5 Strategi Penyampaian Materi yang Lebih Menyenangkan Saat KBM Daring Selain Ceramah

Semenjak World Health Organization (WHO) menetapkan masa pandemi virus corona pada 12 Maret 2020, Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah pun di tiadakan. KBM dilakasanakan secara daring atau dalam jaringan. Guru dan siswa memiliki tantangannya masing-masing dalam hal ini.

Dalam pelaksanaannya banyak terdapat kendala yang di alami. Baik itu kendala teknis maupun non teknis. Kendala teknis diantaranya seperti sulitnya akses jaringan internet, listrik dan ketiadaan gawai. Sementara kendala non-teknis yakni kurangnya motivasi siswa, penyampaian materi yang kurang dapat ditangkap, kesulitan fokus dalam diri siswa dan sebagainya.

Tantangan guru menjadi semakin besar di masa pandemi seperti ini. Guru sangat diharapkan dapat membimbing siswa untuk dapat mencapai tujuan belajar seefektif mungkin. Maka dari itu guru sebaiknya memiliki banyak inovasi dalam menyampaikan materi pembelajaran.

Inovasi tersebut paling tidak dapat menjangkau beberapa hal seperti sesuai dengan tujuan pembelajaran, metode yang dapat membuat siswa merasa senang dan sekaligus memuat aspek healing psikologi bagi siswa.

Banyak penelitian menyebutkan, siswa akan belajar lebih baik ketika dia terlibat aktif dalam proses belajar daripada hanya pasif mendengarkan ceramah. kami akan membagikan 5 Strategi penyampaian materi yang efektif selama pembelajaran daring. Akan tetapi sebelum masuk ke strategi tersebut ada baiknya kita telaah ulang apa yang dimaksud learning terlebih dahulu.

Apakah makna pembelajaran?

Banyak orang salah mengira bahwa pembelajaran adalah kegiatan mentransfer informasi. Ketika informasi tersebut tidak menjadi pengetahuan, pembelajaran tidak dianggap berhasil. Untuk memahami apa itu pembelajaran, mari kita lihat dari sudut pandang otak manusia.

Masihkah anda mengingat detail informasi yang anda peroleh dari seminar yang pernah anda ikuti? Apakah anda dapat mengingat semua atau tidak ingat sama sekali? Barangkali ada yang mengingat hanya bagian tertentu saja. Atau coba anda renungkan apakah anda mengingat beberapa nasihat penting orang tua anda dahulu ketika anda masih kecil?.

Sebagian dari kita akan menjawab ‘masih’ bahkan dengan sangat jelas. Mengapa hal demikian terjadi? Hal demikian terjadi karena kita menangkap informasi dibarengi dengan sambungan emosional yang kuat.

Otak manusia menerima lebih dari 400 miliar byteinformasi setiap detik. Hanya 2000 dari bytetersebut yang secara sadar di proses. Ini memberi tahu kita bahwa sebagian besar dari apa yang kita hadapi tidak menjadi pengetahuan yang bertahan lama. Agar pembelajaran terjadi, potongan informasi harus memiliki hubungan emosional atau makna untuk menjadi pengetahuan yang bertahan lama.

1.  Menyatukan Persepsi dan Konsentrasi Siswa

Berdasarkan pengalaman anda sebagai siswa, pernahkah anda merasa tidak bergairah sama sekali dengan materi yang disampaikan oleh guru? Barangkali penyampaian guru sudah sangat antusias, jelas dan dengan metode yang beragam. Akan tetapi siswa tetap tidak merasakan semangat. Jika anda pernah merasakannya kemungkinan terbesarnya adalah guru tidak mengajak melihat dengan perspektif visi yang sama di awal atau sebelum pembelajaran.

Seorang guru yang memiliki visi jelas dalam pembelajaran dan mampu menjalin ikatan batin dengan siswa melakukan perannya tidak hanya sebagai guru atau pengajar. Ia juga dengan senang hati berperan sebagai motivator, fasilitator, mediator dan komunikator bagi siswa-siswinya.

Adalah sangat penting bagi guru untuk memberikan persepsi yang jelas bagi siswa sebelum memberikan materi pelajaran. Selain berpengaruh terhadap motivasi siswa, hal ini juga dapat membantu siswa atau orang tua siswa merencanakan apa yang akan di lakukan guna mencapai hasil maksimal dalam mata pelajaran tersebut.

Bobi Deporter dan Mike Hernacki dalam Quantum Learning-Nya menjelaskan apa yang disebut dengan “AMBAK”. Istilah “AMBAK” merupakan kependekan kata dari “Apa manfaatnya bagiku?”. Penjelasan mengenai “AMBAK” bagi Bobi Deporter dan Mike Hernacki sangat penting guna memberikan dorongan lebih bagi siswa mengapa siswa perlu mempelajari materi yang akan guru sampaikan.

2.  Membatasi Durasi Ceramah

Tidak ada yang lebih membosankan untuk dilihat atau didengar dari orang yang berbicara selama 45 menit atau lebih di kelas daring. Dari sisi guru waktu selama itu memerlukan banyak energi untuk mempersiapkannya. Bagi siswa sebagian besar informasi tidak akan bisa diingat. Ininlah mengapa durasi videodi TED Talks hanya sekitar 15-20 menit.

Dalam kelas daring, merancang pembelajaran ceramah 18 menit bisa menjadi tantangan tersendiri untuk guru. Dengan materi yang tidak sedikit guru bisa menyeimbangkan kebutuhan belajar dengan berbagai metode. Misalnya merancang aktivitas lain seperti diskusi, tanya-jawab atau menyimak video atau eksperimen kecil yang dapat dilakukan di rumah. Dengan demikian siswa lebih dapat mengalami pembelajaran bermakna.

