Tips Mengisi Jam Kosong Siswa di Sekolah

edukasi Jun 10, 2020

Mengisi jam kosong siswa agar tetap produktif merupakan PR tersendiri bagi bapak dan ibu guru. Jika tidak diperhatikan secara serius, jam kosong siswa rentan memicu keributan. Siswa dengan aneka ragam karakter dan latar belakang pola asuh yang berbeda, tentu menghasilkan impact yang berbeda juga.

Siswa yang terbiasa mengisi waktu luangnya dengan kegiatan tertentu, tidak akan kehabisan ide untuk mengisi jam kosong di sekolah.

Akan tetapi, berbeda dengan siswa yang terbiasa santai, tanpa kegiatan rutin di kehidupan sehari-hari. Apalagi jika siswa tersebut tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri. Ini yang membuat sering terjadi keributan saat ada jam kosong di sekolah. Oleh karena itu, guru harus memberi perhatian khusus pada jam kosong siswa agar tetap produktif.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan jam kosong?

Jam kosong adalah istilah bagi jam pelajaran yang gurunya berhalangan hadir. Entah karena ada keperluan mendadak, atau karena guru mempunyai agenda yang bertabrakan. Misalnya, guru harus mengikuti seminar atau pelatihan, yang jadwalnya bersamaan dengan jam mengajar.

Para siswa umumnya sangat menyukai jam kosong. Apalagi jika mata pelajaran yang kosong diampu oleh guru yang terkesan killer. Para siswa bebas melakukan kegiatan apapun saat jam pelajaran kosong, kecuali jika guru yang berhalangan hadir sudah menitipkan tugas pada guru piket. Jika tidak ada tugas dari guru yang berhalangan, siswa cenderung menghabiskan waktu sesuka hati. Mulai dari membaca di perpustakaan, ngobrol dengan teman, bermain basket di lapangan, atau menikmati cemilan di kantin sekolah.

Akan tetapi, tidak semua siswa melakukan kegiatan yang positif. Beberapa di antaranya ada yang tergolong pemberontak dan nekad keluar pekarangan sekolah. Hal ini sangat berbahaya bagi siswa dan juga institusi sekolah.

Pihak sekolah tidak bisa mengontrol kegiatan siswa di luar pekarangan sekolah, padahal mereka masih dalam jam sekolah. Pernah ada kejadian siswa mendatangi sekolah lain untuk tawuran saat jam pelajaran kosong. Mengerikan sekali, bukan?

Menyikapi hal ini, para guru akhirnya tidak bisa menganggap sepele jam kosong, atau membiarkan jam kosong ini berlalu begitu saja.

Para guru harus berpikir kreatif agar jam kosong siswa tetap produktif. Sebaiknya guru yang berhalangan datang, bisa menyiapkan kegiatan atau tugas untuk mengisi jam kosong, sehari sebelumnya. Tugas ini bisa diamanahkan pada guru piket sebagai penanggung jawabnya. Adanya tugas ini diharapkan dapat membuat siswa tetap belajar walau tanpa kehadiran guru yang bersangkutan. Selain itu, bisa juga  beberapa kegiatan yang bisa dilakukan agar jam pelajaran kosong siswa tetap produktif. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Bedah Buku

Bedàh buku adalah kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengisi jam pelajaran kosong siswa agar tetap produktif. Seperti yang kita ketahui, minat membaca pada anak-anak zaman sekarang semakin menurun, terkalahkan oleh gawai yang bisa menyajikan berbagai macam info secara update. Momen jam pelajaran kosong bisa dimanfaatkan untuk mengajak siswa lebih mencintai buku. Ajak mereka untuk berkegiatan di perpustakaan. Biarkan mereka memilih judul buku yang diminati, lalu ajak mereka untuk membedah isi buku tersebut. Bimbing mereka untuk berani mengutarakan pendapatnya tentang buku tersebut. Kegiatan ini selain mengajak siswa mencintai buku, juga melatih rasa percaya diri siswa untuk mengutarakan pendapatnya.

