Tips Menjadi Guru Kreatif Untuk Meningkatkan Pembelajaran

Tanpa pendidikan, sebuah bangsa tidak akan mengalami kemajuan. Tanpa pendidikan, sebuah wilayah tidak dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan. Tanpa pendidikan, sebuah keluarga dapat terjebak dalam mindset yang destruktif. Pendidikan tak hanya perihal bertemu guru di sekolah ataupun dosen. Pendidikan merupakan media yang amat sangat luas agar manusia menjadikan kehidupannya lebih baik.

Sekolah merupakan wadah formal bagi siapapun untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Hal ini ditujukan sebagai bekal mencari pekerjaan di masa mendatang. Pendidikan formal di Indonesia kini sudah berkembang cukup baik. Terutama perubahan kurikulum serta perubahan bentuk asesmen yang berstandar internasional. Kita patut berbangga hati atas kemajuan ini. Tak hanya pemerintah yang berjasa, tetapi para pelaksana yakni satuan sekolah, guru, siswa, dan wali murid turut berkontribusi dengan sangat baik.

Di masa pandemi dua hingga tiga tahun belakangan ini sungguh menjadi tantangan berat bagi pelaksana pendidikan. Pemerintah harus dituntut kreatif dalam menentukan program yang tepat di saat school from home, guru juga dituntut kreatif & inovatif dalam menerapkan berbagai metode belajar, wali murid atau orangtua merasakan tantangan yang lebih ektrim karena ternyata tidak banyak dari mereka memiliki skill berkomunikasi & menyampaikan materi sebagai pendamping, serta peserta didik yang juga merasakan ketidakmudahan dalam menerima materi pembelajaran.

Apalah daya jika manusia dicetak seperti robot yang tidak memiliki skill berinovasi dan kreatif. Beruntung sekali kita diciptakan penuh dengan kreativitas dan inovasi sebagai sarana survive dalam menjalani kehidupan. Meskipun kita sudah dibekali bakat kreatif dan inovatif, tentu saja kemampuan ini harus tetap dikembangkan. Terutama bagi tenaga pendidik yang memiliki kontribusi besar dalam menyalurkan ilmu pengetahuan agar diterima dan diaplikasikan dengan baik.

Tips Menjadi Guru Kreatif

Untuk meningkatkan pembelajaran, guru-guru dituntut menjadi mau tidak mau harus kreatif. Berikut ini akan dijabarkan beberapa tips menjadi guru kreatif untuk meningkatkan pembelajaran. Yuk, disimak!

Tips Membangun Kesiapan Guru dalam Menghadapi Perubahan
Guru yang adaptif mampu menciptakan pembelajaran yang optimal, membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.

Memanfaatkan Kekuatan Kendala

Seorang penulis sekaligus pendiri perusahaan penerbit Random House bernama Bennet Cerf menemukan bahwa kendala memiliki kekuatan. Lalu, bagaimana menjadikan kendala sebagai kekuatan?

Menurut Cerf, di saat kita menemukan kendala, di situlah kita akan tertuntut menyelesaikan kendala yang ada. Dalam hal ini, otak manusia akan bekerja lebih kreatif. Maka, ketika ada kendala yang hadir, di situlah kita dapat menemukan cara-cara baru, bahkan cara yang tidak terduga dalam proses problem solving.

Lalu bagaimana penerapannya untuk para tenaga pendidik? Sebagai guru tentu saja menemukan kendala-kendala dalam menyampaikan bahan ajar. Biasanya yang paling sering menjadi kendala ialah keberagaman siswa. Setiap peserta didik memiliki latar belakang keluarga, bakat & minat, gaya belajar, kekurangan, serta tingkat stres yang berbeda-beda. Di sini guru dituntut memberikan pembelajaran secara merata dengan banyak perbedaan di tiap siswanya. Sebab demikian, peserta didik tidak memiliki output yang sama. Sistem peringkat biasanya dijadikan tolak ukur, hal ini membuat sebagian siswa mengalami penurunan harga diri. Kendala kedua yang ditemukan ialah bagaimana cara membantu siswa tetap memiliki konsep diri yang positif serta motivasi belajar dengan baik.

Seringnya guru memperoleh kendala-kendala, di situlah ia dapat mengumpulkan skill kreatifnya.

