Robot akan Mengambil Alih Dunia? Apakah Peran Guru Tergantikan?

Pernahkah Anda menonton film Terminator? Film ini menceritakan tentang pertarungan antara robot dengan manusia. Robot tersebut memiliki kecerdasan yang sama dengan manusia, sekaligus membuat robot-robot baru. Apakah di dunia nyata robot bisa secerdas manusia atau bahkan lebih?

Perkembangan robot yang dilengkapi dengan artificial intelligence atau kecerdasan buatan memang melaju pesat dalam 10 sampai 20 tahun terakhir. Artificial intelligence atau disingkat dengan AI sudah ada sejak tahun 1950-an. Ilmuwan yang menjadi pionir munculnya AI adalah John McCarthy, seorang ilmuwan komputer dan matematika, yang ingin membuat komputer dengan kemampuan berpikir seperti manusia.

Sebelum membahas lebih jauh, apa sih yang dimaksud dengan kecerdasan buatan atau AI?

Kecerdasan buatan adalah kemampuan suatu mesin untuk menyamai atau menstimulasi kecerdasan manusia. AI memiliki tujuan tertentu, yang akan dibekali dengan bank data untuk mencapai tujuannya tersebut. Tanpa disadari, setiap hari kita sudah memanfaatkan Al

Misalnya pada ponsel pintar atau smartphone yang dimiliki. Dulu, ponsel mungkin hanya bisa digunakan untuk telepon atau SMS. Sekarang, dengan adanya AI, ponsel jadi makin canggih. AI mengatur fitur autocorrect untuk menghindari typo, memahami bahasa yang kamu gunakan, memindai wajah yang akurat, atau menebak musik yang disukai berdasarkan lagu-lagu yang diputar.

Robot yang dilengkapi dengan AI juga berpengaruh besar pada bidang industri. Sejak revolusi industri 4.0, robot otomatisasi dan AI pun semakin umum digunakan. Robot memiliki keunggulan dibandingkan tenaga manusia yang terbatas. Robot dapat bekerja lebih dari 8 jam per hari, lebih efisien, presisi, dan sedikit melakukan kesalahan. Keunggulan ini dapat menekan biaya produksi dan tentunya meningkatkan keuntungan.

7 Dampak Positif dan Negatif Penerapan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran
Artificial Intellegence adalah sebagian dari komputer sains yang mempelajari (dalam arti merancang) sistem komputer yang berintelegensi, yaitu sistem yang memiliki karakteristik berpikir seperti manusia

Lalu, apakah semua pekerjaan akan digantikan dengan robot? Bagaimana dengan Guru?

Pekerjaan yang bersifat fisik atau berulang akan lebih mudah digantikan oleh robot dan AI.

Pekerja bangunan. Robot bisa mengambil alih pekerjaan konstruksi dengan lebih cepat dan presisi, serta tanpa risiko kecelakaan kerja.

Kasir dan koki di restoran cepat saji (fast food). Robot dapat membantu pelanggan untuk melakukan pemesanan dan pembayaran secara mandiri. Ada juga robot yang bisa memasak dan mencuci piring, loh. Bahkan, beberapa restoran juga mengganti tugas pelayan dengan robot atau conveyor belt untuk mengantar pesanan makanan.

Pekerja pabrik. Dalam industri otomotif, mulai dari mencetak bagian badan mobil, mengelas, merakit sampai mengecat mobil dapat dilakukan oleh robot.

Administrasi kantor. Pekerjaan administrasi kantor, seperti membuat janji, menjawab panggilan telepon, memasukkan data, dan membuat laporan yang cenderung repetitif dapat digantikan oleh robot.

Customer service (CS). Peran CS mulai digantikan dengan adanya chatbot atau voicebot yang dapat menjawab keluhan pelanggan.

Telemarketer. AI pada ponsel pintar mampu mengumpulkan data dari kebiasaan orang yang menggunakannya. Data tersebut diolah oleh AI sehingga iklan dapat menyasar target atau pasar yang tepat.

Teller bank. Peran teller bank kini bisa digantikan dengan mesin atm, baik untuk menarik atau menyetor uang tunai.

Supir. Makin berkembangnya mobil yang dapat mengemudi sendiri atau swa kemudi menyebabkan siapa pun dapat menggunakan mobil. Bahkan, di sebagian wilayah Amerika dan Eropa, supir truk pengangkut barang mulai digantikan dengan truk-truk swa kemudi.

Agen travel. Sekarang orang bisa dengan mudah memesan tiket transportasi, tiket wisata, dan sewa hotel melalui aplikasi di ponsel.

