7 Keterampilan yang Perlu Dimiliki Guru di Era Digital dan AI
Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa perubahan dalam dunia pendidikan. Berbagai teknologi kini dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, mulai dari mengakses sumber belajar digital hingga mengembangkan media pembelajaran interaktif. Kondisi ini membuat guru tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran, tetapi juga perlu mampu menggunakan teknologi sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan murid.
Kehadiran AI juga memberikan kemudahan bagi guru dalam menyusun materi, mencari ide aktivitas pembelajaran, membuat draf soal, hingga mengembangkan asesmen. Meski demikian, penggunaan teknologi tetap memerlukan pertimbangan yang matang karena hasil yang diberikan AI belum tentu sepenuhnya akurat atau sesuai dengan konteks pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu mengembangkan berbagai keterampilan digital dan AI agar dapat mengikuti perkembangan zaman, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta tetap menjalankan perannya dalam membimbing dan mendampingi murid selama proses belajar.
Keterampilan yang Perlu Dimiliki Guru di Era Digital dan AI
1. Literasi Digital
Literasi digital merupakan kemampuan guru dalam menggunakan perangkat, aplikasi, dan platform digital untuk mendukung proses pembelajaran. Keterampilan ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan komputer atau menggunakan internet, tetapi juga mencakup kemampuan mencari, memahami, mengevaluasi, dan mengelola informasi digital secara tepat. Dengan literasi digital yang baik, guru dapat memilih teknologi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik murid.
Dalam penerapannya, guru dapat memanfaatkan platform pembelajaran digital untuk membagikan materi, memberikan latihan soal, mengumpulkan tugas, hingga memantau perkembangan belajar murid. Guru juga perlu memahami cara menggunakan sumber belajar digital yang kredibel agar materi yang disampaikan tetap akurat dan relevan. Dengan demikian, teknologi dapat membantu kegiatan belajar menjadi lebih terstruktur, praktis, dan mudah diakses.
2. Literasi AI dan Kemampuan Menggunakan Prompt
Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran sekaligus membantu menyelesaikan pekerjaan administratif. Oleh karena itu, guru perlu memiliki literasi AI, yaitu pemahaman mengenai cara kerja dasar, manfaat, keterbatasan, dan risiko penggunaan teknologi tersebut. Guru juga perlu mengetahui bahwa AI merupakan alat bantu yang hasilnya tetap membutuhkan pemeriksaan dan penyesuaian sebelum digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Salah satu keterampilan yang dapat dikembangkan adalah kemampuan menyusun prompt atau instruksi yang jelas kepada AI. Semakin spesifik instruksi yang diberikan, semakin besar peluang guru memperoleh hasil yang sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya, guru dapat meminta AI menyusun draf soal berdasarkan tujuan pembelajaran tertentu, memberikan ide kegiatan diskusi, atau menyederhanakan penjelasan materi yang sulit dipahami murid. Meskipun demikian, guru tetap perlu memeriksa ketepatan informasi, menyesuaikan hasil dengan kurikulum, dan memastikan materi sesuai dengan tingkat pemahaman murid.
3. Kemampuan Berpikir Kritis dan Memverifikasi Informasi
Kemudahan memperoleh informasi melalui internet dan AI membuat guru perlu memiliki kemampuan berpikir kritis. Keterampilan ini membantu guru menilai apakah suatu informasi benar, relevan, logis, dan didukung oleh sumber yang dapat dipercaya. Guru tidak sebaiknya langsung menggunakan informasi yang ditemukan di internet atau dihasilkan AI tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Hal ini penting karena informasi digital dapat mengandung kekeliruan, bias, atau penjelasan yang tidak sesuai dengan konteks pembelajaran.

Sebagai contoh, ketika menggunakan AI untuk mencari penjelasan tentang suatu konsep, guru dapat membandingkan hasilnya dengan buku pelajaran, dokumen kurikulum, jurnal ilmiah, atau sumber resmi lainnya. Guru juga perlu memastikan bahwa contoh dan penjelasan yang digunakan sesuai dengan usia serta kebutuhan murid. Dengan kemampuan berpikir kritis, guru tidak hanya dapat menjaga kualitas materi pembelajaran, tetapi juga menjadi teladan bagi murid dalam membangun kebiasaan memeriksa fakta dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab.
