7 Tips Modifikasi Metode Resitasi agar Lebih Efektif untuk KBM

Dalam proses pembelajaran diperlukan dukungan dari luar maupun dari dalam kegiatan belajar itu sendiri guna mencapai tujuan pembelajaran dengan baik. Sebagai guru, Anda memiliki peran penting untuk menciptakan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan. Anda bisa menggunakan media bantuan belajar seperti PowerPoint atau lainnya, serta metode yang tepat dan menyenangkan.

Dalam menciptakan metode belajar yang baik, Anda harus kreatif dan inovatif. Pengertian metode sendiri merupakan tata cara atau Jalan pengajaran untuk mencapai tujuan sesuai dengan indikator yang telah ditentukan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.

Oleh sebab itu, metode belajar harus Anda persiapkan terlebih dahulu dengan matang agar nantinya kegiatan belajar mengajar berjalan efektif dan bisa mencapai tujuan pengajaran.

Salah satu metode yang bisa Anda terapkan saat belajar di kelas yaitu metode resitasi atau penugasan. Metode pembelajaran ini menekankan pada pengulangan, pembacaan, pengujian, serta pemeriksaan diri sendiri berdasarkan jumlah yang diberikan guru pada siswa di luar jam sekolah dengan rentang waktu yang telah ditentukan dan bisa dipertanggungjawabkan.

Untuk tugas yang diberikan juga beragam, bisa dalam berbentuk beberapa pertanyaan mengenai materi pelajaran tertentu, permasalahan yang harus diselesaikan dengan berdiskusi, uraian, dan lainnya. Tugas-tugas ini bisa dikerjakan oleh siswa di luar kelas seperti laboratorium, di perpustakaan, di halaman sekolah, bahkan di rumah siswa itu sendiri.

Tujuan Metode Resitasi

Pengertian metode pembelajaran resitasi menurut Majid (2013), yaitu metode belajar yang mengkombinasikan antara menghafal, pembacaan, pengulangan, pengujian, serta pemeriksaan atas diri sendiri. Setiap metode pembelajaran pasti memiliki tujuannya sendiri, tak terkecuali metode resitasi. Adapun berikut ini merupakan beberapa tujuan metode resitasi menurut Hamdayama (2014), di antaranya yaitu:

  • Siswa akan lebih mengerti secara mendalam mengenai materi pelajaran yang telah disampaikan dan diterima oleh mereka.
  • Melatih siswa untuk bisa belajar sendiri dan mandiri dalam mengerjakan tugas.
  • Melatih siswa untuk bisa memanfaatkan dan membagi waktu sebaik mungkin antara bermain, belajar dan menyelesaikan tugas.
  • Melatih siswa untuk bisa berpikir dan menyelesaikan tugasnya sendiri dengan cara yang tepat.
  • Menambah pengalaman belajar di sekolah dari kegiatan yang dilakukan di luar kelas.

Adapun tujuan metode belajar resitasi menurut Djamarah dan Zain (2010), anak lebih aktif belajar, baik secara individu maupun bersama-sama dengan kelompok. Metode ini juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk bisa saling mengoreksi dan membandingkan hasil pekerjaan orang lain, bukan untuk membuatnya minder, tetapi agar semangat dalam belajar. Dengan begitu, maka siswa memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih luas, kaya dan dalam.

Langkah-Langkah Penerapan Metode Resitasi

Seperti yang diketahui sebelumnya, metode resitasi merupakan metode pemberian tugas. Artinya ketika guru menerangkan materi pelajaran ,maka siswa akan mendapatkan tugas yang berhubungan dengan materi pelajaran tersebut. Penugasan tersebut juga bisa menjadi acuan bagi guru untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman dan wawasan siswa akan materi yang diajarkan.

Metode ini memberikan kesan bahwa siswa berperan aktif dalam pembelajaran dan guru kreatif dalam memberi penugasan. Menurut (Djamarah dan Zain, 1995: 88), berikut ini merupakan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menggunakan metode resitasi atau penegasan ketika proses pembelajaran, di antaranya yaitu;

1. Fase Pemberian Tugas

Langkah pertama yang dilakukan untuk menerapkan metode ini yaitu memberikan tugas kepada siswa. Tugas yang diberikan tidak boleh asal-asalan, Anda harus mempertimbangkan beberapa hal, mulai dari tujuan yang ingin dicapai, jenis tugas yang bisa dimengerti oleh siswa, instruksi tugas jelas, serta memberikan waktu yang cukup bagi siswa untuk menyelesaikan tugas tersebut.

