5 Pertanyaan yang Perlu Dijawab Sebelum Menentukan Strategi Pembelajaran

edukasi 28 Agt 2026

Strategi pembelajaran berperan penting dalam menentukan bagaimana proses belajar berlangsung di kelas. Strategi yang tepat dapat membantu guru menyampaikan materi dengan lebih terarah sekaligus mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Namun, setiap kelas memiliki karakteristik, kebutuhan, dan kondisi yang berbeda. Strategi yang berhasil diterapkan pada satu kelas belum tentu memberikan hasil yang sama ketika digunakan pada kelas lainnya. Oleh karena itu, guru perlu mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan strategi pembelajaran. Alih-alih sekadar memilih strategi yang sedang populer, guru dapat terlebih dahulu mengajukan beberapa pertanyaan penting untuk memastikan strategi yang dipilih benar-benar sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa.

5 Pertanyaan yang Perlu Dijawab Sebelum Menentukan Strategi Pembelajaran

1. Apa Tujuan Pembelajaran yang Ingin Dicapai?

Sebelum menentukan strategi pembelajaran, guru perlu memahami terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai. Tujuan pembelajaran menjadi arah bagi seluruh kegiatan di kelas, mulai dari penyampaian materi, aktivitas siswa, hingga asesmen. Dengan mengetahui tujuan secara jelas, guru dapat memilih strategi yang benar-benar membantu siswa mencapai kompetensi yang diharapkan.

Misalnya, jika tujuan pembelajaran adalah agar siswa mampu memahami suatu konsep, guru dapat menggunakan strategi yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati contoh, mengeksplorasi materi, bertanya, dan menyimpulkan. Sementara itu, jika tujuan pembelajaran menekankan kemampuan memecahkan masalah, strategi yang melibatkan studi kasus, diskusi, atau problem solving dapat menjadi pilihan.

10 Strategi Pembelajaran Efektif untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa di Kelas
tujuan utama strategi pembelajaran yaitu untuk menciptakan proses belajar yang lebih terarah, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan siswa

Begitu pula ketika siswa diharapkan mampu melakukan praktik, membuat produk, atau bekerja sama dengan teman. Strategi yang dipilih perlu memberikan ruang bagi siswa untuk melakukan aktivitas tersebut secara langsung. Jadi, guru tidak sebaiknya memilih strategi hanya karena sedang populer atau banyak digunakan oleh guru lain. Strategi pembelajaran yang tepat adalah strategi yang mendukung tujuan yang ingin dicapai.

2. Bagaimana Karakteristik dan Kebutuhan Siswa?

Setiap kelas memiliki karakteristik yang berbeda. Bahkan dalam satu kelas, kemampuan, minat, pengalaman, dan cara belajar siswa dapat beragam. Karena itu, guru perlu mempertimbangkan kondisi siswa sebelum menentukan strategi pembelajaran.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain usia dan jenjang pendidikan, kemampuan awal, tingkat pemahaman materi, minat, motivasi, serta tingkat keaktifan siswa. Guru juga perlu mengetahui apakah siswa sudah terbiasa belajar secara mandiri, berdiskusi, bekerja dalam kelompok, atau menggunakan teknologi dalam pembelajaran.

sumber: kejarcita.id

Sebagai contoh, strategi diskusi kelompok dapat berjalan dengan baik pada kelas yang sudah terbiasa bekerja sama. Namun, jika sebagian besar siswa masih pasif dan belum terbiasa menyampaikan pendapat, guru mungkin perlu memberikan arahan, pembagian peran, atau aktivitas sederhana terlebih dahulu.

Memahami karakteristik siswa membantu guru memilih strategi yang lebih realistis dan sesuai kebutuhan. Dengan begitu, pembelajaran tidak hanya berfokus pada bagaimana materi disampaikan, tetapi juga pada bagaimana siswa dapat memahami dan mengolah materi tersebut dengan cara yang sesuai dengan kondisinya.

3. Bagaimana Kondisi Kelas dan Fasilitas yang Tersedia?

Strategi pembelajaran yang baik juga perlu disesuaikan dengan kondisi kelas dan fasilitas yang tersedia. Guru mungkin memiliki rancangan pembelajaran yang menarik, tetapi penerapannya dapat menjadi kurang efektif apabila tidak sesuai dengan situasi di lapangan.

Sebelum memilih strategi, guru dapat mempertimbangkan jumlah siswa, durasi pembelajaran, ukuran ruang kelas, ketersediaan perangkat teknologi, akses internet, serta media dan sumber belajar. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi jenis aktivitas yang memungkinkan untuk dilakukan.

Misalnya, kegiatan pembelajaran berbasis teknologi akan membutuhkan perangkat dan akses internet yang memadai. Jika fasilitas tersebut terbatas, guru dapat mencari alternatif dengan menggunakan media sederhana, bahan cetak, atau aktivitas yang tidak bergantung pada perangkat digital.

Begitu juga dengan jumlah siswa. Aktivitas yang membutuhkan diskusi intensif dalam kelompok kecil mungkin perlu dirancang berbeda ketika diterapkan pada kelas dengan jumlah siswa yang cukup banyak. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut sejak awal, guru dapat memilih strategi pembelajaran yang tidak hanya ideal secara konsep, tetapi juga mudah diterapkan di kelas.

