7 Tips Mengembangkan Media Pembelajaran yang Sesuai dengan Konsep Merdeka Belajar

Pastinya Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah Merdeka belajar dan guru penggerak, bukan? Merdeka belajar merupakan salah satu program inisiatif dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Kegiatan belajar yang menyenangkan ini bisa dirasakan oleh siapa saja mulai dari peserta didik, guru hingga orang tua.

Program Merdeka belajar diciptakan sebagai jawaban atas keluhan banyak orang mengenai sistem pendidikan Indonesia, salah satunya peserta didik yang mengeluhkan jika penilaian menjadi patokan penting untuk mengukur kemampuan siswa, padahal setiap orang memiliki kemampuan di bidangnya tersendiri.

Merdeka belajar merupakan kemerdekaan berpikir, dimana esensi kemerdekaan berpikir ini harus dimiliki oleh guru terlebih dahulu. Jika tidak dimiliki guru, tidak mungkin dapat terjadi di peserta didik.

Merdeka belajar memiliki hubungan dengan kemerdekaan guru dalam proses belajar. Artinya selama proses pembelajaran berlangsung, kemerdekaan tersebut harus dirasakan oleh siswa maupun guru serta melibatkan dukungan dari beragam pihak. Konsep Merdeka Belajar sangat penting diterapkan untuk memajukan dunia pendidikan saat ini. Untuk mengetahui lebih lanjut ada baiknya jika Anda mengetahui arti konsep Merdeka belajar beserta tips mengembangkan media belajar yang sesuai dengan konsep Merdeka belajar.

Mengenal Konsep Merdeka Belajar

Ada beberapa alasan mengapa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memilih konsep "Merdeka Belajar" sebagai program pendidikan. Menurutnya, Merdeka Belajar menjadi pilihan yang tepat sebagai filosofi perubahan dari metode pembelajaran yang sudah terjadi. Program ini mengajarkan kemandirian serta kemerdekaan bagi lingkungan pendidikan, dimana Guru dapat menentukan sendiri metode pembelajaran sesuai dan baik.

Dilansir dari media Kompas, saat rapat kerja dengan komisi Komisi X di DPR RI, Kamis (27/8/2020), Nadiem menjelaskan jika Merdeka Belajar dipilih karena terinspirasi dari filsafat Ki Hajar Dewantara mengenai dua konsep yaitu kemerdekaan dan kemandirian.

"Ini adalah dua konsep yang nyambung dan tidak bisa dipisahkan, kemandirian dan kemerdekaan merupakan esensi Ki Hajar Dewantara yang menginspirasi kami di Kemendikbud terhadap perubahan yang dibutuhkan,” kata Nadiem.

Ia juga mengatakan jika Merdeka Belajar menjadi metode pendidikan yang dibutuhkan anak-anak di era sekarang, di mana anak-anak tidak lagi mengikuti kurikulum yang tersedia melainkan menggunakan metode pembelajaran yang tepat dan menyenangkan. Dengan adanya Merdeka Belajar, pemikiran anak akan berkembang lebih baik, sehingga mereka tidak dapat dijajah baik melalui sosmed maupun orang lain.

Konsep Merdeka Belajar juga berlaku untuk guru dalam kelas, di mana Anda dapat menentukan sendiri cara mengajar terbaik untuk peserta didik. Selain itu, Anda juga dapat memilih elemen kurikulum terbaik. Merdeka belajar juga berlaku untuk kepala sekolah dalam menentukan penggunaan anggaran sebaik mungkin.

Konsep Merdeka Belajar tidak sama dengan kurikulum yang pernah ada dan digunakan di pendidikan formal Indonesia. Adapun berikut ini merupakan garis besar konsep Merdeka belajar, di antaranya yaitu

  • Asesmen Kompetensi Minimum. Dalam hal ini, siswa diharapkan memiliki kemampuan minimum dalam hal "literasi" dan "numerik". Fokusnya bukan dilihat dari nilai tugas tetapi cara siswa berpikir kritis serta menggunakan kemampuan kognitifnya. Misalnya dalam bidang literasi, diharapkan siswa dapat mengetahui tujuan dan maksud dari materi. Adapun dalam bidang numerik, siswa bukan hanya menghafal rumus tetapi juga mampu menyelesaikan masalah yang lebih luas.
  • Survei Karakter. Dalam hal ini pemerintah akan menilai kualitas pendidikan secara keseluruhan.bukan hanya mengenai hasil belajar tetapi juga ekosistem serta infrastruktur pendidikan yang ada dalam sekolah tersebut. Artinya kualitas pendidikan bukan hanya penerapan indikator kualitas tetap tetapi juga sesuai dengan hasil survei terbaru pada sekolah
  • Perluasan Penilaian Hasil Belajar. Dalam hal ini penilaian belajar siswa bukan dari nilai ujian nasional tetapi penugasan serta portofolio. Nantinya siswa akan diberikan ruang untuk mengembangkan minat dan bakat yang dimilikinya masing-masing, mengingat setiap orang punya bakat yang berbeda dan tidak bisa ditentukan dengan tes formal.
  • Pemerataan Kualitas Pendidikan. Merdeka belajar juga memiliki arti keadilan terhadap seluruh pendidikan dan siswa yang ada di Indonesia. Sehingga pemerintah membuat kebijakan afirmasi serta pemberian kuota yang berada di daerah 3T. Diharapkan pemerataan kualitas pendidikan hingga ke wilayah 3T (Tertinggal,

