Ini Caranya Menggunakan Teknologi Untuk Pendidikan dengan Tepat

Teknologi pendidikan merupakan kajian dan praktik untuk membantu proses pembelajaran serta meningkatkan kinerja dengan membuat, menggunakan, dan mengelola sumber teknologi yang ada. Teknologi pendidikan berfungsi untuk memperkuat pengembangan kurikulum dalam berbagai cara dan teknik. Mulai dari desain, pengembangan, pemanfaatan berbagai sumber belajar, implementasi, dan penilaian program serta hasil belajar.

Penerapan teknologi untuk pendidikan terdiri dari rangkaian proses panjang yang hulu-nya berasal dari pemerintah dan guru lalu bermuara ke siswa. Tetapi dalam perjalanannya, apakah penggunaannya sudah tepat? Penggunaan secara tepat dapat semakin memaksimalkan peran dari teknologi itu sendiri. Kali ini, penulis akan memberitahu caranya menggunakan teknologi pendidikan dengan tepat melalui tiga metode pendekatan yang bisa diterapkan guru selama proses pembelajaran.

Memanfaatkan Kecanggihan Media Pembelajaran

Kolaborasi antara internet dan jaringan komputer telah membawa manusia menuju peradaban yang mungkin tak pernah terbayangkan keberadaannya beribu tahun silam. Hal ini patut kita syukuri karena pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan membuat kita dapat mengetahui bagaimana rasanya pekerjaan yang dibantu teknologi mutakhir. Semua terasa menjadi lebih mudah untuk dilakukan dengan kehadiran teknologi.

Keberadaan teknologi yang canggih dapat kita manfaatkan sebagai media pembelajaran di sekolah. Kira-kira apa saja jenis teknologi yang dapat diterapkan?

Video Conference untuk Sistem Belajar Jarak Jauh

Video conference merupakan teknologi yang menggabungkan telekomunikasi audio dan video untuk membawa orang dari tempat yang berbeda dalam satu waktu untuk bertemu. Sederhananya, video conference sebagai wadah untuk menghubungkan percakapan di antara dua orang atau lebih pada sebuah ruangan maya dalam waktu yang sama walau dari lokasi yang berbeda. Tak hanya menyampaikan audio dan video, teknologi ini juga dapat digunakan secara bersamaan untuk pertukaran dokumen dan mengetik pesan. Bahkan beberapa platform video conference dapat memperlihatkan layar komputer informan kepada si penerima pesan.

Perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat kita sudah harus siap untuk menerima berbagai kemungkinan, salah satunya penerapan metode belajar jarak jauh seperti di masa pandemi COVID-19. Walau sekarang status metode tersebut masih dilakukan dalam maksud keadaan darurat, suatu saat kita pun akan menghadapinya di masa depan. Video conference ini sangat cocok untuk memenuhi kebutuan komunikasi visual secara realtime untuk menggantikan interaksi tatap muka langsung antara guru dan siswa yang hilang pada proses belajar mengajar jarak jauh.

Ada beragam jenis platform video conference yang dapat menunjang sistem belajar online jarak jauh atau remote learning. Lima diantaranya yaitu Zoom, Hangouts Meet by Google, Skype, Cisco Web Meeting, dan GoToMeeting. Kelima platform tersebut menawarkan fitur bebas biaya sehingga teknologi yang perlu disiapkan hanya jaringan internet yang baik dan gawai pintar. Platform video conference sangat bermanfaat karena platform dapat diakses secara fleksibel dari rumah tanpa siswa harus mendatangi sekolah.

Menelisik Jendela Dunia Lewat Pustaka Online

Internet dapat menembus batas ruang dan waktu. Oleh karena itu, pemanfaatannya dalam dunia pendidikan sangat krusial. Salah satu yang sering dilakukan para pelajar dalam penggunaan internet yaitu menjadikannya sumber informasi. Terbukti dari banyaknya siswa jaman sekarang yang langsung membuka internet ketika ada Pekerjaan Rumah (PR) yang tidak dipahami guna menemukan cara penyelesaiannya. Kabar terkini juga dapat kita ketahui karena keberadaan internet. Segalanya terasa mudah hanya dengan mengetikkan huruf di mesin pencari.

Internet telah menjelma menjadi perpustakaan maya tempat menyimpan segala arsip keilmuan. Tak hanya pengetahuan yang sedang berkembang di Indonesia, internet juga membuat kita dapat mengakses ilmu dari berbagai belahan dunia melalui gawai pintar yang kita punya. Kita tidak perlu ke Jepang untuk belajar bahasa Jepang. Bahkan Google Maps dapat membuat kita untuk melihat Gedung Putih di Amerika Serikat dari rumah. Sekarang, internet merupakan jembatan penghubung berbagai benua yang tak kasat mata.

Kebebasan dalam mengeksplorasi ilmu pengetahuan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Guru dapat memperdalam bahan ajar di sekolah melalui jurnal-jurnal internasional agar kualitas pendidikan di Indonesia semakin meningkat. Beberapa platform online yang dapat dimanfaatkan untuk mencari jurnal internasional yaitu E-resources.perpusnas.go.id (Perpustakaan Nasional Indonesia), Google Scholar, Directory of Open Access Journal, ScienceDirect, Cambridge Journal, jurnal.lipi.go.id (Jurnal LIPI), Akademia, dan Research Gate.