Menggunakan Metode yang Kekinian

Kini para guru didapati mengajar para generasi Z yang dianggap penuh kreativitas, aesthetic dan mengutamakan mental health. Tidak dipungkiri bahwa peserta didik sudah terpapar media sosial, baik mereka yang duduk di bangku SD, maupun mereka yang sudah SMP dan SMA. Kekuatan media sosial sangat signifikan mempengaruhi pola pikir mereka. Di sini guru secara tidak langsung harus mengikuti perkembangan jaman. Maka sebagai guru, patut mengikuti metode-metode kekinian dan yang menarik perhatian siswa.

Jika zaman tahun 90-an, guru memaparkan materi dengan metode menuliskan di papan tulis seluruh materi. Kiniguru dapat menggantinya dengan menggunakan media digital seperti video, gambar digital, power point kreatif, audio dan semacamnya. Sesuaikan juga dengan hal-hal yang familiar bagi siswa, contohnya dalam kelas bahasa Inggris, siswa diberikan tugas membuat tutorila (step by step) membuat masakan baranf yang hits saat ini, seperti how to make fudgy brownies, how to make sling-bag from patchwork dan ide-ide lain.

Berkolaborasi dengan Siswa

Sudah lumrah jika guru dianggap fasilitator dalam pembelajaran. Mengolah bahan ajar lalu disampaikan di depan para peserta didik. Tetapi bagaimana jika guru mengemasnya dengan melakukan proyek bersama dengan para murid? Dalam hal ini guru tidak terkesan menggurui, guru juga akan mendapatkan peningkatan dalam skill kreativitasnya. Guru dapat memperoleh ide-ide segar dengan mendengarkan pendapat dari para siswa.

Ide proyek kolaborasi guru dan siswa bisa dicontohkan dalam pelajaran seni. Misalnya guru menanyakan pada seluruh warga kelas, untuk pelajaran seni budaya ingin seperti apa tugas akhir semesternya. Siswa diberikan keleluasaan untuk menentukan tugas akhir, guru juga terlibat dalam proyek ini. Sebagai gambaran, siswa memilih pertunjukan drama musikal untuk tugas akhir semesternya, lalu mereka dibiarkan menentukan peran, guru juga wajib dilibatkan dalam pertunjukan. Lalu mereka terus berlatih bersama hingga hari H pementasan.

Proyek kolaborasi antara guru dan siswa ini tak hanya meningkatkan image“guru kreatif” dalam memberikan kewenangan memilih dan bertanggungjawab atas sebuah mata pelajaran bagi siswa, tetapi juga mengasah kreativitas para peserta didik, mereka juga terasah tanggungjawab dan disiplin.

Perluas Wawasan

Keilmuan bagi seorang guru tidaklah cukup dalam menuntaskan urusan pendidikan para murid. Guru dituntut memiliki wawasan yang luas agar dapat memberikan pengalaman belajar yang positif & berkesan bagi siswa. Tidak hanya dua poin tersebut, tetapi guru yang memiliki wawasan luas akan memiliki tingkat kebijaksanaan yang baik juga.

Mereka yang berwawasan luas tidak akan mudah melakukan judgement, dan tidak mudah mengintimidasi. Bayangkan jika guru hanya stuck dengan ilmu yang didapatkannya saat berkuliah tanpa mencari pengetahuan-pengetahuan baru. Mereka akan cenderung kaku, maka dari itu penting sekali memperluas wawasan dengan membaca buku, menonton berita dan memperkaya pengetahuan dengan cara-cara lainnya.

Self Improvement

Setelah memperluas wawasan, guru dapat menerapkan value penting dari apa yang diperoleh. Misalnya seorang guru membaca buku tentang perkembangan remaja & anak, atau buku-buku seputar public speaking. Maka setelah itu ia akan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta dalam ranah pekerjaannya sebaga tenaga pendidik. Ia akan menggunakan metode public speaking yang menarik saat menyampaikan materi, selain itu ia juga akan lebih memahami perkembangan siswa-siswinya sesuai buku yang ia baca.

7 Penugasan Kreatif Kepada Siswa dengan Memanfaatkan Media Sosial
Pemanfaatan media sosial sebagai pengumpulan tugas dapat melatih kepercayaan diri siswa.

Guru juga dapat membagikan ilmu-ilmu self improvement ini pada para siswanya. Selain berkembang dan belajar untuk diri sendiri, alangkah indahnya jika belajar dan bertumbuh bersama dengan murid-muridnya.

Nah, itulah beberapa tips yang dapat membantu Anda untuk menjadi guru yang kreatif, bijaksana dan tetap disayangi oleh para peserta didik. Selamat mencoba!