Contoh Perilaku Siswa Bernalar Kritis saat Pembelajaran di Kelas

Salah satu tujuan penting dalam pelaksanaan pendidikan adalah menghasilkan siswa yang bernalar kritis. Kemampuan bernalar kritis ini tidak hanya dibutuhkan saat proses pembelajaran di kelas saja, tetapi juga dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini selanjutnya akan membahas tentang perilaku siswa bernalar kritis. Beberapa poinnya meliputi dari apa itu bernalar kritis, apa manfaat bernalar kritis, serta bagaimana contoh perilaku siswa bernalar kritis saat pembelajaran di kelas.

Apa Itu Perilaku Bernalar Kritis?

Perilaku bernalar kritis didefinisikan sebagai perilaku yang selalu mengedepankan kebenaran. Pelakunya selalu berusaha mencari kebenaran dari setiap informasi yang diterima. Dengan kata lain, pelakunya selalu menggunakan logika dalam mencari kebenaran saat menyelesaikan masalah.

Pelaku bernalar kritis ini tidak mudah percaya langsung dengan informasi yang diterima. Orang yang bernalar kritis selalu mencari tahu terlebih dahulu kebenaran atas informasi yang diterima. Ini sesuai dengan arti bernalar kritis, yaitu selalu bertanya dan berusaha mencari kebenaran terlebih dahulu.

Bernalar kritis bisa dikatakan sebagai pola pikir yang terorganisasi dalam melakukan analisis dan melakukan evaluasi atas informasi yang didapat. Caranya dengan memperhatikan, mengategorikan, hingga mengambil kesimpulan.

Karakteristik Perilaku Bernalar Kritis

Perilaku bernalar kritis ini punya karakteristik tertentu. Berikut adalah beberapa karakteristik bernalar krtitis.

1. Konseptual

Perilaku bernalar kritis memiliki karakteristik konseptual, artinya proses berpikir yang mendasarkan pada konsep atau realitas yang ditemuinya.

2. Rasional

Bernalar kritis adalah proses berpikir secara rasional. Artinya, perilaku ini selalu berpikir berdasarkan fakta-fakta yang ada. Dengan mempertimbangkan fakta, seseorang dapat melakukan argumentasi yang tepat.

3. Reflektif

Reflektif juga merupakan karakteristik perilaku bernalar kritis. Reflektif di sini artinya berpikir dengan mengumpulkan data, kemudian dianalisis berdasarkan teori yang ada. Ini dapat menyebabkan seseorang tidak hanya mengandalkan asumsi atau persepsi semata saat mengambil keputusan.

4. Mandiri Berpikir

Perilaku bernalar kritis juga memiliki karakteristik mandiri berpikir. Mandiri berpikir ini artinya bisa mengambil keputusan sendiri. Orang yang melakukan ini mampu berpikir berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan.

Perilaku bernalar kritis ini tidak mudah percaya akan informasi yang didapat dari orang lain. Seseorang yang bernalar kritis tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain.

5. Berpikir Terbuka

Dengan bernalar kritis, artinya seseorang memiliki pemikiran terbuka. Berpikir terbuka disini artinya mau menerima perbedaan. Ia tidak menghakimi tanpa fakta yang mendasar.

6. Yakin Mengambil Keputusan

Orang yang bernalar kritis bisa membuat keputusan secara yakin. Mengapa? Pasalnya, sebelum mengambil keputusan, mereka mengolah suatu informasi terlebih dahulu. Mereka mengolah informasi secara mendalam berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan. Dengan demikian, mereka dapat yakin dalam mengambil keputusan.

Unsur-Unsur Perilaku Bernalar Kritis

Menurut Ennis (1996: 364), perilaku bernalar kritis ini punya unsur-unsur tertentu.

Focus

Focus artinya saat akan mengambil sebuah keputusan, seseorang fokus pada masalah yang akan dipecahkan. Seseorang mencoba mencari tahu secara lengkap tentang masalah yang akan dipecahkan.

Reason

Reason artinya mencari tahu tentang alasan-alasan yang berkaitan dengan permasalahan yang akan dipecahkan. Alasan-alasan tersebut berdasarkan fakta-fakta yang ada di lapangan.

Inference

Inference artinya membuat kesimpulan yang berdasar. Kesimpulan berdasar ini diambil dari analisis berdasarkan fakta-fakta yang ada.

Situation

Situation artinya, perilaku bernalar kritis ini memahami situasi dan menjaga situasi agar bisa tetap berpikir dengan baik. Memahami istilah-istilah kunci serta bagian-bagian yang relevan.

Clarity

Clarity artinya mampu menjelaskan dengan baik.

Overview

Overview artinya melihat kembali. Seseorang meneliti kembali analisis yang telah ia lakukan.

Manfaat Perilaku Bernalar Kritis

Mengapa siswa perlu memiliki perilaku bernalar kritis ini? Alasannya, perilaku bernalar kritis ini memiliki banyak manfaat. Perilaku bernalar kritis tidak hanya dibutuhkan dalam proses pembelajaran di kelas, tetapi juga sangat membantu dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa manfaat perilaku bernalar kritis.

