Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Memetakan Minat dan Bakat Siswa

Pendidikan merupakan aspek terpenting yang ada di dalam kehidupan setiap individu. Di dalam dunia pendidikan, terdapat berbagai macam peran penting yang harus diemban oleh guru. Salah satu peran yang sangat vital adalah peran guru bimbingan konseling.

Guru bimbingan konseling memiliki tugas untuk membantu siswa dalam mengenali, memahami, dan mengembangkan minat serta bakat mereka. Dalam artikel ini, kita akan membahas peran guru bimbingan konseling dalam memetakan minat dan bakat siswa.

Bakat dan minat adalah sesuatu yang sangat melekat dalam kepribadian setiap individu. Dengan bakat dan minat, seseorang dapat survive, mengembangkan diri serta menjadikannya otentik di publik. Proses menemukan bakat dan minat setiap orang tidak selalu sama, namun ada beberapa cara yang dapat dilakukan seperti banyak eksplorasi hal baru, menjalani psikotes dan melakukan konseling dengan ahlinya.

Bakat dan minat dapat diketahui sejak anak usia dini atau di masa sekolah. Selain orangtua yang harus menjadi garda utama membantu anak menemukan bakat dan minat, ada juga guru bimbingan konseling yang bertindak sebagai profesional yang dapat membantu siswa menemukan apa bakat serta minatnya. Sebab sekolah tak hanya bertindak sebagai wadah akademik yang mengajarkan siswa berhitung, membaca serta menganalisa. Tapi juga mengasah pendidikan karakter serta bakat dan minat yang dapat dituangkan sekaligus dalam RPP Merdeka Belajar.

Guru mata pelajaran, wali kelas dan guru Bimbingan Konseling patutnya melakukan komunikasi serta kerjasama dalam mengembangkan daya nalar, bakat serta minat para peserta didik. Jika guru pelajaran disibukkan dengan proses belajar dan pencapaian nilai akademik siswa melalui ulangan harian, mengerjakan bersama contoh soal AKM, memberikan tugas kelompok.

Guru Bimbingan Konseling bertugas melakukan tes, observasi, konseling dan wawancara terstruktur pada peserta didik dan wali kelas bertugas untuk merekap dari keduanya.

Berikut ini adalah beberapa peran guru bimbingan konseling dalam memtakan minat dan bakat peserta didik;

Tes Bakat dan Minat

sumber: https://www.pexels.com/

Dalam melaksanakan tes bakat dan minat untuk para peserta didik, perlu dipastikan kembali guru bimbingan konseling memiliki latar belakang psikolog dan/atau ilmuan psikologi, bisa juga dari mereka yang berasal dari lulusan pendidikan BK. Sebab penggunaan alat tes psikologi sudah ditentukan oleh kode etik psikologi.

Tes yang dapat digunakan dalam melihat bakat siswa antara lain DAT (Differential Aptitude Tests), GATB (General Aptitude Test Battrey), FACT (Flanagan Aptitude Clasification) dan lain-lain. Sedangkan tes minat yang dapat menggunakan alat tes Rothwell-Miller Interest Blank, Kuder Preference Record – Vocational, Self-Directed Search. Namun beberapa alat tes harus disupervisi oleh psikolog.

Peran Guru BK untuk Mencegah Pergaulan Bebas Remaja
Guru BK berperan penting dalam membantu peserta didik dalam mengembangkan kemampuan belajarnya, menjadi tempat curhat, menangani masalah pribadi peserta didik

Tes minat bertujuan untuk mengetahui minat siswa terhadap berbagai bidang seperti seni, musik, matematika, bahasa, dan lain sebagainya. Sedangkan asesmen bakat dilakukan untuk mengidentifikasi bakat atau potensi yang dimiliki siswa dalam berbagai bidang seperti olahraga, bahasa asing, sains, kepemimpinan, dan lain sebagainya.

Dengan memahami minat dan bakat siswa, guru bimbingan konseling dapat memberikan panduan yang lebih terarah mengenai pilihan program studi, mata pelajaran, atau kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai.

Observasi dan Wawancara Terstruktur

Setelah mendapatkan hasil tes bakat dan minat, guru bimbingan konseling selanjutnya dapat melakukan observasi dan wawancara terstruktur. Tentu saja dengan pertanyaan yang memiliki kaitan dengan hasil tes bakat dan minat.

