Kiat Menyiapkan Dana Pendidikan yang Cukup untuk Anak

edukasi Sep 22, 2020

Memutuskan menikah kemudian dikaruniai keturunan tidak hanya butuh kasih sayang dan pemenuhan kebutuhan harian untuk mengasuh mereka. Pendidikan anak juga harus menjadi perhatian khusus para orang tua. Perlu perencanaan dana sejak dini. Bahkan bagi Anda yang masih single bisa merencanakannya terlebih dahulu.

Tidak sedikit orang tua yang kelimpungan dalam menyekolahkan anaknya karena kekurangan biaya. Hutang menumpuk, pemasukan tidak meningkat, pendidikan anak menjadi terhambat. Masalah ini semakin runyam apabila tidak dihadapi dengan kecerdasan finansial. Mengatur keuangan keluarga adalah sebuah skill yang harus dipelajari dan diasah terus. Terlebih dalam menyisihkan dana pendidikan anak hingga lulus dari perguruan tinggi. Cobalah kiat-kiat berikut ini agar punya dana pendidikan yang cukup untuk anak. Selain itu, kondisi keuangan keluarga Anda menjadi sehat!

1.       Investasi Dana Pendidikan

Kata investasi seringkali masih tabu di kalangan pasutri muda yang memulai rumah tangga. Padahal kegiatan berinvestasi sangat menguntungkan dalam mengelola keuangan yang progressif. Investasi banyak sekali jenis dan macamnya. Agar terencana dengan baik, sebaiknya pilihlah investasi khusus dana pendidikan. Anda dapat memilih produk reksadana, saham, atau bank.

Selain menyisihkan budget untuk sekolah anak, dengan berinvestasi Anda dapat mendapat hasil yang lebih banyak. Hal ini tentu harus diimbangi dengan pengetahuan mengenai investasi. Anda dapat menggunakan jasa financial planner atau mengikuti kelas-kelas investasi mulai dari yang gratis hingga berbayar. Di awal beinvestasi, pilihlah produk dengan resiko rendah agara tidak terjadi traumatik apabila Anda mengalami kerugian.

2.       Mengevaluasi Pengeluaran dan Pemasukan

Evaluasi selalu menjadi list wajib dalam hal apapun. Termasuk pengeluaran dan pemasukan bulanan keluarga. Poin ini menjadi penting agar Anda bisa membaca kondisi finansial pribadi dan memperbaiki kesalahan di bulan sebelumnya. Semisal jika pemasukan bulan sebelumnya budget untuk pendidikan anak tidak teralokasikan sesuai rencana, maka bulan berikutnya target ditambah untuk menggantinya.

Meskipun dengan pemasukan yang sama, Anda dapat menyiasatinya dengan mengurangi pengeluaran di kebutuhan sekunder. Apabila Anda mengalokasikan dana paket internet Rp100.000, bulan berikutnya Rp50.000 saja. Budget separuhnya diberikan pada pendidikan anak. Begitu juga dengan kebutuhan lain yang tidak terlalu penting. Lakukan hal ini dengan suka cita agar Anda tidak stress. Berpuasa sebulan tidak apa asalkan bisa makmur 5 hingga 10 tahun mendatang.

3.       Memilih Sekolah yang Sesuai dengan Anak

Nah langkah ini yang seringkali diabaikan para orang tua. Memilih sekolah yang sesuai dengan passion dan keinginan anak sangat berpengaruh pada dana pendidikan. Selain itu juga memberikan impact yang luar biasa pada tumbuh kembang anak. Apabila anak masuk ke sekolah yang hanya sesuai dengan selera orang tua, sedangkan metode belajarnya tidak cocok dengan anak, maka kemungkinan menjadi rumit. Akan muncul kemungkinan anak minta pindah sekolah di tengah-tengah tahun ajaran. Pindah sekolah berarti harus mengeluarkan lagi biaya seperti awal masuk. Membeli seragam, membeli buku panduan, dan lain sebagainya. Hal itu karena setiap sekolah punya aturannya masing-masing. Oleh karenanya sangat penting memperhatikan kelebihan dan passion anak sejak kecil. Lakukan diskusi juga dengannya mengenai pendidikan yang hendak dijalani. Diskusi tersebut harus diterapkan jauh-jauh hari agar Anda dapat memperkirakan biayanya dengan tepat.

