Variasi Manajemen Pembelajaran Numerasi

Kemampuan numerasi atau literasi numerasi merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki oleh siswa. Kemampuan numerasi bukan berarti kemampuan dalam matematika seperti berhitung atau angka saja, tetapi kemampuan anak dalam berpikir logis secara terstruktur. Kemampuan numerasi mengharuskan seseorang berpikir secara kritis untuk memecahkan masalah dan memahami permasalahan dalam konteks nonmatematis.

Numerasi juga bisa diartikan sebagai keterampilan atau kemampuan dalam mengaplikasikan konsep bilangan dan operasi hitung dalam kehidupan sehari-hari.

Kemampuan numerasi sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari dan berfungsi efektif dalam kegiatan belajar mengajar, bekerja, berinteraksi dan bersosialisasi di lingkungan masyarakat. Oleh sebab itu, kemampuan literasi numerasi dikembangkan secara sistematis dan berkelanjutan di sekolah, baik dalam kegiatan pembelajaran di kelas (intrakurikuler) maupun pembelajaran di luar kelas (ekstrakurikuler).

Ada beberapa alasan pentingnya mengasah kemampuan numerasi, misalnya sebagai berikut:

  • Mengembangkan dan menguatkan pengetahuan dan keterampilan numerasi untuk menginterpretasikan angka, tabel, grafik, data dan diagram;
  • Menjadi bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari;
  • Membantu seseorang untuk mengambil keputusan yang tepat berdasarkan pertimbangan yang logis; dan
  • Membentuk dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang bisa memberikan kontribusi besar bagi lingkungan sekitar.

Seorang pendidik (guru) memiliki peran besar untuk membantu menciptakan generasi muda yang cerdas, melalui kepengajaran yang baik di sekolah. Untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa, guru harus bisa menerapkan variasi manajemen pembelajaran numerasi.

Variasi Manajemen Pembelajaran Numerasi

Kemampuan numerasi saja juga menjadi salah satu kompetensi dasar yang akan diujikan dalam ANBK, tes AKM literasi dan numerasi. Tes ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kompetensi siswa setelah melakukan proses pembelajaran di sekolah, dan hasilnya bisa menjadi acuan bagi guru untuk merancang pembelajaran lebih baik ke depannya.

Untuk membantu meningkatkan kemampuan numerasi siswa, guru bisa melakukan variasi manajemen pembelajaran numerasi di kelas, di antaranya sebagai berikut.

1. Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Teams Games Tournament (TGT)

Apakah Anda pernah mendengar metode pembelajaran Team Games Tournament (TGT)? Metode pembelajaran Team Games Tournament merupakan salah satu tipe dari pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok belajar dengan anggota 5 sampai 6 orang dari karakter yang berbeda-beda. Menurut Slavin, ada lima langkah tahapan dari pembelajaran kooperatif tipe TGT ini yaitu tahap penyajian kelas  (class precentation), tahap belajar secara berkelompok (teams), bermain (games), melakukan pertandingan (tournament), serta memberikan penghargaan kelompok (team recognition).

Bentuk-Bentuk Layanan Pendidikan untuk ABK (Segregasi dan Inklusi)
Sistem layanan pendidikan segregasi didasari adanya kekhawatiran terhadap perilaku serta kemampuan anak berkebutuhan khusus untuk bisa belajar dengan anak normal

Dengan kata lain model pembelajaran kooperatif TGT adalah metode pembelajaran yang menyenangkan dengan games dan membutuhkan kerjasama siswa dalam suatu kelompok untuk memecahkan permasalahan.

Kelebihan model pembelajaran kooperatif TGT, yaitu dapat melibatkan seluruh siswa untuk berpartisipasi aktif, berinteraksi, dan membangun kerjasama yang baik dalam memecahkan masalah. Model pembelajaran ini juga membuat siswa lebih percaya diri dan semangat mengikuti pembelajaran, serta menghidupkan interaksi antar siswa maupun interaksi antarguru sehingga pembelajaran jadi tidak membosankan.

Untuk bisa meningkatkan kemampuan numerasi siswa dengan menggunakan metode ini, guru bisa memberikan permasalahan kontekstual (nyata) yang berhubungan dengan angka atau memerlukan kemampuan berpikir kritis dan terstruktur.

2. Metode Pembelajaran Project Based Learning

sumber: https://www.pexels.com

Metode pembelajaran project based learning bukan hanya menyenangkan dan membuat siswa lebih aktif, tetapi juga mampu meningkatkan kemampuan numerasi siswa. Sintak metode pembelajaran Project Based Learning, yaitu mulai dari menentukan pertanyaan mendasar, mendesain perencanaan proyek, menyusun jadwal, memonitoring siswa dan proses pemajuan proyek, menguji hasil serta mengevaluasi pengalaman.