Menggunakan Platform Latihan Soal Online

Selain memanfaatkan jurnal online dan video conference sebagai media pembelajaran, kita juga dapat menggunakan platform latihan soal online untuk mendapatkan beragam jenis latihan soal. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan soal dan memahami materi. Sekarang sudah banyak media latihan soal online yang dapat diakses siswa dari rumah. Salah satunya yaitu kejarcita.id.

. Platform ini menyediakan berbagai jenis soal latihan, rangkuman belajar yang interaktif, serta fitur tanya tutor yang dapat membantu siswa untuk memahami bahan ajar. kejarcita.id menyediakan bank soal SD, soal HOTS SD, ujian sekolah, video, printable worksheet, dan lain-lain, untuk jenjang SD hingga SMA.

Guru Sebagai Fasilitator, Bukan Satu-satunya Sumber Ilmu

Kata ‘teknologi’ tak hanya berkaitan dengan media pembelajaran saja. ‘Teknologi’ juga dapat memiliki arti sebagai suatu terobosan yang diciptakan agar dapat membantu suatu pekerjaan. Dalam teknologi pendidikan, pematangan konsep kegiatan belajar mengajar tak kalah pentingnya dengan pemanfaatan media pembelajaran.

Kesalahpahaman yang umum terjadi di sekolah dalam konsep belajar mengajar adalah menganggap guru sebagai satu-satunya sumber ilmu. Mengapa demikian? Masih ada sebagian siswa yang hanya belajar dengan materi yang diberikan oleh gurunya tanpa berusaha untuk menggali lagi potensi yang sebenarnya ada dalam dirinya. Padahal guru sejatinya merupakan instrumen pendidikan yang bertugas mengajari hal yang siswa belum ketahui sesuai rancangan pembelajaran atau kurikulum yang dibuat.

Oleh karena itu, anda sebagai guru dapat memancing siswa untuk mempelajari sesuatu yang tidak ada di dalam kelas melalui tugas sekolah namun tetap sesuai rancangan pembelajaran yang ada. Anda dapat membuat beberapa tugas yang mengharuskan siswa untuk melihat buku atau jurnal penelitian sebagai referensinya, sehingga mereka terbiasa mengakses lebih dari satu sumber ilmu. Atau anda bisa membuatkan kelompok belajar pada siswa agar mereka dapat saling bertukar ilmu dan gagasan.

Mengadakan Sharing Source Antar Lembaga Pendidikan dan Lembaga Masyarakat

Salah satu aturan yang tertuang di Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 adalah, “Sekolah / Madrasah melibatkan warga dan masyarakat pendukung sekolah / madrasah dalam mengelola pendidikan”. Kalimat yang ada dalam bagian ‘Peranserta Masyarakat dan Kemitraan Sekolah / Madrasah’ tersebut menunjukkan bahwa pemerintah menyarankan terbentuknya kerjasama antara sekolah dengan lembaga masyarakat lain dalam proses kegiatan belajar mengajar. Maka mengadakan tukar ilmu atau sharing source antara lembaga pendidikan dan pelatihan merupakan sesuatu yang sangat baik untuk dilakukan.

Saatnya Go Digital untuk Proses Belajar Mengajar
Banyak yang berpendapat bahwa go digital dalam dunia pendidikan dilakukan akibat hadirnya pandemi COVID-19. Padahal, jauh sebelum pandemi COVID-19 datang, sesungguhnya kita sudah perlahan memanfaatkan konsep digitalisasi yang ada.

Menurut Meyana dkk. (2017, dalam Jurnal Pendidikan ‘Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume 2 No. 1’), hubungan simbiosis mutualis perlu diciptakan antara lembaga pendidikan dan lembaga masyarakat dalam mencapai dan mewujudkan tujuan pendidikan bersama. Lewat program kemitraan, sekolah dapat memaksimalkan potensi anak dengan praktik lapangan yang sama sekali belum mereka rasakan.

Kerjasama sekolah dapat dilakukan dengan lembaga pendidikan yang memiliki tingkat setara atau lembaga masyarakat lain seperti dunia usaha dan dunia industri di lingkungannya. Sistem kemitraan sekolah / madrasah ditetapkan dengan perjanjian secara tertulis antara kedua belah pihak.

5 Situasi Belajar Daring Lebih Unggul Dibanding Tatap Muka
Pandemi Covid-19 memaksa siswa untuk sekolah dari rumah (SFH / School From Home), sehingga mau tidak mau proses pembelajaran dilakukan secara daring. Sebenarnya apa sih yang dimaksud belajar daring? situasi apa yang membuat belajar daring lebih unggul dibanding tatap muka?

Demikian artikel mengenai saatnya go digital untuk proses belajar mengajar. Ikuti blog.kejarcita.id untuk mendapatkan kumpulan artikel seputar pendidikan jarak jauh, usaha sosial dan inovasi teknologi.