7 Tips Mengembangkan Media Pembelajaran yang Sesuai dengan Konsep Merdeka Belajar

Sebagai guru, mungkin Anda pernah mengalami kesulitan mengajar peserta didik di kelas, mengingat mereka memiliki karakteristik dan kemampuan yang beragam. Alhasil kegiatan belajar pun terasa membosankan. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan media belajar yang menarik dan menyenangkan, sehingga siswa akan antusias belajar.media belajar sendiri merupakan perantara antara guru dengan siswa untuk membantu guru dalam menyampaikan materi agar mudah dipahami murid. Adapun berikut ini merupakan tips mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan konsep merdeka belajar, di antaranya yaitu:

1. Gunakan Visual

Agar kegiatan belajar mengajar terlihat lebih menarik dan mudah dipahami, Anda bisa menggunakan media pembelajaran dengan visual, misalnya poster. Meskipun poster dalam media ajar di era sekarang terlihat konvensional, namun Anda patut mempertimbangkan penggunaan media ini, karena selain mudah pembuatannya pun murah. Visual dalam poster membantu siswa memahami materi pelajaran. Anda juga bisa memodifikasi poster agar terlihat lebih menarik.

2. Papan atau Buku

Papan atau buku merupakan media belajar yang terkesan biasa saja, bahkan membosankan. Namun Anda bisa membuat buku yang lebih interaktif di mana murid dapat menambahkan karakter atau mengisi bagian yang kosong dengan hal menarik.

3. Alat Peraga

Anda juga bisa menggunakan alat peraga untuk memperagakan suatu pengetahuan agar mudah dimengerti, misalnya alat peraga tiga dimensi untuk menjelaskan bangun ruang, torso untuk menjelaskan bagian tubuh manusia, uang koin dan lainnya

4. Lagu

Selain lebih seru, belajar menggunakan lagu juga lebih mudah diingat. Anda bisa menyetel lagu bahasa Inggris untuk pengajaran bahasa atau lagu Melayu untuk mempelajari sastra Melayu. Melalui lagu, siswa dapat belajar listening, speaking, serta gaya bahasa yang digunakan lagu tersebut.

5. Video

Audio visual membantu Anda untuk menyampaikan materi lebih mudah, maka tak heran jika banyak sekolah yang menggunakan video sebagai media pembelajaran. Ada beragam video yang bisa Anda tampilkan, mulai dari video pengetahuan, video penjelasan, video dokumenter, film, dan lainnya. Pastikan video yang ditampilkan disukai murid agar mereka semangat belajar.

6 Tips Membuat Portofolio Mengajar yang Kreatif dan Menarik
Portofolio mengajar merupakan suatu kumpulan dari pekerjaan yang dihasilkan oleh seorang guru, yang didesain untuk menggambarkan talenta yang dimilikinya.

6. Permainan

Permainan juga bisa menjadi media pembelajaran yang bisa Anda terapkan. Pilihlah permainan yang seru serta mengandung edukasi, misalnya permainan tradisional gobak sodor yang mengajarkan kerjasama baik dalam tim

7. Berbasis Teknologi

Ada banyak media belajar berbasis teknologi dalam bentuk aplikasi atau website, misalnya Duolingo untuk membantu siswa belajar bahasa Inggris. Anda juga bisa menggunakan kejarcita.id untuk membuat kuis yang akan diberi pada murid.

Prinsip Pengembangan Worksheet yang Baik Untuk Jenjang SD
Worksheet untuk peserta didik bisa disebut sebagai Lembar Kerja Siswa (LKS). Lembar kerja siswa merupakan panduan yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau penyelesaian masalah.

Itulah beberapa hal mengenai konsep Merdeka belajar beserta 7 tips mengembangkan media belajar sesuai dengan konsep Merdeka belajar. Semoga bermanfaat!