2. Fase Pelaksanaan Tugas

Langkah selanjutnya yaitu fase pelaksanaan tugas, di mana guru memberikan bimbingan atau dorongan kepada siswa agar dapat melaksanakan, mengerjakan serta mengusahakan tugas dapat selesai dengan yang baik dan dikerjakan secara mandiri. Usahakan siswa menyelesaikan tugasnya sendiri dengan mencatat hasil yang didapatkan secara sistematis dan mudah dimengerti. Dalam fase ini guru juga bisa menjelaskan atau mencontohkan tugas yang akan diberikan.

3. Fase Pertanggungjawaban Tugas

Langkah terakhir yaitu fase pertanggungjawaban tugas atau yang disebut dengan resitasi. Di fase ini, siswa melaporkan apa yang telah dikerjakannya baik secara lisan maupun tertulis. Tugas tersebut ada yang berbentuk tanya jawab maupun diskusi, Anda bisa melakukan penilaian hasil kerja siswa sesuai dengan kemampuan mereka.

7 Tips Modifikasi Metode Resitasi agar Efektif Diterapkan pada KBM

Dilihat dari tujuannya, metode pembelajaran ini baik bagi siswa setang bisa diterapkan dalam kegiatan belajar. Bagaimana tidak? Metode resitasi sendiri dinilai tepat untuk mengaktifkan siswa agar lebih mandiri dalam mencari ilmu serta mengerjakan tugas dengan cara membaca dan sering latihan soal sendiri. Metode resitasi sendiri dapat membuat siswa paham materi dengan baik serta bisa mendapatkan nilai yang lebih besar ketika ujian.

7 Alasan Mengapa Kejarcita.id Menjadi Pilihan yang Tepat untuk Guru
Kejarcita.id memiliki banyak kelebihan yang bisa membantu guru untuk melaksanakan PJJ. Materi yang ada di Kejarcita didesain oleh tim yang berpengalaman di bidang pendidikan dengan memperhatikan standar nasional dan internasional.

Selain mengetahui langkah-langkah menggunakan metode resitasi, Anda juga perlu mengetahui tipsnya agar metode ini dapat digunakan dengan tepat. Adapun berikut ini merupakan 7 tips modifikasi metode resitasi agar lebih efektif untuk KBM, di antaranya yaitu:

1. Memberikan Tugas Sesuai Indikator Materi

Seperti yang diketahui sebelumnya, pemberian tugas dalam metode resitasi tidak dilakukan sembarangan, di mana tugas yang diberi harus berkaitan dengan materi yang diajarkan dan sesuai dengan kemampuan siswa sehingga hal tersebut tidak akan memberatkan siswa.

2. Sesuai dengan Pendekatan Peta Konsep

Sebelum siswa mengerjakan tugas, Anda akan memberi instruksi atau pendekatan peta konsep terlebih dahulu kepada siswa. Beritahu mereka jenis tugas apa yang Anda beri, apakah tugas kelompok atau tugas individu.

3. Memberi Petunjuk dalam Pengerjaan Tugas

Setelah memberikan tugas pada siswa, Anda juga harus memberi petunjuk dalam mengerjakan tugas tersebut, misalnya dengan menggunakan opini, berbentuk pilihan ganda, dan lain sebagainya.

4. Berikan Pengawasan saat Mengerjakan Tugas

Meskipun siswa bisa mengerjakan tugas di manapun, namun ada baiknya jika Anda memberikan pengawasan ketika mereka mengerjakan tugas. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa siswa benar-benar mengerjakan tugasnya dengan kemampuannya sendiri.

Seberapa Pentingkah Tugas? Bagaimana Jika Guru Tidak Memberi Tugas?
Pemberian tugas sekolah atau PR, bukan semata-mata untuk dikerjakan siswa, tetapi ada tujuan dan harapan tertentu dimana siswa bisa menambah waktu belajarnya.

5. Memberi Motivasi Pada Siswa

Terkadang siswa membutuhkan dukungan, arahan, dan motivasi untuk menyelesaikan tugasnya. Anda bisa menyemangati mereka dengan memberikan kalimat positif serta membantu mereka ketika mengalami kesulitan.

6. Penilaian Siswa Secara Individu

Meskipun Anda memberikan tugas secara berkelompok, namun bukan berarti Anda menyamaratakan penilaian seluruh siswa. Penilaian tetap harus dilakukan secara individu, sehingga Anda bisa mengetahui masing-masing kemampuan siswa.

7. Evaluasi Hasil Belajar Siswa

Setelah siswa menyelesaikan tugasnya, Anda harus mengevaluasi hasil belajarnya. Hal ini bertujuan agar Anda bisa melihat kemampuan mereka sekaligus sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada siswa karena mereka telah mengerjakan tugasnya dengan baik dan tepat waktu.

Itulah beberapa hal mengenai metode resitasi dalam proses pembelajaran. Lakukan metode ini dengan baik agar siswa bisa mengikuti kegiatan belajar dengan baik.

‌‌‌‌‌‌‌‌‌‌‌‌‌‌‌‌‌‌‌‌‌‌