Tips Menerapkan Brainstorming saat Pembelajaran

Dalam menerapkan proses kegiatan pembelajaran, kerap kali guru maupun siswa mengalami kehabisan ide, baik tentang bagaimana cara membuat kegiatan pembelajaran menjadi kreatif, aktif, dan menyenangkan. Begitu juga dengan para siswa yang kerap kali sering merasa frustasi ketika tidak memiliki ide yang dapat membantu mereka dalam mengerjakan tugas. Dengan adanya brainstorming tersebut, guru dan siswa dapat terbantu serta pada umumnya brainstorming ini dilakukan secara berkelompok maupun mandiri. Adapun beberapa tips menerapkan brainstorming saat pembelajaran yang akan dibahas dalam artikel ini.

Apa yang dimaksud dengan brainstorming?

Brainstorming merupakan metode yang dilakukan untuk menyelesaikan berbagai masalah serta menghasilkan beragam ide baru sebanyak mungkin dengan waktu yang cepat. Adapun tujuan dari diterapkannya brainstorming dalam kegiatan belajar yaitu untuk merangsang otak siswa untuk berpikir secara logis, spontan serta berpikir kreatif. Secara garis besar, brainstorming dapat membantu guru maupun siswa ketika sedang mengalami masalah ketika kegiatan pembelajaran sedang berlangsung. Adapun beberapa manfaat brainstorming, antara lain yaitu sebagai berikut:

Manfaat Brainstorming

- Memecahkan masalah

- Memunculkan inovasi/ide baru

- Memperjelas atau mewujudkan ide-ide yang abstrak

- Menyederhanakan ide yang terlalu besar dan sulit untuk dicapai

- Mendorong kreativitas

Teknik Brainstorming

Terdapat 4 teknik dalam melakukan brainstorming untuk menyelesaikan suatu permasalahan, antara lain yaitu:

1. Menentukan Tujuan

Tentukan tujuan sebelum Anda ingin memulai brainstorming. Dengan adanya tujuan yang jelas, maka Anda akan mendapatkan tujuan yang lebih maksimal. Untuk itu, tentukan terlebih dahulu tujuan dari melakukan brainstorming itu apa dan jenis permasalahan yang harus diselesaikan. Dengan begitu, baik guru maupun siswa mengetahui arah atau alur untuk melakukan brainstorming.

2. Memberi Waktu

Teknik selanjutnya yaitu dengan memberikan waktu yang cukup untuk memikirkan ide. Waktu yang diberikan bertujuan untuk mendorong siswa untuk menggali ide-ide kreatifnya sebanyak mungkin dengan waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya. Dengan adanya pemberian waktu ini, sangat diharapkan bahwa dalam melakukan brainstorming ini siswa dapat memiliki ide yang detail, sehingga produktivitas kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan bisa maksimal.

3. Menghindari Kritikan

Hindari kritikan. Dengan adanya kritikan yang dilontarkan selama brainstorming sedang dilaksanakan dapat membuat batasan siswa untuk mengemukan ide-ide yang mereka miliki. Oleh karena itu, ada baiknya guru membebaskan siswa untuk mencari, menemukan, dan memiliki ide sebanyak mungkin tanpa memberikan batasan. Dengan adanya ide-ide yang unik dan menarik yang diberikan siswa, maka kemungkinan besar siswa-siswa lain akan terpancing untuk memberikan ide-ide yang lebih baik lagi.

4. Menganalisis Ide

Teknik terakhir dari brainstorming ini yaitu menganalisis ide. Setelah semua ide telah terkumpul, maka siswa harus dengan segera memetakan semua ide itu. Pada kesempatan ini, siswa harus memetakan ide tersebut sesuai dengan jenisnya. Anda juga bisa memanfaatkan mind map untuk memuat ide-ide tersebut, karena dengan begitu ide-ide yang telah dimiliki siswa dapat dibaca dengan lebih mudah.

Maka langkah selanjutnya adalah siswa harus menganalisis setiap ide yang berpotensi dapat memecahkan atau menyelesaikan masalah. Analisislah satu per satu permasalahan yang ingin diselesaikan dengan ide-ide kreatif yang dimiliki, sehingga ide kreatif dari brainstormingakan muncul sebagai penyelesaian masalah.

Tips Menerapkan Brainstorming saat Kegiatan Pembelajaran

Ada banyak cara yang bisa dilakukan guru untuk menerapkan brainstorming dalam kegiatan pembelajaran. Beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu antara lain:

Pentingnya Taksonomi Bloom pada Merdeka Belajar
Taksonomi bloom adalah struktur hirearki untuk mengidentifikasi kemampuan setiap individu.

