5 Cara Menerapkan Pendekatan STEAM Saat Pembelajaran Online

teaching 8 Mei 2021

STEAM atau singkatan untuk Sains (science), Teknologi (technology), Teknik (engineering), Seni (art) dan Matematika (mathematic). Berdasarkan kutipan situs affordablecollegesonline.org, istilah STEAM diciptakan di Sekolah Desain Pulau Rhode (RIDS). STEAM sendiri menggambarkan peran seni dalam desain dan sains.

STEAM merupakan sebuah pendekatan pembelajaran terpadu yang mendorong siswa untuk berpikir lebih luas tentang masalah di dunia nyata. STEAM juga mendukung pengalaman belajar yang bermakna dan problem solving. Pendekatan ini membuat pandangan bahwa sains, teknologi, teknik, seni dan matematika saling terkait.

Sebelum masuk dalam tata cara penerapan pendekatan STEAM, Kita harus mengetahui komponen-komponen dari STEAM itu sendiri yang dikutip dari affordablecollegesonline.org.

Komponen-Komponen Pendekatan STEAM

1.      Pemecahan masalah melalui desain dan inovasi

2.      Keterkaitan antara asesmen, rencana belajar dan standar pembelajaran

3.      Kombinasi lebih dari satu subjek dalam STEAM dan kegunaannya dalam seni

4.      Lingkungan pembelajaran yang kolaboratif dan process based learning

5.      Fokus pada hal – hal yang terjadi di kehidupan

Adapun kelebihan dari pendekatan ini, diantaranya ialah ;

1.      Mengatasi kebuntuan ide-ide (karena tidak ada kata salah dalam seni).

2.      Fokus pada proses yang membantu mengarah pada inovasi

3.      Mengajarkan keunggulan dari observasi, orang – orang dan lingkungan dalam pembelajaran

4.      Membantu mengasah kecerdasan visual – spasial dan konsep matematika seperti bangun ruang.

5 Cara Menerapkan Pendekatan STEAM Saat Pembelajaran Online

Pendekatan ini juga dapat melihat kelebihan dan kekurangan siswa terletak dimana. Tak hanya melihat yang kurang, namun mengasah yang mampu dikembangkan dan meminimalis kekurangan siswa itu sendiri.

7 Contoh Penerapan Augmented Reality dalam Pembelajaran
Salah satu teknologi yang kekinian dan sangat menunjang pembelajaran adalah teknologi Augmented Reality (AR). Kecanggihan ini mampu memberikan warna baru di bidang pendidikan. Penggunaannya tidak hanya berpusat pada wawasan, tapi juga menyentuh sisi emosional siswa.

Lalu, bagaimana cara menerapkan pendekatan STEAM dalam pembelajaran online? Simak 5 cara berikut.

1.   Memulai dengan Pertanyaan Esensial

Pertanyaan esensial adalah pertanyaan yang mampu menstimulasi pikiran, merangsang inkuiri lebih lanjut, dan untuk menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru, termasuk pertanyaan yang mendalam dari siswa. Sehingga jawaban yang peroleh juga tidak sekedar biasa atau basic (McTighe & Wiggins, 2013).

Pertanyaan esensial ini bisa bersifat generatif maupun provokatif. Dengan diberikan pertanyaan seperti itu, siswa dapat diharapkan terlibat dalam pembelajaran yang kaya dan mendalam, tidak sekedar belajar tentang fakta dan teori semata.

Contohnya dalam pembelajaran online, pengajar bisa memunculkan pertanyaan esensial di slide pertama dan meminta semua siswa berpendapat tentang pertanyaan tersebut. Lalu dilanjutkan dengan diskusi dan menyimpulkan hasil belajar bersama.

2.   Penyusunan Rencana Proyek

Dalam proses ini, guru memberikan tugas pada siswa untuk menyusun proyek penyelesaian, bisa secara mandiri maupun kelompok. Adanya bagian ini akan membuat siswa lebih terstruktur dalam mencari jawaban dan melatih kerjasama jika itu berkelompok.

Setelah pemberian pertanyaan esensial, guru harus mengarahkan siswanya untuk penyelesaian tugas dengan template yang sudah ditentukan. Misalnya dari pertanyaan “Apa yang terjadi jika gravitasi bumi tidak ada?” di pelajaran fisika. Setelah itu guru wajib mengarahkan siswa dalam penyelesaian proyek tersebut untuk mencari jawaban dari sumber-sumber yang lebih luas dan setiap kelompok nantinya harus mempresentasikan hasilnya.