4. Aktivitas Belajar Seperti Apa yang Paling Sesuai?

Setelah memahami tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, serta kondisi kelas, guru dapat mulai menentukan aktivitas belajar yang sesuai. Aktivitas ini menjadi bagian penting karena strategi pembelajaran pada akhirnya perlu memberikan pengalaman belajar yang membantu siswa mencapai tujuan.

Guru dapat memilih berbagai aktivitas, seperti diskusi, tanya jawab, kerja kelompok, demonstrasi, praktik, pemecahan masalah, proyek, eksperimen, hingga pemanfaatan teknologi. Pemilihannya tentu perlu disesuaikan dengan tujuan dan materi yang sedang dipelajari.

Misalnya, materi yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis dapat dikembangkan melalui aktivitas analisis kasus atau pemecahan masalah. Sementara itu, materi yang membutuhkan keterampilan praktik akan lebih tepat jika siswa memperoleh kesempatan untuk mencoba secara langsung.

Yang perlu diperhatikan, aktivitas pembelajaran sebaiknya bukan sekadar dibuat agar kelas terlihat aktif. Setiap kegiatan harus memiliki tujuan yang jelas dan memberikan kontribusi terhadap proses belajar siswa. Aktivitas yang menarik belum tentu efektif jika tidak berkaitan dengan kompetensi yang ingin dicapai.

Karena itu, guru dapat bertanya kepada diri sendiri: “Setelah mengikuti aktivitas ini, kemampuan apa yang akan berkembang pada siswa?” Pertanyaan sederhana tersebut dapat membantu guru memilih aktivitas yang lebih bermakna.

5. Bagaimana Cara Mengukur Keberhasilan Strategi Pembelajaran?

Pertanyaan terakhir yang perlu dijawab adalah bagaimana guru akan mengetahui apakah strategi pembelajaran yang digunakan sudah efektif. Pembelajaran tidak cukup hanya dilihat dari apakah kegiatan berjalan lancar atau siswa terlihat aktif. Guru juga perlu melihat apakah tujuan pembelajaran benar-benar tercapai.

Untuk mengetahuinya, guru dapat menggunakan berbagai bentuk asesmen atau evaluasi. Misalnya, melalui hasil tugas, pertanyaan selama pembelajaran, kuis, presentasi, praktik, proyek, maupun refleksi siswa. Guru dapat membandingkan hasil tersebut dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

7 Tips Guru Menerapkan Strategi Belajar AJEL (Active, Joyful, & Effective)
Strategi belajar yang baik bisa menumbuhkan semangat belajar pada siswa. Salah satu strategi yang bisa diterapkan ketika proses pembelajaran yaitu strategi AJEL (Active, Joyful, & Effective), yang tepat untuk menumbuhkan daya kreatif anak dengan efektif dan menyenangkan

Selain hasil belajar, guru juga dapat memperhatikan prosesnya. Apakah siswa mampu mengikuti aktivitas? Apakah mereka memahami instruksi? Apakah siswa mampu bekerja sama? Apakah masih ada materi yang belum dipahami?

Jika hasil yang diperoleh belum sesuai harapan, bukan berarti pembelajaran sepenuhnya gagal. Guru dapat menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki. Strategi pembelajaran dapat disesuaikan kembali berdasarkan respons dan hasil belajar siswa. Dengan demikian, pemilihan strategi menjadi proses yang terus berkembang, bukan keputusan yang harus selalu sama pada setiap pembelajaran.

Kesimpulan:

Menentukan strategi pembelajaran tidak cukup hanya dengan memilih metode yang terlihat menarik atau sedang banyak digunakan. Guru perlu mempertimbangkan tujuan pembelajaran, karakteristik dan kebutuhan siswa, kondisi kelas serta fasilitas yang tersedia, aktivitas yang sesuai, hingga cara mengukur keberhasilan pembelajaran. Dengan mempertimbangkan kelima hal tersebut, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih terarah, relevan, dan sesuai dengan kondisi siswa.

pelatihan kejarcita

Untuk membantu guru memahami dan menerapkan strategi pembelajaran yang lebih efektif, kejarcita juga menyediakan Pelatihan Strategi Penerapan Metode Deep Learning yang dapat membantu guru merancang pembelajaran yang berfokus pada keterlibatan aktif siswa, pemahaman yang lebih mendalam, serta penerapan pengetahuan dalam proses belajar. Dengan strategi yang tepat, guru dapat menciptakan pembelajaran yang tidak hanya membantu siswa memahami materi, tetapi juga mendorong mereka untuk berpikir, bereksplorasi, dan mengembangkan kemampuan secara lebih optimal. Jika Anda membutuhkan pelatihan dengan topik yang sama maupun topik lainnya yang sesuai dengan kebutuhan guru dan sekolah, hubungi admin kejarcita untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pilihan pelatihan yang tersedia.

Tag

Agnes Meilina

content writer - content creator - reviewer books

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.