1. Mengajukan Pertanyaan

Mengajukan pertanyaan adalah salah satu tips menerapkan brainstorming saat pembelajaran yang paling banyak dilakukan guru. Metode ini kerap kali dilakukan ketika pembelajaran baru saja dimulai, sedang berlangsung, maupun setelah kegiatan pembelajaran telah selesai dilaksanakan. Dalam hal ini, guru dapat mengajukan banyak pertanyaan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai materi yang ingin dibahas. Beberapa pertanyaan dasar yang bisa Anda ajukan kepada siswa, yaitu sebagai berikut:

-       Permasalahan apa yang muncul?

-       Apa penyebab dari masalah tersebut?

-       Mengapa masalah tersebut bisa terjadi?

-       Kapan masalah terjadi?

-       Di mana letak masalah itu?

-       Siapa saja yang terlibat dalam masalah?

-       Bagaimana masalah itu terjadi?

Jika beberapa pertanyaan dasar tersebut bisa dijawab dengan baik oleh siswa, maka jawaban yang diberikan siswa tersebut bisa dikembangkan menjadi beberapa pertanyaan lanjutan yang dapat mengarahkan mereka pada ide maupun solusi dari permasalahan yang ada.

2. Menulis Bebas

Tips selanjutnya yaitu memberikan tugas kepada siswa untuk menulis bebas. Dalam hal ini, kegiatan menulis adalah salah satu metode brainstorming yang bertujuan untuk membantu siswa untuk mengalirkan ide-ide yang mereka miliki di dalam otak ke dalam bentuk tulisan. Jika diperhatikan secara seksama, masih ada banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menunjukkan atau mengatakan apa saja ide-ide yang mereka miliki secara langsung.

Hal ini cukup berbeda jika Anda meminta siswa untuk menuliskan ide-ide yang mereka miliki ke dalam kertas. Sebagian dari mereka akan menuliskan banyak sekali ide-ide yang terlintas dalam pikirannya. Selain itu, Anda juga harus menetapkan batas waktu untuk menuliskan ide-ide yang akan mereka tuliskan ke dalam kertas. Anda tidak perlu membuat batasan dalam menuliskan ide, biarkan mereka berpikir secara luas dan unik.

Setelah siswa telah selesai menuliskan ide-ide yang dimilikinya, maka langkah selanjutnya yaitu bacakan ide-ide tersebut dan tuntunlah siswa untuk memilih ide-ide mana saja yang berpotensi untuk menjadi solusi dari permasalahan yang ada.

3. Menciptakan Ruang Diskusi yang Ramah

Untuk mendapatkan ide-ide yang menarik, maka seseorang harus berada di tempat yang nyaman, tenang, dan tidak bising yang mana dapat mengganggu konsentrasi mereka dalam berpikir.

Sama hal nya dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran maupun ingin menerapkan brainstorming dalam kegiatan pembelajaran. Sebelumnya guru harus menciptakan ruang diskusi yang ramah serta dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis. Dengan begitu, brainstorming bisa diterapkan dengan baik.

4. Figuring Storming

Cara ini dilakukan dengan cara mengajak siswa untuk membayangkan bagaimana solusi atau penyelesaian dari permasalahan yang diberikan. Misalnya pada permasalahan menjaga lingkungan. Sebagai siswa mereka harus menempatkan diri pada posisi masyarakat yang tinggal di tempat kumuh, di tempat yang mana lingkungan tempat tinggalnya tidak bersih. Dengan penempatan diri tersebut, siswa dapat memberikan perspektif yang berbeda dan tepat sasaran, sehingga ide-ide cemerlang akan lebih mudah didapatkan.

7 Cara Mencegah Burnout untuk Guru
Burnout adalah sindrom yang berhubungan dengan kesehatan seseorang akibat tekanan atau stress pekerjaan.

5. Starbursting

Cara ini berfokus pada pembentukan pertanyaan daripada jawaban dari permasalahan yang akan diselesaikan. Pada kesempatan ini, siswa akan ditantang untuk mengajukan sebanyak mungkin pertanyaan mengenai topik yang sedang dibahas.

Dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, kemampuan berpikir siswa akan diasah dan dilatih dengan baik. Mereka akan tumbuh menjadi lebih kritis terhadap masalah tersebut, setelah itu ide atau solusi dari permasalahan itu akan didapatkan dengan tepat.

Demikianlah penjelasan mengenai brainstorming serta beberapa tips menerapkan brainstorming saat pembelajaran yang dapat Anda terapkan di dalam kelas. Untuk menerapkan brainstorming, Anda harus membuat rancangan kegiatan pembelajaran terlebih dulu. Dengan begitu, proses kegiatan pembelajaran bisa lebih efektif dan efisien.