7 Hal Penting yang Perlu Diketahui Mengenai Survei Karakter

edukasi Mar 20, 2021

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai garda terdepan dalam meningkatkan kualitas pendididkan di Indonesia. Tahun 2018, kualitas pendidikan di Indonesia menurut indikator PISA masih jauh dari harapan. Hasil PISA membuktikan kemampuan belajar siswa pada pendidikan dasar dan menengah kurang memadai. Pada tahun 2018, sekitar 70% siswa memiliki kompetensi literasi membaca di bawah minimum.

Sama halnya dengan keterampilan matematika dan sains, 71% siswa berada di bawah kompetensi minimum untuk matematika dan 60% siswa di bawah kompetensi minimum untuk keterampilan sains. Skor PISA Indonesia stagnan dalam 10-15 tahun terakhir. Kondisi ini menyebabkan Indonesia menjadi salah satu negara yang konsisten dengan peringkat hasil PISA yang terendah.

Menanggapi kondisi tersebut Kemendikbud tidak berpangku tangan. Kemendikbud membuat sebuah kebijakan baru sebagai tolok ukur pendidikan. Kemendikbud memutuskan untuk mengganti UN (Ujian Nasional) dengan AN (Assesmen Nasional).  Reformasi asesmen diperlukan guna mendorong peningkatan kualitas pembelajaran. Pemetaan mutu pendidikan secara menyeluruh dibutuhkan. Pada tahun 2021, Asesmen Nasional (AN) akan resmi diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Ujian Nasional (UN) sudah tidak lagi diberlakukan. Kebijakan ini ditetapkan berdasarkan hasil koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan sejumlah dinas dan lembaga terkait.

Berikut 7 Kelebihan AKM Dibandingkan UN
Mulai tahun 2021, Ujian Nasional akan diganti. Adapun penggantI standar evaluasi baru yaitu Asesmen Nasional yang terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum, Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar.

Dalam hal ini, AN diterapkan untuk mengevaluasi kinerja dan mutu sistem pendidikan. Nantinya, hasil Asesmen Nasional tidak memiliki konsekuensi apapun pada pencapaian proses belajar siswa namun memberikan umpan balik untuk tindak lanjut pembelajaran dan kompetensi siswa. Kebijakan terkait penerapan Asesmen Nasional (AN) ini telah disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Secara garis besar ada tiga komponen utama yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan AN ini, yaitu Assesmen Kompetensi Minimum, survei karakter, dan survei lingkungan belajar, kesemuanya mempunyai peranan berbeda namun saling terkait.

Assesmen Kompetensi Minum lebih fokus pada literasi membaca dan numerisasi. Literasi membaca ialah memahami berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah.

Survei lingkungan belajar berfokus pada iklim belajar dan iklim satuan pendidikan. Termasuk juga daam hal keamanan, kebhinnekaan, indeks sosial ekonomi, kualitas pembelajaran, dan pengembangan guru. Survei Karakter lebih fokus pada profil pelajar pancasila. Seperti halnya bertakwa, mandiri, kreatif, bernalar kritis, berkebhinnekaan global, dan yang lainnya.

7 Hal yang Perlu Diketahui Mengenai Survei Karakter

Tulisan ini pada selanjutnya akan fokus membahas tentang survei karakter. Tentang apa itu survei karakter. Khususnya berkaitan dengan poin penting yang perlu diketahui tentang survei karakter. Berikut 7 poin poin penting yang perlu diketahui tentang survei karakter.

1.      Apa itu Survei Karakter

Survei Karakter  (SK ) adalah upaya untuk mengetahui kondisi ekosistem karakter para murid di sekolah terkait apakah azas pancasila benar-benar dirasakan para murid dalam interaksi di sekolah.

Survei Karakter adalah upaya untuk mengetahui kondisi ekosistem karakter para murid di sekolah terkait apakah azas Pancasila benar-benar dirasakan para murid dalam interaksi di sekolah. Ini kompetensi minimum kompetensi dasar yang dibutuhkan murid untuk bisa belajar apa pun materinya.

Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter.

2.      Latar Belakang Survei Karakter

Peningkatan mutu sistem pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian siswa dalam menguasai materi pelajaran dan nilai ujian akhir, apapun sebutannya. Keberhasilan sistem pendidikan lebih difokuskan pada pencapaian kompetensi siswa yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap.

Terlebih pada era transformasi pendidikan abad ke-21, dimana arus perubahan menuntut murid menguasai berbagai kecakapan hidup yang esensial untuk menghadapi berbagai tantangan abad ke-21 dimana siswa memiliki kecakapan belajar dan berinovasi, kecakapan menggunakan teknologi informasi, kecakapan hidup untuk bekerja dan berkontribusi pada masyarakat. Inilah yang menjadi latar belakang pelaksanaan survei karakter.

Selain tuntutan kecakapan abad 21, profil pelajar Pancasila juga menjadi rujukan pencapaian karakter bagi seluruh siswa di Indonesia. Bahkan profil pelajar pancasila ini sudah merangkum serangkaian kecakapan hidup abad 21.

