Macam-Macam Metode Pembelajaran K13

Dalam melakukan kegiatan belajar, guru harus memiliki metode pembelajaran yang tepat untuk siswa. Metode pembelajaran ini sangat penting untuk guru, karena dengan metode pembelajaran kesulitan-kesulitan yang akan ditemui di dalam kegiatan belajar akan teratasi dengan baik.

Pada kurikulum 2013, guru memiliki peranan penting dalam membimbing dan mengarahkan siswa ke dalam proses pencarian informasi. Dalam hal ini, siswa diharapkan untuk bisa aktif dalam mengumpulkan informasi, sehingga proses kegiatan belajar dapat berlangsung dengan baik.

Pengertian Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran adalah prosedur yang dipakai guru untuk mencapai tujuan belajar. Dalam penerapannya, metode pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan, karena dengan adanya metode pembelajaran pelaksanaan kegiatan belajar dapat berjalan depat tepat dan efektif.

Jenis Metode Pembelajaran K13

Berikut adalah jenis-jenis metode pembelajaran K13 yang dapat diterapkan guru di dalam kelas, diantaranya yaitu:

1. Metode Pembelajaran Examples non Examples

Metode ini menginstruksikan siswa untuk menganalisis gambar secara berkelompok, kemudian siswa akan mendiskusikan hasilnya.

2. Metode Pembelajaran Picture and Picture

Metode pembelajaran ini menuntun siswa untuk mengurutkan gambar yang berseri yang telah disusun secara acak. Selain bertugas untuk mengurutkan gambar yang sudah disusun acak tersebut, siswa juga akan diminta untuk memaparkan alasan dari pengurutannya.

3. Metode Numbered Heads Together

Metode pembelajaran ini terdiri dari tugas yang sudah diberi nomor. Dalam penerapannya, siswa akan diberi nomor secara acak, kemudian siswa yang memiliki nomor yang sama akan dimasukkan ke dalam satu kelompok. Setelah kelompok terbentuk siswa akan diberikan tugas yang berbeda-beda. Kelompok akan berdiskusi dan memastikan setiap anggota dapat mengerjakan tugas yang diberikan dengan benar.

4. Presentasi

Metode ini melibatkan siswa maupun guru untuk menyebarkan informasi yang diperoleh berupa artikel, audio, video, buku teks, dan lain sebagainya di depan kelas. Metode ini melibatkan kegiatan melemparkan pertanyaan dan komentar di antara guru dan siswa. Metode ini dapat melatih kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan siswa dalam berkomunikasi.

5. Metode Kepala Bernomor Terstruktur

Metode ini menuntun siswa untuk dibagi menjadi beberapa kelompok. Penugasan yang diberikan kepada siswa akan berdasarkan nomor yang didapatkan. Dalam kesempatan ini, siswa yang memiliki nomor sama akan bergabung dan menyelesaikan tugas yang diberikan.

Setelah tugas telah selesai dikerjakan, masing-masing siswa akan kembali ke kelompoknya masing-masing dan menjelaskan apa yang telah mereka dapatkan.

Model Pembelajaran Inovatif yang Bisa Dicoba di Kelas
Model pembelajaran inovatif adalah suatu proses untuk menciptakan lingkungan belajar di mana siswa dapat mempelajari hal-hal baru secara rutin, dapat berpikir kritis untuk mempertanyakan hal-hal tersebut, ataupun menemukna berbagai macam ide-ide baru yang berasal dari pikirannya sendiri.

6. Metode STAD

Metode pembelajaran ini menuntut siswa untuk berkelompok berdasarkan dengan kategori tertentu. Setelah tugas diberikan, guru akan melakukan evaluasi dalam bentuk tes atau kuis. Ketika tes dilaksanakan, setiap anggota kelompok tidak boleh saling membantu.

7. Demonstrasi

Pada metode ini siswa akan mempelajari pandangan dari suatu keterampilan atau suatu prosedur sebagai sumber belajar. Adapun tujuan dari metode demonstrasi ini bagi siswa yaitu untuk meniru kinerja fisik, seperti menggunakan alat peraga yang digunakan guru dalam  kegiatan belajar.

Selain itu, metode ini mengijinkan siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan selama kegiatan pembelajaran sedang berlangsung.

8. Metode Jigsaw

Metode ini mengelompokkan siswa ke dalam 4 kelompok. Setiap kelompok akan memiliki seorang ahli. Semua tim ahli akan berdiskusi dan mempelajari materi yang sama.

Setelah telah memahami materi yang diberikan, masing-masing tim ahli akan kembali ke kelompok mereka dan membagikan keahliannya kepada tim asal mereka. Pada kesempatan ini siswa akan diminta untuk presentasi di depan kelas.

9. Drill and Practice

Metode ini mengharapkan siswa untuk dapat menyelesaikan latihan-latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa dan keterampilannya. Agar metode ini bisa berjalan secara efektif, latihan harus dilakukan terus menerus. Praktik yang dilakukan harus diikuti umpan balik agar siswa dapat mengetahui apakah apa yang dilakukan atau dijawab siswa sudah benar atau salah.

