7 Tips Guru Menerapkan Strategi Belajar AJEL (Active, Joyful, & Effective)

Dalam proses pembelajaran, guru harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan materi atau pengetahuan kepada siswa agar mereka mengerti materi yang diajarkan dengan baik. Strategi belajar yang baik bisa menumbuhkan semangat belajar pada siswa. Salah satu strategi yang bisa diterapkan ketika proses pembelajaran yaitu strategi AJEL (Active, Joyful, & Effective).

Strategi AJEL dinilai menjadi strategi belajar siswa yang tepat untuk menumbuhkan daya kreatif anak dengan efektif dan menyenangkan. Strategi ini berorientasi pada potensi siswa dengan metodologi pembelajaran yang mendorong keaktifan siswa, kreativitas mereka dan mencapai target kualitas pembelajaran. Dengan strategi ini, proses kegiatan belajar-mengajar juga terasa menyenangkan, sehingga tidak akan memberatkan siswa.

Mengenal Strategi AJEL (Active, Joyful, & Effective)

Istilah AJEL (Active Joyful and Effective Learning) juga dikenal dengan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan). Pada tahun 1999, pertama kali metode ini dikenal di Indonesia dengan istilah PEAM (Pembelajaran Efektif, Aktif dan Menyenangkan). Umumnya ketiga istilah tersebut merupakan satu metode pembelajaran yang sama, yaitu untuk mengembangkan keaktifan, kreativitas anak dengan efektif dan menyenangkan.

Jika pada proses pembelajaran konvensional guru lebih mendominasi atau aktif, maka pada metode ini siswa dituntut lebih aktif dan lebih banyak melakukan aktivitas belajar.

Strategi belajar AJEL (Active Joyful and Effective Learning) merupakan strategi yang tepat untuk mengembangkan keterampilan serta pemahaman siswa dengan menyenangkan serta bisa meningkatkan motivasi untuk terus belajar.

Motivasi siswa yang terjadi pada pembelajaran di kelas bisa meningkatkan perhatian, antusiasme serta keterlibatan siswa untuk belajar. Hal ini dapat mengurangi kesulitan siswa dalam mengikuti tahapan belajar.

Dengan menggunakan strategi ini, artinya guru sedang berusaha untuk membangkitkan semangat siswa menggunakan berbagai alat bantu, seperti menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan dan menarik serta sesuai dengan kompetensi pencapaian siswa. Guru juga dapat mengatur kelas sedemikian rupa agar terasa lebih kondusif selama proses pembelajaran, misalnya memajang buku menarik sebagai bahan belajar, atau memajang hasil karya siswa.

7 Tips Menerapkan Strategi AJEL (Active, Joyful, & Effective)

Berdasarkan kriteria strategi pembelajaran AJEL, dapat kita simpulkan bahwa pembelajaran seharusnya bisa membuat siswa merasa semangat, siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran, siswa termotivasi untuk mengembangkan kreativitasnya serta pembelajaran terasa efektif dan tidak membosankan.

Sebagai guru, Anda bisa menerapkan strategi AJEL (Active, Joyful, & Effective) ketika proses pembelajaran sedang berlangsung. Adapun berikut merupakan 7 tips yang bisa Anda lakukan, di antaranya sebagai berikut:

1. Memahami Sifat yang Dimiliki Anak

Setiap anak tentu memiliki sifat yang berbeda, Anda harus bisa memahami sifat-sifat mereka. Setidaknya terdapat dua sifat mendasar yang pasti dimiliki setiap anak, yaitu rasa ingin tahu dan kesukaannya dalam berimajinasi.

Kedua sifat tersebut menjadi dasar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta kreativitas siswa. Sebagai guru, Anda harus bisa membimbing dan mengarahkan mereka  yang lebih baik.

Dengan mengetahui sifat siswa, Anda juga bisa mengetahui strategi pembelajaran yang mereka suka dan tidak suka dengan mudah.

Motivasilah siswa untuk memiliki sifat atau karakter yang baik, khususnya dalam lingkungan belajar. Dalam hal ini, ada berbagai cara yang bisa  Anda lakukan, misalnya mengapresiasikan hasil karya siswa agar mereka merasa dihargai, mendorong siswa melakukan percobaan atau mengajukan pertanyaan yang menantang.

2. Mengenal Anak Secara Individu

Jika tadi Anda mengenal siswa berdasarkan sifat mendasar pada diri mereka, kini Anda harus mengenal anak secara individu. Anak pasti memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda dalam hal pembelajaran.

Ada siswa yang rajin dan ada juga siswa yang kurang rajin, ada siswa yang mempunyai kemampuan bagus dalam menyerap materi dengan cepat, ada pula siswa yang sedikit lambat untuk memahami materi pelajaran. Setiap siswa tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Hal inilah yang harus diketahui oleh guru.