3.  Ciptakan suasana belajar bermakna

Otak manusia akan secara sadar menentukan untuk memproses informasi ketika informasi tersebut bermakna. Jika tidak, informasi itu akan hilang dalam 400 miliar byteinformasi per detik yang diterimanya.

Untuk membuat pembelajaran bermakna guru dapat menggali motivasi siswa, seperti tujuan masing-masing individu dan minat. Dengan ini hubungan antara materi khusus dan minat serta kebutuhan siswa dapat dibuat dengan mudah oleh guru.

Psikolog Pendidikan Amerika, David Ausubel membedakan antara belaar menemukan dengan belajar menerima. Pada belajar menerima siswa hanya menerima, jadi tinggal menghafalkannya. Pada belajar menemukan, konsep ditemukan oleh siswa dengan menyambungkan dengan pengetahuan dan emosi yang pernah dirasakan sebelumnya.

Menurutnya, pembelajaran bermakna merupakan suatu proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Struktur kognitif meliputi fakta-fakta, konsep-konsep dan generalisasi-generalisasi yang telah dipelajari dan diingat siswa. Pembelajaran bermakna terjadi ketika seseorang belajar dengan mengasosiakan fenomena baru ke dalam struktur pengetahuan mereka.

Penerapan sederhana pembelajaran bermakna daring antara lain guru dapat memulai pelajaran dengan memutarkan musik relaksasi. Musik ini dapat membangun mood dan fokus siswa sebelum menerima materi belajar.

Guru dapat mengaitkan materi belajar dengan hal-hal yang ada di sekitar rumah siswa, misalnya tema lingkungan mengkaitkan dengan alam sekitar, keluarga dan sebagainya. Secara berkala guru dapat memberikan waktu jeda untuk istirahat siswa, hal ini dapat di isi kembali dengan relaksasi menggunakan musik seperti di awal pelajaran.

David Ausubel dan Novak menjelaskan dengan pembelajaran bermakna akan memberi kebaikan seperti :

  • Informasi yang dipelajari secara bermakna lebih lama diingat
  • Informasi baru yang telah dikaitkan dengan konsep-konsep relevan sebelumnya dapat meningkatkan konsep yang telah dikuasai sehingga memudahkan proses belajar mengajar berikutnya untuk memberi pelajaran yang serupa.
  • Informasi yang pernah dilupakan setelah pernah dikuasai sebelumnya masih meninggalkan bekas sehingga memudahkan proses belajar mengajar untuk materi yang mirip walaupun telah lupa

4.  Menerapkan modalitas dalam penyampaian materi

Setiap individu cenderung kepada gaya belajar yang berebeda-beda. Ada siswa yang menyimpan informasi lebih baik dan menunjukkan peningkatan pemahaman dengan gaya visual, beberapa yang lain kinestetik dan yang lainnya melalui pendengaran atau auditori.

Dalam pembelajaran kelas tatap muka, menyesuaikan dengan modalitas pilihan siswa membantu komunikasi jauh lebih efisien. Dalam lingkungan pembalajaran darin, menyesuaikan penyampaian materi dengan berbagai modalitas memang tidak mudah, tetapi jika ini berhasil maka materi akan lebih mudah diterima oleh siswa.

Untuk melakukan ini, guru memerlukan informasi mengenai modalitas belajar siswanya. Informasi ini dapat diperoleh melalui kuesioner daring seperti goodle form ataupun memasukkannya dalam bentuk teks di pesan grup whatsapp.

Setelah analisis modalitas belajar siswa selesai, aktivitas belajar mengajar daring dapat dirancang untuk mengakomodir modalitas siswa. Misalnya, jika kelas didominasi oleh siswa visual, penggunaan alat visual yang banyak dapat digunakan dalam keterlibatan pembelajaran.

5 KEUNGGULAN BELAJAR ONLINE UNTUK ANAK
Pembelajaran online memberi banyak kemudahan pada pengguna dan orang tua sebagai pendamping belajar di rumah.Keunggulan yang bisa didapatkan dalam proses belajar online, diantaranya: dari segi waktu, materi, pendampingan, kreativitas, dan pendidikan karakter.

5.  Rancang aktivitas yang menarik

Dalam pembelajaran daring dibutuhkan kreativitas yang berkaitan dengan teknologi yang digunakan. Sebagian besar media virtual yang digunakan memiliki fungsi seperti membuat polling cepat, papan tulis bersama dan sebagainya.

Sebagai contoh, salah satu kegiatan yang bagus untuk menilai pemahaman siswa tentang materi adalah meminta mereka untuk menerapkannya secara krtis pada situasi yang mirip di depan kelas.

Dengan suasana yang santai kegiatan ini dapat dilakukan dengan meminta beberapa siswa untuk menggambar di papan tulis virtual dan semua orang akan melihat papan tulis yang sama. Guru dapat mengundang siswa lain untuk memberikan sudut pandang yang berbeda.

Di akhir  kegiatan, guru cukup menyimpulkan semua ide menjadi sesuatu yang sederhana. Kegiatan kolaboratif ini dapat membantu menciptakan pengetahuan baru yang bermakna bagi siswa.

Tips Agar Anak Bisa Fokus dan Tidak Cepat Bosan Saat KBM Online di Rumah
Tidak fokus saat belajar adalah salah satu faktor siswa mengalami kesulitan dalam belajar. Sulit kosentrasi dapat terjadi karena beberapa hal, baik berasal dari internal maupun eksternal.

Nah, itu tadi beberapa strategi menarik untuk dapat diterapkan dalam pembelajaran daring Bapak dan Ibu Guru. Mari kita bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan kita demi kemajuan bangsa.