3.      Tujuan Survei Karakter

Selama ini pemerintah hanya memiliki data kognitif dari para siswa tapi tidak mengetahui kondisi ekosistem di sekolah para siswa. Survei karakter ini akan menjadi panduan untuk sekolah dan pemerintah. Survei karakter diharapkan jadi tolok ukur untuk bisa memberikan umpan balik bagi sekolah dalam melakukan perubahan.

4.      Manfaat Survei Karakter

Ada 5 manfaat  Survei Karakter yang akan dilakukan Pemerintah menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim yaitu :

· Dengan Survei Karakter maka akan dapat diketahui kondisi ekosistem (hubungan timbal balik) di sebuah sekolah sebagai tempat belajar para muridnya.

· Dengan Survei Karakter (SK) maka akan dapat diketahui sejauh mana implementasi asas-asas Pancasila dapat dirasakan dan diamalkan oleh warga sekolah.

· Dengan Survei Karakter (SK) maka akan dapat diketahui apakah level toleransi sudah berjalan dengan baik (sehat) di suatu sekolah.

· Dengan Survei Karakter (SK) maka akan dapat diketahui apakah welfare (kebahagiaan anak di sekolah sudah mapan dan berjalan baik).

· Dengan Survei Karakter (SK) maka akan dapat diketahui masih adakah bullying yang terjadi pada siswa di sekolah.

5.      Indikator Capaian Survei Karakter

Survei karakter yang dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila.

Adapun Karakter pelajar Pancasila yang ingin dicapai dalam pelaksanaan survei karakter adalah :

Apa itu Profil Pelajar Pancasila yang Merupakan Outcome dari Sekolah Penggerak Kemendikbud
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim terus berinovasi demi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satunya dengan mengeluarkan kebijakan sekolah penggerak. Sebuah program baru dari Kemendikbud yang bertujuan untuk mengejar ketinggalan dalam bidang pendidikan. K…

· Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.

· Berkebhinekaan global

· Mandiri

· Bernalar kritis

· Kreatif

· Gotong royong

6.      Proses Survei Karakter

Survei karakter dilakukan bukan dalam bentuk tes yang harus dikerjakan oleh para murid. Para murid menjawab sejumlah pertanyaan yang sifatnya personal, terkait opini murid mengenai topik seperti gotong royong, Bhinneka Tunggal Ika. Tetapi terkait esensi dan behavior dari topik-topik tersebut.

Survei tersebut akan didisain alat ukur yang sulit diakali oleh murid sehingga hasil dari survey tersebut dapat menggambarkan potret sesungguhnya dari karakter para murid di sekolah, dalam waktu tertentu.

Meskipun demikian, hasil survei ini tidak digunakan untuk menilai murid sebagai individu, tetapi untuk menilai keberhasilan sekolah dalam pengembangan karakter. Survei tersebut akan diikuti oleh murid pada pertengahan level yakni murid SD kelas IV, murid SMP kelas VIII, dan murid SMA/SMK kelas XI.

Survei tersebut dilakukan di tengah level agar sekolah dan pemerintah masih memiliki waktu untuk mendisain program pengembangan dan perbaikan lebih lanjut, bertolak dari hasil survei tersebut.

7.      Contoh Soal Survei Karakter

Untuk memberikan gambaran mengenai soal Survei Karakter, berikut ini dibagikan contoh soal Survei Karakter pengganti Ujian Nasional tahun 2021. Contoh soal Survei Karakter ini berbentuk Pilihan Ganda dengan empat alternatif jawaban.

Soal nomor 1

Fendy diberi tugas untuk mengumpulkan sumbangan dalam rangka membantu biaya perawatan teman sekelasnya yang sedang sakit. Akan tetapi, pada waktu yang bersamaan, ibunya belum memiliki uang untuk membayar sewa rumah yang hari itu juga harus dibayarkan.

Tindakan yang sebaiknya yang dilakukan Fendy adalah ….

A. segera memberikan uang sumbangan tersebut kepada temannya yang sakit

B. memberikan semua uang untuk membayar sewa rumah ibunya

C. menggunakan sebagian uang untuk membayar sewa rumah ibunya.

D. meminta izin teman-temannya meminjam uang untuk membayar sewa rumah

Soal nomor 2

Dilla menemukan uang yang jatuh di halaman sekolah. Dia ingin mengembalikan uang tersebut, tetapi tidak siapa pemiliknya.

Tindakan yang sebaiknya dilakukan Dilla adalah ….

A. menyerahkan uang tersebut kepada guru

B. membiarkan saja

C. bertanya kepada beberapa teman

D. membawanya pulang

Demikian 7 poin penting yang perlu diketahui tentang survei karakter. Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda untuk mempersiapkan diri menghadapi survei karakter.

Dian Kusumawardani

"Pengajar di BKB Nurul Fikri dan Konselor Menyusui"

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.