Menulis bebas bisa dijadikan kegiatan berikutnya untuk mengisi jam pelajaran kosong agar siswa tetap produktif. Keterampilan menulis merupakan jenis komunikasi tertinggi, yang membutuhkan keahlian khusus. Menulis bukanlah bakat yang didapat dari turun-temurun, melainkan keahlian yang bisa dipelajari. Dalam dunia pendidikan, keterampilan menulis dibutuhkan untuk membuat esai sebagai syarat permohonan beasiswa, membuat karya ilmiah atau membuat jurnal pendidikan. Masih banyak bidang lain yang membutuhkan keahlian menulis. Oleh karena itu, mempelajari keahlian menulis bisa dijadikan pilihan aktivitas yang bermanfaat untuk mengisi jam kosong siswa agar tetap produktif.

Latihan Olahraga

Setiap sekolah biasanya memiliki tim untuk cabang olahraga tertentu. Memanfaatkan jam kosong siswa agar tetap produktif dengan latihan olahraga. Tidak perlu melakukan latihan secara lengkap. Misalnya, untuk siswa klub tenis atau bulutangkis, bisa memanfaatkan jam kosong dengan melatih pukulan forehand atau agar lebih maksimal. Bagaimana dengan siswa yang tidak bergabung dengan klub olahraga? Mereka bisa tetap mengikut latihan olahraga. Walaupun tidak bergabung dengan klub olahraga sekolah, latihan olahraga membuat tubuh tetap bugar. Tubuh yang terbiasa melakukan latihan fisik menjadi lebih segar dan lebih semangat.

Membaca

Memanfaatkan koleksi buku di perpustakaan sekolah sebagai aktivitas yang bisa dilakukan untuk mengisi jam kosong siswa agar tetap produktif. Setiap tahun ajaran baru, sekolah-sekolah menambah koleksi buku di perpustakaan sekolah. Sayang sekali, jika buku ini hanya menjadi pajangan tanpa pernah disentuh. Bagi siswa pecinta buku, berada di perpustakaan merupakan kenikmatan tersendiri. Mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam di tengah koleksi buku yag ada. Bagaimana dengan siswa yang tidak suka membaca? Guru bisa membuat program atau kegiatan yang mengharuskan siswa membaca buku. Bisa dengan permainan kata, teka-teki, atau kuis yang berhubungan dengan buku. Intinya siswa diharuskan membaca buku untuk dapat menjawab kuis tersebut. Dengan adanya permainan ini, siswa dituntut untuk mau membuka buku dan membaca lembar demi lembarnya, untuk menemukan jawaban kuis.

Membuat Project Mading

Sekolah yang mempunyai program mading, bisa menjadikan ini sebagai aktivitas untuk mengisi jam kosong siswa agar tetap produktif. Kegiatan mading atau majalah dinding merupakan kegiatan yang sangat bagus untuk menggali potensi siswa. Tak jarang guru akan menemukan bakat-bakat baru di kegiatan ini. Siswa yang menyukai dunia literasi akan mengerjakan project dengan riang dan semangat. Selain itu, mading juga bisa menjadi ajang kompetisi antara kelas. Nah, ketua kelas bisa memanfaatkan kegiatan ini sebagai aktivitas untuk mengisi jam kosong siswa agar tetap produktif.

Paduan Suara

Jika sekolah mempunyai ruangan yang memadai untuk latihan paduan suara, maka kegiatan ini bisa dilakukan untuk mengisi jam kosong agar siswa tetap produktif. Setiap sekolah biasanya memiliki tim paduan suara. Nah, anggota tim yang sedang ada jam kosong, bisa berlatih olah vokal baik secara individu maupun secara kelompok. Ada banyak teknik olah vokal atau teknik pernafasan yang bisa dilatih. Daripada membuat keributan di kelas, lebih baik berlatih paduan suara saja. Sama-sama mengeluarkan suara, tapi dengan tujuan yang berbeda. Latihan paduan suara juga bermanfaat untuk melatih kerjasama dalam tim. Seperti yang kita ketahui, sebuah paduan suara memiliki berbagai tipe suara. Masing-masing harus bernyanyi sesuai nada suara yang dimiliki. Misalnya, seorang siswa dengan suara sopran, maka ia akan bernyanyi dengan nada suara sopran. Begitupun siswa-siswa yang lain, sehingga akan tercipta harmonisasi yang indah saat mereka menyanyikan sebuah lagu.

