Children Are Given, Tinggal Diasah Bakatnya dengan Cara Ini

Children Are Given, Tinggal Diasah Bakatnya dengan Cara Ini - Children are given. Setiap anak lahir dengan bakatnya masing-masing. Semua anak adalah bintang. Anak-anak yang terlahir ke dunia adalah anak-anak pilihan. Mereka adalah para juara yang membawa bintangnya masing-masing.

Bakat Anak

Children are given, anak-anak bukan kertas kosong. Dalam dirinya sudah terinstal bakat dari Tuhan.

Namun saat anak-anak lahir, orang tua yang seharusnya membantu bakat anak agar berkembang sempurna seringkali membanding-bandingkan anak dengan anak lain. Padahal hal tersebut adalah kesalahan yang fatal. Bandingkan anak dengan dirinya sendiri, bukan dengan orang lain.

Ganti kalimat yang anda keluarkan :

✅ "Apa bedanya adik 1 tahun yang lalu dengan adik yang sekarang?

❌ "Mengapa kamu tidak seperti kakakmu?"

Orang tua seharusnya bisa membantu melejitkan bakat anak, tetapi seringkali malah membuar anak menjadi anak rata-rata, harus sama dengan anak-anak lain.

Padahal setiap anak itu unik. Sebagaimana definisi bakat menurut Gallup, bakat didefinisikan sebagai pola pikiran, perasaan dan perilaku alami, berulang-ulang  dan dapat dimanfaatkan untuk produktivitas. Bakat adalah sifat unik setiap individu. Tidak ada individu yang sama. Semuanya memiliki keunikannya masing-masing.

Jenis Bakat

Pada dasarnya bakat terbagi jadi dua ?

1. Sifat Unik

Sifat unik adalah sifat bawaan setiap individu. Sifat ini menjadi sifat yang nampak dominan. Bakat sifat ini dimulai dengan kata 'suka' :

Suka menata, suka mengatur, suka bersahabat, suka berbicara, suka menganalisa, dan lain sebagainya.

2. Fisik Unik

Fisik unik adalah keistimewaan fisik yang dimiliki. Bakat ini berkaitan dengan panca indera. Misalnya olahraga, menyanyi, melukis, menari, dan lain-lain.

Mengapa Perlu Mengenali Bakat Anak?

Anak tidak perlu berjalan di jalan yang sama dengan orang lain. Justru anak akan sukses bila bisa berjalan diatas jalannya sendiri. Jalan dimana semua potensi kekuatan anak bisa termanfaatkan secara optimal.

Orang tua harus mendampingi anak dalam menemukan bakatnya. Mengapa?

1. Orang tua adalah agen sosialisasi primer. Orang tua adalah pihak pertama dan utama yang paling mempengaruhi dalam proses pencarian jati diri anak.

2. Orang tua adalah pihak yang paling mungkin memberikan ruang agar bakat anak bisa berkembang sempurna

3. Orang tua yang bisa membimbing anak agar bisa mengembangkan bakatnya.

Cara Mengenali Bakat Anak

Mengenali bakat anak adalah langkah awal yang harus dilakukan orang tua, agar membantu anak mengembangkat bakatnya. Bagaimana bisa mengembangkan, jika orang tua tidak mengenali bakat anak?

Langkah awal agar bisa mengenali bakat anak adalah dengan melakukan observasi (pengamatan). Orang tua mengamati secara obyektif dan lepas dari asumsi prasangka pribadi.

Secara umum, amati semua aktivitas yang dilakukan oleh anak. Lalu pilih yang mana yang menunjukkan bakatnya. Pahami ciri-ciri bakat terlebih dahulu. Adapun ciri-ciri bakat antara lain :

1. Yearning

Artinya nagih. Jika tidak mengerjakan sebuah aktivitas,  rasanya ada yang kurang. Setiap hari rasanya harus mengerjakan aktivitas tersebut. Diulang setiap harinya.

2. Rapid Learning

Artinya cepat belajar menguasai skill yang dibutuhkan untuk mengerjakan aktivitas tersebut. Bila tidak berbakat, maka akan lamban mengerjakannya.

3. Satisfaction

Artinya kepuasan. Ada rasa puas saat bisa mengerjakan aktivitas yang sering dilakukan tersebut.

4. Flow

Artinya mengalir. Saat mengerjakan aktivitas yang sering dikerjakan bisa mudah mengalir begitu saja. Tanpa hambatan hingga lupa waktu.

5. Glimpses of Excellent

Artinya menunjukkan tanda-tanda keunggulan. Saat mengerjakan aktivitas yang disukai, selalu bagus mengerjakannya.

Supaya kelima ciri tersebut bisa muncul teramati, maka anak butuh mengalami aktivitas yang beragam. Setiap aktivitas pasti akan mendapat respon yang berbeda. Anak juga butuh waktu agar bisa menyelami aktivitas beragam itu. Jadi anak akan tahu benar-benar rasanya melakukan aktivitas tersebut.

