memasukkan mereka ke sekolah.

‌‌‌‌

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.