7 Tips Membuat Video Tik Tok untuk PJJ
TikTok menjadi platform yang potensial sebagai media pembelajaran di Indonesia. Saat ini Tik Tok menjadi platform yang paling banyak diakses. Pengguna Tik Tok adalah mereka yang berusia 14 tahun keatas. Sehingga Tik Tok sangat cocok untuk PJJ bagi murid SMP dan SMA.

Dengan mengenal anak secara individu, guru bisa merencanakan kegiatan belajar yang lebih baik serta memberikan perlakuan khusus yang memang harus diberikan kepada siswa tertentu.

Jika ada siswa yang sedikit lambat dalam memahami materi, Anda bisa memberikan perhatian lebih untuk mereka. Hal ini bukan berarti Anda pilih kasih, tetapi memang anak tersebut membutuhkannya. Anda juga bisa meminta siswa yang mempunyai kemampuan belajar lebih baik, untuk membantu temannya yang memiliki kemampuan pas-pasan.

3. Memanfaatkan Perilaku Anak dalam Belajar

Kita semua tahu bahwa anak-anak memiliki perilaku yang senang bermain, berkumpul atau bekerjasama dengan teman-teman lainnya. Hal ini bisa Anda manfaatkan Dalam proses pembelajaran di kelas. Bagaimana caranya?

Anda bisa meminta anak untuk mengikuti pembelajaran dengan berpasangan atau berkelompok bersama teman-temannya. Cara ini  sama seperti metode diskusi, dimana anak diminta untuk bekerja sama atau berkolaborasi dengan kelompok dalam memecahkan suatu permasalahan. Pasalnya anak-anak akan lebih mudah menyelesaikan masalah dengan baik apabila dilakukan secara bersama-sama.

Cara ini dapat mengembangkan anak untuk berpikir kritis, berinteraksi dengan baik, bertukar pikiran serta menghargai ide orang lain.  Anak-anak juga dapat berlatih untuk bisa membangun kerjasama yang baik dengan orang lain.

4. Mengembangkan Pola Pikir Anak

Pola pikir anak sangat penting untuk diasah dengan baik. Hal ini juga akan berguna bagi kehidupan mereka di masa depan, dimana mereka harus bisa memecahkan masalah dengan baik dan dengan solusi yang tepat. Kembangkan pola pikir anak untuk lebih kritis, kreatif dan inovatif agar mereka bisa menanggapi semua hal dari berbagai sisi.

5. Menciptakan Ruang Kelas yang Menarik dan Nyaman

Ruang kelas merupakan lingkungan utama bagi siswa sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Untuk memudahkan pemahaman anak ketika belajar, Anda bisa menciptakan ruang kelas yang menarik dan nyaman. Pastikan kelas terasa bersih serta tidak ada benda-benda yang mengganggu konsentrasi anak ketika belajar.

7 Cara Menerapkan Aturan dalam Kelas Ketika PJJ
Guru diharuskan merancang peraturan baru disesuaikan dengan kondisi selama pandemi.Peraturan-peraturan tersebut bertujuan untuk membuat kegiatan PJJ kondusif. Target pendidikan harus terus diupayakan untuk tercapai dalam situasi apapun. Tentu peran aktif guru dan orang tua akan sangat berpengaruh

6. Memanfaatkan Lingkungan sebagai Bahan Ajar

Siswa mungkin merasa bosan jika hanya belajar melalui buku bacaan saja, sesekali Anda bisa mengajak siswa untuk belajar di luar kelas atau sekitar lingkungan sekolah. Anda bisa memanfaatkan lingkungan sebagai bahan ajar, baik lingkungan fisik, sosial maupun budaya.

Misalnya jika di sekolah terdapat banyak bunga atau pepohonan, Anda bisa mengajak siswa untuk mengamati pertumbuhan tanaman tersebut.

7. Memberi Umpan Balik

Anda dapat memberi umpan balik kepada siswa sebagai bentuk interaksi. Umpan balik tersebut harus bersifat membangun serta meningkatkan semangat belajar siswa.

Jika Anda memberi tugas kepada siswa cobalah untuk memeriksa hasil tugas mereka dan memberi catatan yang bermakna untuk mengembangkan diri mereka. Jangan lupa untuk mengapresiasi siswa agar mereka merasa dihargai dan meningkatkan semangat belajar.

Itulah beberapa hal mengenai strategi belajar AJEL beserta 7 tips menerapkan strategi AJEL (Active, Joyful, & Effective) saat pembelajaran di kelas sedang berlangsung.