10.  Tutorial

Metode ini melibatkan siswa untuk saling bekerjasama dengan orang yang lebih ahli. Dalam penerapannya, metode ini melibatkan pertukaran ide dan pendapat yang ada di antara siswa dengan guru.

11.  Diskusi

Metode diskui biasanya dijadikan sebagai strategi pembelajaran. Agar metode ini dapat dilaksanakan secara efektif, terlebih dahulu guru harus mengenalkan topik pembicara atau konsep dasar dari materi yang akan diajarkan.

12.  Cooperative Learning

Metode cooperative learning atau pembelajaran kooperatif adalah stratagi belajar kelompok di mana siswa akan saling bekerjasama dan saling membantu dalam kegiatan belajarnya masing-masing. Adapun tujuan dari metode pembelajaran kooperatif ini yaitu agar siswa tidak hanya belajar dengan menggunakan materi pelajaran atau dengan menonton video pembelajaran saja, tetapi siswa juga dituntut untuk bisa menghasilkan media belajar, seperti membuat powerpoint, video pembelajaran, dan lain sebagainya.

13.  Problem Based Learning

Adapun tujuan dari metode problem based learningini yaitu untuk mendorong siswa untuk dapat terlibat secara aktif dalam mencari solusi dari masalah-masalah yang ada di dunia nyata. Jenis-jenis masalah yang ingin dipecahkan siswa yaitu bisa berupa masalah terstruktut ataupun yang tidak terstruktur.

Masalah terstruktur akan memberikan pemahaman yang jelas tentang apa yang mungkin menjadi jawaban atas permasalahan yang ada kepada siswa.

14.  Games

Metode ini menuntun siswa untuk bisa lebih kompetitif dalam belajar. Dalam penerapannya, guru akan membuat permainan dan siswa akan mengikuti aturan yang sudah ditentukan. Adapun tujuan dari permainan yang dibuat guru ini yaitu untuk melatih keterampilan siswa dalam memecahkan masalah dan mencari solusi yang tepat dari masalah yang diberikan guru.

15.  Simulasi

Metode pembelajaran ini mengijinkan siswa untuk berada di situasi yang nyata. Biasanya metode ini akan dilakukan siswa di dalam laboratorium.

16.  Discovery

Metode discovery atau metode penemuan adalah strategi belajar di mana siswa diharapkan bisa menemukan hasil pembelajaran yang inovatif.

Beberapa metode pembelajaran K13 di atas dapat digunakan guru dalam proses kegiatan belajar berbasis teknologi. Mengapa harus berbasis teknologi? Dikarenakan perkembangan teknologi yang semakin canggih, kurikulum pendidikan pun semakin dibuat berkembang agar siswa dapat siap memasuki abad ke-21 yang di mana teknologi sudah seperti sahabat yang dibutuhkan sehari-hari.

Model Pembelajaran K13

1. Model Pembelajaran Discovery

Model discovery merupakan model yang menuntun siswa untuk dapat memahami konsep, arti, dan hubungan dengan melalui proses intuitif yang pada akhirnya akan berakhir pada suatu kesimpulan. Model ini dilakukan melalui kegiatan observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dan inferi.

2. Model Problem Based Learning

Model problem based learning adalah model pembelajaran yang menggunakan kemampuan berpikirnya untuk mengatasi permasalahan sehingga dapat bermakna, relevan, dan kontekstual. Adapun tujuan dari model pembelajaran ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menerapkan konsep-konsep pada permasalahan yang nyata, pengintegrasian High Order Thinking Skills (HOTS), meningkatkan motivasi belajar siswa, serta mengarahkan siswa untuk bisa belajar secara mandiri.

Contoh Model Pembelajaran Berdiferensiasi dan Penerapannya
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan suatu model pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan siswa.

3. Model Project Based Learning

Model project based learning adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek nyata dalam kegiatan pembelajarannya. Adapun tujuan dari model pembelajaran ini yaitu untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, melatih team work, melatih keterampilan siswa dalam berkolaborasi, dan mendorong siswa untuk mencapai kemampuan akademiknya hingga level tinggi.

4. Model Production Based Training

Model production based training adalah model pembelajaran yang menyatukan proses pendidikan dengan pelatihan. Pada kesempatan ini siswa akan diberi pengalaman belajar sesuai dengan situasi nyata dan mengikuti aliran kerja industry.

Model ini cocok untuk digunakan siswa di SMK. Adapun tujuan dari model pembelajaran ini yaitu ntuk menyiapkan siswa agar memiliki kompetensi kerja yang bagus dan berkaitan dengan kompetensi teknis, serta siswa memiliki kemampuan untuk bekerjasama sesuai dengan tuntutan organisasi kerjanya.

Demikianlah penjelasan tentang macam-macam metode pembelajaran K13. Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam memahami apa saja metode belajar yang dapat digunakan dalam kurikulum 2013.