4. Kreativitas dalam Merancang Pembelajaran Digital
Penggunaan teknologi dalam pendidikan akan lebih bermanfaat apabila disertai kreativitas guru dalam merancang kegiatan belajar. Guru tidak cukup hanya memindahkan materi dari buku ke layar atau menampilkan presentasi digital selama pembelajaran. Sebaliknya, teknologi perlu dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik, interaktif, dan mendorong murid berpartisipasi secara aktif. Oleh karena itu, guru perlu mampu memilih media, metode, dan aktivitas yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Misalnya, guru dapat menggunakan kuis interaktif untuk mengevaluasi pemahaman murid, video pembelajaran untuk menjelaskan konsep yang sulit, atau simulasi digital untuk membantu murid memahami suatu proses. Guru juga dapat memanfaatkan AI untuk memperoleh inspirasi kegiatan pembelajaran berbasis proyek atau pemecahan masalah. Ide tersebut kemudian dikembangkan sesuai dengan kondisi kelas dan ketersediaan fasilitas sekolah. Melalui kreativitas, teknologi tidak hanya menjadi pelengkap pembelajaran, tetapi juga membantu menciptakan kegiatan belajar yang lebih bermakna.
5. Kemampuan Menganalisis Data Hasil Belajar
Di era digital, guru memiliki kesempatan untuk memanfaatkan data sebagai bahan evaluasi pembelajaran. Sejumlah platform pembelajaran menyediakan informasi mengenai hasil kuis, penyelesaian tugas, dan perkembangan belajar murid. Data tersebut dapat membantu guru memahami bagian materi yang sudah dikuasai maupun yang masih membutuhkan penguatan. Karena itu, guru perlu memiliki kemampuan membaca, menginterpretasikan, dan menggunakan data hasil belajar untuk menentukan langkah pembelajaran selanjutnya.
Sebagai contoh, apabila hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar murid masih kesulitan memahami materi tertentu, guru dapat meninjau kembali metode mengajar, memberikan penjelasan tambahan, atau menyediakan latihan dengan tingkat kesulitan yang bertahap. Sebaliknya, murid yang sudah memahami materi dapat diberikan kegiatan pengayaan. Namun, guru perlu mengingat bahwa data digital bukan satu-satunya dasar untuk menilai kemampuan murid. Kondisi belajar, partisipasi di kelas, hasil pengamatan, dan perkembangan individu tetap perlu dipertimbangkan agar evaluasi lebih menyeluruh.
6. Komunikasi dan Kolaborasi Digital
Kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi tetap menjadi keterampilan penting bagi guru di tengah perkembangan teknologi. Perbedaannya, komunikasi kini tidak hanya berlangsung secara langsung di kelas atau ruang guru, tetapi juga melalui platform pembelajaran, surat elektronik, dan media komunikasi digital lainnya. Guru perlu mampu menyampaikan informasi secara jelas, memilih saluran komunikasi yang sesuai, serta menjaga etika ketika berinteraksi dengan murid, orang tua, maupun sesama pendidik.
Dalam praktiknya, guru dapat menggunakan platform digital untuk memberikan umpan balik terhadap tugas murid, menyampaikan informasi pembelajaran kepada orang tua, atau berdiskusi dengan rekan guru mengenai strategi mengajar. Kolaborasi digital juga memungkinkan guru berbagi perangkat ajar, bertukar pengalaman, dan mengembangkan bahan pembelajaran bersama tanpa harus selalu bertemu secara langsung. Dengan komunikasi yang efektif, penggunaan teknologi dapat memperkuat hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam pendidikan dan mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih terkoordinasi.
7. Etika Digital dan Kesadaran terhadap Privasi
Selain menguasai teknologi, guru perlu memahami etika digital agar dapat memanfaatkan teknologi secara aman dan bertanggung jawab. Keterampilan ini mencakup kesadaran terhadap privasi, keamanan data, hak cipta, pencantuman sumber, serta penggunaan AI secara jujur. Guru perlu memahami bahwa tidak semua informasi boleh dibagikan secara bebas di internet atau dimasukkan ke dalam aplikasi digital. Data pribadi murid, seperti nama lengkap, nilai, identitas, dan informasi sensitif lainnya, perlu dilindungi ketika guru menggunakan platform pembelajaran maupun AI.