Kenalkan anak dengan beragam aktivitas. Lakukan juga tour de talent agar anak juga mengenal beragam profesi. Ajak anak melakukan olahraga yang beragam.

Setelah melakukan observasi, langkah selanjutnya adalah membuat portofolio. Semua aktivitas anak yang sudah diamati, direkam dalam portofolio. Portofolio ini adalah kumpulan hasil dokumentasi setiap aktivitas anak.

Buat portofolio mulai dari yang sederhana. Misalnya dengan mengumpulkan karya anak, dokumentasi setiap kegiatan anak , catatan respon anak terhadap kegiatan yang sudah dilakukan, dan lain-lain.

Portofolio ini membuat anda memiliki rekam jejak anak. Dimana nantinya bisa menjadi bank data bagi anak maupun orang tua. Jadi bisa tahu apa bakatnya, lalu bisa menyusun cita-cita dari bakat yang dimiliki.

Seiring berjalannya waktu, anak akan menemukan aktivitas yang disukai sesuai dengan lima ciri bakat diatas. Kemudian anak akan mendalami aktivitas tersebut dengan berbagai bentuk. Hingga pada akhirnya membentuk aktivitas yang memenuhi 4 E nya, yaitu enjoy, easy, excellent dan earn. Bila ada aktivitas anak yang sudah menunjukkan 4 E nya, itulah yang disebut sebagai bakat anak.

Apa Arti Merdeka Belajar Kemdikbud untuk Siswa dan Orang Tua?
Nadiem Anwar Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia pada Hari Guru Nasional tahun 2019 silam mencanangkan program kebijakan baru yaitu merdeka belajar.

Cara Mengembangkan Bakat Anak

Setelah tahu apa yang menjadi bakat anak, langkah selanjutnya yang perlu anda lakukan adalah mengembangkan bakat anak. Bantu anak mengembangkan potensinya. Bantu mereka hingga bisa menebar manfaat dengan potensi yang dimilikinya.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengembangkan bakat anak :

1. Beri Contoh

Anak-anak mungkin salah mendengar, tetapi mereka tidak pernah salah melihat. Anak akan mudah mencontoh apa yang dilihatnya.

Berikan contoh kalau anda juga punya bakat. Anda bersungguh-sungguh mengembangkan bakat yang anda miliki. Dengan begitu, anak pun akan bersemangat mengembangkan bakatnya.

2. Sediakan Fasilitasnya

Bila anda sudah tahu apa bakat yang dimiliki anak, jangan lupa untuk menyediakan fasilitas yang terkait bakatnya. Contoh, apabila anak anda suka main musik, maka sediakan alat musik di rumah. Bila anak suka mengatur, pilih anak sebagai pimpinan proyek keluarga, agar bakat mengaturnya tersalurkan dengan benar.

3. Kunjungi Tempat Terkait

Membawa anak ke tempat yang berkaitan dengan bakatnya, bisa membantu anda mengembangkan bakat anak. Misalnya, bila anak suka mendongeng, anda bisa mengajaknya ke perpustakaan atau museum. Bila anak suka pada tanaman, ajak anak mengunjungi daerah-daerah pertanian.

4. Beri Apresiasi

Anak-anak suka diperhatikan. Mereka akan bersemangat jika aktivitasnya mendapat tanggapan. Agar bakat anak semakin berkembang, jangan lupa berikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan. Tunjukkan anda menyukainya. Jangan lupa ajak anak berdiskusi tentang bakat yang dimilikinya.

5. Beri Panggung

Beri panggung anak untuk menunjukkan bakatnya. Ikut beragam perlombaan bisa membuat anak semakin mengasah bakatnya. Atau bisa juga membuat panggung bakat di rumah. Berikan anak ruang untuk menampilkan bakat yang dimilikinya.

6. Magang

Saat anak berusia 10 tahun keatas, magangkan anak ke tempat-tempat yang sesuai dengan bakatnya. Misalnya, anak yang suka memasak, bisa anda magangkan di restoran. Magang akan membuat anak belajar banyak hal seputar bakatnya. Anak juga akan semakin terasah kemampuannya.

Membangun Portofolio Digital Untuk Masa Depan Anak
Jenis penilaian di K13 dibagi menjadi penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian keterampilan selain berdasarkan praktik dan proyek juga didasarkan atas portofolio siswa. Lantas bagaimana menyiapkan portofolio digital untuk masa depan anak?

7. Terus Semangat

Mungkin ada sebagian anak yang sudah terlihat bakatnya, menjadi tidak lagi berminat. Anda perlu mencari tahu sebabnya. Bila ternyata bakatnya berubah, jangan kecewa. Tetap dukung anak untuk mengembangkan bakatnya. Terus semangat berusaha agar bakatnya bisa berkembang.

Children are given, lakukan yang terbaik untuk bisa mengembangkan bakat anak. Yakinlah bahwa setiap anak adalah bintang, mereka bersinar dengan potensinya masing-masing.