Menggambar

Anak laki-laki biasanya sangat menyukai aktivitas menggambar. Bahkan beberapa di antaranya selalu membawa peralatan gambar di dalam tasnya. Mereka tidak kesulitan untuk mengisi jam kosong siswa agar tetap produktif. Jika ada guru yang berhalangan hadir, anak-anak yang suka menggambar, akan langsung mengeluarkan buku gambarnya. Mereka akan asyik sendiri dengan aktivitas pilihannya tanpa memperdulikan lingkungan sekitar. Menggambar juga merupakan aktivitas yang mempunyai prospek cerah di masa depan. Anak-anak yang suka menggambar, bisa memilih profesi sebagai seniman manga (kartun Jepang), ilustrator, atau desain grafis di masa depannya. Seandainya pun tidak menjadikannya profesi, keahlian menggambar sangat bermanfaat untuk ketenangan jiwa. Siswa bisa menuangkan ide dan pemikirannya ke dalam media gambar.

Di beberapa sekolah sudah terdapat ruang kreativitas yang bisa digunakan untuk mengisi jam kosong siswa agar tetap produktif. Di ruang kreativitas ini terdapat berbagai macam alat-alat pendukung kreativitas siswa. Seperti berbagai macam media untuk menggambar, berbagai jenis cat dan pewarna, plastisin, aneka benang dan jarum, serta alat-alat kerajinan lainnya. Siswa yang kreatif memiliki minat yang berbeda-beda. Ada yang menyukai permainan warna saat menggambar, ada juga yang suka berkreasi membentuk berbagai macam karakter dengan plastisin. Siswa perempuan yang menyukai craft pun, bisa berkreasi dengan berbagai bahan craft yang tersedia. Seperti mengolah kardus bekas menjadi boks penyimpanan, atau mendaur ulang botol-botol bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat.

ECOMSTER, Strategi Pendidikan Karakter Ala Menteri Nadiem
ECOMSTER Sebagai Gagasan Ideal dalam menghasilkan SDM yang Adaptif dan Berkarakter. Akronim dari (English, Coding, Mentoring, Statistik, dan Karakter). Bagaimana penjelasannya?

Aktivitas di atas, selain bisa mengisi jam kosong siswa agar tetap produktif, juga bisa dijadikan peluang usaha bagi siswa dan sekolah. Hasil kerajinan siswa bisa dipamerkan pada event-event pendidikan yang sering dilaksanakan oleh pemerintah daerah setempat. Jika beruntung, hasil karya ini akan dibeli oleh para pengunjung event. Seandainya pun, belum ada yang terjual, siswa akan mendapat pengalaman yang luar biasa. Mereka akan menjadi lebih percaya diri saat menciptakan kreasi baru.

Pola Asuh yang Harus Diterapkan Agar Anak Berprestasi
Tidak semua orang tua mengerti pola asuh yang tepat untuk buah hatinya, terlebih untuk bisa menjadi bintang di sekolahnya. Lalu, apa pola asuh yang harus diterapkan agar anak bisa berprestasi?

Ternyata banyak aktivitas yang bisa dilakukan untuk mengisi jam kosong siswa agar tetap produktif. Siswa pun dimotivasi agar memanfaatkan waktu luangnya dengan baik. Tidak hanya bersenda gurau tanpa manfaat, ataupun berselancar di media sosial tanpa arah. Bagi institusi sekolah pun, pemanfaatan jam kosong siswa dengan berbagai kegiatan ini, bisa menjadi stimulasi pembentukan karakter pada siswa.

Bukankah Indonesia membutuhkan generasi muda yang memiliki karakter positif yang kuat di masa depan? Maka, sekolah merupakan salah satu tempat untuk membentuknya.

Enni Kurniasih

"Penulis, blogger, pemerhati pendidikan dan parenting"

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.