Sebagai contoh, guru sebaiknya tidak memasukkan identitas atau catatan pribadi murid ke dalam aplikasi AI apabila keamanan dan kebijakan pengelolaan datanya belum jelas. Guru juga perlu memastikan bahwa gambar, video, dan materi digital yang digunakan dalam pembelajaran dapat dimanfaatkan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, guru dapat membimbing murid untuk menggunakan AI sebagai alat bantu belajar, bukan sekadar menyalin jawaban untuk menyelesaikan tugas. Dengan memahami etika digital, guru dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang aman sekaligus menanamkan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

Cara Guru Mengembangkan Keterampilan Digital dan AI
1. Mengikuti Pelatihan
Guru dapat mengikuti pelatihan atau webinar yang membahas penggunaan platform pembelajaran digital, kecerdasan buatan (AI), dan media pembelajaran interaktif. Melalui kegiatan ini, guru dapat memperoleh pengetahuan baru sekaligus mempelajari cara menerapkan teknologi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan juga membantu guru memahami penggunaan teknologi secara efektif, mulai dari menyusun materi hingga mengembangkan asesmen pembelajaran.
2. Berlatih secara Bertahap
Mengembangkan keterampilan digital tidak harus dilakukan dengan menguasai banyak aplikasi sekaligus. Guru dapat memulainya dengan mencoba satu aplikasi atau fitur yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di kelas. Misalnya, guru menggunakan platform digital untuk membuat kuis interaktif atau mencoba AI untuk mencari ide aktivitas diskusi. Setelah memahami cara penggunaannya, guru dapat mengeksplorasi fitur lain secara bertahap. Cara ini membantu guru beradaptasi dengan teknologi tanpa merasa terbebani dan memudahkan penerapannya dalam kegiatan belajar mengajar.
3. Berkolaborasi dengan Rekan Guru
Berkolaborasi dengan rekan guru dapat menjadi cara efektif untuk mengembangkan keterampilan digital dan AI. Guru dapat saling berbagi pengalaman, bertukar ide pembelajaran, serta mendiskusikan aplikasi yang bermanfaat untuk mendukung proses belajar. Misalnya, seorang guru membagikan cara membuat latihan soal interaktif, sementara guru lainnya berbagi pengalaman menggunakan AI untuk menyusun draf materi pembelajaran. Melalui kolaborasi tersebut, guru dapat mempelajari praktik baik dari sesama pendidik dan menemukan solusi atas kendala penggunaan teknologi di kelas.
4. Melakukan Evaluasi
Setelah menerapkan teknologi dalam pembelajaran, guru perlu mengevaluasi manfaat dan efektivitas penggunaannya. Evaluasi dapat dilakukan dengan mengamati keterlibatan murid, meninjau hasil asesmen, serta meminta umpan balik mengenai media atau aktivitas yang digunakan. Misalnya, apabila kuis digital membantu murid memahami materi dengan lebih baik, guru dapat mempertahankan atau mengembangkan penggunaannya. Sebaliknya, jika suatu aplikasi justru menyulitkan murid atau tidak mendukung tujuan pembelajaran, guru dapat menyesuaikan strategi yang digunakan. Dengan evaluasi secara berkala, pemanfaatan teknologi dapat menjadi lebih tepat sasaran dan bermakna bagi murid.

Kesimpulan:
Pada era digital dan AI, guru perlu terus mengembangkan keterampilan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran. Mulai dari literasi digital, kemampuan menggunakan AI, berpikir kritis, kreativitas, analisis data hasil belajar, komunikasi dan kolaborasi digital, hingga pemahaman etika digital, setiap keterampilan berperan penting dalam mendukung kebutuhan belajar murid.


Untuk mengembangkan kompetensi tersebut, guru dapat mengikuti pelatihan, berlatih menggunakan teknologi secara bertahap, dan mengevaluasi penerapannya dalam pembelajaran. Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kompetensi guru di era digital, kejarcita berkolaborasi dengan Kemendikdasmen dalam menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Teknologi Digital bagi Guru SD dan SMP di Wilayah Jakarta Pusat. Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya untuk membantu guru meningkatkan keterampilan digital agar dapat memanfaatkan teknologi secara lebih optimal dalam kegiatan pembelajaran. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai program pelatihan dan pendampingan bagi guru, hubungi tim kejarcita.