3.   Penyusunan Jadwal

Guru harus memberikan timeline pada seluruh siswanya dalam penyelesain proyek. Seluruh siswa wajib tepat waktu dalam proyek tersebut. Pemberian batas waktu yang masuk akal akan membuat siswa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Guru harus peka terhadap durasi yang diperlukam siswa. Tidak kurang dan tidak lebih. Ini harus disesuaikan dengan jenjang pendidikan SD, SMP maupun SMA. Maka dari itu guru wajib mempelajari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi saat pelaksanaan proyek agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Misalnya dalam penyelesaian proyek “Gravitasi Bumi”, guru harus memahami berapa lama siswa mencari definisi, indicator dan teori dasarnya. Setelah itu juga mengestimasi munculnya pertanyaan-pertanyaan yang lebih luas dari pertanyaan esensial seperti “Jika bumi tidak memiliki gravitasi, apa yang terjadi pada pepohonan? Apakah daun yang gugur akan terbang ke angkasa melewati atmosfer?”.

4.   Monitoring Kegiatan Proyek

Dalam pembelajaran online, monitoring kegiatan proyek bisa dilakukan dengan cara mengisi formulir online. Bagaimana caranya? Dalam proyek tersebut pastinya ada tahap-tahap yang telah ditentukan saat penyusunan rencana proyek. Misalkan itu berkelompok, ketua kelompok diwajibkan untuk mengisi formulir yang menandakan setiap step-nya sudah terlaksana. Guru bisa menggunakan Google-Form karena lebih praktis dan dapat merangkum hasilnya secara singkat.

Dengan adanya tahap ini, guru dituntut banyak belajar juga untuk menguasai tools yang ada di Google karena sangat bermanfaat dalam proses belajar online. Tak hanya system pengambilan suara melalui Google-Form, tetapi juga Google-Meet untuk tatap muka secara virtual, Google Drive untuk menyimpan hasil proyek dan berbagi berkas pada siswa, Google Docs untuk mempermudah membuka file dari banyak jenis berkas, Google Scholar untuk mencari referensi yang sumbernya valid dan kredibel.

5.   Pengujian dan Penilaian Hasil

Dalam pendekatan STEAM, evaluasi pembelajaran akan lebih bervariasi dan luas penilaiannya. Mengapa demikian? Sebab munculnya pertanyaan yang dipancing oleh pertanyaan esensial membuat jawaban lebih beragam.

Jika ingin dibatasi, rencanakan terlebih dahulu saat penyusunan proyek. Beritahu siswa apa saja batasannya. Namun, akan lebih bagus jika pembahasannya makin luas sehingga siswa memiliki pengetahuan yang lebih daripada sekedar teori dasar.

Di tahap pengujian ini guru bisa meminta siswanya mempresentasikan hasil proyek setelah melalui screening. Proses screening oleh guru bermanfaat untuk mencegah hal-hal yang lewat batas. Jadi wajib sekali guru menyediakan waktu untuk screening.

Siswa menyerahkan hasil proyek untuk dinilai apakah sudah sesuai, jika tidak harus direvisi terlebih dahulu. Setelah itu siswa/ seluruh kelompok wajib mempresentasikan hasilnya.

Presentasi hasil kelompok tidak melulu dilakukan di aplikasi Zoomatau Google Meet. Untuk melatih rasa percaya diri, guru bisa mengarahkan siswanya untuk mengunggah hasil tugasnya di media sosial seperti Youtube, Instagram TV atau Instagram Live.

Bagi siswa lain yang menonton harus memberi feedbackatau pertanyaan terkait materi yang dipresentasikan. Selain mengasah kreativitas dan akademis, cara ini dapat meningkatkan keahlian siswa dalam public speaking, meningkatkan rasa percaya diri dan mengasah kesiapan siswa dalam menghadapi masalah.

Dari sekian banyak model pembelajaran/pendekatan belajar, STEAM sangat cocok diterapkan di era digital ini. Terutama ketika pembelajaran online/school from home yang telah ditentukan oleh Kemendikbud di masa pandemi.

Pendekatan STEAM juga bisa dilakukan orang tua kepada anak, terutama pada anak yang belum memasuki usia sekolah. Namun caranya lebih sederhana dan mudah dipahami. Contohnya dengan mengajak anak membuat es batu, orang tua bisa mengenalkan macam-macam zat.

Mengenal Literasi Digital dan Manfaatnya Bagi Masa Depan Siswa
Literasi digital merupakan pengetahuan dan kecakapan seseorang dalam menggunakan media digital, alat komunikasi serta jaringan internet dalam menemukan suatu informasi kemudian mengevaluasinya.

Contoh lain yakni dengan mengajak anak memasak dengan menggunakan centong nasi yang terbuat dari plastik, mengapa harus menggunakan plastik atau kayu untuk memperkenalkan konsep isolator dan konduktor.

Banyak jenis pendekatan belajar yang harus diketahui guru dan orang tua. Kita semua wajib update informasi dan teknologi agar tidak melewatkan kesempatan memberikan yang terbaik untuk anak.

Miela Baisuni

Freelance content writer & social media specialist, traveller.

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.