Hasil observasi dan wawancara terstruktur akan dijadikan penguat hasil tes. Jika tidak ada korelasi antara hasil tes dan observasi dan wawancara terstruktur, maka dianjurkan untuk melakukan tes ulang. Sebab, bisa jadi saat menjalani tes atau observasi terstruktur, siswa dalam kondisi yang kurang prima, baik secara fisik maupun psikis. Penting bagi guru memberikan reminder bagi siapapun yang akan melakukan tes.

Konseling

Sesuai dengan namanya, guru bimbingan konseling memiliki peran utama yakni untuk melakukan konseling terkait pendidikan para peserta didik. Tak hanya bertugas mengurus siswa bermasalah, guru bimbingan konseling harus mengenali karakter, bakat dan minat, kendala dan gaya belajar, dan aspek-aspek psikologis, konsultasi pendidikan serta karir kedepannya.

Setelah melakukan tes dan observasi pada siswa terkait bakat minat mereka, guru dapat melakukan konseling karir, penjurusan, kendala atau mungkin membantu siswa menemukan pilihan terbaik dalam pendidikan serta pekerjaan masa depan.

Dalam pencarian tersebut, guru bimbingan konseling juga memiliki peran dalam mengembangkan program ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat dan bakat siswa. Mereka dapat bekerja sama dengan guru mata pelajaran dan pihak sekolah untuk menyediakan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka di luar jam pelajaran.

Program ekstrakurikuler seperti kelompok teater, klub musik, tim olahraga, atau debat dapat membantu siswa mengeksplorasi minat dan bakat mereka dengan lebih mendalam. Guru bimbingan konseling dapat menjadi pengarah dan fasilitator dalam mengorganisir kegiatan-kegiatan ini.

Profiling Data Siswa

sumber: https://www.pexels.com/

Setelah melakukaan beberapa tahapan di atas, guru bimbingan konseling dapat melakukan profiling para peserta didik. Melakukan pemetaan bakat dan minat siswa berdasar data terstruktur dan konseling akan mempermudah guru, orangtua serta murid itu sendiri mengarahkan jenjang selanjutnya. Profiling ini juga dapat menggunakan metode Forward Chaining, sebab seluruh data sudah terkumpul secara lengkap.

Dengan data-data tersebut, guru bimbingan konseling juga berperan sebagai mediator antara siswa, orang tua, dan guru mata pelajaran lainnya. Mereka dapat mengkomunikasikan hasil asesmen minat dan bakat kepada orang tua siswa.

Dalam diskusi tersebut, guru bimbingan konseling dapat memberikan penjelasan mengenai potensi dan kelebihan siswa serta memberikan saran mengenai pilihan jalur pendidikan yang tepat. Melalui komunikasi yang efektif, guru bimbingan konseling dapat membantu siswa dan orang tua dalam membuat keputusan yang bijaksana mengenai masa depan pendidikan siswa.

Pentingnya memetakan minat dan bakat siswa tidak bisa diabaikan. Seperti yang telah kita ketahui bahwa setiap individu memiliki potensi dan keunikan yang berbeda-beda. Dengan memetakan minat dan bakat siswa, guru bimbingan konseling dapat membantu siswa untuk menemukan bidang yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Hal ini bertujuan agar siswa dapat berkembang secara optimal dan meraih keberhasilan di masa depan.

Pentingnya Bimbingan Konseling dalam Implementasi Kurikulum Merdeka?
Pentingnya bimbingan konseling dalam kurikulum merdeka yaitu untuk memfasilitasi perkembangan siswa agar mampu mengaktualisasikan potensi dirinya

Dalam rangka memaksimalkan peran guru bimbingan konseling dalam memetakan minat dan bakat siswa, penting bagi sekolah dan pihak terkait untuk memberikan dukungan yang memadai. Guru bimbingan konseling perlu diberikan pelatihan dan pengembangan profesional secara berkala agar mereka dapat memahami pendekatan dan metode terbaru dalam memetakan minat dan bakat siswa.

Selain itu, diperlukan juga dukungan sarana dan prasarana yang memadai untuk melaksanakan asesmen minat dan bakat serta menyediakan program ekstrakurikuler yang berkualitas.

Itulah beberapa peran guru bimbingan konseling dalam memetakan bakat dan minat peserta didik. Salam pendidikan !