Model dan Metode Pembelajaran Kolaboratif

Pengertian Model dan Metode Pembelajaran Kolaboratif

sumber: https://www.pexels.com

Pengertian Model Pembelajaran Kolaboratif

Model pembelajaran kolaboratif adalah suatu kerangka konseptual yang melukiskan prosedur secara sistematis dalam mengorganisir pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Dalam proses kegiatan belajar, guru menggunakan model pembelajaran kolaboratif ini sebagai pedoman untuk merancang proses kegiatan belajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran di kelas.

Pengertian Metode Pembelajaran Kolaboratif

Metode pembelajaran kolaboratif adalah suatu cara belajar yang memungkinkan peserta didik bekerja secara berkelompok atau berpasangan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam menerapkan metode pembelajaran ini artinya guru harus membuat kegiatan belajar yang berkelompok, bukan belajar mandiri.

Karakteristik Pembelajaran Kolaboratif

Karakteristik pembelajaran kolaboratif adalah sebagai berikut:

  1. Belajar Bersama: Pembelajaran kolaboratif memungkinkan peserta didik bekerja secara berkelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  2. Interaksi: Pembelajaran kolaboratif memungkinkan interaksi antar peserta didik dalam kelompok, sehingga memungkinkan mereka untuk berbagi pengetahuan dan ide.
  3. Keterampilan Kognitif: Pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan keterampilan kognitif peserta didik, seperti pemahaman, analisis, dan sintesis.
  4. Keterampilan Sosial: Pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan keterampilan sosial peserta didik, seperti komunikasi, kerjasama, dan keterampilan kepemimpinan.
  5. Efektivitas: Pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, karena peserta didik dapat berbagi pengetahuan dan ide dalam kelompok.

Tujuan Pembelajaran Kolaboratif

Tujuan pembelajaran kolaboratif adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui interaksi dan kerjasama antar siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Pembelajaran kolaboratif memiliki beberapa tujuan, seperti:

1. Meningkatkan Pemahaman Konsep

Kolaborasi memungkinkan siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik melalui diskusi dan interaksi dalam kelompok.

2. Meningkatkan Keterlibatan Siswa

Dengan menerapkan metode pembelajaran kolaboratif ini guru dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Hal ini dikarenakan siswa merasa termotivasi untuk bisa berkontribusi dan berbagai pemikiran mereka dalam proses kegiatan belajar.

3. Pengembangan Keterampilan Sosial

Melalui kolaborasi, siswa dapat mengembangkan keterampilan komunikasi, kerjasama, negosiasi, dan pemecahan masalah.

Tantangan Penerapan Design Thinking pada Praktik Sekolah
Tantangan penerapan design thinking pada praktik sekolah di daerah 3 T adalah masih terbatasanya sarana dan prasarana

4. Mendorong Pemahaman yang Lebih Mendalam

Dalam kolaborasi, siswa saling membantu dalam memahami materi pelajaran, saling menjelaskan, dan memberikan perspektif yang berbeda, sehingga memperdalam pemahaman mereka.

5. Mempersiapkan Siswa untuk Dunia Kerja

Metode ini mencerminkan dinamika kerja dalam tim yang sering ditemui di dunia kerja, membantu siswa mengembangkan keterampilan yang relevan.

6. Meningkatkan Motivasi dan Minat Belajar

Pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa karena mereka merasa terlibat secara aktif dalam proses belajar.

7. Meningkatkan Keterampilan Kolaboratif

Siswa dapat mengembangkan keterampilan kolaboratif yang penting dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan kerja.

Model Pembelajaran Kolaboratif

sumber: https://www.pexels.com

Model pembelajaran kolaboratif adalah suatu strategi yang memungkinkan siswa bekerja secara berkelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Model ini memiliki berbagai macam, seperti yang disebutkan oleh Suryani pada tahun 2010, yaitu:

1. Learning Together

Model ini memungkinkan siswa untuk belajar bersama-sama dan saling membantu dalam mencapai tujuan pembelajaran.

2. Team Game Tournament

Model ini memungkinkan siswa untuk berkompetisi dalam tim untuk mencapai tujuan pembelajaran.

3. Group Investigation

Model ini memungkinkan siswa untuk melakukan investigasi bersama-sama untuk mencapai tujuan pembelajaran.

4. Academic Constructive Controversy

Model ini memungkinkan siswa untuk berdiskusi dan berbagi pendapat untuk mencapai tujuan pembelajaran.

5. Jigsaw Procedure

Model ini memungkinkan siswa untuk berbagi tugas dan saling membantu dalam mencapai tujuan pembelajaran.

6. Student Team Achievement

Model ini memungkinkan siswa untuk bekerja dalam tim untuk mencapai tujuan pembelajaran.

7. Complex Instruction

Model ini memungkinkan siswa untuk belajar dalam lingkungan yang kompleks dan saling membantu dalam mencapai tujuan pembelajaran.

8. Team Accelerated Instruction

Model ini memungkinkan siswa untuk belajar dalam lingkungan yang dipercepat dan saling membantu dalam mencapai tujuan pembelajaran.

9. Cooperative Learning Structure

Model ini memungkinkan siswa untuk belajar dalam struktur yang kooperatif dan saling membantu dalam mencapai tujuan pembelajaran.