Dengan membuat proyek, artinya siswa mampu menciptakan suatu karya yang bernilai dan bisa menjadi solusi dari suatu permasalahan. Project Based Learning membuat siswa jadi lebih aktif dan kreatif.

3. Menerapkan Konsep Matematika dalam Kegiatan

Kemampuan numerasi memang bukan hanya bisa ditingkatkan melalui mata pelajaran Matematika saja, tetapi juga bisa untuk semua mata pelajaran dengan menambahkan konsep Matematika dalam materi tersebut. Guru bisa memberikan tugas pada siswa untuk terbiasa menggunakan konsep Matematika ke dalam kegiatan yang dekat dengan keseharian mereka, misalnya siswa melakukan penelitian jumlah penduduk lingkungan sekitar, kenaikan penduduk, memperhitungkan sebuah kemungkinan-kemungkinan, dan lainnya.

Guru juga bisa meningkatkan kemampuan numerasi siswa dengan menggunakan pendekatan yang meliputi bidang matematika mulai dari pemecahan masalah, cara berpikir dan pemahaman konsep.

Ada tiga tahapan dalam pendekatan ini.

  1. Siswa harus mengetahui terlebih dahulu masalah apa yang mereka terima untuk mengembangkan cara berpikir yang tepat
  2. Siswa mulai mencari dan menggunakan informasi yang mereka ketahui untuk menyelesaikan permasalahan
  3. Setelah memahami cara pemecahan masalah tersebut, siswa membangun strategi atau mencari solusi yang tepat.

4. Metode Drill

sumber: https://www.pexels.com

Metode drill merupakan metode pembelajaran dengan cara memberikan soal atau latihan secara berulang-ulang pada siswa mengenai materi yang sudah diajarkan oleh guru sehingga siswa bisa memperoleh pengetahuan dan keterampilan dengan baik. Kelebihan dari metode drill, yaitu siswa bisa menguasai keterampilan yang diharapkan dan mengingatnya dengan baik sehingga mereka bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Metode ini memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Kelebihannya ialah siswa memiliki pengetahuan yang siap guna dan tertanam kebiasaan belajar secara rutin dan disiplin, sedangkan kekurangannya ialah dapat menghambat perkembangan daya inisiatif siswa serta membentuk kebiasaan yang tidak fleksibel.

Contoh pelaksanaan metode drill untuk meningkatkan kemampuan numerasi pada siswa SD yaitu dengan memberikan latihan kemampuan menjelaskan sebelum melakukan operasi hitung campuran yang melibatkan pecahan, bilangan cacah, desimal, dan bentuk pengoperasian (perkalian, pembagian, penjumlahan, dan pengurangan).

5. Latihan Soal AKM

Masih berkaitan dengan metode drill, Bapak/Ibu guru juga bisa sering memberikan latihan soal AKM pada siswa-siswi untuk melatih kemampuan numerasi mereka. Selain membantu anak meningkatkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dunia nyata, berlatih soal AKM juga membantu mereka dalam menghadapi tes AKM ketika ANBK.

Kemampuan Numerasi yang diujikan dalam soal AKM berkaitan dengan pengukuran dan geometri, bilangan, data, dan ketidakpastian serta soal aljabar. Untuk menjawab soal AKM dibutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Oleh karena itu, siswa diharapkan bisa sering mengerjakan latihan soal AKM agar mereka terbiasa berpikir tingkat tinggi dan mudah mengerjakan AKM.

Membuat Modul Ajar Rencana Asesmen Awal Pembelajaran
Modul ajar berisi informasi, materi pelajaran, panduan, tugas, dan instruksi yang digunakan oleh siswa untuk memahami dan menguasai suatu topik

Kejarcita.id memiliki kumpulan Bank Soal AKM yang bisa digunakan untuk latihan siswa dan siswi. Soal-soal yang disediakan juga sudah dilengkapi dengan kunci jawaban dan pembahasannya. Sehingga sangat cocok untuk latihan mandiri maupun sebagai try out untuk menghadapi tes AKM.

Itulah beberapa hal yang bisa Anda ketahui mengenai variasi manajemen pembelajaran numerasi yang bisa Anda ketahui. Penguasaan guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang beragam sangat menentukan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Oleh sebab itu, sebagai guru, Anda perlu kreatif dan inovatif dalamm memilih metode pembelajaran yang tepat.