1. Memahami Pemikiran Orang Lain

Dengan berperilaku nalar kritis, siswa bisa memahami pemikiran orang lain. Ini membuat siswa tidak hanya terpatok pada pemikirannya sendiri saat melihat sebuah permasalahan. Namun, ia juga memikirkan alternatif lain dari pemikiran orang lain.

2. Berpikir Kreatif

Dengan bernalar kritis, siswa akan mampu memikirkan beragam alternatif jawaban dari sebuah permasalahan. Ini akan membuat siswa mampu berpikir kreatif dan mempunyai banyak ide.

3. Bisa Diandalkan

Perilaku bernalar kristis ini bisa mebuat siswa mampu diandalkan. Pasalnya, ia selalu bisa mengambil keputusan yang tepat dan berdasarkan fakta.

4. Mandiri Menghadapi Masalah

Dengan kemampuan bernalar kritis ini, siswa mampu menghadapi masalahnya sendiri. Dia akan mampu mencari jalan keluar berdasarkan analisis atas fakta-fakta yang telah ditemukan sebelumnya.

5. Menemukan Peluang Baru

Bernalar kritis akan membuat siswa banyak menemukan peluang baru. Dengan bernalar kritis, siswa akan melihat suatu hal secara lebih tajam dan dalam. Ia tak hanya melihat pada satu sisi.

Contoh Perilaku Bernalar Kritis saat Pembelajaran di Kelas

Lalu, bagaimana perilaku bernalar kritis ini ditampilkan? Apa tanda seorang siswa telah melakukan perilaku bernalar kritis? Berikut adalah beberapa contoh perilaku bernalar kritis saat pembelajaran di kelas.

10 Strategi Menumbuhkan Sikap Kritis pada Anak
Bersikap kritis sangat penting untuk diterapkan dalam menjalani kehidupan, baik di lingkungan pekerjaan, keluarga dan pertemanan. Begitu juga dengan anak-anak, mereka harus diajarkan untuk bisa bersikap kritis dalam bertindak.

1.      Sering bertanya.

2.      Suka berdiskusi.

3.      Memiliki pengetahuan yang luas.

4.      Supel dalam pergaulan.

5.      Hobi membaca buku.

6.      Mampu memberikan argumentasi.

7.      Mampu mengidentifikasi masalah.

8.      Dapat mengoperasikan antara persamaan dan perbedaan yang ada.

9.      Dapat memilih informasi yang relevan.

10.  Bisa membuat pertanyaan yang tersruktur.

11.  Bisa membedakan antara fakta dan opini.

12.  Bisa memeriksa konsistensi.

13.  Mampu mengenali stereotipe.

Tips Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Berpikir kritis adalah kemampuan menganalisis sebuah topik atau permasalahan secara objektif. Kemampuan ini wajib diajarkan guru pada siswa.

14.  Dapat mengenali bias, prasangka, dan faktor-faktor emosional lainnya saat akan mengambil sebuah keputusan.

15.  Bisa mengenali beragam perbedaan ideologi atau pemikiran.

16.  Mampu mengenali data-data yang tepat.

17.  Bisa berpikir secara terbuka.

18.  Tidak takut dengan perbedaan.

19.  Menerima perubahan yang ada.

20.  Bisa mengambil kesimpulan yang tepat.

21.  Mampu bekerja sama dalam tim.

22.  Mampu menjadi pemimpin.

23.  Tak takut untuk berpendapat.

24.  Mendengarkan dan menghormati pendapat orang lain.

25.  Mampu melakukan pengumpulan fakta-fakta.

26.  Tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan.

27.  Mampu memikirkan alternatif jawaban.

28.  Memiliki kemampuan melakukan prediksi.

29.  Bertanggung jawab.

30.  Sadar akan konsekuensi yang akan dihadapi.

31.  Tidak takut salah.

32.  Konsisten.

33.  Punya rasa ingin tahu yang tinggi.

Contoh-contoh perilaku bernalar kritis di atas tentu sangat berguna bagi siswa, baik dalam mengikuti pmebelajaran di kelas maupun dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, guru wajib mendorong setiap siswanya untuk bisa berperilaku nalar kritis.

Beberapa cara untuk mendorong siswa untuk bernalar kritis adalah dengan melakukan pembelajaran yang interaktif, berorientasi pada siswa, dan mendorong siswa untuk rajin membaca buku. Buku adalah sumber informasi yang sangat mendukung nalar kritis. Pengetahuan yang ada di buku menjadi bekal bagi siswa untuk melakukan analisis dan mencari tahu fakta yang terjadi. Dengan demikian, siswa dapat menerapkan inti dari perilaku bernalar kritis itu sendiri.

Demikian artikel tentang contoh perilaku siswa bernalar kritis saat pembelajaran di kelas. Semoga artikel ini bisa membantu Anda dalam mendorong siswa untuk selalu memiliki perilaku bernalar kritis.