10. Cooperative Integrated Reading and Composition

Model ini memungkinkan siswa untuk belajar membaca dan menulis secara kooperatif dan saling membantu dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Manfaat Pembelajaran Kolaboratif

Pembelajaran kolaboratif memiliki beberapa manfaat yang signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Berikut adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari pembelajaran kolaboratif:

1. Meningkatkan Keterlibatan Siswa

Pembelajaran kolaboratif memungkinkan siswa untuk lebih terlibat dalam proses pembelajaran, sehingga meningkatkan motivasi dan minat belajar mereka.

2. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi

Pembelajaran kolaboratif memungkinkan siswa untuk berbagi ide dan berdiskusi, sehingga meningkatkan kemampuan komunikasi yang esensial untuk kehidupan profesional.

3. Meningkatkan Keterampilan Sosial

Pembelajaran kolaboratif membantu siswa menghargai perspektif yang berbeda, menyelesaikan konflik, dan membangun kepercayaan, sehingga meningkatkan keterampilan sosial mereka.

4. Meningkatkan Pemahaman dan Prestasi

Pembelajaran kolaboratif memungkinkan siswa untuk saling bertukar pengetahuan dan membantu dalam kelompok, sehingga meningkatkan pemahaman yang lebih mendalam dan pencapaian akademik yang lebih baik.

5. Memupuk Kemandirian Belajar

Pembelajaran kolaboratif memungkinkan siswa menjadi lebih aktif dan mandiri dalam mencari informasi, memecahkan masalah, dan mengembangkan pemikirannya.

6. Mengembangkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi

Pembelajaran kolaboratif memungkinkan siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, seperti analisis, sintesis, dan evaluasi.

7. Meningkatkan Interaksi yang Lebih

Pembelajaran kolaboratif memungkinkan siswa untuk berinteraksi secara lebih dalam, sehingga meningkatkan daya ingat dan meningkatkan tingkat kepuasan belajar.

8. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Pembelajaran kolaboratif memungkinkan siswa untuk mengembangkan rasa percaya diri, sehingga meningkatkan motivasi dan minat belajar mereka.

Prosedur dalam Menerapkan Model Pembelajaran Kolaboratif

Prosedur dalam menerapkan model pembelajaran kolaboratif meliputi beberapa langkah berikut:

1. Pembentukan Kelompok

Pada kesempatan ini, guru akan membagi siswa ke dalam beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 4 - 6 anggota. Pastikan kelompok tersebut heterogen dari segi kemampuan, latar belakang, dan minat.

2. Penetapan Tujuan

Agar kegiatan belajar berjalan dengan baik, baiknya guru merumuskan tujuan belajar dengan jelas dan dapat dicapai siswa melalui kerjasama dalam kelompok. Tujuan yang dibuat pun harus dipahami dan disepakati oleh semua anggota kelompok.

3. Pembagian Tugas

Bagikan tugas-tugas yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kemampuan anggota kelompok. Pastikan setiap anggota memiliki tanggung jawab yang jelas dan dapat dijalankan.

4. Pelaksanaan Pembelajaran

Laksanakan pembelajaran dengan cara yang kooperatif dan kolaboratif. Siswa harus berinteraksi secara langsung, saling bertukar ide, berdiskusi, dan memecahkan masalah bersama-sama.

5. Evaluasi

Evaluasi hasil belajar siswa secara teratur dan memberikan umpan balik yang konstruktif. Pastikan siswa memiliki kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan ide dengan teman sekelasnya.

6. Pengawasan

Pengawasan yang efektif diperlukan untuk memastikan bahwa siswa bekerja sama secara efektif dan mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Kolaboratif

Kelebihan Pembelajaran Kolaboratif

Kelebihan pembelajaran kolaboratif adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan Hasil Belajar: Pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, karena mereka dapat berbagi pengetahuan dan ide dalam kelompok.
  2. Meningkatkan Keterampilan Kognitif: Pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan keterampilan kognitif peserta didik, seperti pemahaman, analisis, dan sintesis.
  3. Meningkatkan Keterampilan Sosial: Pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan keterampilan sosial peserta didik, seperti komunikasi, kerjasama, dan keterampilan kepemimpinan.
  4. Meningkatkan Motivasi: Pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan motivasi peserta didik, karena mereka dapat berbagi pengetahuan dan ide dalam kelompok.
Menggunakan Situs Ken Ken Puzzle dalam Pembelajaran Matematika
KenKen Puzzle bisa membuat siswa mengasah otak memecahkan beragam operasi hitung dalam matematika

Kekurangan Pembelajaran Kolaboratif

Kekurangan pembelajaran kolaboratif adalah sebagai berikut:

  1. Kurangnya Pengawasan: Pembelajaran kolaboratif dapat kurang memiliki pengawasan, sehingga peserta didik dapat mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran.
  2. Kurangnya Bahan Ajar: Pembelajaran kolaboratif dapat kurang memiliki bahan ajar yang spesifik, sehingga peserta didik dapat mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran.
  3. Kurangnya Evaluasi: Pembelajaran kolaboratif dapat kurang memiliki evaluasi yang jelas, sehingga peserta didik tidak dapat mengetahui hasil belajar mereka.

Dengan demikian, pengertian model dan metode pembelajaran kolaboratif serta karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya dapat membantu meningkatkan hasil belajar peserta didik dan meningkatkan keterampilan kognitif dan sosial mereka.