4.       Merencanakan dan Menghitung Biaya Pendidikan

Tidak hanya merencanakan, namun juga menghitung lebih detail tentang biaya pendidikan anak sangatlah dianjurkan. Jangan lupakan juga biaya tambahan lainnya seperti transportasi, biaya ekstrakurikuler, dana support skill dan lain sebagainya. Di awal pernikahan, rencanakanlah untuk membuat target pendidikan anak yang harus dicapai. Canangkan dana mulai dari pra-sekolah hingga perguruan tinggi dengan memperkirakan inflasi 10-15% per tahun. Semisal biaya sekolah dasar membutuhkan 2 juta per tahun, kemungkinan di 5-7 tahun mendatang akan naik 200 ribu setiap tahunnya. Jadi dana yang Anda rencanakan adalah Rp2.200.000. Begitu pun dengan jenjang-jenjang berikutnya. Selalu sediakan budget anggaran tak terduga agar Anda tidak kebingungan di saat dan tidak cukup. Lebih baik lebih dari pada kurang, kan?

5.       Memberikan Pendidikan Keuangan kepada Anak

Tidak hanya orang tua yang repot merencanakan dana pendidikan. Libatkan pula anak-anak dalam mempersiapkan masa depan mereka. Caranya adalah dengan kesadaran akan mengelola keuangan sejak kecil. Ketika mereka telah punya bekal financial planning, maka mereka pun akan sangat bertanggung jawab terhadap progress pendidikannya. Pemakaian uang pun akan teratur. Cobalah untuk membiasakan mereka menabung, baik secara konvensional maupun dengan membuka rekening khusus anak.

Sangat bagus apabila Anda juga mendidiknya bagaimana bisa menghasilkan uang sendiri. Hal tersebut bisa dilakukan dengan berjualan secara online, memanfaatkan skill yang mereka punya seperti menggambar, akting, bernyanyi, dan lain-lain. Namun yang perlu diingat jangan sampai mencari pemasukan tambahan dengan mengurangi kualitas belajar di sekolah. Teruslah pantau dan bimbing hingga mereka punya manajemen waktu yang baik.

Mengenal Kak Seto Mulyadi, Tokoh Inspiratif dan Praktisi Homeschooling yang Fenomenal
Mengenal Kak Seto, seperti membuka buku yang penuh dengan kisah inspiratif. Kisah tentang Kak Seto yang telah mengabdi puluhan tahun sebagai Sahabat Anak menjadi cerita yang patut kita ketahui.

6.       Membuat Prioritas Keuangan

Setiap tahun prioritas keuangan bisa jadi berubah-ubah tergantung kondisi dan situasi. Ketika sudah mendekati tahun di mana anak harus masuk sekolah, maka prioritas pada dana pendidikan tentu harus ditingkatkan. Berbeda ketika masih awal menikah dan masa kehamilan, maka niaya untuk melahirkan dan perawatan selama mengandung menjadi prioritas. Meskipun demikian bukan berarti menyisihkan dana untuk sekolah anak menjadi tidak ada sama sekali, namun tetap dilakukan meskipun tidak banyak.

Contoh lain adalah di masa anak mulai bersekolah, alokasi untuk mainan mereka dialihkan pada pendukung pembelajaran.  Pengeluaran pribadi Anda juga harus lebih bijak lagi diatur. Apabila Anda biasanya setiap seminggu sekali mengajak keluarga makan di luar, maka cobalah kurangi jadi setiap 2 minggu sekali.

7.       Menerapkan Hidup Minimalis

Hidup minimalis bukan berarti harus sengsara setiap hari. Menekan pengeluaran sebanyak-banyaknya untuk berhemat. Namun perilaku hidup minimalis lebih fokus pada penggunaan uang secara tepat dan tidak mengedepankan lifestyle yang tinggi. Contohnya konkritnya jangan membeli mobil terbaru tapi kredit kendatipun gaji Anda mencukupi. Lebih baik membeli mobil bekas langsung lunas dan keluarga Anda sangat membutuhkannya secara fungsional. Dengan begitu alokasi uang untuk bayar cicilan mobil tersebut bisa masuk dalam list dana pendidikan anak.

Contoh lainnya, jika biasanya Anda membeli baju baru tiga kali dalam setahun, maka kurangilah menjadi dua bahkan menjadi satu kali saja. Setiap membeli pakaian, keluarkan koleksi yang lama. Bisa Anda jual ke penjual baju bekas. Berlaku juga untuk barang-barang lain. Hasil lainnya tentu dapat menambah pemasukan.

Bentuk Kontribusi Orang tua Untuk Membantu Guru Saat KBM Online
Untuk menyukseskan pembelajaran jarak jauh, harus ada kontribusi orang tua yang turut membantu guru ketika sedang melakukan kegiatan belajar di setiap harinya

Merencanakan dana pendidikan untuk anak tidak dapat dilakukan tanpa komitmen dan konsisten. Para orang tua yang sudah merencanakannya masih saja ada yang luput dari perhitungan. Apalagi orang tua yang sama sekali tidak melakukan persiapan. Bagaimana jadinya masa depan anak? Anda tentu tidak menginginkannya, bukan? Yuk segera atur keuangan Anda untuk memberikan fasilitas belajar anak yang memadai!

Miela Baisuni

Freelance content writer & social media specialist, traveller.

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.