Kebutuhan tenaga kerja untuk pekerjaan di atas mungkin tidak akan hilang dalam sekejap. Namun, diperkirakan akan terus menurun dalam beberapa tahun ke depan.

Lalu, adakah pekerjaan yang tidak mudah digantikan dengan robot?

Jawabannya ya. Ada beberapa kemampuan yang tidak dimiliki oleh robot, misalnya keterampilan sosial, keterampilan emosional, dan kemampuan kognitif yang lebih tinggi, seperti berpikir analitis, kreatif, dan pemecahan masalah yang kompleks.

Pekerjaan yang membutuhkan skill-skill tersebut cukup aman di tengah berkembangnya robot dan AI. Apa saja ya jenis pekerjaan yang dimaksud?

Pekerjaan yang melibatkan pelayanan dan empati seperti dokter, perawat, guru, psikolog, psikiater, dan pekerja sosial.

Pekerjaan manajerial, misalnya CEO, direktur, atau manajer yang masih membutuhkan manusia untuk dapat mengoordinasi, mengawasi, dan mengambil keputusan.

Pekerjaan yang melibatkan kreativitas, seperti penulis, seniman, dan desainer grafis.

Atlet

Peneliti atau saintis

Meskipun beberapa jenis pekerjaan akan menghilang dan digantikan dengan robot, jenis pekerjaan baru justru sudah muncul mengikuti perkembangan teknologi. Contohnya adalah social media specialist, content creator, data analyst, UI/UX designer, application developer, dan AI engineer.

Beberapa pekerjaan juga dapat berkolaborasi dengan robot atau AI sebagai alat bantu.

  • Dalam bidang kesehatan misalnya, AI dapat membantu dokter mendiagnosa penyakit yang sifatnya umum.
  • Dalam bidang hukum, AI mampu menampung segala data hukum untuk memberikan opini atas suatu kasus hukum.
  • Dalam bidang akuntansi dan auditor, AI membantu memeriksa data keuangan dalam jumlah besar dengan lebih cepat dan teliti.
  • Dalam bidang pemasaran, AI membantu perusahaan mengolah data untuk menargetkan pasar yang sesuai.
  • Dalam bidang sumber daya manusia, AI membantu tahap awal penyaringan kandidat berdasarkan kriteria yang diinginkan.

ternyata adanya robot atau AI memiliki banyak manfaat dalam kehidupan manusia, ya! Jadi, jangan takut dengan perkembangan AI, selama Anda terus belajar dan mempersiapkan diri.

7 Alasan Kenapa Artificial Intelligence dan Machine Learning Penting dan Bagaimana Cara Mengenalkannya pada Anak
Perputaran informasi yang cukup pesat di era yang serba digital seperti sekarang ini kemudian memungkinkan bagi anak – anak untuk dapat mempelajari artificial intelligence (AI) dan machine learning (ML). IBM, Microsoft, dan Google juga memberikan kursus terkait dua bidang tersebut bagi anak – anak.

Apa yang bisa dilakukan agar dapat bersaing di masa mendatang?

  • Pertama, gali potensi dan bakat yang kamu punya. Misalnya dengan banyak membaca, menonton video edukasi, dan mencoba hal-hal baru.
  • Kedua, tingkatkan soft skills kamu, seperti kemampuan manajemen, komunikasi, koordinasi, kerja sama, kepemimpinan, dan kecerdasan emosional.
  • Ketiga, ikuti perkembangan teknologi.

Pemerintah dan sekolah juga memiliki peran penting untuk mempersiapkan individu yang kompeten di masa depan. Sekolah seharusnya menyeimbangkan antara kecerdasan kognitif (IQ) dengan kecerdasan emosional (EQ), berfokus pada kemampuan berpikir analisis dan kreatif, serta mendorong pengembangan minat dan bakat dari setiap siswa.

Pada sekolah tingkat tinggi atau universitas, mahasiswa bisa diberi kesempatan untuk melakukan magang dalam jangka waktu yang lebih panjang, mata kuliah yang aplikatif, atau kuliah lintas jurusan.

Pola pikir pendidikan juga harus diubah untuk mendorong siswa terus belajar (lifelong learning) dan tidak hanya berorientasi dengan nilai. Dengan begitu, siswa akan selalu memiliki keinginan untuk belajar dan berkembang, berpikiran terbuka dan kritis, serta mampu beradaptasi dengan zaman.

Itulah beberapa hal mengenai apakah robot akan menggantikan semua peran manusia. Meskipun ada beberapa pekerjaan yang tergantikan robot, namun juga muncul beberapa pekerjaan baru untuk berkolaborasi dengan kecanggihan teknologi Al. Dalam hal ini guru menjadi salah satu pekerjaan yang tidak bisa digantikan robot.